
Jam sudah menunjukan pukul satu dini hari, namun sepertinya malam ini Wildan sama sekali tidak bisa memejamkan matanya, rasanya pria itu sudah tidak sabar menunggu sampai besok pagi. Sama halnya dengan Kay, wanita itu juga sejak tadi terlihat sangat gelisah, balik kiri, balik kanan, berharap matanya akan segera terpejam, namun sepertinya sia-sia saja, karna matanya tak merasakan ngantuk sama sekali.
'' Duuh, kok aku jadi gk bisa tidur gini ya? rasanya gk ngantuk sama sekali.'' gumamnya, karna tidak bisa tidur, akhirnya Kay memutuskan untuk keluar dari kamarnya tersebut, Kay melangkah menuju ruang keluarga, lalu menyalakan televisi sambil mencari siaran yang bagus. Sementara Wildan dikamarnya juga masih terlihat gelisah, pria itu pun memutuskan untuk keluar dari kamarnya, setelah menutup pintu kamar, Wildan pun melangkah menuruni anak tangga, dari kejauhan ia melihat ada cahaya dari ruang keluarga.
'' Siapa malam-malam begini nyalain tv? gumamnya, merasa penasaran Wildan pun melangkahkan kakinya kearah ruang keluarga tersebut.
'' Kay!" panggil Wildan, membuat wanita yang sat itu tengah menonton tv langsung menoleh saat mendengar seseorang memanggil namanya
'' Mas Wildan? kenapa mas ada disini?'' tanya Kay sedikit gugup, wanita itu terlihat membenahi duduknya
'' Mas gk bisa tidur, makanya mas keluar dari kamar, kamu sendiri sedang apa disini tengah malam seperti ini?'' tanya balik Wildan
'' Sama, aku juga gk bisa tidur mas,'' jawabnya sambil menundukan pandangannya karna malu Wildan terus memandang wajahnya walaupun lampu diruangan tersebut tidak dinyalakan namun Kay masih bisa melihat jika pria tersebut menatap kearahnya.
Wildan melangkah mendekati Kay, lalu duduk disampingnya.'' Memangnya kenapa kamu gk bisa tidur hem? apa karna sudah tidak sabar menunggu hari esok?'' tanya Wildan yang sengaja menggoda kekasih hatinya itu
Kay mengangkat wajahnya, dan menoleh kearah Wildan yang ternyata saat itu juga sedang menatap kearahnya. Kay sempat kaget melihat wajah pria itu yang begitu dekat dengannya, sejenak Kay terpaku, ia memandang wajah pria tampan yang ada didepannya saat ini, dari mulai mata nya yang tajam, seolah mampu menembus kejantungnya , hidung bangir, dan bibir bervolume yang menurut Kay sangat seksi, dan itu membuatnya tergoda, tanpa sadar, Kay mendekatkan wajahnya dan...
Cup
__ADS_1
Janda dari Juno itu langsung menempelkan bibirnya diatas bibir Wildan, tentu saja itu membuat Wildan sangat terkejut, lelaki itu tak menyangka jika Kay akan melakukan hal tersebut, Kay yang semula hanya diam, lalu mulai menggerakkan bibirnya, dan melu*mat bibir pria tersebut, Wildan yang mendapat serangan seperti itu tentu saja bersorak senang, tanpa membuang kesempatan ia pun langsung membalas ciu*man Kay, mereka saling me*lum*at, meng*hi*sap dan saling bertukar Saliva, tak puas sampai disitu, Wildan mengangkat tubuh Kay dan mendudukannya diatas pangkuannya, tanpa melepas pagutan keduanya, mereka berciu*man sangat panas, Wildan dengan rakusnya terus meng*hi*sap bibir wanita nya itu, seolah tidak puas, lelaki itu pun langsung memasukan lid*ahnya kedalam rongga mulut pasangannya tersebut, lalu membelitkan li*dah keduanya, hingga pada akhirnya perang li*dah pun tak bisa dihindari, tanpa sadar Kay menggerakkan tubuhnya diatas tubuh Wildan, yang ia duduki, seketika membuat Wildan menggeram tertahan, Kay seolah hilang kendali, wanita itu terus memperdalam ci*uman mereka, bahkan Kay mulai me*ra*ba dada bidang sang kekasih, Wildan yang mendapat perlakukan seperti itu justru membuatnya semangkin tidak tahan, ia pun mulai membuka kancing piyama tidur milik Kay, lalu menelusup kan tangannya didalam sana, mengusap lembut gumpalan daging padat milik Kay tersebut, Wildan menarik wajahnya hingga ciu*man mereka terlepas, dan itu membuat Kay sedikit kecewa. Melihat wajah kekasinya itu Wildan tersenyum, sambil mengusap pipi wanitanya tersebut, tanpa bicara lagi, lalu ia pun langsung menundukan wajahnya dan langsung melahap buah kesukaannya, dan meng*hi*sapnya dengan rakus, menelan asi yang terus ia se*dot keluar dari tubuh Kay, tak puas hanya disitu, Wildan pun mengeluarkan buah yang sebelahnya lagi, lalu kembali menikmatinya secara bergantian. bahkan saat ini posisi Kay sudah berada dibawah kukungan pria tersebut, tertidur diatas sofa, wanita itu sangat menikmati apa yang Wildan lakukan padanya saat ini, dan entah kenapa rasanya ia ingin melakukan hal yang lebih dari ini.
'' Mas,'' panggil Kay dengan mata yang sayu.
'' Iya sayang ada apa hem?'' tanya Wildan dengan pandangan yang mendamba
'' Siapa disana??'' tiba-tiba terdengar suara seseorang yang tak lain adalah Bu Dewi,
'' Mas,mama mas, bagai mana ini?'' tanya Kay dengan wajah panik, Wildan pun tak kalah panik, hasrat api asmara yang tadinya menggelora tiba-tiba saja padam, bagai disiram air dengan sengaja.
Saat ini keduanya masih ada diatas sofa yang ada diruang tv.'' Cepat benarkan pakaian kamu sayang, sebelum mama datang.'' ucap Wildan dengan suara setengah berbisik, Kay mengangguk cepat.
'' Wildan cepat katakan pada mama! apa kau melakukan sesuatu pada Kayla?'' tanya sang ibu dengan pandangan tajam, wanita paruh baya itu terlihat memperhatikan tingkah keduanya yang terlihat salah tingkah.
'' Kayla, apa Wildan melakukan sesuatu padamu?'' tanya Bu Dewi, wanita paruh baya itu sudah duduk didepan kedua pasangan tersebut.
'' I-itu, kami--,'' Kay melirik pada Wildan yang terlihat tenang, tepatnya mencoba tenang padahal dalam hati lelaki itu juga merasa sangat gugup.
Iih mas Wildan kok kelihatan tenang aja sih? gk tau apa jantungku udah mau copot, udah kayak pencuri tertangkap basah sama tuan rumah.
__ADS_1
Batinnya hendak menangis
'' Kay kalau Wildan berbuat macam-macam sama kamu katakan saja, mama akan menghukum anak ini jika memang sampai dia melakukan hal yang aneh sama kamu.'' ucap Bu Dewi sambil menatap tajam pada putra sulungnya tersebut.
'' Mama, mama ini bicara apa sih, kami tidak melakukan apa-apa.'' ucap Wildan namun tak berani menatap wajah sang ibu, dan tentu saja Bu Dewi tau jika putranya itu sedang berbohong padanya.
'' Oya, benarkah? lalu ini apa buktinya ??'' tanya Bu Dewi sambil menunjuk leher Kay yang penuh dengan kiss*ma*rk yang ia buat.
'' Hah? memangnya apa mah?'' tanya Kay panik, ia menyentuh lehernya sambil menatap kearah Wildan seolah meminta jawaban. Wildan meringis saat mendapati bukti yang ditunjukan oleh Bu Dewi, yang dibuat olehnya, melihat wajah pasrah calon suaminya tersebut, Kay bisa menebak bukti apa yang dimaksud oleh ibu mertuanya itu.
'' Mama benar-benar kecewa pada kalian berdua, terlebih denganmu Wildan, untung mama cepat datang, coba kalou gk, mama gk tau apa yang akan terjadi, anak jaman sekarang memang meresahkan, cara berpacaran sudah kelewat batas, untuk ini mama akan memberikan hukuman pada kalian, tapi tidak malam ini, sekarang sebaiknya kalian pergi kekamar masing-masing.'' ucap Bu Dewi tegas setelah itu ia langsung menuju dapur untuk mengambil air minum, Wanita paruh baya itu terlihat beberapa kali mengelus dadanya, saat kembali teringat dengan apa yang sempat ia lihat tadi, walaupun samar-samar, namun Bu Dewi tau pasti apa yang sedang putranya itu lakukan bersama calon istrinya.
'' Kenapa anakku jadi mesum seperti itu ya? apa karna efek kelamaan menduda? untung aku cepat datang, kalau tidak mungkin dia akan membobol Kay sebelum pernikahan.'' gumamnya sambil menggelengkan kepalanya.
Next
Waah mas Wildan udah gk sabar nunggu hari esok ðŸ¤
Jangan lupa like and koment ya 😊
__ADS_1