
Wildan masih menunggu jawaban dari istrinya tersebut, membuat Kay menghembuskan nafas dalam.
'' Kay cepat jawab, kamu berbagi pesan seperti itu dengan dia?'' ulang Wildan, membuat Kay langsung mengangguk sebagai jawaban, membuat Wildan menghela nafas dalam.
'' Sayang, itu privasi kita, kenapa harus diumbar pada orang lain? apa lagi disana jelas tertulis kalau kamu mengatakan jika milik suamimu itu sangat besar dan panjang, memang kamu gk takut jika sahabat kamu berpikiran lain?'' tanya Wildan
'' Maksud mas, Seli tertarik gitu sama mas, hanya karna aku cerita sama dia kalau milikmu itu sangat memuaskanku saat diatas ranjang?'' ucap Kay yang tak sengaja mengatakan nya, membuat Wildan merasa bangga akan keperkasaannya, karna baginya itu yang terpenting. membuat pasangannya puas diatas ranjang, jadi tidak akan ada alasan lagi bagi pasangan nya untuk pergi meningalkan nya, berbeda halnya dulu, dengan mantan istrinya Maya yang meninggalkannya karna pikiran yang pendek, hingga akhirnya ia menyesal dan ingin kembali pada Wildan, namun sayangnya Wildan sudah tak mencintainya lagi, dan saat itu ia bersama dengan Maya hanya karna rasa kasihan, yang pada akhirnya membuat kehidupannya sendiri berantakan kala itu.
***
Saat ini Wildan dan juga Kay sedang dalam perjalanan pulang, sepanjang perjalanan Kay lebih banyak diam, sesekali Wildan melirik kearah sang istri yang seperti sedang memikirkan sesuatu.
'' Kay kamu kenapa diam saja sejak tadi? apa ada sesuatu yang sedang kamu pikirkan?'' tanya Wildan
'' Gk ada kok mas, aku gk sedang memikirkan apa-apa.'' jawabnya sambil tersenyum.
Apa benar kata mas Wildan, aku sudah salah bercerita pada Seli tentang kehidupan ranjangku pada nya, tapi kan sejak dulu aku dan Seli tak pernah menyimpan rahasia apapun, kami selalu berbagi tentang semua keluh kesah kami bersama, bahkan Seli sering memberikn ku jalan keluar dari setiap masalahku, jadi tidak mungkin Seli akan membocorkannya, apa lagi menjadi tertarik dengan mas Wildan karna ceritaku itu.
Batin Kay, berusaha untuk berpikiran positif
Sebenarnya Kayla memang bercerita mengenai kehidupan ranjangnya pada sahabatnya Seli, itu pun karna sahabatnya tersebut terus mendesaknya, dan mengatakan jika Kay tidak setia kawan saat Kay waktu itu tak ingin bercerita pada sahabatnya itu, karena merasa malu, apa lagi sampai mengatakan ukuran pusaka suaminya. dan pada akhirnya karena terus didesak, Kay pun menceritakan malam pertamanya dengan Wildan, dari cara pria itu memperlakukannya, dan saat bagai mana dengan gagahnya Wildan menghujaninya dengan penuh cinta, semua ia ceritakan sedetail mungkin, hingga membuat miliknya kembali berkedut, tepatnya saat membayangkan kembali percintaan mereka, tanpa memikirkan jika semua yang ia ceritakan itu bisa saja membuat orang lain juga menginginkannya.
Sedangkan Wildan sendiri, sebenarnya merasa sangat keberatan jika kehidupan pribadinya diketahui oleh orang lain, apa lagi kehidupan ranjangnya, tak terkecuali Seli, walaupun dia adalah sahabat istrinya sendiri.
DITEMPAT LAIN
__ADS_1
Terlihat seorang gadis sedang berada di dalam kamarnya, gadis itu tak lain adalah Seli, sahabat baik Kayla, gadis itu memang tidak pergi ke restoran karna merasa kurang enak badan tadi pagi, makanya ia memilih untuk beristirahat dirumah.
Seli mengambil ponselnya diatas nakas, lalu membuka galery poto-potonya bersama sahabatnya Kay.'' Nasip kamu beruntung Kay, karna mendapatkan Abang beradik seperti Juno dan pak Wildan, andai aku juga sepertimu, tapi sayangnya tidak ada yang mau.'' gumamnya sambil memandangi Poto Kayla yang tersenyum bersamanya. Lalu gadis itu kembali melihat poto-poto mereka yang lainnya, seketika mata Seli terpaku saat melihat ada Poto Wildan diponsel miliknya.
'' Kok bisa ada Poto pak Wildan ya diponselku?'' gumamnya sambil berpikir, Seli baru ingat dulu Kay pernah meminjam ponsel miliknya untuk mengambil gambar Wildan saat itu, karna ponsel miliknya ketinggalan dirumah, dan tenyata Poto tersebut masih ada di galery ponsel miliknya.
Seli memperbesar Poto tersebut, untuk melihat wajah dari suami sahabatnya itu lebih jelas.'' Ternyata kamu benar-benar sangat tampan mas Wildan.'' gumamnya tanpa sadar juga ikut memanggil Wildan dengan sebutan mas, sama seperti sahabatnya.
'' Aku jadi penasaran, apa benar kamu sehebat itu saat diatas ranjang? ah kenapa aku jadi kepengen ya melihat milik suami dari sahabatku sendiri? sepertinya aku benar-benar mulai sudah tidak waras.'' monolognya
Sesampainya dirumah Kay langsung menuju kamar baby Al anak sambungnya, tiba-tiba saja ia merasa kangen pada balita tersebut, setelah mencuci tangan Kay langsung menggendong tubuh mungil balita tersebut meskipun saat ini ternyata Al masih tertidur, namun Kay tetap menggendongnya.
'' Mama kangen sama kamu sayang,'' gumamnya sambil mengecup pipi cuby milik baby Al tersebut, lalu kembali meletakan nya didalam box bayi
Kay menuruni anak tangga mencari sosok ibu mertuanya yang belum ia lihat semenjak pulang tadi, namun samar-samar ia mendengar suara dari ruang tamu, dan setelah dilihat, ternyata Bu Dewi sedang bersama dengan Wildan suaminya, entah apa yang sedang mereka bicarakan, Kay pun tidak terlalu perduli, karna sekarang ia lebih memiliki kembali kekamarnya untuk membersihkan diri.
'' Kay!" panggil Bu Dewi saat melihat Kay keluar dari kamar lamanya
'' Iya mah,'' jawab Kay sambil melangkah mendekati sang ibu mertua
'' Kamu mencari Wildan?'' tanya Bu Dewi saat melihat Kay seperti sedang mencari seseorang
'' Iya mah,'' jawabnya sambil tersenyum malu.
'' Mama sedang menyuruhnya kesuatu tempat, mungkin sebentar lagi dia pulang.'' jelas Bu Dewi, Kay yang mendengar hanya mengangguk tanda mengerti
__ADS_1
'' Oya, mulai malam ini kamu sudah boleh tidur dengan Wildan, maaf ya karna tadi malam mama melarang kalian untuk tidur dalam satu kamar.'' sambungnya lagi
'' Gk masalah kok mah, mama berhak menghukum kami, karna memang kami salah waktu itu '' ucap Kay merasa bersalah
'' Sudahlah jangan dibahas lagi, sebaiknya kamu istirahat dikamar, mama juga mau kekamar, Oya asi untuk Al sudah kamu simpan kan dikulkas?'' tanya Bu Dewi lagi
'' Iya mah, sudah.'' jawab Kay
***
Saat ini dalam tidurnya Kay bermimpi sedang bercu*mbu dengan suaminya, bahkan Kay merasakan jika ASI-nya dihis*ap dengan sangat kuat, membuat darah Kay berdesir hebat, Kay merasa antara ini mimpi dan juga nyata, karna saat ini Kay sudah bangun hanya saja ia belum membuka matanya.
Akukan sudah terbangun, seharusnya kenikmatan ini tidak kurasakan kembali, tapi kenapa aku masih merasakannya?
Batinnya
'' Sshhh,,, aaahhh..., lenguhan keluar dari bibirnya
Sepertinya ini bukan mimpi, ini nyata
Ucap hatinya, yang kemudian langsung membuka matanya, dan ia mendapati Wildan yang sedang menikmati buah pavorit nya.
Pluup
Terdengar suara bibir pria itu saat melepaskan kenyo*tannya dibuah pavoritnya .'' Kamu sudah bangun sayang? apa mas mengganggu tidurmu?'' tanya pria itu sambil menatap wajah sang istri
__ADS_1
Kay menggeleng sambil tersenyum.'' Gk kok mas, aku malah kepengen lagi.'' jawabnya tanpa malu, membuat Wildan tersenyum mendengarnya
Bersambung