
Saat ini Kay masih berdiri didepan Rudi, pemuda yang sejak tadi memaksa untuk berbicara dengannya, tepatnya memohon, dengan segala bujuk rayunya, mau tak mau Kay pun mengiyakan dengan berat hati, jika kalau tidak diturutipun, maka Rudi akan tetap berkeras untuk memaksa gadis itu.
''Ada apa Rud? aku tidak punya banyak waktu.'' ucap Kay dengan malas, ia juga merasa kurang nyaman bersama pemuda itu, entah kenapa, mungkin karna terakhir kali mereka bertemu, dan perlakuan Rudi yang membuatnya sedikit syok, hingga membuat Kay sedikit waspada pada mantan kekasihnya itu.
'' Kay, kamu banyak berubah, apa aku sama sekali sudah tidak ada artinya dimata kamu? ok aku akui kemari aku salah, aku khilaf, karna memang belum bisa menerima kamu yang memutuskan hubungan kita begitu saja, apa lagi demi lelaki kaya tersebut, aku tau aku sama sekali gk ada apa-apanya dibandingkan dia, yang punya segalanya, makanya kamu lebih memilih dia, iyakan?'' tuduh pemuda tersebut
'' Kamu ini bicara apa sih Rud? asal kamu tau, ini sama sekali gk ada hubungannya sama kedudukan, ini masalah hati, masalah perasaan Rudi.'' jelas Kay tak habis pikir dengan ucapan mantannya itu.
'' Jangan bilang kau mencintai laki-laki itu pada pandangan pertama? karna aku gk akan percaya, Kay memutar bola matanya malas, rasanya ia tak perlu menjelaskan apapun pada pemuda itu, karna hanya akan membuang waktu, lagi pula toh hubungan mereka sudah berakhir.
'' Sudahlah Rud, kalau kamu hanya ingin membahas hal yang gk penting seperti itu, lebih baik aku pergi aja, masih banyak yang harus aku lakukan.'' ucap Kay sambil melangkah ingin meninggalkan Rudi, namun tiba-tiba saja Rudi langsung menarik tangan gadis itu membuat nya langsung menoleh kearah nya.
'' Rudi pliis, jangan kayak gini,'' ucap Kay
'' Seperti ini, seperti apa Kay?'' tanya Rudi
'' Tolong lepaskan tanganku!" ucap Kay yang mulai sedikit muak dengan tingkah Rudi
'' Kay, tidak bisakah hubungan kita seperti dulu? Apa sudah tidak ada lagi kesempatan untukku?'' tanya pemuda tersebut yang masih memegang erat tangan Kay.
'' Sudah kukatakan sebaiknya kamu lupakan aku, kita sudah tidak bisa lagi bersama, aku tidak mencintaimu Rudi, lagi pula sekarang aku sudah bertunangan dengan mas Wildan, jadi tolong lupakan saja aku!'' ucap Kay sambil menyentak tangan nya hingga akhirnya tangan keduanya terlepas, bersamaan itu Juno terlihat keluar dari restoran dan menoleh kearah mereka karna suara keduanya cukup menarik perhatian.
Kay saat itu membuang pandangannya kesembarang arah, namun tiba-tiba pandangannya terpaku kesatu titik, Kay, gadis itu melihat Juno yang juga menatap kearah nya, membuat gadis itu sedikit gugup, tanpa menoleh lagi kearah Rudi, Kay langsung meninggalkan nya, namun sebelum itu ia sempat kembali melirik kearah Juno sebentar, sesaat mereka saling tatap, setelahnya Kay langsung memutuskan tatapan nya dan melanjutkan langkahnya menuju halaman Restoran, untuk menunggu taksi yang sudah ia pesan.
__ADS_1
Juno melirik kearah Rudi sekilas, ia dapat melihat dengan jelas, jika pemuda itu terus memperhatikan punggung Kay yang kian menjauh, Juno bisa menyimpulkan jika pemuda tersebut menyukai calon kakak iparnya itu, atau mungkin sebelumnya mereka memang sudah memiliki suatu hubungan.
Juno melangkah menuju dimana saat ini Kay berdiri, terlihat gadis itu masih menunggu taksi yang dipesannya.
Kay sempat terkejut kala menoleh kesamping, entah sejak kapan pemuda itu tiba-tiba sudah berdiri disampingnya.'' Saya harap kamu tidak mempermainkan perasaan abang saya, apa lagi sampai mengkhianantinya, sebab jika sampai itu terjadi maka saya orang pertama yang akan membuat hidupmu tidak tenang.'' ucap Juno yang terlihat santai, namun kata-katanya sangat menusuk kedalam hati gadis itu.
Apa dia sedang mengancam ku
Batin Kay
'' Maksud kamu apa? memangnya kamu pikir saya wanita seperti itu huh?'' ucap Kay tak terima
'' Saya tidak tau, sebab saya juga tidak mengenalmu, saya hanya mengingatkanmu saja, agar jangan pernah melakukan sesuatu yang akan membuatmu menyesal nanti.
'' Tepatnya mengingatkan?'' jawab Juno, setelah itu ia langsung meninggalkan Kay yang saat itu masih terbengong dengan ucapan nya tersebut.
'' Dia ngomong apasih? seenak nya aja berkata seperti itu sama aku, dia pikir dia siapa? seenaknya menilai seseorang.'' gerutu Kay, tak lama taksi yang ia pesan pun tiba, dan gadis itu pun langsung masuk kedalam taksi tersebut
***
Sore harinya terlihat Kay sedang duduk bersantai bersama baby Al didepan teras rumah, sambil menunggu kepulangan ayah dari bayi tersebut, dan benar saja tak lama terlihat sebuah mobil sedan berwarna hitam memasuki perkarangan rumah mewah tersebut. Kay tersenyum saat melihat Wildan melangkah kearahnya.
'' Mas,'' sapa gadis itu sambil berdiri dengan baby Al yang berada dalam gendongannya.
__ADS_1
'' Hai sayang,'' ucap Wildan sambil tersenyum, lalu tatapannya beralih pada sang anak yang berdaa dalam gendongan Kay.
'' Heeii anak papa, anteng banget digendongan mama.'' ucap Wildan sngaja menggunakan kata mama, membuat Kay tersipu malu.
'' Belum resmi mas,'' jawabnya dengan wajah yang masih bersemu
'' Tinggal dua minggu lagi sayang, sebentar lagi kamu akan jadi miliknya mas, semuanya!" ucap Wilan sambil mengerlingkan matanya membuat jantung Kay seketika berdebar membayangkannya.
Sementara itu didapur bu Dewi sedang mempersiapkan makan malam bersama mbok Surti.'' Mbok jangan lupa ayam kecap sama jamur krispynya ya? Mbok tau kan jika Juno sangat menyukainya?'' ucap bu Dewi sambil mengiris bawang bombay, wanita paruh baya itu terlihat sangat semangat, dan jangan lupa senyum yang sejak tadi selalu menghiasi wajahnya yang sudah mulai keriput, namun masih terlihat cantik, diusianya yang hampir menginjak kepala lima.
'' Nyonya tenang saja, mbok gk akan lupa itu.'' jawab mbok Surti sambil tersenyum.
Tak lama terlihat Kay datang menghampiri mereka.'' Bu Dewi sedang apa? banyak sekali sepertinya menu makan malam kita hari ini?'' ucap Kay yang datang kedapur setelah sebelumnya menidurkan baby Al dikamarnya.
'' Iya, ibu memang sengaja masak banyak hari ini, kamu tau? malam ini sangat sepesial bagi ibu, karna Juno anak bontot dikeluarga ini akan pulang, ya walau pun tidak benar-benar untuk tinggal dirumah, namun setidaknya dia sudah mulai mau datang kerumah ini lagi seyelah sekian lama, dan malam ini dia berjanji sama ibu akan makan malam dirumah ini, huuh, rasanya sudah lama sekali ibu sangat menantikan ini.'' ungkap bu Dewi sambil mengingat masa-masa bersama anak bungsunya tersebut. Sedangkan Kay hanya tersenyum simpul menanggapi ucapan bu Dewi, walaupun sebenarnya gadis itu tak terlalu menyukai calon adik iparnya tersebut sih sebenarnya, apa lagi jika mengingat sikapnya yang sok tau, huh membuat Kay seketika kesel sendiri jadinya.
Satu jam berlalu semua hidangan makan malam sudah siap disajikan, saat ini bu Dewi sedang duduk bersama dengan Sandra dan juga baby Al, jangan lupakan Wildan yang juga bergabung dengan mereka, sejak tadi sore pria itu memang sudah mengetahui jika adik bungsunya tersebut akan pulang untuk makan malam bersama mereka setelah sekian lama, tentu saja ia sangat senang mendengarnya, Wildan juga berharap dengan ada nya makan malam ini hubungannya bersama sang adik akan kembali harmonis, dan Juno akan mau kembali kerumah mereka.
'' Sa, coba kamu hubungin Bisma mereka sudah sampai dimana?'' tanya bu Dewi tak sabar.
'' Sudah, mama tenang saja, sebentar lagi juga Juno dan bisma datang,'' ucap Sandra meyakinkan.
'' Maklum saja Sa, mama kamu kan udah gk sabar pengen ketemu sama anak bontotnya.'' Sambung Wildan sengaja menggoda sang ibu, namun bu Dewi membalas nya dengan tersenyum simpul.
__ADS_1
Next