
Saat ini mereka semua sedang dalam perjalanan menuju kediaman Bu Dewi setelah menyempatkan diri untuk mampir sebentar dirumah kediaman orang tua Kay, yaitu Bu Sri
'' Kay apa Al sedang tidur?' tanya Bu Dewi sambil menoleh kearah jok belakang.
'' Iya mah,'' jawabnya singkat
'' Oya Wil, sebenarnya besok mama mau kerumahnya om kamu bersama Sandra, beliaukan sudah sehat dan tente kamu mau ngadain acara syukuran atau kesembuhan nya, apa kamu mau ikut?
'' Maaf mah, sepertinya gk bisa, aku ada kegiatan besok.'' ucap Wildan
'' Kegiatan? kegiatan apa?'' tanya Bu Dewi penasaran
'' Sebenarnya sih bukan kegiatan, hanya ngumpul bersama teman aja,'' jawabnya membuat Kay sedikit merasa penasaran.
'' Oh, tapi bukan kerjaankan?'' tanya Bu Dewi lagi memastikan.
'' Bukan mah, hanya kumpul bersama teman lama.' jawab Wildan sambil melirik Kay dari kaca spion depan, dan kebetulan saat itu pandangan mereka bertemu, Kay cepat-cepat mengalihkan pandangannya kearah lain.
'' Kenapa tidak kamu ajak Kay sekalian Wil?'' ucap Bu Dewi
'' Ah tidak usah, aku dirumah saja bersama baby Al mah.'' tolak Kay cepat
'' Loh kenapa Kay? kamu itu butuh refreshing loh jangan dirumah saja, biarpun ada kegiatan, memangnya kamu gk jenuh? lagi pula ada mbok Surti yang jagain Al, dan toko bunga kan ada Wati, udah jangan berdebat lagi sama mama, Wil kamu ajak ya Kayla?!
'' Ya kali Kay nya mau, kalau aku sih gak masalah mah,'' jawab Wildan
'' Tuh dengar kan Kay? udah kamu harus ikut dengan Wildan besok!'' ucap Bu Dewi tak ingin dibantah, sedang kan Wildan tersenyum dalam hati saat mendengar ucapan sang ibu pada menantunya tersebut.
Astaga gimana ini, masa iya aku harus pergi sama mas Wildan, dia aja gk ada ngajak aku, bahkan basa-basi aja enggak
Batin Kay
KEESOKAN HARINYA
Jam sudah menunjuk pukul sepuluh pagi, namun Bu Dewi dan Sandra sudah pergi sejak jam sembilan tadi, kini dirumah hanya ada Wildan dan juga Kay, sementara Ningsih, pulang kerumah orangtuanya. Wildan baru saja menuruni anak tangga, laki-laki itu melihat pintu kamar Kay yang masih tertutup rapat.
'' Ajak gk ya? gimana kalau dia gk jadi ikut? tapi coba tanya aja lah dulu.'' gumam Wildan sambil melangkah menuju kamar Kay, namun belum lagi pria itu mengetuk pintu kamar tersebut, ternyata Kay sudah lebih dulu membuka pintu kamarnya.
'' Kay kamu jadi ikut?'' tanya Wildan langsung, pria itu memperhatikan penampilan wanita itu yang terlihat sudah rapi.
'' Kalau mas merasa keberatan, aku tidak akan ikut, lagi pula mama kan yang menyuruhku untuk ikut denganmu? bukan kamu yang memintaku.'' ucap Kay mempertegas.
__ADS_1
'' Iya kamu benar, tapi mas mau kamu ikut bersama mas hari ini bisa kan?'' tanya Wildan dan Kay hanya mengangguk sebagai jawaban
Saat ini keduanya sudah berada didalam mobil, hampir lima belas menit keduanya hanya saling diam, membuat suasana berasa canggung.
Kok aku merasa canggung gini ya saat berdekatan dengan mas Wildan, bingung harus bagai mana, kalau tau begini mending gk usah ikut, bagai mana kalau nanti waktu ada teman-temannya aku dicuekin sama dia?
Huff, Kay menghembuskan nafas berat
'' Kamu kenapa?'' tanya Wildan sambil melirik kearah Kay yang berada disampingnya.
'' Mas, apa kamu terpaksa mengajakku?'' tanya Kay
'' Kenapa kamu bertanya seperti itu? bukankah tadi mas bilang kalau mas ingin kamu ikut bersama mas? atau jangan-jangan kamu yang terpaksa karna tidak enak menolak mama kemarin?'' tanya Wildan balik, Kay tidak langsung menjawab, dan itu membuat Wildan berpikir jika tebakan nya itu benar
Tiba-tiba Wildan menepikan mobilnya membuat Kay menatap heran pada nya.'' Mas ada apa? kenapa berhenti?'' tanya Kay
'' Mas berhenti karna mas tidak mendapatkan jawaban darimu. Katakan! apa kamu merasa keberatan ikut bersama denganku? apa kamu terpaksa ikut karna merasa tidak enak sama mama?'' tanya Wildan sekali lagi
'' Awalnya iya, aku merasa terpaksa karna merasa tidak enak sama mama.'' jawabnya membuat Wildan meraup wajahnya kasar
'' Lantas kenapa kamu ikut sekarang? bukankah mama sedang tidak ada dirumah, kan bisa kamu menolakku.'' ucap Wildan terlihat kesal
'' Jangan mas, aku akan ikut dengan mas hari ini.'' ucap Kay, yang tak ingin Wildan marah lagi padanya, walaupun kenyataannya lelaki itu masih saja terlihat kesal,, tanpa bertanya lagi Wildan kembali menyalakan mesin mobilnya dan kembali melaju dijalan raya.
Setelah tiga puluh menit mereka pun sampai ditempat tujuan.
'' Ayo turun!" ajak Wildan, yang diangguki oleh Kay.
'' Ini kita dirumah siapa mas?'' tanya Kay sambil memperhatikan rumah yang mereka kunjungi saat ini.
'' Ini rumah temannya mas.'' jawabnya singkat
Tak lama terlihat seorang wanita muda keluar dan langsung menyapa Wildan.'' Haaii Wil, kamu sudah datang?'' ucap seorang wanita cantik yang baru saja keluar dari rumah.
'' Haaii Wil, loe sama siapa?'' sambung seorang laki-laki yang juga ikut keluar dari dalam rumah yang sama.
'' Dia Kayla, saya datang bersamanya.'' jawab Wildan
'' Kay kenalin mereka adalah teman mas saat kuliah dulu.'' ucap Wildan yang disambut dengan senyuman oleh Kay
'' Hai saya kenalin aku Fika dan dia suamiku Pikri.' ucap wanita cantik tersebut.
__ADS_1
'' Saya Mikayla, panggil saja Kay.'' ucap nya.
'' Senang berkenalan denganmu Kay, yasudah ayo masuk, yang lain juga sudah pada datang.'' jawabnya sambil mengajak Kay dan Wildan masuk kedalam rumah tersebut.
'' Dimana mereka?
' Ada diteras belakang.'' jawab laki-laki tersebut
Terlihat ada dua orang lagi disana, seorang laki-laki dan perempuan .'' Loh Wil, aku kira kamu datang sendiri, siapa wanita cantik itu?'' tanya laki'laki tersebut
'' Namanya Kayla, Kay kenalin mereka juga teman-temannya mas, yang itu mananya Winda dan itu Apoy.'' jelas Wildan
'' Hai saya Kayla.'' ucap Kay memperkenalkan diri.
'' Hai Kayla, senang bisa mengenalmu,'' jawab lelaki tersebut yang tak lain adalah Apoy, sedangkan wanita yang bernama Wilda hanya diam dan terlihat tak perduli dengan kehadiran Kay disana karna sejak tadi yang ia perhatikan hanya Wildan saja.
'' Wildan, apa Kayla ini kekasihmu?'' tanya Apoy, membuat Kay langsung melihat kearah Wildan, Kay penasaran apa jawaban yang akan diberi pria itu
'' Kay adalah--,''
'' Oya Wildan aku masak puding loh, kamu mau cobain gk? yuk kita kedapur sekarang.'' ucap Winda sambil menarik tangan Wildan
'' Dasar anak itu tidak pernah berubah.'' ucap Pikri, kan yang masak bini gue, eh malah diklaim sama tuh anak.'' protes Pikri, membuat Fika dan Apoy langsung tertawa mendengarnya.
' Udah ikhlasin aja, Fika aja santai, kok loe yang kebakaran jenggot sih.'' ucap Apoy sambil menggelengkan kepalanya
'' Sekarangkan dia sudah gk ada saingan lagi bro makanya dia gas terus '' sambung Apoy
'' Eh Kayla, kamu ini sebenarnya siapa nya Wildan?'' tanya Fika
'' Saya hanya temannya saja mba, jawab Kay sambil tersenyum paksa
'' Baguslah kalau gitu, soalnya si Winda itu naksir berat dengan Wildan, sudah lama, hanya saya waktu itu dia keburu nikah sama Maya dan terakhir kami dengar, dia juga gagal nikah, jadi si Winda semangkin gencar untuk mendapatkannya.'' jelas Fika
'' Iya benar tuh, kalau kamu pacarnya hati-hati saja dengan Winda dia itu terlalu agresif jadi wanita.'' sambung Apoy
'' Haha, dasar loe Poy, itukan adek loe sendiri, masa loe ngomong nya gitu.'' ucap Pikri
'' Habisnya gk bisa dibilangi tu anak, udah sering ditolak juga masih aja gk nyerah.'' sambung pria yang bernama Apoy, yang ternyata adalah Abang dari wanita yang bernama Winda. Sementara Kay yang mendengar, entah kenapa merasa tiba-tiba hatinya sedikit panas, tentu saja semua itu karna dihati kecilnya masih terselip nama Wildan, namun Kay tak mau mengakuinya, tepatnya belum siap jika kembali menjalin hubungan dengan pria itu.
Next
__ADS_1