Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Malam Setelah Pernikahan


__ADS_3

Hai-hai readersku semua, trimakasih atas dukungan dan juga antusias kalian selalu dinovel receh otor ini ya๐Ÿ˜


Maaf otor jarang up dikarenakan kesibukan didunia nyata, jadi terpaksa dunia halunya otor tinggalkan sejenak, tapi kalian tenang saja, demi kalian yang terkasih, otor akan usahakan up setiap hari, dan mudahan bisa double update nya.


โ™งโ™งโ™งโ™งโ™งโ™งโ™งโ™งโ™งโ™งโ™งโ™งโ™งโ™งโ™งโ™งโ™งโ™งโ™งโ™งโ™งโ™ง


HAPPY READING.....


Juno masih memperhatikan tingkah Kay yang menurutnya semangkin gelisah, ia juga melihat sesekali gadis itu meringis seperti menahan sakit, merasa penasaran akhirnya pemuda itu mencoba bertanya pada istrinya itu.


'' Kamu kenapa seperti cacing kepanasan gitu? sejak tadi gk bisa tenang.'' ucap Juno sambil melirik Kay sekilas, setelahnya pandangannya kembali memperhatikan tamu yang hadir.


'' Jun, dadaku nyeri, dan sepertinya asiku mulai membuat gaun yang ku pakai basah.'' ucap Kay protal, gadis itu sudah tidak perduli lagi dengan apa yang akan dipikirkan oleh Juno, yang pasti saat ini Kay mau Juno segera membawanya turun dari singgasana mereka, agar ia bisa memompa asi nya, sedangkan Juno jangan ditanya lagi, kini wajahnya terasa panas, saat mendengar ucapa Kay yang menurutnya sangat vulgar.


Gadis ini, seenak nya bicara, memang dia gk punya malu apa, bicara sepeiti itu didepanku.


Batin Juno sambil mengumpat istrinya yang menurutnya tak tau malu, padahal kalau menurut Kay, bahasanya sudah ia susun sebaik mungkin saat bicara dengan pemuda yang sudah berstatus sebagai suaminya itu.

__ADS_1


Juno mengkode seorang pemuda agar naik keatas panggung, setelah pemuda itu datang Juno pun berbisik pada nya, entah apa yang dikatakan nya, Kay pun tak tau, yang jelas bagai mana pun caranya gadis itu ingin segera cepat turun dari tempat mereka sekarang. Ternyata Juno meminta orang tersebut untuk menyuruh salah satu asisten mua untuk membantu Kay turun, karna ingin beristirahat sejenak, dan mereka menyetujuinya, karna setelah itu tak lama ada satu orang wanita yang datang untuk menghampiri mereka tepatnya Kay untuk membantu gadis itu turun dari pelaminan, sambil memegangi gaun pengantin yang sedikit panjang dibelakang.


***


''Aahh, akhirnya lega juga.'' gumam Kay setelah berhasil mengeluarkan asi miliknya, lalu menyiram asi yang bercecer dilantai kamar mandi, kini rasa nyeri didadanya sudah mulai berkurang, setelahnya ia langsung mengguyur tubuhnya dibawah pancuran shower. Rasanya tubuhnya sangat lengket karna sisa tetesan asi yang sudah mengering ditubuhnya, setelah selesai gadis itupun langsung menggunakan piyama tidur yang tadi sudah ia bawa sebelumnya.


Jam masih menunjukan pukul sembilan malam, namun Kay memutuskan tak ingin kembali keatas pelaminan, dan bu Dewi memaklumi itu semua, karna jujur saja suasana hatinya masih sangat kacau, masih syukur ia mau duduk diatas kursi tersebut, mungkin jika itu gadis lain mungkin saja ia akan bunuh diri karna malu atas pengkhianatan calon suaminya yang kabur dari pernikahan mereka, namun tidak dengan Kay, meskipun sempat syok dan histeris dan merutuki nasip buruknya, namun ia tak ingin terlihat lemah dihadapan orang lain, walau sekalipun rasa sakit karna luka itu masih sangat basah, Kay tidak akan memperlihatkan kesakitannya didepan orang lain, walaupun perih biarlah ia sendiri yang menanggungnya.


Kay merebahkan tubuhnya diatas kasur, rasanya ia sangat lelah hari ini, namun baru saja ia hendak menutup mata, tiba-tiba saja ada seseorang yang masuk kedalam kamarnya begitu saja, membuat Kay langsung terkejut.


'' Kenapa? gk suka? sama, kamu pikir saya suka terjebak dikamar dengan mu berdua seperti ini? tapi ya mau bagai mana lagi, mama yang menyuruh saya untuk tidur satu kamar denganmu, lagi pula apa kamu lupa? sekarang ini kan kamu adalah istri saya, dan mau tak mau kamu harus melihat wajah saya setiap hari, begitu pula dengan saya.'' ucapnya dengan wajah datar, setelah itu Juno berlalu begitu saja kekamar mandi tak lupa dengan membawa baju ganti ditangannya, sedangkan Kay masih terpaku ditempat, bahkan gadis itu masih menatap pintu kamar mandi yang sudah tertutup rapat sejak tadi.


Astaga apa-apaan dia? ngeselin banget, kok bisa ya bu Dewi punya anak semenyebalkan itu.


Gerutu batinnya


***

__ADS_1


Flasback


Beberapa jam yang lalu, setelah akad nikah bu Dewi mau pun bu Sri memberikan wejangan kepada anak mereka masing-masing, tentunya ditempat yang berbeda agar mereka bisa bicara lebih nyaman.


Saat ini bu Sri sedang berada didalam kamar bersama putrinya, yang kini sudah resmi menyandang status seorang istri dari Ananda Juno, itulah nama panjang dari pemuda tersebut.'' Nak, ibu tau kamu masih sangat syok dan terpukul dengan apa yang terjadi dalam kehidupanmu, tapi ibu sangat berharap, kamu bisa bangkit dari keterpurukanmu itu, dan mulai lah segera melupakan Wildan dalam pikiran dan hatimu, walau itu sulit untuk saat ini, dan ibu tau semua itu juga perlu waktu, tapi kamu juga tidak bisa mengabaikan Juno. bagai mana pun sekarang kamu sudah menikah dengan nya, dan itu pun atas keinginanmu, jadi mama berharap kamu bisa bersikap selayaknya seorang istri yang baik untuk suamimu, mungkin saat ini rasa cinta itu belum tumbuh dihati kalian masing-masing, tapi percayalah, seiring berjalannya waktu dan seringnya kalian bersama, ibu yakin rasa cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya.'' ucap bu Sri memberikan nasehat pada putri semata wayangnya, Kay tidak menjawab, gadis itu hanya mengangguk dengan senyum tipis dibibirnya, senyum yang bu Sri tangkap sebagai senyum getir dan penuh dengan kesedihan, entahlah, yang jelas sebagai seorang ibu ia ingin putrinya itu bisa bahagia, bukan nya bu Sri tak merasakan kesedihan dihatinya, atas musibah yang menimpa kehidupan anak gadisnya itu, namun ia juga tetap harus tegar agar bisa menyemangati sang Putri, sejujurnya, ia sangat kecewa dengan Wildan, bu Sri tak pernah menyangka jika pria itu akan tega meninggalkan putrinya dihari sakral itu, namun ia tau dibalik itu semua pasti akan ada hikmahnya.


Sedangkan ditempat lain, bu Dewi terlihat sedang berbicara dengan putra bungsunya Juno.'' Nak terimakasih karna kamu sudah mau menuruti mama, mama harap kamu bisa bersikap baik dengan Kayla, dan perlakukanlah dia sebagai mana seorang suami memperlakukan istrinya, walaupun kamu belum memiliki perasaan pada nya, namun mama yakin, seiring berjalannya waktu, rasa cinta itu nanti akan tumbuh dengan sendirinya, dan kamu akan berterimakasih kepada mama karna sudah menikahkanmu dengan Kayla.'' ucap bu Dewi suatu nasehat yang sama untuk anaknya, semua orang tua ingin anaknya hidup bahagia dengan pasangan mereka begitupun dengan bu Sri dan bu Dewi walaupun putra-putri mereka menikah karna terpaksa namun mereka berharap jika Juno dan Kay, nantinya bisa saling mencintai.


Flasback and


Setelah lima belas menit Juno keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah lengkap, pemuda itu terlihat lebih segar meski pun hanya memakai celana pendek dengan kaos oblong namun tak mengurangi ketampanan pemuda berusia dua puluh tahun itu. Saat Juno keluar, ternyata Kay masih menatap kearah pintu Kamar mandi tersebut, hingga saat Juno keluar kesannya Kay sedang menunggu kedatangannya padahal tidak sama sekali, gadis itu hanya masih tak menyangka jika sekarang dirinya sudah menikah dengan pemuda yang menurutnya sangat menjengkelkan, Kay tak tau apa keputusan untuk menikah dengan Juno adalah keputusan yang tepat.


Juno melirik Kay sekilas lalu berkata.'' Kenapa kamu lihatin saya seperti itu? mau minta jatah malam pertama? maaf ya malam ini saya belum bisa kasih buat kamu, karna tubuh saya masih sangat lelah.'' ucap Juno, dengan PD nya, sedangkan Kay langsung ternga-nga saat mendengar ucapan pria itu.


Oh Tuhan, ternyata aku menikahi laki-laki yang tingkat kepedeannya luar biasa


Next

__ADS_1


__ADS_2