
Dirumah, Juno dan Bu Dewi baru saja sampai, setelah memarkirkan kendaraan, keduanya pun langsung turun dan melangkah menuju teras rumah.
'' Mbok Surti, apa Kay masih berada dikamar? maksudku apa dia masih tidur?'' tanya Juno saat tak melihat istrinya disana.
'' Kurang tau den, soalnya mbok juga baru turun dari kamar baby Al, tadi non Kay menyuruh mbok buat jagain baby Al, katanya dia mau keluar sebentar.'' jawab mbok Surti
'' Keluar mbok? memangnya Kay gk bilang mau kemana? ini kan sudah malam.'' sambung bu Dewi sambil melangkah menuju sofa yang berada diruang tengah.
'' Gk nyah, tadi katanya hanya sebentar cari udara segar.'' jawab mbok Surti lagi.
'' Coba deh kamu cek dulu dikamar kalian Jun, mungkin dia ada didalam.'' ucap bu Dewi yang diangguki oleh Juno. Tanpa menunggu lama lagi pemuda itu pun langsung melangkah menuju kamar mereka, untuk melihat apakah istrinya itu berada dikamar atau tidak.
Cekleek
Terdengar suara pintu terbuka, bersamaan dengan masuknya Juno kedalam kamar.'' Kay?' panggilnya saat tak mendapati sang istri didalam kamar tersebut, matanya menyapu seluruh ruangan kamar, namun tetap saja tak mendapati Kay disana.
'' Kay, kamu didalam?'' tanya Juno sambil mengetuk pintu kamar mandi, namun setelah beberapa kali mengetuk, Juno tak mendengar suara apapun, akhirnya pemuda tersebut membuka pintu yang memang ternyata tidak terkunci.
'' Kay?'' panggilnya, namun ternyata tak ada orang didalam.
'' Kemana kamu Kayla,'' gumamnya yang mulai khawatir, Juno pun langsung keluar dari kamar tersebut untuk memberitahukannya pada bu Dewi
'' Gimana Jun, apa istrimu ada dikamar?'' tanya bu Dewi setelah melihat putra bungsunya.
Juno menggelengkan kepalanya.'' Gk ada mah, aku takut terjadi sesuatu dengannya.'' ucap Juno.
'' Kamu tenang dulu Jun! oya mbok, kira-kira sudah berapa lama Kay keluar dari rumah?'' tanya bu Dewi.
'' Sudah dari tiga puluh menit yang lalu nyah.'' jawab mbok Surti.
__ADS_1
'' Kalau gitu, kita tunggu sebentar lagi aja, mungkin dia masih dijalan, nanti kalau masih belum kembali baru kita cari dia lagi.'' ungkap Bu Dewi.
Hampir dua puluh menit Juno dan mama nya sudah menunggu kepulangan Kay, namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda gadis itu menampakan batang hidungnya.
'' Mah, aku gk bisa nunggu lagi, aku akan keluar dan mencarinya sekarang.'' ucap Juno sambil bangkit dari duduknya
'' Mama ikut nak.'' ucap bu Dewi yang ikutan bangkit.
'' Jangan mah, ini sudah malam, lagi pula kesehatan mama masih belum pulih banget, biar aku yang cari Kay, nanti kalau sudah ketemu aku kabari.'' ucap Juno,
'' Baiklah, kamu hati-hati ya nak?''
'' Iya mah,'' jawabnya yang langsung melangkah menuju pintu utama.
'' Juno mau kemana bude tergesa begitu?'' tanya Ningsih, yang baru keluar dari kamarnya.
'' Mau cari istrinya, Kay tadi pamit keluar tapi sampai sekarang masih belum pulang, sudah satu jam dia diluar sana, ponselnya juga gk dibawa, bude jadi cemas.'' ucap Bu Dewi
***
Saat ini Wildan sedang mencari Kay disekitaran rumah, berharap akan menemukan gadis itu disana.
Kamu kemana Kay? apa karna kejadian tadi kamu menghilang? apa kamu sakit hati saat melihat ku bersama Ningsih?
Batin Wildan, yang merasa jika kepergian Kay karna melihatnya bersama Ningsih tadi dikamar. Wildan berjalan menuju gerbang, mencoba bertanya pada pak Maman penjaga satpam rumah.
'' Pak, apa pak Maman melihat Kay?'' tanya Wildan setelah sampai dipos satpam
'' Iya den, tadi non Kay sempat pamit ingin keluar, awalnya pak Maman ragu buat buka'in pintu, karna kan sudah malam, tapi non Kay nya maksa terus, makanya pak Maman buka'in pintunya, tapi sampai sekarang non Kay masih belum balik ya den, pak Maman juga jadi khawatir.'' ucap satpam tersebut.
__ADS_1
'' Iya pak, terus apa dia waktu itu bilang mau kemana?'' tanya Wildan lagi.
'' Tidak den, non Kay hanya bilang mau keluar sebentar, cari angin segar katanya, tapi sudah satu jam non Kay belum kembali.' sambungnya lagi. Wildan mengusap kasar wajah frustasi, tak ingin berlama-lama ia pun kemudian langsung keluar dari rumah untuk mencari keberadaan Kayla.
***
Sementara itu ditempat lain, Juno terus menyusuri jalan komplek menuju kejalan raya, ia berharap bisa menemukan sang istri disana.'' Kay kamu dimana? kembalilah aku mohon.'' gumamnya sambil terus memperhatikan jalan tersebut, bahkan Juno bertanya pada setiap orang yang ia jumpai, yang mungkin pernah melihat istrinya itu, namun sudah beberapa kali bertanya tidak satu orangpun yang melihat keberadaan Kay.
'' Kay, kemana lagi aku harus mencarimu?'' gumamnya frustasi. Sedang kan Wildan mencoba mencari kearah minimarket terdekat, karna dulu yang ia tau gadis itu jika pergi keluar rumah, selalu mengatakan ingin membeli sesuatu di minimarket tersebut.
Wildan memasuki tempat perbelanjaan yang sering dimasuki oleh Kay dan dirinya dulu, lalu bertanya kepada salah satu pegawai yang memang mengenal mereka.'' Maaf mba, mba nya masih ingat saya kan?'' tanya Wildan pada pegawai tersebut
'' Oh tentu saja mas, mas kan langganan ditempat ini, tapi kok tumben gk barengan datangnya sama pacarnya?'' tanya pegawai tersebut, yang memang tau jika dulu Kay adalah kekasih Wildan, karna hampir setiap hari dulu mereka datang ketempat itu walau hanya untuk membeli makanan ringan.
'' Maksudnya mba gimana ya?
'' Loh bukannya tadi pacarnya mas datang kesini?'' ucap pegawai tersebut, yang tak dibantah Wildan saat pegawai tersebut menyebut jika Kay adalah kekasihnya, karna menurutnya saat ini, itu tidak terlalu penting
'' Oh jadi dia tadi kesini ya mba?
'' Iya, sekitar satu jam yang lalu, dan saya lihat dia hanya membeli minuman kaleng.'' jelasnya
'' Oh begitu ya mba, kalau gitu terimakasih saya permisi dulu.'' ucap Wildan yang langsung keluar dari minimarket tersebut.
''Kamu kemana Kay? apa kamu marah sama aku karna kejadian tadi?' gumam Wildan.
Didalam rumah bu Dewi terlihat cemas, memikirkan nasip sang menantu yang masih belum ada kabarnya.'' Bude kok kelihatannya cemas banget, emangnya bude sayang banget ya sama dia?'' tanya Ningsih, sedikit merasa cemburu sat melihat bu Dewi mencemaskan Kay, padahal kan menurutnya Kay itu hanya menantu saja dirumah itu.
'' Ning, kamu kok tanya seperti itu sih? bagai mana pun kan Kay itu istrinya Juno, menantu keluarga ini, tentu saja bude akan merasa cemas, jika Kay tak ada kabar seperti ini .'' jelas bu Dewi, membuat Ningsih mencibir dalam hati
__ADS_1
Next