
Hari berganti minggu, dan minggu telah berganti bulan, dan sudah dua bulan lamanya Juno terbaring tak berdaya di brangkar rumah sakit, namun belum ada tanda-tanda Juno akan bangun dari tidur panjangnya, setiap hari Kay tak pernah absen mengunjungi suaminya dirumah sakit, seperti hari ini, Kay yang kini disibukan dengan usaha Florist atau yang banyak disebut dengan toko bunga, namun masih menyempatkan diri untuk bisa mengunjungi suaminya itu. Bu Dewi sengaja menyuruh menantunya itu untuk mencari kesibukan, setidaknya untuk mengurangi kejenuhan hatinya, walaupun Kay tak pernah mengatakan apapun pada bu Dewi, atau pun mengeluhkan sesuatu, namun sebagai perempuan, Bu Dewi tau bagai mana perasaan menantunya itu, yang pastinya merasa kesepian, maka itu Bu Dewi membuka usaha florist untuk menantunya tersebut untuk mengisi kesibukan, bukan tanpa alasan Bu Dewi membuka usaha tersebut, itu karna ia tau jika menantunya itu pandai merangkai bunga, karna ia sering melihat Kay merangkainya menggunakan bunga yang ada di taman belakang rumah mereka, lalu menaruhnya di vas bunga ruang tamu.
***
'' Juno apa kabar kamu? aku kangen sama kamu Jun, kamu gk kangen apa sama aku? kamu betah sekali tidur, memang gk bosen ya tidur mulu? kamu tau? kini usaha toko bunga kita, sudah memiliki banyak pelanggan loh, aku hampir kewalahan, untung ada Wati karyawanku yang juga sangat cekatan.'' ucap Kay sambil tersenyum, namun terlihat getir,'' Jun Ku mohon bangunlah! aku sangat membutuhkanmu sayang.'' bisik Kay ditelinga Juno, air matanya menetes membasahi pipi lelaki itu, Kay menangis tanpa suara.
Tiba-tiba tangan Juno bergerak Kay yang menyadari langsung tersenyum senang.'' Jun, kamu sudah sadar?'' ucap Kay sambil memegang tangan suaminya itu, Kay menatap wajah Juno dan berharap semoga suaminya itu akan membuka matanya, dan benar saja, tak lama terlihat Juno membuka mata, membuat Kay langsung mengembangkan senyumnya
'' Kay!" panggil Juno dengan suara lirih.
'' Juno, akhirnya kamu sadar juga, sebentar biar aku panggil dokter dulu.'' ucapnya yang langsung bangkit dari duduknya.
Juno menutup mata nya sebentar, lalu membukanya kembali, pemuda itu menatap sekeliling, tak lama terlihat Kay datang bersama dengan seorang dokter.
'' Maaf pak Juno biar saya periksa dulu kondisi anda.'' ucap dokter tersebut, sambil memeriksa keadaan Juno
DITEMPAT LAIN
Saat ini Bu Dewi sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit bersama dengan Sandra, sepanjang perjalanan keduanya tak henti-hentinya mengucap kata syukur pada yang Maha Kuasa, karna telah mengabulkan doa mereka.'' Mama senang sekali Sa, akhirnya Juno sadar juga, setelah dua bulan lamanya dia koma.'' ucap Bu Dewi sambil menangis haru.
'' Iya mah, aku juga sangat senang mendengarnya.' sambung Sandra
'' Coba kamu hubungi Wildan, katakan padanya untuk segera datang kerumah sakit, karna adiknya sekarang sudah sadar.'' ucap Bu Dewi
'' Iya mah, aku akan hubungi mas Wildan.'' jawab Sandra, sambil mengambil ponsel miliknya didalam tas
'' Pak sopir cepetan dikit pak, saya sudah tidak sabar ingin bertemu dengan putra saya!" ucap Bu Dewi pada supir pribadi keluarga mereka
'' Baik Bu.'' jawab sang sopir tersebut.
Sedangkan dikantornya, Wildan yang baru saja mendapat telpon dari Sandra yang mengatakan jika Juno telah sadar, terlihat Wildan sangat bahagia mendengarnya, tapi sayangnya ia tak bisa langsung kerumah sakit sekarang, karna setengah jam lagi Wildan ada meeting dengan orang-orang penting dari perusahaan lain, dan itu menyangkut kerja sama perusahaan mereka, yang pastinya sangat penting dan tidak bisa ditinggalkan.
Saat ini Bu Dewi sudah berada diruangan Juno, walau pun pemuda itu sudah sadar, namun kondisinya masih terlihat sangat lemah bahkan wajahnya terlihat sangat pucat membuat Bu Dewi yang menatapnya menjadi iba.
'' Nak, apakah ada yang sakit? dibagian mana? biar mama bantu sayang? Juno kamu terlihat sangat pucat nak, mama takut.'' ucap Bu Dewi dengan suara serak menahan tangis, entah kenapa tiba-tiba perasaannya tidak enak, ia takut terjadi sesuatu dengan putra bungsunya tersebut.
'' Mah, mama bicara apa? Juno sudah sadar dan dia akan segera sembuh.'' ucap Kay yakin, walau sebenarnya tak dipungkiri hatinya juga merasakan hal yang sama dengan Bu Dewi.
'' Iya mah Juno adikku akan sehat, benarkan Jun?'' sambung Sandra menyemangati sedangkan Juno hanya tersenyum tipis menaggapi ucapan sang kakak.
Sore harinya setelah pulang dari kantor Wildan dan Bisma langsung menuju rumah sakit, untuk melihat keadaan Juno. Setelah sampai keduanya langsung menuju ruangan dimana adiknya itu dirawat.
Tok-tok-tok
Ceklek, terdengar suara pintu terbuka, tak lama munculah Wildan dan Bisma sambil tersenyum saat menatap kearah Juno yang saat itu juga menatap kearah mereka
'' Hai Juno, sudah lama kita tidak saling menyapa gimana kabar kamu? sudah lebih baikkan?'' tanya Bisma, sambil mengambil posisi duduk diujung ranjang tempat Juno berbaring.
__ADS_1
'' Ya seperti yang bang Bisma lihat,'' jawabnya dengan suara lemah.
'' Mas Wildan, bisa kita bicara sebentar.'' ucap Juno sambil menatap abangnya.
'' Apa? bicaralah!'' ucapnya, sekilas Juno melirik kearah Bisma, membuat lelaki itu bertanya.'' Apakah aku tak bisa mendengarnya juga?'' ucapnya dengan nada dibuat sedih,karna sadar jika sebentar lagi dirinya akan disuruh pergi.
'' Kepo mendingan loe keluar sana, beli makanan kek, gue laper ini.'' ucap Wildan yang langsung diberi tatapan kesal oleh pria itu, namun ia tetap bangkit dari tempatnya dan melangkah keluar dengan kesal, melihat tingkah Bisma keduanya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
'' Apa yang ingin kamu katakan?'' tanya Wildan, sambil duduk disisi ranjang sang adik.
'' Bosan, bantu aku duduk menyandar mas? rasanya terlalu capek terus-terusan berbaring seperti itu.'' ucapnya membuat Wildan tersenyum, kemudian mengangguk sambil membantu Juno untuk duduk menyandar.
'' Mas Wildan, apa mas masih mencintai Kay?'' tanya Juno tiba-tiba, membuat Wildan menjadi gugup.
'' Kenapa bertanya seperti itu? Kay hanyalah masa lalu, lagipula mas juga sudah tak memikirkan itu lagi.'' jawabnya, tentu Juno yang mendengarnya merasa tidak puas sama sekali
'' Aku tau jika sampai saat ini mas Wildan masih memiliki perasaan pada Kay, jika tidak mas tak akan mengorbankan nyawa mas saat itu.'' ucap Juno
' Siapa yang mengatakan itu padamu?''
'' Mama, mama yang mengatakan jika mas juga tertembak waktu itu, bahkan tertembak hingga dua kali, benar begitukah mas?'' tanya Juno meyakinkan.
'' Sudahlah, jangan dibahas lagi, semua orang akan melakukan hal yang sama, jadi untuk apa lagi dibahas.
'' Tidak semua orang mas, bahkan suami istri pun mungkin belum tentu akan melakukan hal seperti itu pada pasangannya.
'' Mas aku mau kamu menjaga Kayla untuk ku!" ucapnya dengan pandangan sayu
'' Apa maksudmu Juno?'' tanya Wildan tak suka
'' Entah kenapa aku merasa hidupku tidak akan lama lagi mas, dan sebelum aku mati, aku ingin mas dan Kayla menikah.'' ucapnya membuat Wildan langsung melotot mendengarnya.
'' Benar-benar nih anak, jika sampai mas dengar kamu mengatakan hal seperti itu lagi mas akan menghukummu Juno, apa kau mengerti?!
' Mas tolonglah kabulkan permintaanku sekali ini saja, aku tidak ingin setelah aku mati Kay pergi dari keluarga kita, apa lagi mama sangat menyayaginya, jadi ku mohon menikahlah dengannya!
Tiba-tiba pintu terbuka dengan lebar, bersamaan itu terlihat seorang wanita cantik masuk kedalam ruangan tersebut, namun dengan pandangan tajam kearah Juno, bahkan terlihat mata wanita itu sembab seperti baru habis menangis, dan wanita tersebut tak lain adalah Kay.
'' Kay.'' ucap Juno sambil menatap sang istri yang melangkah kearahnya.
'' Maksud kamu apa bicara seperti itu hah? kamu pikir aku barang yang dengan mudah kau campakan setelah bosan? begitu? kamu jahat Jun, kamu sangat Keterlaluan.'' ucap Kay sambil memukul tubuh Juno, Wildan ingin melarang, sebab kondisi Juno masih sangat lemah, ia takut pukulan Kay menyakiti tubuh Juno, apa lagi dibagian dada bekas operasi kemarin. Namun ia sadar diri dan memilih untuk keluar dari ruangan tersebut.
'' Mas tunggu! jangan pergi, tetaplah disini!'' ucap Juno, membuat Kay menatap tajam pada suaminya itu, ia tau maksud Juno, karna Kay tadi sempat mendengar permintaan gila suaminya itu, yang meminta Wildan untuk menikahinya.
'' Kay, aku harap kamu bersedia menikah dengan mas Wildan, dia pria yang baik, dan aku akan pergi dengan tenang jika kau bersama nya.'' ucap Juno
'' Gak! aku gk mau! kalau kamu gk sayang sama aku lagi bilang Jun! bukan begini caranya, kamu pikir aku mau menikah dengan dia, gk Jun! aku gk mau aku maunya cuma sama kamu, jadi plis, jangan kayak gini, aku gk bisa Jun, aku gk bisa, hiks-hiks...,'' Kay menangis dengan suara lirih, gadis itu merasa sangat sedih mendengar ucapan suaminya itu, apa Juno sama sekali tak memiliki perasaan padanya, hingga dengan mudahnya ia meminta istrinya untuk menikah dengan pria lain, kenapa ia tega mengatakan semua ini, Kay benar-benar tak habis pikir melihatnya.
__ADS_1
'' Juno sebaiknya kamu istirahat dulu, agar pikiranmu tenang, mas akan keluar sebentar.'' ucap Wildan yang tak ingin keadaan semangkin rumit.
'' Mas jangan pergi mas, aku....aakkhhh,'' tiba-tiba saja Juno merasakan sakit dibagian dadanya, ia juga merasa sesak nafas
'' Jun! Juno kamu tidak apa-apa?'' ucap Kay panik, apa lagi wajah Juno terlihat semangkin memucat.
'' Mas akan panggil dokter dulu.'' ucap Wildan yang hendak melangkah keluar, namun lagi-lagi Juno mencegahnya.
'' Mas, mas Wildan tolonglah, katakan jika kau akan menikahi Kayla, jika aku tiada nanti, karna hanya kau yang bisa membahagiakan istriku.
'' Gk, gk Jun, aku gk mau, kamu dengar! AKU GK MAU ...!!!!!!' teriak Kayla
'' Kamu harus mau Kay,! ku mohon.'' ucap Juno dengan nafas yang mulai tersengal-sengal, membuat Wildan semangkin panik
'' Mas tolong berjanjilah...!!!
'' Mas Wildan ku mohon!! ucap Juno sekali lagi.'' membuat Wildan serba salah
'' Iya-iya mas akan menikahi Kayla, puas kamu? sekarang biar kan mas memanggil dokter!! '' ucap Wildan yang langsung melangkah keluar walau Juno melarangnya.
'' Kenapa kamu lakukan ini padaku Juno? kenapaaaa,,, huhuuu....'' Kay menangis sejadi-jadinya ia merasa sebagai seorang istri yang tak dihargai, walaupun ia tau maksud Juno demi kebaikannya, namun tetap saja itu sangat menyakitkannya, dan Kay tak bisa menerima itu semua.
'' Jangan menangis Kay, aku tau kamu masih mencintai mas Wildan, aku hidup diantara cinta kalian, dan sudah saatnya aku mengemblikan cinta itu pada pemilik yang sebenarnya.'' ucap Juno sambil tersenyum.
'' Gk Jun, aku gk mau! AKU GK MAUUU.....!!!
Tak lama Wildan datang bersama Bisma , dan seorang dokter, ketiganya mendekat kerah dimana saat ini Juno dan Kay berada, gadis itu masih menangis didada sang suami, sementara Juno terlihat tersenyum tipis.
'' Wildan menyadari ada yang tidak beres dengan adiknya itu, perasaannya semangkin tak karuan kala melihat senyum Juno yang tak kunjung memudar, bahkan pandangan pemuda itu terlihat kosong.
'' Dokter cepat periksa adik saya!!'' ucap Wildan, membuat Kay langsung mengangkat wajahny menatap sang suami
'' Jun, kamu kenapa senyum terus? Juno! Juno, Junooo!!!'' teriak Kay saat tiba-tiba tubuh suaminya terjatuh kepelukannya saat ia menepuk wajah suaminya itu.
Terlihat dokter memeriksa keadaan denyut nadi Juno.'' Maaf saudara Juno sudah meninggal.'' sesal Dokter tersebut.
'' Inna'lillahi wainna'ilahirojiun..'' ucap Wildan dan Bisma bersaman
'' Tidak Juno jangan tinggalin aku Jun...!! tak lama Kay pingsan.
***
Seminggu setelah meninggalnya Juno, Kay kembali melakukan aktifitasnya seperti biasa, meski hampir setiap malam gadis itu menangis, namun tak pernah ia tunjukan pada keluarga suaminya itu. Walau pun saat itu Juno memintanya untuk menikah dengan Wildan, namun entah kenapa hati gadis itu belum bisa menerima nya, ia masih sangat berkabung, Wildan pun tak pernah mengungkit apapun pada gadis itu, baik Wildan mau pun Bu Dewi tidak akan memaksa jika Kay tidak mau menikah dengan Wildan, seperti permintaan almarhum Juno saat itu, biarlah semua mengalir dengan sendirinya, jika memang mereka berjodoh, bagai mana pun caranya mereka Pasti akan tetap bersatu, begitu pun sebaliknya, sekuat apapun mereka mencoba untuk bersama jika tidak berjodoh maka tidak akan pernah bersatu.
THE END
Kira-kira kalian masih mau lanjutan cerita Kay dan Wildan bagian part2 nya gk sih? kalau iya, komen yang banyak ya...kalau gk, otor akan stop sampai disini...
__ADS_1
See you bye..bye....