Ibu ASI Untuk Bayi Om Duda

Ibu ASI Untuk Bayi Om Duda
Kebencian Leona Terhadap Shireen


__ADS_3

Keesokan hari, suasana pagi.


"Maafkan aku karena hari ini aku pergi dan meninggalkanmu. Ada urusan penting yang mendadak. Tetaplah berada di rumah bersama sama Mami. Papi akan ikut denganku, aku akan meminta Mami untuk menemanimu," ucap Samuel.


Pria itu terlihat sudah sangat siap dengan setelan jas formalnya. Entah ada urusan penting apa yang mendadak seperti ini, bagi Shireen tidak masalah. Selagi masih ada orang rumah yang menemani, Shireen merasa baik-baik saja.


"Gak apa-apa Mas, pergilah!"


Kekhawatiran Samuel hanya satu. Ya, ia takut jika Shireen melahirkan tiba-tiba dan di posisi itu di mana ia tidak ada di rumah. "Mungkin aku akan malam, jadi kau dan Mami di rumah akan dijaga dengan Rico asistenku."


"Rico? Lalu, siapa yang akan melayani Mas nanti?"


"Ada Papi dan Tansoon, aku tidak terlalu membutuhkan asisten. Kau yang lebih membutuhkannya."


"Sebenarnya Mas mau kemana?"


"Aku ada urusan penting yang lumayan jauh dari kota ini. Jadi, kau jaga diri dan bayi kita. Aku hanya pergi sampai malam nanti."


"Baiklah, hati-hati!"


Setelah mengecup perut besar istrinya, lalu beralih di bibir pipi hidung hingga berakhir di kening, akhirnya pria itupun pergi.


***


Setelah beberapa jam keberangkatan suaminya. Kini, di rumah Shireen hanya bersama Mami mertua dan pembantunya saja. Karena Dika ikut dengan Samuel, sedangkan Lia dan Lisa sedang ngampus dan sebentar lagi pun akan pulang.


Azel dan Azriel saat ini sedang berada di luar, bermain di rumah tetangga. Mereka memang suka lupa dengan orang rumah, sampai keasikannya mereka tidak mau pulang jika belum disusul oleh Shireen.


Shireen keluar kamar, di ruang tamu ia mendapati seorang pria yang sedang mengobrol dengan Maminya. Ternyata, itu adalah Rico yang dimaksud asisten suaminya.


"Selamat siang Nona Shireen," sapa pria tampan itu.


"Siang juga."


"Shireen, kau temani Rico mengobrol dulu, Mami mau buatkan minum untuknya," ucap Yuri.


"Biar aku yang membuatkannya, Mami temani saja dia!"


"Baiklah, hati-hati dan jangan makan sembarangan yang ada di dapur!"


"Iya Mami!"

__ADS_1


Shireen melangkah ke dapur, mereka pun kembali melanjutkan pembicaraannya.


"Awalnya saya mengira bahwa Nona Shireen itu adik kandung Tuan Sam. Karena saya asisten baru, yang hanya tahu rumor Tuan itu seorang duda. Ternyata para karyawan di kantor baru memberitahu bahwa yang sering datang membawa makanan untuk Tuan Sam adalah istrinya," tutur Rico.


"Iya Nak, dia juga ibu ASI cucuku."


"Maksudnya, bagaimana Nyonya? Saya dengar Tuan Sam di tinggal oleh mantan istrinya dulu. Apa mungkin sebab itu, dua anak kembar Tuan diberi ASI?"


"Shireen itu seorang gadis yang dulu punya kelebihan hormon, dia yang menyusui kedua bayi kembar Sam. Dan aku tidak tahu bagaimana cerita dan hidup yang mereka jalani hingga mereka saling jatuh cinta, sampai nekat menikah tanpa restuku."


Rico mengerutkan keningnya. "Kenapa Nyonya tidak merestui?"


"Dulu aku tidak mendukung hubungan mereka karena aku ingin menjodohkannya kembali dengan mantan istrinya. Namun aku telah menyadari bahwa anakku sudah tidak lagi cinta dengannya, dan sampai saat ini aku membiarkan mereka bersama demi kebahagiaan Samuel."


"Maaf, tapi siapa perempuan yang berada di club itu, kejadian beberapa bulan yang lalu?" tanya Rico. Lelaki yang baru datang di keluarga Raymond itu ingin mengenal banyak tentang kepribadian tuannya.


"Dia kakak iparnya Sam. Salah satu mantan pacarnya dulu. Jika kau tahu, anak satuku itu dulunya sangat nakal yang hidup bagaikan predator untuk menangkap semua wanita. Waktu tinggal Amerika bersamaku, di berbagai pelosok kota setiap wanita dia pacari. Itulah Sam, tapi jika dia sudah mencintai satu wanita dengan tulus tidak akan dilepaskannya."


Rico benar-benar sudah mengerti dan tahu hubungan-hubungan dan siapa saja yang menjadi peran di keluarga ini.


"Jadi, jangan kau menganggap kejadian itu adalah perselingkuhannya. Pada kenyataannya, kakak iparnya itu yang memang masih mengejar dia."


"Aku tahu sekarang, dan paham apa motif latar belakang kejadian waktu itu, Nyonya."


Di kala asiknya mereka bercerita, tiba-tiba dari dapur terdengar suara Shireen berteriak. Sontak membuat mereka terkejut dan langsung menghampiri.


"Shireen!"


"Mami tolo-eemphh!"


"Jangan dekat, satu langkah kalian maju. Bayi dan ibunya akan mati di tanganku!" Seorang berbaju hitam dengan jubah yang menutupi kepala, sedang menodongkan sebuah pisau tajam ke arah perut Shireen.


Sedangkan Shireen saat itu sudah di bekap dengan dua orang pria kekar. Seketika mata Rico menatap ketiganya dengan mata elang. 'Aku tahu siapa mereka!' batinnya.


Lia dan Lisa datang, Rico langsung melempari ponsel ke arah Lisa.


"Hubungi kakak kalian!" titahnya. Namun naas, Lisa justru dibekap oleh satu pria kekar seperti mereka. Mengandalkan kecerdasannya, Lisa langsung melempar ponsel itu kepada adiknya. Lia yang cekatan dan sigap segera berlari kencang menuju kamarnya dengan membawa ponsel itu.  Sehingga satu pria yang mengejarnya tak berhasil karena Lia sudah lebih dulu mengunci dirinya di kamar.


Alhasil, kini Lisa pingsan setelah tertangkap dan terbius. Sementara seseorang berjubah hitam itu masih menodongkan senjata tajamnya. Karena ia memakai masker, Yuri tak tahu siapa sosoknya.


"Kita bermain cantik Nona Leona, kau lepaskan dia dan ambil nyawaku!" ucap Rico.

__ADS_1


"Leona?" gumam Yuri.


Seketika keterkejutan Yuri terlihat saat sosok berpakaian serba hitam itu menampakkan dirinya.


"Aku tidak membutuhkan nyawa murahmu, Rico!" ucapnya sembari terkekeh.


"Astaga Leona! Ke-kenapa kau seperti ini?" Yuri seakan tidak bisa berkata-kata lagi. Tenggorokannya tercekat melihat seseorang yang sangat dikenalinya menjadi penjahat.


"Hallo, kenapa begitu terkejut Mami? Cih, sungguh muak aku memanggil nama itu!" ucap Leona.


"Nak, ada apa denganmu?" Wanita paruh baya itu mencoba mendekat. Tetapi, dicegah oleh Rico.


"Jangan mendekatinya Nyonya, perempuan itu berbahaya!"


Di dalam kamar.


Lia menangis terisak, sembari menelepon kakaknya.


"Kakak cepatlah pulang, Shireen dan Mami dalam bahaya hikks! Pulang cepat, Lia khawatir!"


'Sayang-Sayang ... tenanglah, kau di mana sekarang? Ternyata sang Papi yang menjawab.


"Papi, Lia ada di kamar hikkss. Di dapur Shireen di bekap, ada Mami dengan Kak Rico juga. Cepat pulang, Lia takut terjadi sesuatu pada mereka!"


'Tenanglah. Aku minta tolong kau keluar rumah dengan perlahan-lahan jangan sampai ketahuan mereka, beritahu bodyguard di luar dan suruh mereka mengajak yang lain.' Suara sang Papi kini tergantikan dengan suara kakaknya.


"Baik Kak!"


Kembali lagi suasana di dalam dapur. Semakin mencekam, terlebih pisau itu saat ini sudah sangat dekat berada di perut Shireen.


"Ini yang Mami sayang-sayang bukan? Bagaimana jika aku membunuhnya?" Leona menyeringai, kemudian dia tertawa keras.


"Jangan Nak, aku mohon .. dia cucuku. Leona sadarlah, Mami tahu ini bukan dirimu!"


Leona menjauh dari Shireen yang sudah terlihat tak berdaya lemas dan tak bertenaga. Perempuan itu tersenyum pilu, menancapkan pisau tajamnya di buah apel yang berada di atas meja.


"Ini diriku yang sebenarnya."


"Aku tahu kau baik. Lepaskan dia, biarkan mantan suamimu bahagia dengannya. Kau tak pernah pandang aku dari dulu, aku ini seorang yang sampai sekarang masih menunggu kau. Aku masih mencintaimu Leona!"


"Jangan ucapkan cinta kepadaku. Aku memang baik, tapi aku juga bisa berubah jahat jika aku sudah tersakiti terlalu dalam. Keluarg ini telah mengacuhkanku. Dan, ya perempuan ini yang telah merenggut segalanya. Suamiku, anakku bahkan orang-orang yang kucintai. Aku sangat membencinya, aku ingin dia mati, dan merasakan semua rasa sakit hatiku!"

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2