
Bu Dewi masih menatap wanita yang saat ini masih berdiri dihadapannya dengan sinis, rasa nya ingin sekali ia mengusir wanita itu dari hadapannya, namun karna ada Kay calon menantunya disana, ia tak ingin Kay menganggapnya sebagai orang yang tak berperasaan. Dan akhirnya dengan terpaksa bu Dewi mempersilahkan wanita itu duduk, namun dengan setengah hati.
'' Langsung saja apa mau mu datang kerumah ini?'' tanya bu Dewi dengan nada sinis, Kay yang mendengar sejujurnya merasa sangat penasaran, kenapa sepertinya bu Dewi sangat tidak menyukai wanita yang saat ini duduk dihadapan mereka, rasanya ia ingin sekali bertanya tentang siapa wanita yang ada didepannya saat ini, kepada bu Dewi, namun gadis itu sama sekali tak memiliki keberanian untuk itu.
'' Mah aku mau meminta maaf sama mama.'' ucap wanita itu yang seketika membuat mata Kay melebar.
Apa? mama? Apa aku gk salah dengar wanita ini memanggil bu Dewi dengan sebutan mama? bukannya anak bu Dewi hanya ada tiga, dan mba Sandra adalah wanita satu-satunya dikeluarga ini, sedangkan adik mereka yang meninggalkan rumah adalah seorang laki-laki, lalu siapa wanita ini?
Batin Kay penuh tanda tannya.
'' Katakan apa tujuanmu datang kerumah ini?'' sentak bu Dewi, membuat Kay seketika tersadar dari lamunannya
'' Aku rindu pada Alsyahrendra mah.'' ucap wanita itu dengan nada lirih, membuat Kay semangkin menerka-nerka
Apa? Al? Apa hubungannya dengan Al? apa dia ini adalah....
Tiba-tiba bu Dewi tertawa mendengar penuturan wanita tersebut, namun tawa itu terdengar sedikit menyeram ditelinga Kay.'' Apa kau bilang, rindu?? kau pikir kau itu siapa? Kau tidak berhak sama sekali rindu pada cucuku!" ucap bu Dewi dengan mata merah menatap nyalang pada wanita itu
'' Tapi aku ibunya mah, aku yang melahirkan Al, dan aku pula yang mengandungnya selama sembilan bulan.'' jawab nya membuat Kay langsung melebarkan matanya
Benarkan? ternyata dugaanku benar
__ADS_1
Batin gadis itu
'' Maya, maya, mudah sekali kau mengatakan jika Al adalah putramu, apa kau lupa? jika kau tak pernah menginginkan bayi itu? dan kau pikir saya akan sudi untuk mempertemukan kalian? jangan harap itu akan terjadi.'' ucap bu Dewi yang sangat terlihat guratan kemarahan diwajah wanita paruh baya tersebut.
'' Mah ku mohon, aku sangat ingin bertemu dengannya mah, aku tau aku salah, karna dulu sudah menyia-nyiakan nya dan aku sangat menyesal mah, jadi ku mohon ijin kan aku bertemu dengan Al, aku tau dia membutuhkan ku sebagai ibunya.'' ucap wanita yang bernama Maya tersebut. Walaupun ia dan Wildan sudah berpisah, namun Maya masih memanggil bu Dewi dengan sebutan mama, dan bu Dewi juga tak terlalu memperdulikan hal itu.
'' Ada apa dengamu? bukankah selama ini kau tidak pernah perduli dengan anakmu sendiri? bahkan saat Al membutuhkan asi darimu, kau malah dengan teganya menolak memberikan asimu itu padanya, darah dagingmu sendiri, lalu sekarang apa? kau tiba-tiba datang dan dengan mudah nya mengatakan jika kau menyesal, apa saat kau meninggalkannya dulu sama sekali tidak ada penyesalah dihatimu May? kau pergi meninggalkan anak dan suamimu dengan alasan yang tidak jelas, dan hanya meninggalkan sepucuk surat, bahwa kau ingin berpisah dari putraku, dan sekarang setelah mereka hidup bahagia kau datang lagi dan ingin merusak kebahagiaan mereka? begitu? dan asal kau tau, Al sama sekali tidak membutuhkanmu sebagai ibunya, karna sudah ada Kay sebagai ibunya disini, dan yang pasti sangat menyayangi cucuku Al.'' jelas bu Dewi.
'' Kay?'' ulang Maya
'' Iya, dia adalah Kayla calon istrinya Wildan yang sebentar lagi akan menjadi ibunya Al cucuku.'' jelasnya
Kay yang sejak tadi hanya diam menatap bu Dewi, lalu mengalihkan pandangannya saat mata Maya yang juga melihat kearahnya saat itu.
'' Apa? pembantu? siapa yang bilang kay pembantu dirumah ini?'' tanya bu Dewi sambil melirik sekilas pada Kay
Jadi dia bukan pembantu?
'' Ya bukan lah, seperti yang saya bilang tadi, gadis ini namanya Mikayla, dan dia adalah calon istrinya Wildan dan tentunya juga akan menjadi ibu sambung dari Al cucu saya.
'' Gk mah, aku gk terima, aku adalah ibunya, dan aku masih hidup, aku gk setuju anakku diasuh oleh wanita lain.'' ucap nya tak terima
__ADS_1
'' Apa saya tidak salah dengar? bukankah sejak awal kamu hamil kamu selalu mengeluh? dan mengatakan jika nantinya saat anak kamu lahir, kamu tidak akan mau merawatnya, apa kamu lupa?? sudahlah Maya jangan kebanyakan drama kamu dirumah saya, sebaiknya kamu pergi dari sini.'' usir bu Dewi
'' Tapi mah, aku hanya ingin bertemu dengan putraku sebentar saja mah, ku mohon.'' ucapnya memelas, membuat Kay tak tega melihatnya, Kay melirik pada bu Dewi yang masih bergeming, wanita paruh baya itu tak mengidahkan ucapan Maya sama sekali, Kay tak tau apa sebenarnya yang terjadi, gadis itu memilih diam, tanpa ingin ikut campur.
'' Saya tidak akan mengijinkan kamu bertemu dengan cucu saya, saya tidak habis pikir sama kamu, sejak awal bukannya kamu tidak menginginkan kehadirannya, saat bayi itu lahirpun kamu masih tetap sama, tidak perduli pada darah dagingmu sendiri, bahkan sampai saya memohon padamu agar kamu memberikan asi saat tengah malam ia menagis, kamu sama sekali tak perduli May, kau malah menyuruh Wildan untuk pergi keluar untuk membelikan susu formula, sementara saat itu asimu keluar dengan derasnya, apa itu masih pantas disebut seorang ibu hah? kamu sama sekali tak pantas disebut seorang ibu May, tidak pantas!! jadi saya minta sebaiknya kamu pergi dari rumah saya sekarang juga!'' ucap bu Dewi dengan intonasi yang sudah meninggi
'' Tapi mah ak--,
'' PERGI SAYA BILANG!!! '' teriak nya lagi, membuat Kay dan Maya tersentak kaget.
Terlihat Maya masih diam, dengan pandangan menunduk, entah apa yang dipikirkan wanita itu, yang pasti Kay bisa melihat ada setitik bening yang keluar dari sudut mata wanita cantik itu, namun cepat-cepat ia menghapusnya.
'' Baiklah aku akan pergi sekarang, tapi aku akan tetap kembali lagi untuk melihat putraku.'' setelah mengatakan itu Maya langsung meninggalkan kediaman bu Dewi
Bu Dewi memijat pelipisnya yang terasa berdenyut, sungguh ia tak menyangka jika mantan istri dari putranya itu akan datang kerumahnya.
'' Bu Dewi gpp kan?'' tanya Kay merasa khawatir dengan keadaan calon ibu mertuanya tersebut.
'' Ibu gpp Kay,'' jawabnya sambil tersenyum, yang dibalas dengan senyuman oleh gadis itu.
Sebenarnya Kay sangat penasaran tentamg apa yang terjadi sebenarnya, namun rasanya ia juga tak enak hati menanyakannya, jadi Kay hanya diam dan menganggap jika dia tak mengetaui apapun walau dalam hati ia sangat penasaran
__ADS_1
'' Dia adalah mantan istri Wildan.'' ucap bu Dewi tiba-tiba, seolah tau apa yang ada dipikiran gadis itu saat ini, ia merasa Kay berhak tau tentang masa lalu putranya tersebut, karna walau bagai mana pun Kay adalah calon istrinya, dan bu Dewi tak ingin menutupi apapun dari calon menantunya itu. Mendengar ucapan bu Dewi Kay langsung menoleh kearah wanita paruh baya tersebut, namun sama sekali tak berkata apapun, gadis itu menunggu bu Dewi sendiri yang bercerita padanya.
Bersambung