
Wildan terkejut saat melihat Seli dan Arif berada didalam gudang dengan kondisi tangan dan kaki yang terikat, mereka didudukan disebuah kursi dengan saling membelakangi.
'' Seli.' panggil Wildan membuat keduanya langsung menoleh kearah sumber suara.
'' Pak Wildan?'' ucap Seli dengan nafas lega, karna merasa sudah terselamatkan.
'' Wildan masuk dan langsung melepaskan ikatan tali yang mengikat tubuh gadis itu, begitupun dengan Bisma, yang membuka ikatan pada Arif, sementara salah satu polisi itu langsung mengamankan Rudi.
'' Pak kenapa saya ditahan, apa salah saya?'' ucap Rudi sambil memberontak saat tangannya ditahan dari belakang.
'' Anda ditahan atas dasar penyekapan saudari Seli dan Arif.'' jawab polisi tersebut.
'' Dimana Juno?' tanya Wildan setelah melepaskan lakban yang menempel dimulut Seli.
'' Saya tidak tau pak Wildan, saat saya hendak menolong Arif tiba-tiba Rudi langsung memukul saya hingga pingsan, setelah itu saya tidak tau dimana dia.'' jawab Seli
'' Rudi, cepat katakan dimana kau sembunyikan Juno!" bentak Wildan sambil melangkah mendekati Rudi
'' Kenapa loe bertanya pada gua? kalian semua sungguh aneh, gua sama sekali tak melihat adik loe itu dirumah gua, lagi pula saat gua tanya Seli dia bilang saat itu dia datang sendiri lalu kenapa sekarang tiba-tiba kalian mempertanyakan keberadaannya pada gua?'' ucap Rudi sambil tersenyum sinis
'' Jangan bohong loe Rud, gue tau pasti loe juga sudah menyembunyikan Juno kan? seperti loe menyembunyikan Kay?'' sambung Seli
'' Dasar wanita aneh, sudah terbuktikan sekarang, kalau kau tidak sendiri masuk kerumahku?
'' Itu karna--,''
'' Itu karna kalian ingin mencuri dirumah ku kan? pak polisi dengar kan saya, mereka ini masuk secara diam-diam dirumah saya, untuk apa coba? kalau bukan mau mencuri? potong nya dengan cepat.
'' Wil, sepertinya laki-laki itu tak akan bicara apapun, walau bagai mana pun kita mendesaknya, sebaiknya nanti kita akan menyelidikinya sendiri dengan cara kita tentunya tanpa melibatkan polisi.'' bisik Bisma pelan, yang langsung diangguki oleh Wildan.
Sedangkan Seli tak terima jika dituduh sebagai pencuri dirumah tersebut.'' Eh dasar sinting, mana ada kami mencuri disini? lagipula tidak ada yang bisa diambil dirumah mu ini.'' ucap Seli dengan sinis
'' Tapi buat apa kamu masuk tanpa ijin dan bersembunyi dirumahku kalau bukan untuk mencuri hah? pak polisi coba tanyakan pada mereka jangan diam saja.'' protes Rudi
'' Lelaki ini, pintar sekali dia membalikan keadaan.'' ucap Bisma dengan nada kesal.
'' Sebenarnya saya juga sudah sejak tadi menahan geram, tapi loe taukan ada polisi, dan kita tidak bisa bertindak gegabah.'' jelas Wildan, dengan terus mengawasi Rudi, begitu lelaki itu tengah sibuk berdebat dengan Seli, Wildan langsung mengendap-endap dan menyelinap masuk kedalam kamar Rudi yang belum ia masuki, karna sejak tadi ia penasaran dengan kamar laki-laki itu, Wildan merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Rudi disana.
***
'' Apa benar yang dikatakan saudara Rudi jika kalian masuk tanpa ijin nona Seli?'' tanya polisi tersebut
'' I-iya pak, tapi kami ingin mencari tahu tentang keberadaan teman kami yang diculik oleh Rudi
'' Tapi tetap saja itu tidak dibenarkan masuk kerumah orang tanpa ijin seperti itu.'' tegas polisi tersebut
'' Apa buktinya? jangan asal menuduh kalian, pak ini fitnah pak, saya tidak menyembunyikan siapa pun dirumah saya ini, kalian bisa periksa setiap sudut rumah saya!
'' Tapi memang tidak ada tanda-tanda keberadaan mereka dirumah ini saya sudah menggeledah semuanya.'' jelas salah satu polisi yang memang terus menggeledah rumah milik Rudi.
'' Tapi saya sempat lihat rekaman video diponsel Rudi pak, kalau tidak percaya dicek saja pasti ada buktinya.'' sambung Arif membuat Rudi langsung menatapnya dengan tajam, namun Arif sama sekali tak gentar sedikit pun.
__ADS_1
'' Bisa kami periksa ponsel anda?'' tanya polisi tersebut.
'' Silahkan pak, karna diponsel saya sama sekali tak ada apapun.'' jawabnya sambil memberikan ponsel miliknya pada polisi yang berada disampingnya.
Terlihat polisi tersebut memeriksa ponsel yang memang tak ada yang terlihat mencurigakan.'' Maaf pak Arif, tapi didalam ponsel tersebut tak ada yang mencurigakan.
'' Hah? tidak mungkin pak, jelas-jelas saya melihatnya kemarin, coba biar saya lihat pak ponselnya!" ucap Arif yang langsung mengambil ponsel tersebut, satu persatu aplikasi ponsel tersebut dilihat oleh Arif, anehnya aplikasi cctv juga tidak ada didalamnya.
Sepertinya Rudi memang sudah memperkirakan semuanya, jika dengan cara paksaan pasti tidak akan menemukan titik terang, sepertinya kami harus menyusun rencana lagi
Batin Arif
'' Bagai mana? tidak ada kan? makanya jangan suka memfitnah.'' ucap Rudi sambil mengambil kembali ponsel miliknya dari tangan Arif
'' Baiklah, meskipun kami tak menemukan bukti apapun diponsel anda pak Rudi, tapi kami akan tetap memproses anda karna kasus penyekapan yang anda lakukan pada saudara Arif dan saudari Seli.'' ucap polisi tersebut
'' Loh tidak bisa begitu dong pak, jika saya ditahan karna telah menyekap mereka, maka mereka juga harus ditahan karna masuk tanpa ijin dirumah saya, yang bisa dikatakan seperti pencuri.'' sambung Rudi tak mau kalah
'' Dasar laki-laki licik.'' ucap Seli, sedangkan Bisma dan Arif tak lagi bicara, mereka sudah memiliki rencana, untuk menangkap basah laki-laki licik seperti Rudi.
'' Maaf pak, sepertinya kasus mereka berdua kita selesaikan sampai disini saja.'' ucap Bisma yang langsung diangguki oleh Arif.
'' Iya pak, saya rasa juga begitu.'' sambung Arif walaupun jujur saja badannya terasa sangat sakit, namun sepertinya Arif tak ingin kembali gegabah saat menghadapi Rudi.
'' Loh gk bisa begitu dong Rif,gue gk akan terima ini.'' ucap Seli tak terima
'' Seli percuma karena bukan hanya dia saja yang akan masuk, kalian nantinya juga akan bermasalah karna masuk tanpa ijin benar begitukah pak polisi
***
'' Kalian ini bagai mana sih, kenapa Rudi dilepaskan? loe lagi Rif, gue gk ngerti gimana pikiran loe, udah dihajar sampai babak belur juga, bukannya malah melapor, ini malah dilepaskan tuh orang begitu saja.'' gerutunya
'' Kamu bisa diam gk sih Sel? kamu pikir kita bakal lepasin tuh orang begitu saja apa, kita butuh rencana yang matang, Rudi sangatlah licik buktinya dia sudah mempersiapkan semuanya dengan menghapus video nya Kay yang waktu itu sempat aku lihat,'' ucap Arif, membuat Seli kembali berpikir.
Hening beberapa saat
'' Oya dimana pak Wildan? kok gk ikut bareng kita?'' tanya Seli yang baru menyadari jika didalam mobil mereka hanya bertiga.
'' Dia berada dirumah Rudi,'' jawab Bisma santai.
'' Loh kok bisa? gimana kalau pak Wildan juga hilang sama seperti Juno? yang sampai sekarang tak ada kabar, gue jadi merasa bersalah jika sesuatu terjadi padanya, apa yang nanti akan gue katakan sama Kayla? sementara kan gue yang ngajakin dia buat datang kerumah orang gila itu.'' ucap Seli yang menyebut Rudi sebagai orang gila
'' Tenanglah! Wildan tau bagai mana menjaga dirinya.'' sambung Bisma sambil terus melajukan mobilnya membelah jalan raya
'' Tapi Rudi psikopat.'' ucap Arif tiba-tiba membuat Bisma langsung meliriknya dari kaca spion depan.
'' Benarkah Rif? tapi kelihatannya biasa aja, gk ada yang mencurigakan darinya?'' sambung Seli
'' Itu karna dia sangat pandai menyembunyikannya, ku harap mereka bertiga tidak akan terluka ditangan laki-laki itu.'' ucap nya penuh harap
'' Sebaiknya kita tunggu saja kabar dari Wildan, sekarang saya akan mengantarkan kalian pulang dulu, setelah itu saya akan kembali kerumah itu untuk berjaga-jaga jika Wildan membutuhkan sesuatu '' jelas Bisma
__ADS_1
Sementara dirumah nya, Rudi tertawa senang karena menurutnya mereka dapat ia bodohi.'' Dasar orang-orang bo*doh, mudah sekali mereka semua ditipu.'' monolognya, sambil melangkahkan kakinya menuju kamar, Wildan yang mendengar suara pintu terbuka langsung bersembunyi dibalik lemari pakaian.
Wildan terus memperhatikan lelaki itu, yang belum menyadari jika Wildan berada disekitarnya, Rudi berpikir laki-laki itu sudah pulang bersama polisi dan yang lainnya tadi.
Rudi melangkah menuju tembok yang ada disamping lemari, dimana Wildan bersembunyi, lalu menekan sesuatu hingga membuat tembok tersebut bergeser.
Pantas saja tidak bisa ketemu, ternyata dia memiliki tempat persembunyian yang sangat aman, dan aku yakin pasti laki-laki itu menyembunyikan Kay dan Juno disana
Batin Wildan yang langsung keluar dari persembunyiannya setelah Rudi masuk kedalam ruangan tersebut.
Wildan menekan sesuatu dibalik lemari itu, dan tak lama terlihat tembok tersebut bergeser.
Rudi yang saat itu terlihat sedang berbicara dengan Juno yang diikatnya bersama Kay terkejut saat melihat kedatangan Wildan.
'' Ah, sial, ternyata aku bisa kecolongan juga.'' ucapnya sambil menatap Wildan yang berdiri tak jauh darinya dengan tajam.
'' Mas Wildan.'' ucap Juno tanpa suara, Juno menatap abangnya itu dengan pandangan sedikit kabur, sedangkan Kay, terlihat semangkin menangis namun tanpa suara, dalam hati ia merasa bersyukur karna Wildan sudah datang, dan pastinya untuk menolong mereka.
Wildan cukup tercengang dengan kondisi Juno yang terlihat babak belur, dengan luka menganga disekujur tubuhnya, belum lagi dibagian dahi nya yang terlihat darah yang sudah mengering, membuat nya ngilu melihatnya, tak jauh beda dengan Juno, Kay juga terlihat wajah yang yang lebam dengan darah disudut bibirnya, melihat orang-orang yang disayanginya terluka seperti itu, membuat darah Wildan mendidih, lelaki itu mengepal kan tangannya hingga buku-buku jarinya memutih.
Laki-laki itu mengalihkan pandangannya pada sosok pemuda yang terlihat sangat congkak, seolah menantangnya tanpa rasa takut dan itu membuat Wildan semangkin menggeram.
'' Kurang ajar, berani-beraninya kau menghajar adikku hingga seperti itu.'' ucapnya yang langsung melangkah kearah Rudi dan...
Bug-bug-bug
'' Aakkhh, Rudi yang belum siap, jatuh tersungkur karna pukulan tiba-tiba yang dilayangkan oleh Wildan untuknya, namun laki-laki itu segera bangkit, dan dengan gaya songongnya langsung memasang kuda-kuda untuk menghajar Wildan.
'' Sini maju kau! kau pikir gua takut hah? sini serang lagi!" tantang Rudi
Wildan yang memang diliputi amarah langsung kembali menyerah Rudi dengan penuh emosi, ia melayangkan tinjunya diwajah Rudi, hingga membuat tubuh lelaki itu mundur beberapa langkah kebelakang, bahkan terlihat sudut bibirnya mengeluarkan darah.
'' Cuma segini saja pukulanmu itu hah? ini sama sekali tidak terasa sakit sedikitpun untuku, tidak sebanding dengan rasa sakit saat kau merebut Kayla dariku, brengsek!" maki Rudi yang langsung melayangkan pukulannya pada Wildan, namun dengan cepat Wildan langsung menghindar, hingga pukulan Rudi hanya melayang diudara. Rudi yang merasa geram karna pukulannya tak mengenai Wildan, langsung mengambil kayu yang ada disudut ruangan tersebut, kayu yang sama saat ia memukul Juno kala itu.
'' Mas Wildan awas!!" teriak Kay, ia takut kejadian yang menimpa Juno saat itu terulang lagi, namun sayangnya kali ini Wildan lengah hingga pukulan tersebut mengenai punggungnya, namun diluar dugaan, sepertinya tubuh Wildan tak terpengaruh dengan pukulan tersebut.
'' Ooh ternyata kau lebih tangguh dari adikmu yang payah itu ya? yang sama sekali tak bisa melindungi Kay dengan baik.'' ucap Rudi sambil menatap sinis pada Juno yang tak berdaya diatas kursi dengan kaki dan tangan yang terikat begitupun dengan Kay.
'' Tutup mulutmu itu! teriak Wildan yang langsung membalas pukulan pemuda itu dengan cara langsung menendangnya hingga aksi baku hantam tak bisa terhindarkan lagi. Wildan beberapa kali terkena hantaman kayu oleh Rudi, hingga membuatnya luka dibeberapa bagian tubuhnyay meskipun begitu akhirnya Wildan bisa membuat Rudi terkapar tak berdaya dilantai. Tanpa membuang waktu Wildan langsung membuka tali yang mengikat tubuh Juno satu persatu tali tersebut ia buka hingga terlepas begitu juga yang ia lakukan kepada Kayla
'' Terimakasih mas karna telah datang.'' ucap Juno yang langsung memeluk sang abang, Wildan sangat iba melihat kondisi adiknya saat ini, setelah keluar dari tempat tersebut ia akan langsung membawa kedua kerumah sakit.
'' Ayo sebaiknya kita cepat keluar dari tempat ini.'' ucap Wildan sambil memapah tubuh Juno untuk keluar dari tempat itu.
'' Hati-hati Juno!" ucap Wildan sambil memegangi tubuh Juno yang hampir saja terjatuh, laki-laki itu terlalu lemah hingga berdiri saja ia tak mampu, Kay yang melihatnya langsung membantu untuk memapah suaminya itu.
'' Tidak semudah itu kalian membawa Kay dari tempat ini!'' terdengar suara seseorang yang kini berdiri dibelakang mereka dan dia adalah Rudi, sontak ketiganya langsung menoleh kebelakang, mata ketiga nya langsung melebar saat melihat laki-laki itu sedang memegang sebuah pistol dan mengarahkannya kepada Kay.
'' Jika aku tidak bisa memilikimu Kay, maka akan ku pastikan, tidak akan ada satu orang laki-laki pun yang bisa memilikimu.
DOOORRR......
__ADS_1
Next