
Tak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah sampai didepan panti asuhan Kasih Bunda, disana terlihat Sandra dan yang lainnya sudah sampai lebih dulu, terlihat Bu Sri juga ada disana.
'' Ibu.'' panggil Kay saat melihat bu Sri, wanita paruh baya itu tersenyum saat melihat putrinya
'' Kay Putri ibu, kamu apa kabar nak?'' ucap Bu Sri sambil memeluk sang putri
'' Baik bu, ibu sendiri sehatkan buk?'' tanya balik Kay
'' Alhamdulillah sehat nak.'' jawabnya
Tak jauh dari mereka ada Rehan yang sedang memperhatikan interaksi keduanya. Dan tentunya itu tak luput dari perhatian Wildan, pria itu terlihat cukup kesal dengan cara Rehan memandang Kay
'' Ayo masuk pak, buk, itu pak ustadz nya juga sudah datang.'' ucap ibu panti, yang bernama Bu Ningsih, mereka pun satu persatu akhirnya masuk kedalam panti asuhan tersebut, sedangkan dari pintu belakang ada Arif dan dua rekan nya, terlihat sedang membawa nasi kotak kedalam ruangan tersebut. Tak lama acara pun segera dimulai, yan dengan serangkaian doa-doa yang dipimpin oleh ustadz tersebut, dan diakhiri dengan membagikan santunan dan juga bingkisan untuk anak yatim, dan terakhir makan bersama.
Kay melihat Al menangis dalam gendongan mbok Surti, ia pun langsung bergegas untuk mengambil balita tersebut dari gendongan mbok Surti.'' Sini mbok biar saya yang gendong.'' ucapnya sambil meraih tubuh balita tersebut, lalu membawanya menuju suatu kamar, karna ia akan menyusui balita tersebut
'' Dek yang mana tadi kamarnya kata ibu panti? bisa tolong antarkan kakak?'' tanya Kay pada salah satu anak panti, yang memang sebelumnya sudah minta ijin pada ibu panti tersebut.
'' Yang itu kak masuk aja, gk ada orang kok disana.'' ucap salah satu anak panti.
'' Oh yang itu ya? Yaudah makasih ya?'' ucap Kay yang diangguki anak perempuan tersebut. Kay pun langsung melangkah menuju kamar itu, untuk memberikan asi pada baby Al, karna memang buah da*da nya terasa mulai mengencang.
Lima belas menit kemudian Kay sudah selesai dengan kegiatannya, janda cantik itu pun langsung keluar dari kamar tersebut, dan memilih menuju pintu samping, untuk keluar mencari udara segar, walau kenyataannya disiang hari, cuacanya terasa panas, namun angin yang berhembus, membuat udara terasa segar, semua itu karna banyaknya pohon-pohon besar disamping panti tersebut. Sementara Rehan yang sempat melihat Kay berjalan menuju kearah luar, langsung saja mengikutinya.
Mau kemana dia?
Batin Wildan saat melihat Rehan melangkah keluar dari ruangan tersebut, saat Wildan hendak mengikuti Rehan, tiba-tiba ibu panti memanggil nya
'' Pak Wildan.'' ucap nya sambil melangkah kearah Wildan
'' Bu Ningsih.'' ucap Wildan sambil tersenyum.
'' Pak Wildan, saya dan anak-anak sangat berterimakasih atas santunan dan juga bingkisannya untuk anak panti, semoga berkahnya pak, dan rejekinya pak Wildan, semangkin melimpah, dan semoga putra bapak semangkin sehat dan tumbuh menjadi anak yang Sholeh.'' ucap Bu Ningsih tulus
'' Aamiin, terimakasih bu, doa ibu dan anak-anak panti sangat berarti buat saya Adan putra saya.'' ucap Wildan
__ADS_1
Ditempat lain, namun masih dalam lingkungan yang sama terlihat Kay dan baby Al sedang duduk dibawah pohon mangga, yang memang terdapat gazebo disana, Kay membuka kain gendongannya dan meletakkannya diatas gazebo tersebut, lalu ia menaruh baby Al diatas kain gendongannya itu.
'' Mamama...'' ucap baby Al membuat Kay langsung tersenyum
'' Iya sayang ini mama, apa kamu suka ya mama jadi mamanya kamu? mama juga kepengen banget kalau kamu jadi anak mama sayang.'' ucapnya sambil membelai lembut pipi tembem balita tersebut.
'' Haai Kayla kmu disini juga ternyata.'' ucap seseorang membuat Kay langsung menoleh kearah sumber suara
'' Pak Rehan anda disini?'' tanya Kay sedikit heran, padahal tadi ia merasa tak melihat siapapun disana
'' Pak? emang saya setua itu ya? hingga kamu harus memanggil saya dengan sebutan bapak?
Kay tersenyum canggung.'' Lalu saya harus panggil apa?
'' Mas! panggil saya dengan sebutan mas!" ucapnya tegas membuat Kay tiba-tiba merasakan perasaan aneh, entah kenapa Kay jadi teringat sesuatu, saat pertama kali Wildan memintanya untuk memanggil nya dengan sebutan mas.
'' Kay? apa kamu mendengar kan saya?'' tanya Rehan
'' I-iya saya dengar.'' ucap Kay sedikit gugup
'' Eemm itu...,
'' Oya satu lagi, kalau kamu tidak keberatan, saya juga ingin berteman sama kamu, bolehkan??'' sambung Rehan lagi.
'' Kenapa kamu harus memaksanya kalau dia tidak mau?'' ucap suara bariton seseorang dan siapa lagi kalau bukan Wildan, pria itu mendengar semuanya, dan pria itu sangat tak menyukainya, apa lagi Rehan seolah memaksanya.
'' Papapapa...pa pa...,'' baby Al mengoceh sambil menyebutkan kalimat papa,,, Wildan yang mendengar itu langsung tersenyum senang, seketika rasa kesal dihatinya sedikit menguar, saat mendengar ocehan putra kecilnya itu, ia pun langsung melangkah mendekati Al, yang saat ini berada dalam pangkuan Kay, wanita yang selalu ada dihatinya sampai saat ini.
'' Duuhh anak papa, sayangnya papa.'' ucap Wildan yang tiba-tiba mencium Al yang masih berada dalam pangkuan Kay, membuat wanita itu seketika harus menahan nafasnya untuk beberapa saat. Apa lagi ia sempat menghirup aroma tubuh lelaki itu, membuat jantung Kay semangkin berdebar kencang
'' Apa itu putra kalian?'' tanya Rehan yang akhirnya mengeluarkan isi pikirannya yang sejak tadi membuatnya sangat penasaran, jujur ia sangat tidak suka melihat kedekatan keduanya, namun jika mereka adalah pasangan suami istri,ntidak ada alasan bagi Rehan untuk marah atau pun merasa cemburu pada keduanya.
'' Ti--,
'' Iya ini adalah putra saya dan juga Kayla.'' potong Wildan cepat, ia tak ingin kehilangan Kay untuk yang kesekian kalinya, terserah nantinya Kay akan marah atau tidak padanya, namun yang terpenting saat ini baginya adalah Rehan harus segera menjauh dari wanitanya tersebut
__ADS_1
'' Apa itu artinya kalian adalah pasangan suami istri??'' tanya pria itu lagi, yang sebenarnya membuat Wildan sangat jengah mendengarnya.
'' Menurutmu jika sudah memiliki bayi ini pertanda apa? apa anda masih merasa kurang yakin, jika kami ini bukan pasangan suami istri begitu?? sarkasnya
'' Oh maaf kan saya, bukan begitu maksud saya sebenarnya, sekali lagi maaf karna sudah bertanya terlalu jauh pada kalian, saya hanya penasaran saja, baiklah kali begitu saya permisi dulu.'' ucap Rehan yang langsung meninggalkan mereka disana.
Wildan terus memperhatikan pria itu hingga menghilang dibalik tembok.'' Kenapa ada manusia kepo seperti itu?'' gerutu Wildan, lalu ia menoleh kearah Kay yang terlihat hanya diam.
'' Kamu kenapa Kay? kamu marah sama aku karna aku bilang kalau kita itu pasangan suami istri?'' tanya Wildan, entah kenapa tiba-tiba ia juga merasa kesal dengan wanita yang ada didepannya saat ini, karna melihat ekpresi wajah nya yang terlihat tidak senang.
'' Maksud mas Wildan apa? kenapa bertanya seperti itu?'' tanya Kay, sambil memangku baby Al
'' Mas hanya tanya, apa kamu gk suka kalau tadi mas bilang sama lelaki itu kalau mas adalah suami kamu??'' ulang Wildan
'' Buat apa aku marah, lagi pula mas tidak ada bilang kalau mas itu suami ku, sama mas Rehan tadi, iya kan? mas hanya bilang kalau kita ini adalah pasangan, bukan suami istri.'' ucap Kay, yang semangkin membuat Wildan menggeram dalam hati, namun ia masih mencoba menahan nya
'' Tadi kamu panggil dia apa? mas? mas Rehan?'' ulang Wildan dengan nada yang terdengar sangat tidak suka
'' Iya, dia memintaku untuk memanggil nya begitu.'' jawab Kay santai, namun tidak dengan dengan Wildan, Kay bahkan bisa melihat wajah pria itu yang terlihat sedang menahan amarahnya.
'' Mas kenapa? apa mas tidak suka?'' tanya Kay
'' Aku? tidak suka? kenapa harus tidak suka? memangnya aku ini siapa bagimu huh? bukannya waktu itu kamu pernah bilang kalau aku hanya masa lalu untukmu, lalu kenapa aku harus merasa tidak suka?'' ucapnya dengan nada angkuh
Mendengar itu Kay tersenyum miris, ia sangat tau jika Wildan sedang marah dengannya, bahkan sangat terlihat jelas kalau laki-laki itu sedang terbakar api cemburu, namun Kay tak akan bertanya atau berkata apapun, dia tak ingin membahasnya lagi, wanita itu terlalu malas meladeni pria egois seperti itu.
'' Sebaiknya aku masuk,'' ucap Kay yang langsung melangkah pergi dari tempat itu bersama baby Al, meninggalkan Wildan sendiri disana, pria itu meraup wajahnya kasar, bahkan terdengar lelaki itu mengumpat kasar.
'' Dasar bodoh kamu Wildan.'' makinya pada diri sendiri
Tak jauh dari nya terlihat ada Bisma dan Sandra yang ternyata sejak tadi mendengarkan pembicaraan keduanya.
'' Mas Wildan itu benar-benar ya, bikin geregetan deh, tinggal bilang aja kalau dia itu cemburu melihat kedekatan mereka, gitu aja susah banget sih? dan bilang kalau dia itu masih cinta sama Kay, sadar egois, nanti aja kalau Kay diambil orang baru nangis.'' omel Sandra sedangkan Bisma hanya terkekeh pelan, saat mendengar omelan tunangannya tersebut.
Bersambung
__ADS_1
Hai hai readers, jangan lupa selalu budayakan like nya ya, setelah membaca dan masukan juga di list pavorit kalian..