Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Kekesalan Wildan


__ADS_3

Ketiganya menoleh saat mendengar suara bariton seseorang yang tengah menyebut nama Kay, dan ternyata dia adalah Wildan, pria tampan yang dua hari ini membuat hati Kay berbunga-bunga, hingga sejenak melupakan Rudi sebangai kekasihnya.


Laki-laki itu melangkah menuju kearah Kay yang saat itu masih berdiri sambil menggendong baby Al


'' Hallo anak papa.'' ucapnya pada sang putra, dan tanpa aba-aba langsung mencium pipi gembul baby Al, membuat semua yang ada disana melototkan mata, termasuk Kay, gadis itu sama sekali tak menyangka jika Wildan akan langsung mencium putranya, sejenak gadis itu menahan nafas, saat wajah mereka juga hampir bersentuhan, sebab saat itu wajah Kay dan juga baby Al hanya berjarak satu jengkal, dan tentu saja membuat Kay bisa merasakan aroma tubuh pria itu, saat ia mencium putranya,


'' Pak Wildan apa yang anda lakukan?'' ucap Rudi tiba-tiba, pemuda itu langsung melakukan protesnya, Rudi sangat keberatan melihat adegan itu, bagai mana bisa ia membiarkan laki-laki lain sedekat itu pada kekasihnya, dan Rudi sangat tau jika Wildan hanya modus, ia sengaja mengatas namakan anaknya agar bisa sedekat itu dengan kekasihnya


'' Saya tidak melakukan apa-apa? memangnya kamu lihat saya berbuat apa?'' tanya balik Wildan, sedangkan Rudi sudah terlihat mengepalkan tangannya mendengar jawaban pria itu.


'' Dasar bajingan, sudah punya istri masih berniat mendekati perempuan lain.'' ucapnya pelan, namun masih bisa didengar mereka yang masih ada disana.


Tiba-tiba saja suasana menjadi tegang, Kay yang melihat Wildan hendak menjawab langsung dicegah olehnya, ia takut mereka nantinya akan ribut.


'' Maaf mas Wildan, biar aku saja yang jelasin semua kesalahpahaman ini, bisakah mas tinggalkan aku bersama mereka?


Wildan melirik Kay, dan tanpa menjawab pria itu langsung melangkah pergi meninggalkan mereka diruang tamu.


'' Kay, loe tau gk? tadi gue syok banget lihatnya, gue pikir tuh cowok brewok mau nyium loe, eh gk taunya anaknya, sayang banget.'' celetuk Seli asal, tanpa memperdulikan perasaan Rudi sebagai kekasih sahabatnya itu.


'' Seli entar kamu pulangnya naik angkot aja ya, aku gk mau boncengin pengkhianat kayak kamu.'' ucap Rudi dengan tatapan menghunus.


'' Oh astaga Rudi, gue kan cuma bercanda doang, tega benar masa gue disuruh naik angkot sih,'' ucap Seli memelas, namun Rudi seolah tak perduli


' Rudi ayolah, gue minta maaf, tadi gk sengaja ngomongnya.'' sambung gadis itu lagi, sedangkan Kay hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala, sahabatnya itu kalau gk buat ulah satu hari aja gk akan tenang hidupnya, pikir kay


'' Sel, Rudi, ada yang ingin gue omongi sama kalian berdua.'' ucap Kay, kini gadis itu duduk sambil membawa baby Al dalam pangkuannya.


'' Bicara apa Kay? serius amat kayak nya.'' ucap Seli


'' Sebenarnya mas Wildan ---,''


'' Tunggu-tunggu Kay!" ucap Rudi memotong kata-kata Kay yang belum sempat ia selesaikan.

__ADS_1


'' Tadi kamu bilang apa? mas Wildan? Sejak kapan kamu panggil dia dengan sebutan mesra begitu? apa kamu gk sadar jika panggilan itu terdengar begitu mesra ditelinga orang lain? Salah satunya adalah aku,dan aku gk suka dengar nya.'' ucap Rudi terus terang.


'' Iih Rudi, lebay banget sih loe, bilang aja kalau loe juga mau dipanggil kayak gitu, iya kan?'' sindir Seli, namun laki-laki itu hanya melirik Seli jengah, ia tak ingin meladeni gadis itu.


'' Maaf Rud, aku gk tau jika itu menjadi masalah buat kamu.'' ucap Kay, entah kenapa Kay merasa Rudi mulai terlalu mengatur-ngaturnya.


'' Tidak apa Kay,'' jawab Rudi sekenanya.


'' Terus apa yang tadi mau kamu katakan?'' sambungnya


'' Eemm,, sebenarnya mba Sandra dan pak Wildan bukanlah suami istri.'' ucap Kay, membuat Seli dan Rudi menatap Kay tak percaya


'' Seriusan loe Kay? mereka bukan pasangan suami istri? kok bisa?'' tanya Seli yang masih tak percaya


'' Iya gue juga baru tau kemarin, padahal sudah hampir dua minggu gue disini tapi sama sekali gk tau status mereka.'' ucap Kay merasa bodoh


'' Terus kalau bukan suami istri, hubungan mereka apa?'' kali ini Rudi yang bertanya karna penasaran


'' Mereka adalah abang dan adik.'' jawab Kay, yang lagi-lagi membuat keduanya tercengang.


Ternyata ini lebih dari yang ku bayangkan, jika memang benar status mereka hanya abang dan adik,berarti peluang laki-laki itu semangkin besar untuk merebut Kay dariku, apa lagi sekarang mereka tinggal dalam satu rumah.


Batin Rudi, ada ketakutan dalam hatinya, karna Rudi sangat tau jika Wildan memiliki hati pada Kay, ia bisa melihat dari tatapan mata pria itu saat melihat kekasihnya.


'' Kay, jadi kalau ternyata bu Sandra itu bukan istrinya pak Wildan, lalu siapa istrinya??'' tanya Seli


Iyaya, kok aku gk kepikiran?


Batin Kay yang memang lupa menanyakan hal tersebut pada Wildan.


'' Kay, gue tanya loe kok malah melamun sih?'' ucap Seli


'' Ya gue gk tau itu Sel, lagian gue males banget kepo kayak loe.'' jawab Kay

__ADS_1


......................


Kay baru saja selesai menidurkan baby Al, setelah sebelumnya gadis itu memberikan asi pada bayi tersebut. Setelah meletakan baby Al ke dalam box nya, Kay langsung keluar dari kamar tersebut. Kay menutup pintu kamar dengan pelan, saat hendak berbalik Kay langsung dikagetkan dengan kehadiran Wildan yang entah sejak kapan berdiri dibelakangnya.


'' Mas ngapain sih berdiri dibelakang? bikin kaget tau gk.'' omelnya, namun Wildan sama sekali tak perduli dengan omelan gadia itu.


'' Sudah pulang mereka?'' tanya Wildan


'' Mereka? maksudnya Seli dan Rudi?


'' Iya pacar kamu itu, sudah pulang dia?'' ulang nya, yang terdengar tak suka.


'' Kalau dia belum pulang, mana mungkin aku bisa ada disini.'' jawab kay, membuat laki-laki itu mendengus


'' Kay apa kita bisa bicara sebentar?'' tanya Wildan


'' Bisa, emang mas, eh pak Wildan mau bicara apa?'' tanya Kay


'' Pak? emangnya saya ini bapak kamu? lagian sejak kapan panggilan kamu berubah seperti ini?'' tanya Wildan tak suka


'' Maaf, aku hanya menuruti keinginan kekasihku, dia gk suka mendengar aku menyebut pria lain dengan sebutan mas, jadi aku mengganti sebutanku.'' ucapnya sambil menundukan pandangannya, tak berani menatap wajah pria itu, mendengar itu tangan Wildan terkepal, ingin rasanya marah namun tak bisa, dan akhirnya laki-laki itu hanya bisa menahan geram dihatinya.


'' Baiklah terserah kamu saja.'' ucapnya datar, setelah mengatakan itu Wildan langsung berjalan menuju kamarnya membuat Kay merasa heran.


'' Pak bukannya bapak ingin bicara denganku?'' tanya gadis itu ketika Wildan hendak masuk kedalam kamarnya.


'' Lupakan saja.'' jawab Wildan datar, setelahnya ia langsung masuk kedalam kamarnya.


Braakk!!!


Pintu dibanting dengan keras membuat Kay terjengkit kaget.


'' Sepertinya dia marah dengan ku.'' gumam Kay

__ADS_1


Didalam kamarnya, Wildan terlihat sangat kesal.'' Dasar gadis bodoh, buat apa sih dia menyakiti diri sendiri, bukan kah dia tidak mencintai laki-laki itu jadi buat apa dia mengikuti kemauannya, memangnya dengan begitu membuat hatinya bahagia apa?'' monolognya


Bersambung


__ADS_2