Ibu ASI Untuk Bayi Om Duda

Ibu ASI Untuk Bayi Om Duda
S2. Ainsley


__ADS_3

Malam hari.


Jam segini Azriel meminta untuk dibuatkan susu. Ya, karena pria itu memang tidak terbiasa ketika tidur, belum menenggak air yang menyehatkan badan itu.


Saat sampai di dapur, tiba-tiba Ina menjumpai seorang wanita yang hanya mengenakan crop top sebawah dada. Ina dapat melihat perut mulus rata dan punggung indah perempuan itu.


Tiba-tiba gadis yang seumuran dengannya itu tersenyum melihat kehadirannya. "Hai Kak!" sapanya.


"Oh hai," balas Ina canggung.


"Kau istrinya Kak Azriel ya?"


'Dia sangat cantik, tubuhnya sangat bagus,' batin Ina.


"Ya, kau sepupunya suamiku ya?"


"Ya!" Gadis itu mengulurkan tangannya kepada ini, lalu memperkenalkan diri, "Namaku Ainsley, panggil saja aku Sle. Aku sepupunya kak Azriel, dari Amerika."


"Aku Ina!"


"Aku sempat mendengar ceritamu, kau adalah gadis hebat yang bisa merubah kak Azriel. Berhasil menyembuhkannya, dan bisa meluluhkan hatinya," ucap gadis bule itu.


"Ah, itu hanya pujian. Sebenarnya tidak, aku hanya seorang pembantu yang tidak sengaja naik jabatan," gurau Ina.


"Bisa saja kau. Kukira kak Azriel itu tidak akan pernah mau menikah, dia 'kan sangat arogant dan selalu privat. Kau tahu, dari semenjak sekolah SMP dia itu selalu menghabiskan waktu dengan belajar terus. Sampai ada satu perempuan sangat cantik yang mengejarnya, tapi sama sekali tidak dia respon, bahkan banyak yang bilang kak Azriel itu tidak normal!" Ainsley mulai mengakrabkan diri. Ia bercerita dengan semangat.


"Wah kau begitu mengenal suamiku," balas Ina masih sibuk dengan menyeduh susu.


"Aku dengar cerita dari kak Diksel, dulu dia pernah satu sekolah dengan kakakku di Amerika. Sebenarnya kak Azriel itu sangat ramah, tetapi dia hanya menunjukkannya dengan orang-orang yang sangat dekat dengannya saja."


'Pantas saja, aku kaget dia bisa berubah menjadi aneh sampai sikapnya yang nyeleneh. Terkadang dia sangat menyebalkan, tetapi dalam sekejap dia bisa berubah menjadi kejam,' batin Ina.


"Aku sangat menyayangi kak Azriel, kau tidak boleh salah paham tentang kedekatanku dengannya," ucap Ainsley.


'Dasar pria pengadu,' batin Ina.


"Maafkan aku, karena salah paham dengan kalian. Aku tidak pernah mengenalmu, wajar saja aku mengira kau kekasih baru suamiku," ungkap Ina.


"Kak Ina tenang saja, kak Azriel tidak doyan wanita di luaran sana, terlebih saat ini dia sudah mempunyai istri."


"Sedang membicarakanku yaaa?" Tiba-tiba hantu di balik kegelapan datang. Ya, hantu tampan yang muncul di kegelapan dengan hanya mengenakan boxer pendek.


"Menyambung saja!" sahut Ainsley.


Lampu kembali dinyalakan oleh gadis bule itu, tiba-tiba ia tergelak saat melihat sepupunya itu hanya mengenakan boxer yang bermotif kartun.


"Bhhahahaa ... boxer itu tidak cocok di tubuh kekarmu Kak, haha!"


Diam-diam Ina menahan tawa. Ia pun baru kali ini, melihat suaminya itu memakai celana yang cute di tubuhnya.


"Kenapa? Aku tetap tampan!" ucapnya merasa bangga.


"Kenapa motifnya warna merah, kenapa tidak pink saja?"


"Menjijikkan!"

__ADS_1


'Astaga dia benar-benar bukan tuan muda Azriel yang sangat kejam,' batin Ina sembari menggeleng terkekeh.


Ainsley kembali terbahak. "Kak Ina hati-hati ya ditembak pistol Arab. Lihat tuh' sudah nyambung ahhahah!"


"Gadis sialan!"


Setelah mematikan lampu kembali, Ainsley berlari cepat menuju kamarnya. Azriel berjalan menghampiri Ina yang masih menahan tawa.


"Kau menertawakanku?"


"Tidak!" Bibir mungil itu seakan tidak bisa datar, sampai rasanya tawa Ina ingin jebol.


"Berani kau menertawakanku, habis kau malam ini!" ancam Azriel.


Ina tidak menggubrisnya, ia langsung menyodorkan gelas susu buatannya itu. "Minumlah!"


Azriel mengambil gelas itu, ia merapatkan tubuhnya di belakang Ina. Sampai gadis itu menahan napas saat melihat suaminya sedang menenggak susu.


Satu tangan Azriel mendarat di tepi meja dapur, guna untuk mengunci pinggang Ina.



Note: Gambar contoh posisi!


Sementara pria itu asik menenggak susu dengan sangat cepat. Ina berusaha menelan salivanya susah payah, saat melihat jakun suaminya itu naik nurun dengan cepat.


"Lagi?" tawar Ina saat melihat gelas susu itu habis tak tersisa.


"Hmm, ya. Aku mau lagi, tapi yang itu saja ...."


"Jangan mengada!"


"Kenapa? Kau tidak perlu repot menyeduh," ucap Azriel menggoda.


Ina berontak untuk keluar dari kuncian tangannya, lalu gadis itu berlari cepat memasuki kamarnya. Azriel tersenyum puas. Wajah pucat istrinya sangat menghibur hati.


***


Pagi hari.


Azriel semalaman benar-benar tak memberikan Ina kebebasan, bahkan untuk bernapas saja Ina seakan tidak boleh. Ya, malam ini adalah malam yang di mana ia tidur berdua kembali di atas ranjang.


'Untung aku tidak mati kecekek,' batinnya.


Gadis itu berjalan menuju kamar, membersihkan diri. Kemudian, ia mulai membangunkan sang suami.


"Mas ... sudah pagi!"


"Aku masih mengantuk!"


"Memangnya tidak bekerja?"


"Libur, kau harus temani aku seharian di kamar!" Azriel menggeliat, pria itu kembali memejamkan matanya.


Ina bergumam dalam hati, 'Astaga mati aku. Tidak, aku tidak mau dibuat kesal seharian!'

__ADS_1


"Hmm, tapi di kantor banyak pekerjaan. Pasti numpuk setelah kamu pergi kemarin." Ya, gadis ini berusaha agar suaminya tidak berniat free seharian.


Azriel langsung memicingkan mata dengan tajam. Ia menatap Ina seperti melihat musuh. "Kenapa? Kau tidak mau aku ada di rumah?!"


"Ah tidak, bukan seperti. Ya sudahlah ...."


Gadis itu pun beranjak. Namun, tangan jahil Azriel bergerak membuat ulah. "Mau kemana?" tahannya.


"Membuat sarapan."


"Temani aku tidur saja!" Pria itu menarik istrinya agar ikut masuk dalam selimutnya. Namun, Ina sangat cekatan. Sebelum suaminya melakukan itu, ia lebih dulu menggigit tangan Azriel. Alhasil Azriel pun meringis, dan refleks melepaskan tangannya.


"Aku sibuk!"


"Ina awas kau!"


"Arrghh, tanganku bisa infeksi jika digigit berkali-kali dengannya!"


Di meja makan.


Ina kembali akur. Di depan mertua ia tampak melayani sang suami sepenuh hati. Guratan wajahnya pun tak menunjukkan keterpaksaan.


"Kalian kapan honeymoon?" Tiba-tiba pertanyaan yang membuat hati ini berdisko ria dilayangkan oleh sang mertua.


"Niatnya hari ini aku ingin staycation di hotel berdua," sahut Azriel.


'Astaga, dia mencoba membunuhku,' batin Ina. Gadis itu tetap memasang wajah santai, walau terasa sangat gemetar dan gugup.


"Asik, aku boleh ikut tidak?" sahut Ainsley.


"Iren juga!"


"Ayo kita hancurkan malam pertama mereka," timpal Aryan semangat.


"What? Malam pertama? Tidak mungkin kalian baru ingin melakukan one night stand!"


Sementara Azriel sangat geram dengan sahutan mereka, terlebih dengan adik laki-lakinya. "Aryan kau belum pernah merasakan sendal jepitku yaa?" geram Azriel seolah ancang-ancang ingin melepaskan sendalnya.


Aryan menyengir, lalu ia mengangkat kedua tangannya, "Ampun Kak!" Azriel pun menarik napas jengah.


"Ya sudah, kapan kau akan berangkat?"


"Hari ini juga!"


"Hah!"


Ina merasa terkejut. Shireen pun bertanya, "Kenapa Sayang?"


"Ah tidak apa-apa, Buk."


"Son, kenapa tidak honeymoon ke luar negeri saja? Kalian akan menikmati berbagai wisata di negeri asing. Mau kemana? Biar Daddy siapkan tiketnya," sahut Samuel.


"Iya Sayang, biar kalian santai menikmati masa berdua kalian. Siapa tahu, nanti iseng-iseng berhadiah," ucap Shireen.


Uhuk uhuk ...

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2