Ibu ASI Untuk Bayi Om Duda

Ibu ASI Untuk Bayi Om Duda
Samuel Ngidam


__ADS_3

Samuel terus memperhatikan gerak-gerik istrinya yang sedang membuatkan keinginannya. Ya, malam-malam seperti ini Shireen diharuskan untuk berkutik dengan alat dapur.


Melihat cara kerja gesit istrinya, Samuel sangat merasa gemas melihat wajah Shireen. "Dulu dia gadis yang menjadi ibu ASI anakku, tanpa sangka kini dia menjadi ibu kandung untuk anakku," gumamnya.


Melihat suaminya yang tersenyum-senyum, Shireen berdecak jengah. Kemudian, ia menunjukan hasil buatannya.


"Harus habis ya!"


Samuel menepuk pahanya, memerintah Shireen untuk duduk di pangkuan. Shireen menurut, dan ia menyuapi suaminya dengan rasa ikhlas begitu sabar.


"Enak?"


"Sangat!"


Shireen merasa puas dengan penilaian suaminya, setidaknya ia tidak dalit dan mau menerima. Namun dirinya yang merasa aneh sendiri, kenapa kehamilannya itu tidak ada yang menjadi keinginannya sama sekali? Atau memang pindah ke suaminya? Entahlah, yang terpenting bisa melayani suami adalah suatu kebahagiaan untuknya.


"Oke sudah habis. Mau minta apa lagi? Udah ya ...." kata Shireen bernada sewot.


"Memang boleh? Sepertinya bercinta di dapur sangat nikmat," balas Samuel.


'Astaga, apa lagi ini Tuhan? Nyesel banget ngomong gitu,' batin Shireen.


Tiba-tiba Samuel menaikkan tubuhnya di atas meja. Kemudian, ia menatap mata istrinya itu penuh damba, sebelum setelah terjadi ciuman panas.


Saat yang kebetulan, Leona keluar kamar karena ingin mengambil air dingin. Niatnya ia terurungkan. Air dingin yang dibutuhkan, kini justru air mata kepedihan yang datang.


"Miris!" gumamnya. Beberapa kali ia menekan dadanya, meredakan rasa sesak di dalam hatinya.


Melihat Samuel yang selalu memperatu istrinya, ia merasa itu suatu kesengsaraam untuknya. Di mana, ia diingatkan akan kesalahan dan penyesalan. Merutuki diri tanpa habis, dan hanya bisa menangis.


Ia memutuskan untuk kembali ke dalam kamarnya. Menyaksikan mereka adalah penyiksaan. Kini, ia bersandar di balik pintu kamarnya.


"Mamah, Leona gak kuat. Leo ingin menyerah, sudah cukup banyak penyiksaan batin Leo berada di sini. Benar kata Mamah, mengejar yang sudah jauh itu sangat lelah. Leona ingin kembali, hikkss!"


***


Jika dihitung, usia kandungan Shireen saat ini sudah 3 bulan berjalan. Tanpa terasa, ia telah melewati masa hamilnya dengan kebahagiaan dan ketentraman.


Tak ada banyak beban pikiran selama itu. Ya, karena mertua perempuannya itu mulai ada respect bagus kepadanya. Justru, Yuri yang paling overprotektif jika prihal kandungan. Namun saja, cara bicara wanita itu tetap sama. Tidak menjadi masalah, Shireen menganggap itu sebuah hiburan untuknya karena sudah terbiasa.

__ADS_1


Seiring waktu berjalan, semakin tumbuh janin di dalam perutnya. Terkadang, dua anak tirinya selalu bertengkar karena rebutan hanya untuk membelai perut buncitnya. Walaupun belum terlihat menonjol, tapi bagi penglihatan Azel dan Azriel perut Mommynya itu sangat menggemaskan.


"Mommy, kok Daddy belum pulang?" tanya Azel.


"Kalna Daddy belum pulang, kita temani Mommy bobo yah!" ucap Azriel.


"Iyah Sayang ... anak Mommy bobo duluan aja ya. Nanti Daddy pulang, kalian Mommy bangunkan."


"Baik Mommy, Azel lagi tunggu Daddy pulang bawa tobot Ulatlamen!"


"Azil juga lagi tunggu sakuitcih Mbak Hello Kitty!"


"Apa? Mbak Hello Kitty? Astaga kenapa mainan kalian bisa ketukar gitu?" Shireen tercengang. Ternyata banyak perubahan dengan kedua anaknya itu. Melihat cengiran gemas dari mereka, Shireen hanya bisa terkekeh.


Beberapa jam kemudian. Ibu muda yang sedang mengandung itu kini merasa cemas, pasalnya sudah hampir tengah malam tapi suaminya tak kunjung pulang. Sampai kedua anaknya yang sedang menunggu, kini sudah terlelap.


'Mas kamu di mana? Kok tumben gak beri kabar? Anak-anak nungguin kamu.'


Setelah mengirim pesan kepada suaminya, Shireen segera merapikan posisi tidur anaknya. Ia berjalan membuka gorden, sembari menelpon Samuel.


"Gak biasanya," gumam Shireen.


"Lo kenapa Reen? Belum tidur? Azel Azriel di mana?" tanya Lia.


"Mereka udah tidur, tapi kenapa kakak kalian jam segini belum pulang ya? Ini udah larut malam lho," balas Shireen.


"Jam berapa Kak sekarang?" tanya Lia.


"Udah hampir dini hari. Gak biasanya kakak belum pulang. Apa dia ada kasih kabar?" imbuh Lia.


"Justru itu, kalo dia kasih kabar gue gak sepanik ini. Mana gue lagi pengen sesuatu," balas Shireen.


"Lo mau apa? Jangan sampe ponakan gue ngeces gara-gara permintaannya gak dituruti!" kata Lisa.


"Iya, bilang aja!" timpal Lia.


"Kayaknya nasi goreng buatan kakak lo itu enak. Kemarin gue dibuatin, walaupun acak-acakan tapi rasa enak juga!"


"Kita aja yang buat, mau?"

__ADS_1


"Nggak, pasti rasanya beda!"


"Hadeh, dalit banget sih!" ketus Lisa.


"Inikan yang mau anak gue. Lagian bayi gue cuma mau bapaknya yang bikin!"


"Oke bentar, gue telpon asisten kak Samuel. Demi, supaya ponakan gue gak ngeces!" Lisa akhirnya mengeluarkan ponsel, lalu menelpon seseorang yang selalu bersangkutan dengan kakaknya.


"Aduh, baik banget deh adik ipar."


Berselang beberapa saat, kini Lisa mengetahui keberadaan kakaknya. "Kak Sam lagi di club ternyata. Dari tadi, dan sekarang dia masih di sana," ucap Lisa.


Seketika Shireen memudarkan senyum yang awalnya terbentuk jelas.


***


Di sebuah diskotik elit. Ada banyak penikmat alkohol yang sudah mulai mabuk.


Ya, termasuk dengan sosok seorang pria tampan yang sedang menyembunyikan wajahnya di balik tekukan tangan. "Kenapa kau masih terlihat segar, padahal kau begitu banyak minum!" ucap Samuel mulai bernada melantur.


Ia berbicara kepada seorang perempuan seksi yang terlihat seperti memakai bikini. Begitu terbuka dan menggoda.


'Ini kesempatan yang aku tunggu-tunggu Sam. Sudah waktunya bukan?' batin perempuan itu.


"Aku hanya meminum juice, mana mungkin bisa mabuk, Sam ...." balasnya dengan menggoda.


"Liyu, sebaiknya kau pulang. Pikirkan kakakku yang selalu mendapat cinta palsu darimu, hanya karena kau sibuk mengejar aku!"


Ya, kakak iparnya itu semalaman ini menemaninya bersantai di club. Awalnya hanya ia sendiri di sini, tapi tiba-tiba perempuan itu datang dengan penampilan yang begitu menggoda, hingga mengundang hasrat pemuda. Wanita itu datang hanya untuk membantu Samuel meminum banyak whisky.


Mengetahui Samuel yang sudah mabuk berat. Liyu melancarkan keinginannya. Serasa begitu gatal ingin membelai Samuel, ia bergerak untuk duduk di pangkuannya dan saat itu juga wanita itu mel*mat habis bibir adik iparnya.


Samuel tidak menolak. Dalam kondisi setengah sadar itu, membuatnya kehilangan akal. Banyak orang yang menyaksikan, bahkan beberapa pria yang iri ingin dilayani oleh tubuh molek Liyu.


"Kita nikmati malam ini bersama, adik iparku tersayang," bisiknya. Tentu saja itu memberikan sengatan untuk Samuel. Sementara pria itu sedang membayangkan wajah istrinya yang begitu ia dambakan.


'Aku akan menikmati malam yang penuh kebahagiaan ini."


Bersambung .....

__ADS_1


__ADS_2