
Jam sudah menunjukan pukul dua pagi, dijam-jam tersebut sebagian penghuni kota sedang berada diatas kasur empuk masing-masing, untuk mengistirahatkan tubuh mereka, karna lelah setelah seharian beraktivitas,, namun tidak bagi sepasang pengantin baru tersebut. Bisma belum mau menyerah, untuk kesekian kalinya, pria itu masih ingin mencoba membobol gawang yang ada didepannya, namun tetap saja selalu meleset, membuat pria itu merasa geram sendiri.
'' Punya kamu sih terlalu tumpul, makanya gk bisa masuk coba kemarin diasah pasti sekarang sudah bisa masuk.'' ucap Sandra, gadis itu masih dalam posisi yang sama, ia melebarkan kakinya dari tiga puluh menit yang lalu, agar memudahkan Bisma memasuki tubuhnya, namun sampai saat ini usaha pria itu belum membuahkan hasil.
'' Sa, lubang kamu terlalu kecil, makanya gk bisa masuk.'' ucap Bisma
'' Bukan lubangnya yang kecil Bi, tapi pusakan kamu yang kegedean, jawab Sandra, gadis itu menyentuh daging kecil dibagian tengah itu, dan memainkannya, secara memutar, sedangkan Bisma terlihat memberikan pelumas pada bagian ujung dan batang pusakanya, agar bisa menerobos pertahanan Sandra.
Bisma mengurut pusakanya yang berurat, sambil mengarahkannya didepan lubang kecil milik sang istri, perlahan pria itu mulai mendorongnya, sedikit demi sedikit, membuat Sandra meringis menahan rasa sakit yang tiba-tiba datang pada bagian bawah intinya
'' Akkhh, sakit banget rasanya Bi.'' ucap Sandra sambil merintih menahan perih, namun Bisma tak memperdulikannya, pria itu tetap ingin berjuang untuk menancapkan pusakanya ditempat terindah
'' Aaww,, sakit Bi, perih banget!!! '' Sandra kembali berteriak protes
'' Udah naggung sayang, ini udah masuk setengah, jadi sabar ya?'' Bisma mencoba membujuk sang istri, sambil terus menekan maju bok*ongnya hingga akhirnya
Jleebbb
'' Aaahh BISMAAAA....!!!!" teriak Sandra saat merasakan miliknya robek karena ulah suaminya.
Akhirnya Bisma berhasil memasuki lubang buaya tersebut, pria itu merasakan ada sesuatu yang mengalir dibagian batang miliknya. Bisma melihat ada noda da*rah yang menetes diatas selimut berwarna putih, ada kebanggaan tersendiri bagi Bisma karna sudah berhasil menjadi yang pertama untuk Sandra.
'' Bi, rasanya penuh dan sesak, gk enak banget, mending kamu cabut deh, perih banget Bi.'' omel Sandra, namun bukannya menuruti istrinya, justru Bisma perlahan mulai memaju mundurkan pusakanya membuat Sandra meringis, saat merasakan sakit diarea bawah knti tubuh miliknya.
'' Aakkhh pelan-pelan Bi, itu sakit banget.'' rengek Sandra
'' Iya sayang aku akan pelan, kamu tahan sedikit ya, sebentar lagi juga bakalan enak kok.'' ucap Bisma, yang masih melakukan aktivitasnya dibawah sana
'' Bi,,,, sshhhhhh...,,'' Sandra mendesis seperti ular,, rasa sakit yang tadi sempat ia rasakan, perlahan mulai menghilang dan digantikan dengan rasa nikmat, bercampur ngilu
__ADS_1
Bisma mencondongkan tubuhnya kearah Sandra, dan langsung melahap buah yang ada didepannya dengan sangat lahap, menye*dot kuat, membuat Sandra merem melek dibuatnya, suara tumbukan terdengar dari dua tubuh yang saling beradu, semangkin lama semangkin cepat hingga membuat Sandra menjerit antara sakit, ngilu, dan nik*mat.
Suara dari pasangan suami istri itu memenuhi seluruh ruangan, kata-kata saling memuji terus mereka ucapkan satu sama lain, membuat ga*irah keduanya semangkin membara, hentakan demi hentakan terus dilakukan Bisma untuk memberikan kenik*ma*tan pada sang istri, begitupun Sandra, mereka saling berlomba untuk mengejar kenikm*atan masing-masing. Tak lama kemudian Sandra merasa tubuhnya bergetar dengan hebat, begitupun dengan Bisma, ia merasa pusakanya dise*dot kuat oleh milik Sandra, membuat pria itu menggeram nikmat, tak lama terdengar des*ahan panjang dari bibir keduanya, menandakan mereka sudah meraih puncak.
'' Ini enak sekali sayang, terimakasih ya?'' ucap Bisma sambil mengecup pelipis istrinya
'' Bi, mau sampai kapan kamu membiarkan nya didalam tubuhku.'' protes Sandra sambil melirik kearah bagian bawah mereka, yang ternyata masih menyatu.
'' Aku mau sekali lagi ya? habisnya enak, kalau bisa aku ingin pusaka ku ini terus berada dalam sangkarnya.'' ucap Bisma membuat Sandra langsung melayangkan pukulannya ditubuh polos suaminya.
*
*
*
'' Aku takut bang,'' ucap Winda, yang ada dikursi penumpang bagian belakang.
Apoy melirik Winda dari kaca spion depan.'' Kenapa kamu takut? kamu itu korban, yang harusnya takut itu mereka.'' jawab Apoy dengan nada kesal.
Seli yang ada didepan langsung menoleh kebelakang.'' Kamu gk usah takut Win, semuanya akan baik-baik saja.'' ucap Seli mencoba menenangkan Winda, gadis itu mengangguk pasrah.
Tak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah sampai didepan kantor polisi, setelah memarkirkan kendaraan, ketiganya pun langsung turun dari mobil tersebut.
'' Ayo masuk, sudah jangan khawatir, aku yakin semuanya akan baik-baik saja.'' ucap Seli sambil menggandeng tangan Winda masuk kedalam kantor polisi.
Satu jam kemudian Apoy dan kedua wanita itu keluar dari kantor polisi, pengaduan mereka sedang diproses, polisi juga meminta agar Winda segera melakukan visum sebagai bukti atas pemerkosaan yang dialaminya.
'' Aku harap mereka berdua segera ditangkap, dari awal aku sudah curiga pada wanita itu, seperti bukan seperti orang baik-baik gitu.'' ucap Seli, saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju pulang.
__ADS_1
'' Abang juga sempat berpikiran yang sama denganmu Sel, setelah semua masalah ini selesai Abang akan mengirimmu untuk melanjutkan pendidikanmu diluar negri, dan Abang gk mau mendengar kamu kembali menolak nya.'' ucap Apoy yang tak ingin dibantah, Winda hanya bisa pasrah dan menerima keputusan abangnya itu.
DUA TAHUN BERLALU
Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat, saat ini dikeluarga Bu Dewi terlihat Bisma sedang membantu istrinya untuk duduk di sofa ruang tamu.
'' Bi, yang sebelah sini diganjel juga dong sayang.'' rengeknya manja.
'' Iya-iya,'' ucapnya sambil menaruh bantal sofa disisi kanan istrinya itu
'' Wah, sepertinya sudah bulannya, itu sudah turun banget soalnya perut mba Sandra.'' ucap Seli sambil memangku anak perempuannya.
'' Iya, loe benar Sel, tinggal nunggu hari aja lagi.'' sambung Kay
Saat ini Keluarga Bu Dewi sedang berkumpul diruang tamu, semua terlihat sangat bahagia, Kay sedang memperhatikan Putri mereka yang sedang bermain dengan anak pertama mereka Alsyahrendra yang kini sudah berusia dua tahun, meskipun bukan terlahir dari rahimnya, namun Kay sangat menyayangi nya. sedangkan anak kedua mereka berjenis kelamin perempuan, yang diberi nama Quenessa, yang kini sudah berusia satu tahun. Sedangkan Seli juga sudah memiliki seorang putri yang diberi nama Prisilla, yang masih berusia tujuh bulan. sedangkan Sandra baru akan melahirkan anak pertama nya dengan Bisma, yang hanya tinggal menghitung hari karna usia kandungannya sudah menginjak sembilan bulan.
Setelah melahirkan, Kay kembali menyumbangkan ASI-nya untuk panti asuhan Kasih Bunda, karna memang pada dasarnya, asi yang ada dalam tubuhnya, tetap masih ada walau dua tahun sudah berlalu.
'' Oya, Giman kabarnya Winda? loe bilang disana dia dilamar oleh seorang pengusaha?'' ucap Wildan
'' Iya, setelah semua masalah yang menimpanya selesai dan kedua penjahat itu masuk kedalam penjara, gue langsung mengirimnya keluar negri untuk melanjutkan pendidikannya disana, setelah satu tahun berlalu, ternyata ada seorang pengusaha yang ingin melamarnya dan dia menerimanya.'' jelas Apoy, tak lama terlihat Bu Dewi datang dan meminta mereka untuk makan siang bersama
Next atau and ya?????
Hai para readers semua, terimakasih atas dukungan kalian selama ini, sepertinya ini adalah bab terakhir di kisah'' gadis Penyumbang asi''
jika berkenan silahkan juga mampir dikarya otor yg lainnya😊
See you bye bye....
__ADS_1