Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Memaafkan, Bukan Berarti Melupakan!


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu semenjak Kay datang kekantor Juno, dan sampai sekarang suaminya itu tak ada membahas masalah tamu bulanan Kay lagi, sebenarnya Kay sedikit heran, pasalnya saat itu Juno terlihat sangat tidak sabar, lalu sekarang tiba-tiba suaminya itu tak ada membahasnya lagi, dan itu membuat Kay merasa heran, waktu itu Kay sempat bertemu dengan kekasih kakak iparnya Bisma, dan bertanya pada pria itu tentang keadaan Juno saat dikantor, Bisma bilang beberapa hari ini suaminya itu sangat sibuk dengan urusan kantor, karna mereka ada prodak baru yang sebentar lagi akan diluncurkan, makanya Juno sangat sibuk, setiap pulang kerumah, keduanya juga jarang membicarakan bicara, karna Juno langsung berangkat kekampus, dan itu membuat Kay merasa kesepian.


Saat ini bu Dewi dan Kay sedang berada diruang makan untuk menyiapkan makan malam.'' Sepertinya akhir-akhir ini Juno sangat sibuk, anak itu mama lihat selalu pulang larut, bahkan saat pulangpun dia hanya mandi, dan habis itu langsung berangkat kekampus.'' ucap bu Dewi, dan Kay mengangguk untuk membenarkan ucapan ibu bertuanya itu.


Sedangkan dikantor Juno baru saja selesai dengan pekerjaannya, beberapa hari ini mereka memang sedang sibuk dikantor hingga tak ada waktu untuk urusan yang lain.


''Loh Wil, kamu sudah pulang? mana Juno? Kamu gk bareng sama dia?'' tanya bu Dewi yang saat itu terlihat sedang menonton acara televisi


'' Mungkin dibelakang mah, mah Sandra belum pulang?''


'' Belum nak, oya kamu mau makan sekarang?


'' Nanti saja, aku mau mandi dulu.'' jawabnya yang diangguki oleh bu Dewi. Wildan melangkah menuju lantai atas, namun saat hendak naik, tak sengaja ia melihat Kay sedang berada didapur, ia pun mengurungkan niatnya keatas, Wil melangkah kedapur mendekati wanita itu.


'' Sedang apa?'' suara bariton Wildan membuat Kay terkejut.


'' Tidak ada, aku hanya sedang buat susu.'' jawabnya mencoba bersikap biasa


'' Susu? untuk siapa?'' tanya Wildan kepo


''Untukkulah, memangnya anak kecil saja yang boleh minum susu?'' ucap Kay sewot, jujur saja Kay benci ditanya seperti itu, seolah dirinya sedang disindir mentang-mentang dirinya sudah punya asi, jadi gk boleh dia minum susu? bagitulah yang ada dalam pikiran Kay.


Kay langsung meminum susu yang baru dibuatnya, dan Wildan memperhatikan itu.'' Mas Wildan ada keperluan apa didapur?'' tanya Kay bagitu gadis itu selesai meminum susu miliknya. Sebenarnya Kay masih enggan berbicara atau pun berdekatan dengan pria itu, namun mau bagai mana lagi, mereka sama-sama tinggal dalam satu atap, jadi mau tak mau Kay harus terima, namun setidaknya dirinya akan tetap menjaga jarak dari mantan tunangannya ini.


'' Gk ada, mas melihatmu disini, makanya mas kemari.'' jawabnya jujur

__ADS_1


'' Ekhm,'' Kay berdehem untuk menghilangkan kecanggungannya.


'' Baiklah kalau gitu aku kekamar dulu.'' ucapnya, Kay tak ingin berlama-lama dengan Wildan, ia tak ingin ada yang salah paham nantinya.


'' Kay!" panggil Wildan, membuat gadis itu langsung berbalik


'' Iya?'' jawabnya sambil menatap kearah pria itu dengan wajah datar.


'' Terimakasih, karna sudah memaafkan mas, mas senang kamu sudah mau bicara dengan mas.'' ucap Wildan


'' Memaafkan bukan berarti melupakan, aku hanya tidak ingin hidup satu rumah dengan musuh, dan satu lagi, sebaiknya mas menjaga jarak denganku, aku tidak mau orang rumah mikir yang macam-macam terhadapku.'' ucap Kay sarkas setelah itu ia langsung membalikan badannya melangkah menuju kamar.


Sementara Wildan hanya bisa menghela nafas pasrah,'' Maafkan mas Kay, karna menyakitimu sedalam ini.'' gumam nya, Wildan masih bisa melihat kekecewaan gadis itu saat memandang matanya.


Tut-tut-tut


'' Kenapa gk diangkat ya? Ini sudah jam tujuh, apa dia tidak kekampus?'' gumam Kay, karna merasa lelah akhirnya Kay tertidur hingga jam sebelas malam, gadis itu mengerjab pelan saat merasa elusan dibagian kepalanya.


'' Juno kamu sudah pulang?'' tanya Kay dengan suara serak khas orang bangun tidur.


'' Iya aku baru pulang dari kanpus.'' jawab pemuda itu.


'' Apa kamu suah makan?'' tanya Kay, ia meminai penampilan Juno yang memakai baju yang berbeda.


'' Jun kamu kekantor bawa baju ganti?

__ADS_1


'' Maksudmu?


'' Bukankah tadi pagi kamu pakai kemeja putih ya? lalu ini?'' tunjuk Kay pada kemeja polos lengan panjang berwarna navi, kemeja dengan lengan yang suah ia gulung hingga kesiku, entah kenapa akhir-akhir ini Kay merasa Juno sedikit menjaga jarak dengannya, bahkan ia sudah tak mengungkit malam pertama mereka.


'' Oh ini, iya aku membawanya dari rumah, karna banyak kerjaan dikantor, jadi aku gk sempat untuk pulang, makanya aku bawa ganti untuk ku gunakan saat kuliah.'' jelasnya


'' Aku lapar ayo temani aku makan!" ajaknya , lalu bangkit dari duduknya dan hendak melangkah menuju pintu keluar.


''Juno apa kamu marah padaku?'' tanya Kay yang masih dalam posisi yang sama, sedangkan Juno yang tadinya hendak membuka pintu, seketika menghentikan gerakannya. Juno berbalik menatap kearah istrinya


'' Marah? untuk apa aku marah sama kamu? apa kamu merasa telah melakukan kesalahan padaku?'' tanya Juno, Kay menggeleng, sambil turun dari tempat tidur, ia melangkah mendekati Juno yang masih berdiri didepan pintu.


'' Juno aku kangen sama kamu.'' ucapnya, lalu memeluk tubuh suaminya itu, membuat Juno sedikit kaget. Beberapa hari jarang berinteraksi dengan suaminya entah kenapa membuat Kay merasa rindu pada, mungkin gadis itu sekarang sudah mulai memiliki perasaan pada suaminya itu.


'' Kamu merindukanku?'' ucap Juno sambil melerai pelukan mereka, ia ingin melihat jawaban Kay melalui mata gadis itu.


'' Iya Jun, aku rindu kamu.'' jawab Kay jujur dan entah dapat keberanian dari mana gadis itu, langsung mencium bibir suaminya mencurahkan kerinduan yang beberapa hari ini ia rasakan, Kay melepas bibirnya dari bibir suaminya, saat merasa Juno tak membalas ciumannya. Gadis itu merasa malu, dan bodoh bisa-bisanya ia mencium pemuda itu, Kay melipat bibirnya kedalam, lalu menundukan pandangannya, saat Juno terus menatapnya dengan intens.


'' Apa kamu sudah mulai mencintaiku?'' pertanyaan Juno langsung membuat gadis itu menatap kearahnya.


'' Aku gk tau apa aku sudah mencintaimu atau belum, tapi satu yang pasti, saat ini aku sangat merindukanmu, Juno aku mau kita memulai hubungan ini, memulai rumah tangga kita, kamu mau kan?'' tanya Kay.


Juno tak lantas menjawab, namun pria itu langsung menarik gadis itu dalam pelukannya, memeluk gadis itu dengan sangat erat,'' Kita akan memulainya dari awal.'' ucap Juno berbisik ditelinga gadis itu. Sebenarnya sejak Juno melihat Kay bersama Wildan saat dikantor waktu itu, Juno merasa kecewa, entah kenapa saat itu ia melihat jika istri dan abangnya itu masih saling mencintai, dari situlah Juno mulai menjaga jarak dengan Kay, walaupun memang mereka sudah tak memiliki hubungan, namun tetap saja ia merasa cemburu, makanya saat itu ia langsung berkeinginan untuk memiliki Kay seutuhnya, namun entah kenapa Juno berpikir ulang untuk melakukannya, percuma memiliki tubuh Kay namun tak bisa memiliki cintanya, begitulah pikirannya saat ini, dan pada akhirnya Juno memberi jarak pada hubungan mereka, namun setelah mendengar ucapan Kay barusan, membuat Juno memantapkan hatinya jika ia akan berjuang untuk mendapatkan cinta istrinya itu, karna Juno merasa jika Kay sudah mulai membuka hati untuknya, dan ia akan segera menghapus rasa cinta dihati Kay untuk abangnya Wildan.


Next

__ADS_1


__ADS_2