Ibu ASI Untuk Bayi Om Duda

Ibu ASI Untuk Bayi Om Duda
S3. Nona Kecilku


__ADS_3

Senyum secerah mentari telah terbit, manik mata indahnya tersirat kebinaran, sementara guratan wajah itu terpancar kebahagiaan.


"Om Agha!"


Mendengar teriakan antusias dari Abel, Aghafa sudah berancang-ancang untuk menyambut pelukannya.


"Gadis manisku ...."


"Om, Abel mau ke taman tempat kemarin, tapi sebelum itu kita beli makanan dulu ya, Abel lapar ...."


"Siap Boss!" Aghafa langsung menggendong Abel untuk memasuki mobil. Kala itu Gafin sudah siap untuk mengemudikan.


"Gaf, mampir ke Mcdonald dulu!"


"Baik Tuan!"


Dari arah pantulan kaca Gafin dapat melihat wajah Abel, dia menilisik sebentar sebelum akhirnya dia menancap gasnya.


"Sungguh aneh, mereka terlihat sangat mirip bahkan aku merasa mereka seperti memiliki hubungan darah. Pahatan wajah nona kecil ini, persis sekali dengan wajah Tuan,' batinnya.


Setelah membeli makanan, Abel meminta untuk singgah di sebuah taman tempat biasa ia bermain. Kini, Agha beserta asistennya itu tengah menonton Abel yang begitu lahap menyantap makanannya.


'Bibir imutnya mirip sekali dengan Azel,' batin Agha. Ia asik menatap bibir imut Abel yang berkunyah seolah mulut kecilnya tidak ingin diam, sesekali ia membantu bocah itu untuk menyuap.


"Lapar sekali Nona," godanya.


Abel tersenyum dengan masih mengunyah. "Abeu laparh Om!" ucapnya dengan mulut yang penuh.


Aghafa membantunya untuk memberikan minum, ia juga membersihkan mulut Abel yang comot. Diam-diam Gafin tersenyum, baru pertama kali ia melihat tuannya itu sebegitu perhatiannya dengan anak-anak.


"Apa kau tidak makan di rumah?"


"Abel hanya sarapan aja tadi di rumah, itu juga terburu-buru karena mami mau pergi."


"Pergi? Kemana?"


"Keluar negeri katanya, dan malam ini Abel tidur bersama dengan Omah dan Akek."


"Berarti kesempatan aku untuk bertemu dengan mamimu tertunda dong?"


"Maaf ya Om, kata mami nanti diusahakan untuk bertemu, saat-saat ini mami sedang sibuk-sibuknya."


"Baiklah, tidak apa-apa. Aku akan menunggu."


'Aku akan buat kejutan untukmu Azel, betapa rindunya aku melihat wajahmu lagi. Namun, sebelum itu aku akan buat anakmu menjadi dekat denganku, otomatis aku juga bisa mendekatimu,' batin Agha.

__ADS_1


"Bagaimana jika menginap di rumah Om? Malam ini Om akan bawa kamu ke pasar malam untuk bersenang-senang, bagaimana?"


"Wahhhh!"


****


Malam hari.


Agha tak main-main dengan ucapannya. Kini ia sudah mengetahui banyak hal tentang Azel, wanita pujaannya. Cukup puas karena ia bisa mengetahui tempat tinggalnya, bahkan pekerjaannya saat ini. Hanya satu yang ia belum tahu, apa status Azel saat ini.


Ya, bisa saja perempuan itu sudah menikah. Pikirnya seperti itu.


"Anak Om yang manis ... nanti jangan minta pulang ya, kau 'kan sudah janji menginap di rumah Om."


Di sebuah pasar malam atau festival bazar, yang di mana tempat ini adalah kesukaan Abel saat santai bersama maminya.


Namun kali ini ia seperti kencan buta dengan seseorang. Ya, Abel diam-diam tidak memberi kabar kepada sang mami ataupun keluarga dari maminya jika ia ingin jalan-jalan dengan pria yang belum lama ini dikenalnya. Ia hanya takut jika tidak diberi izin, sementara keinginannya yang ingin bebas bersama Agha sangat besar.


"Om, nanti kalo mami Abel ngomel Abel keluar sama orang yang baru dikenal, bantu Abel ya. Mami Abel galak kalo udah marah!" celotehnya sembari menjilati es krimnya.


'Ini kesempatanku, untuk bisa mengorek tentang Azel dengan anaknya,' batin Agha.


"Masa sih? Apakah mamimu itu cerewet?"


"Ihhhh mami itu bukan cerewet lagi tapi bawel sebawel-bawelnya. Apalagi soal makanan manis, mulut mami dari pagi sampai sore pasti ngoceh terus!"


"Wahhh pasti mamimu menggemaskan seperti kau," balas Agha.


"Mami itu sangat cantik, bahkan kita selalu disangka adik kakak. Karena mami terlihat seperti masih muda Om!"


"Aku jadi tidak sabar ingin bertemu dengan mamimu!"


"Nanti ya Om, Abel akan usahakan untuk kita main bertiga!"


"Aku tunggu itu!"


'Entah apa rasanya aku tidak tahu kenapa aku bisa senyaman ini dengan seorang gadis kecil,' batin Aghafa.


***


Karena melihat kondisi Abel yang sudah mulai mengantuk, Aghafa berniat untuk langsung membawanya ke rumah.


Sebenarnya ia ingin membawa pulang, tetapi ia tak tega jika Abel sendiri di rumah, sementara ia belum mengetahui lokasi rumah keluarga Azel untuk dititipkan. Alhasil, ia harus menampung gadis manis itu.


Saat ini Agha sedang menggendong tubuh Abel yang sudah tertidur pulas. Bibir pria itu tak hentinya melengkung saat melihat wajah Abel yang terlihat tertidur seperti bayi.

__ADS_1


"Kau imut sekali, persis dengan wajah ibumu!" gumamnya. Lalu, ia mengecup kening Abel penuh kasih sayangnya.


Tiba-tiba ia mendengar suara sepatu menepak, terdengar menyusuri kamarnya.


'Elen, ahh rasanya aku malas sekali berurusan dengan wanita itu.'


"Aghaa ... Sayang ...."


Seorang perempuan seksi berbaju merah mencolok, yang terlihat beberapa bagian lekuk tubuhnya begitu terekspos.


"Elen, Elen ... tolong jangan seperti ini!" Agha mulai risih. Perempuan bernama Elena itu ingin memeluk dan menciumnya. Namun, bagi Agha itu bukan sesuatu yang pantas untuk dilakukan seorang perempuan kepada lelaki.


"Kenapa? Kau itu selalu merasa risih, padahal aku rela mengabaikan lelaki yang mengantri di luar sana, hanya demi kamu Agha. Aku ingin bercinta denganmu!"


"Elena tolong jangan membahas hal seperti ini, aku lelah esok janji aku akan turuti apapun yang kau mau!"


"Itu siapa?"


Tiba-tiba perhatian Elena teralihkan dengan sosok gadis remaja yang sedang tertidur di atas ranjang itu.


"Ah, dia keponakanku yang menginap semalaman di sini. Orang tuanya sedang tidak ada di rumah, jadi tolong kau bisa pulang saat ini. Aku juga ingin istirahat!"


"Kau mengusirku?"


"Iya!" jawab Agha asal.


"Agha!"


"Sudahlah, aku mengantuk Elen ...." Terpaksa Agha harus menggiring perempuan itu untuk segera pergi. Namun, lagi-lagi ada saja pertanyaan yang dibuatnya sehingga menunda ia untuk segera angkat kaki.


"Tapi, sejak kapan kamu punya keponakan? Setahuku om Abran hanya memiliki satu anak, yaitu kamu."


"Hmm ... itu anak dari pamanku, ya itu sepupuku maksudnya!"


'Nasib, baik aku masih mempunyai stok ide untuk mengelak pertanyaannya ini.'


"Ya sudah tunggu apa lagi?"


"Iya aku pulang. Huhh ... kau itu lelaki tidak normal atau memang tidak suka wanita? Eh sama saja ya? Ahh pokoknya kau bodoh Agha!" Perempuan itu sudah sangat sewot, sampai melangkah sembari menghentakkan tangannya.


"Terserah kau saja, kau tidak menarik di mataku kecuali Azel!" umpat Agha. Namun hanya ia yang dapat mendengar sendiri.


"Om ...."


Agha langsung kembali ke kamarnya, dan apa yang ia dapat? Ya pria itu tampak tersenyum saat melihat gadis yang dibawanya terbangun dalam kondisi rambut yang berantakan.

__ADS_1


"Hey Nona kecil, kenapa bangun? Berisik ya?"


"Abel sempat dengan suara Tante tadi, apa dia istri Om?"


__ADS_2