Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Masih mengikuti


__ADS_3

Juno memutuskan untuk keluar dari restoran agar Rudi tidak curiga padanya, pemuda itu akan mengintai lelaki itu dari dalam mobil. Sementara diluar restoran tepatnya dipinggir jalan menuju restoran, terlihat Wildan sedang memarkirkan mobilnya, tepatnya mobil milik perusahaan, ia sengaja tak membawa mobilnya sendiri agar tak ada yang curiga padanya, termasuk Juno yang mungkin saja akan menyuruhnya untuk kembali kekantor.


'' Sial, aku tidak bisa berbuat apapun sekarang, selain menunggu seperti ini, dimana sebenarnya dia menyembunyikan Kayla.'' gumamnya Wildan terus menggerutu ia tak sabar menunggu pemuda tersebut pulang dari restoran.


Sementara itu didalam restoran, terlihat Rudi sedang berada diluar gudang yang ada dibagian belakang Restoran, pemuda itu melihat kiri dan kanan, setelah dilihatnya aman ia langsung masuk kedalam gudang tersebut. Pemuda itu terlihat sedang merogoh ponsel yang ada disaku celananya, lalu membuka aplikasi cctv yang ada diponselnya, ya, Rudi memang memasang cctv dikamar yang ditempati oleh Kay, untung saja tadi malam pria itu tak membuka cctv tersebut jika tidak, pasti ia akan melihat apa yang dilakukan Kay dengan pa*yu*da*ra nya, sebenarnya selama ini Rudi memang sempat curiga jika gadis itu memiliki asi, namun saat ini seolah ia lupa akan hal tersebut.


'' Kamu tenang saja Kay sebentar lagi kamu akan jadi milikku.'' gumamnya pelan, pria itu tersenyum, sambil memandang gambar Kay dari ponselnya, terlihat gadis itu sedang duduk diatas kursi kayu tempat dimana ia diikat waktu itu, entah apa yang dipikirkannya saat itu, karna terlihat gadis itu sepertinya sedang melamun, namun Rudi sama sekali tak perduli akan hal itu.


'' Rud, apa yang kau lihat?'' ucap suara seseorang membuat Rudi terperanjat kaget, ia buru-buru menyimpan ponsel miliknya itu.


'' Arif, kok loe bisa ada digudang?'' tanya Rudi sedikit panik ia berharap sahabatnya itu tak melihat apa yang ada didalam ponselnya tadi.


'' Ya gue emang udah sejak tadi didalam, hehe gue istirahat sebentar Rud, oya loe jangan bilang ya sama mba Susi? lagian gue kebangun karna dengar loe bicara sendiri tadi, sambil melihat layar ponsel loe itu, memangnya loe lagi lihatin apa sih? kok gue dengar loe bawa-bawa nama Kay segala?'' tanya Arif


Mampus gue, apa itu artinya dia mendengar semua yang gue ucapkan?


Batin Rudi panik, pria itu menelan ludahnya kasar, bingung harus menjawab apa pada sahabatnya itu.


'' Woy kenapa loe diam? gue tanya kenapa loe bawa-bawa nama Kay segala tadi?'' ulang nya


'' Apaan sih loe Rif, mana ada gue sebut nama Kay, lagi pula dia itukan udah jadi bini orang, ya kali gue masih ngarepin dia.'' jawabnya seolah sudah move'on dari Kay, yang sebenarnya hanya bermaksud menyembunyikan rasa gugupnya.

__ADS_1


'' Ya mungkin aja kan, bukannya waktu itu loe bilang kalau loe gk bisa lupain tuh cewek?


'' Gk lah, loe salah dengar kaliy udah ah gue mau keluar aja, masih banyak kerjaan yang harus diselesaikan.'' ucap Rudi yang langsung keluar dari gudang tersebut, meninggalkan Arif yang masih bertanya-tanya dalam hatinya.


'' Sepertinya tadi gue gk salah dengar deh, jelas-jelas dia nyebutin nama Kay, siapa lagi kalau bukan Mikayla, sahabatnya Seli '' gumamnya.


Tak terasa jam sudah menunjukan pukul enam sore, kini sudah waktunya para pegawai restoran pulang kerumah masing-masing,'' Akhirnya mereka pulang juga, rasanya sudah satu abad gue nungguin tuh orang.'' gerutu Juno, satu persatu para karyawan restoran keluar dari pintu samping, termasuk Rudi, Seli dan juga Arif.


Setelah berpamitan pada teman-temanya, Rudi langsung menuju motor miliknya yang terparkir tak jauh dari parkiran mobil.


Rudi menghidupkan mesin motor miliknya, rasanya ia sudah tak sabar ingin cepat-cepat pulang kerumah untuk bertemu dengan Kay, wanita bersuami yang sedang ia sekap disuatu ruangan didalam rumahnya.Setelah Rudi melewati mobil miliknya, Juno pun langsung menyalakan mesin mobilnya, ia bertekad akan mengikuti kemana pria itu pergi, karna Junon punya firasat bahwa Rudi lah yang telah menculik istrinya itu, dan hari ini Juno yakin, jika Rudi akan pergi ketempat dimana ia sudah menyembunyikan Kayla. Wildan yang juga melihat Rudi keluar dari halaman restoran langsung mengikutinya.


'' Oya Sel gimana kabarnya kay? pasti dia udah senang ya hidupnya, karna nikah sama bos besar.'' ucap pemuda tersebut.


'' Ya gitulah Rif, tapi loe tau gk? tadi malam pak Wildan ngubungi gue, katanya Kay pergi dari rumah, dan anehnya dia pikir Kay lagi sam gue, makanya dia ngubungi gue, ya gue bilang aja gk ada, lagian gue juga udah lama gk ketemu Kay udah satu mingguan gitulah, kira-kira kemana ya anak itu, gk kayak biasanya.'' ucap Seli, yang tadi malam juga berusaha menghubungi Kay namun ternyata ponselnya tidak aktif.


'' Mungkin dirumah orangtuanya kali, apa loe ada hubungi laki nya lagi, buat tanyain Kay udah pulang apa belum?'' tanya Arif memastikan.


'' Belum, nomornya gk aktif, lagian itu bukan lakinya, tapi mantan tunangannya, yang nikah sama Kay itu adik dari mantan tunangannya itu.'' jelas Seli


'' Oh pantesan waktu itu Rudi terlihat sangat terkejut, bahkan dia juga terlihat sangat marah kala itu.'' ucap Arif saat kembali mengingat ekfresi wajah sahabatnya itu

__ADS_1


Jangan-jangan menghilangnya Kay, ada hubungannya dengan Rudi? sepertinya gue harus cari tau tentang hal ini.


Batinnya


'' Hei kenapa bengong?'' ucap Seli sambil menepuk bahu pemuda itu.


'' Hah? gk kok yasudah Sel, kalau gitu gue cabut dulu ya, dan semoga Kay sudah pulang kerumahnya.'' ucap nya


'' Iya Rif, mudah-mudahan saja begitu.


***


Rudi terus mengendarai motor miliknya membelah jalan raya yang cukup ramai disore hari ini, karna ini adalah jam waktunya orang pulang dari tempat kerja nya masing-masing. Juno terus memfokuskan diri pada kendaraan milik Rudi.


'' Aah sial.'' makinya saat mobilnya terjebak lampu merah. Juno terus mengetuk-ngetukan jari tangannya digagang stir miliknya, berharap lampu berwarna merah itu cepat berubah menjadi hijau, setelah menunggu selama dua menit, akhirnya lampu berubah warna dan Juno langsung menancap gas mobilnya untuk mengejar ketertinggalannya pada kendaraan laki-laki yang diikutinya itu.


Sementara Wildan, saat lampu merah ia memilih membelokan kendaraannya kearah kiri, walaupun mengambil jalan memutar, setidaknya ia tak akan terjebak dilampu merah tersebut, dan tentunya dia masih bisa mengejar motor milik Rudi.


Wildan mengerutkan dahi saat melihat motor milik Rudi memasuki komplek perumahan yang tadi malam mereka datangi.'' Dia pulang kerumah ini? tidak mungkin kan dia menyembunyikan Kay didalam? sedangkan tadi malam jelas-jelas Juno sudah memeriksa seluruh isi rumahnya dan tak ada tanda-tanda keberadaan Kay disana.'' gumam Wildan, tak lama Wildan melihat mobil milik Juno memasuki kawasan perumahan tersebut, tak ingin Juno curiga, Wildan pun langsung memilih untuk meninggalkan tempat tersebut, sudah ada Juno pikirnya, lagi pula laki-laki itu masih berada dirumahnya, kalau pun ia keluar pasti Juno langsung mengikutinya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2