Ibu ASI Untuk Bayi Om Duda

Ibu ASI Untuk Bayi Om Duda
Pernikahan


__ADS_3

Shireen dipersilahkan untuk memasuki gedung pencakar langit itu. Berjalan anggun, dengan didampingi dua gadis kembar di sisi kanan kirinya. Mereka terlihat seperti dayang-dayang yang tengah menjaga ratunya.


Semua orang terpaku. Gaun mewah mahal, yang seakan menyala menghipnotis semua orang akan keindahannya. Polesan wajah yang amat rupawan dengan pahatan muka gadis itu yang paripurna, membuat para tamu berdecak kagum. Namun, beberapa juga ada yang iri, dari itu kecantikan sampai kedudukannya yang akan menjadi nyonya Raymond.


Sungguh, Shireen bagaikan Cinderella yang sedang menghadiri pesta. Kini matanya masih mencari keberadaan sang pangeran, dan ternyata dia sudah berdiri gagah perkasa dengan tersenyum manis melihat kedatangannya.


'OMG, jadi beneran gue bakal jadi pengantin dadakan hari ini? Aaa, gue masih gak percaya!' batinnya dengan mata yang berbinar, tetapi merasa terharu hebat.


"Today we are always waiting for right? I will bind you with marriage," bisik Samuel saat dirinya sudah menggenggam tangannya.


***


Sedangkan di dalam kamar, saat ini Yuri dan Leona masih merenung.


"Mami, apa tidak ada cara untuk membatalkan pernikahan itu? Aku sangat tidak rela Mami, aku ingin Sam kembali kepadaku, hikksss!" Yuri terus memeluknya menyalurkan ketenangan untuk perempuan tersayang itu.


"Maafin Mami, Sayang. Jika sudah seperti ini, Mami cuma bisa pasrah. Samuel sangat keras kepala, dia nekat menikah tanpa restu Mami."


"Mih, aku hanya takut anak kembarku jatuh ke dalam pelukan gadis itu. Mengacuhkan aku sebagai ibu kandung mereka. Jujur, aku hanya takut gadis itu mengambil anakkku!"


"Mereka boleh menikah, tetapi untuk hak asuh anak, hanya kau dan Samuel yang berhak mendapatkannya!"


Tangan Leona tiba-tiba menggenggam kuat-kuat, mengepal seakan melampiaskan rasa geramnya. "Mami, ayo kita datang ke acara pernikahan mereka!" ajaknya, berdiri tegap sehabis mengusap air matanya dengan kasar.


"Untuk apa? Itu hanya menyakiti hatimu, begitu pun dengan hati Mami. Mana rela, anak sendiri menikah tapi bukan wanita yang disetujui."


"Kita datang saja Mami!"


"Apa kau berniat untuk menggagalkannya?"


"Hmm, lihat saja nanti!"


***


Semua orang tersenyum bahagia, saat Shireen dan Samuel memasang cincin di jari mereka dengan saling bergantian. Ya, telah resmi sudah saat ini mereka menjadi sepasang suami-istri. Setelah, Samuel mengucapkan kata sakral dan janji-janji suci yang ia katakan langsung di depan semua orang dan para tamu undangan.


Semua tamu bertepuk tangan begitu riuh, tatkala Samuel mengecup kening gadis yang sudah menjadi istrinya hari ini.


"Kau resmi menjadi milikku. Love you!"


"Love you too. Terima kasih, untuk keseriusan Om!" Dua pasangan baru itu, saling memeluk.


Setelah banyak para tamu yang memberikan selamat, kini mereka sedang menikmati acara pestanya.


"Selamat ya Kak Sam, dan Shireen ..." ucap Lia.

__ADS_1


"Akhirnya jadi juga, haha!" gurau Lisa.


"Aku senang, karena kau bisa merasakan surga dunia lagi, dan tidak lagi menggunakan tanganmu." Yakinlah, hanya tatapan jengah dengan umpatan, Samuel berikan kepada kakaknya itu.


"Hmm, uncle. Setelah menghasilkan anak kembar dua, besok kembar 15 ya, biar rumah ramai dengan hadirnya bocil-bocil menyebalkan, seperti uncle!" Candaan dari Diksel mampu membuat mereka tertawa. Namun tidak dengan Samuel, ia benar-benar mengutuk kakaknya yang menghasilkan anak semenyebalkan Diksel.


"Papi juga senang, semua berjalan dengan lancar dan sangat baik hari ini. Jagalah wanitamu, karena dia harapan kebahagiaan putra-putrimu maupun calon pewaris Raymond yang akan datang nanti," pesan sang Papi.


"Terima kasih Papi, kau pria panutanku yang sangat hebat!" ucap Samuel memeluk sang Papi.


"Terim kasih Om-eh Papi. Hmm, Shireen merasa berarti hadir di keluarga ini," ucap Shireen.


Dika pun hanya tersenyum dan lagi-lagi memeluk anak dan menantunya itu.


"Terima kasih juga untuk kalian, walaupun doanya tidak ada yang benar aku tetap terima. Karena, hari ini aku sangat bahagia," celetuk Samuel.


Kini hanya Liyu, perempuan seksi itu masih memandang mereka. "Selamat untuk kalian yah! Semoga bahagia selalu," ucapnya. Percayalah sebenarnya itu adalah ujaran kebencian dan rasa irinya, terlebih kepada Shireen. Ia menginginkan juga malam terjadi padanya dan pria satu-satunya yang ia gandeng adalah Samuel. Sayangnya itu hanya keinginan yang pupus.


'Aku jamin hidup kalian tidak akan tenang dan bahagia!' batinnya.


Tiba-tiba dua orang perempuan datang dengan sangat cantik dan anggun. Shireen mulai menurun bibirnya, ya seketika senyumannya hilang.


"Selamat untuk pernikahan kalian," ucap Leona membuka kacamatanya, menampilkan sosok wajahnya yang amat cantik. Dia tersenyum begitu tulus dan bahagia.


"Terima kasih," jawab Shireen dan Samuel.


"Terima kasih Mami mertuaku. Jika bukan cinta dan ketulusan, tapi hanya untuk materi. Pernikahan ini tidak akan terjadi. Aku hanya ingin kebahagiaan untuk anak yang sudah kususui dulu," ucap Shireen sangat bijak. Semua orang tersenyum mendengarnya.


'Good job, baby!" batin Samuel.


"Maaf ya Nona, peran Anda hanya sebatas ibu tiri. Saya sebagai ibu kandungnya, lebih berhak memberi kebahagiaan untuk anak saya. Karena mau bagaimana pun Anda hanya orang ketiga, dari antara hubungan kami yang seharusnya lebih pantas saya di posisi Anda saat ini," ucap Leona lembut.


Tatapan tidak suka tetap diberikan kepada Shireen, dari Yuri. "Baik, saya tidak akan mengambil yang bukan hak saya. Tapi, kembali lagi dengan tergantungnya anak Anda dan suami saya," balas Shireen.


"Ya, aku tidak akan pernah melarang siapapun untuk mendekati anakku, terlebih terhadap ibunya. Silahkan, karena aku memang tidak berhak melarang mereka bertemu kepada wanita yang melahirkannya," ucap Samuel. Berhasil membuat Leona tersenyum bangga.


"Tetapi, itu semua tergantung dengan mereka sendiri. Apa kau sudah sangat yakin, putra-putri kita mau kembali kepadamu?" lanjutnya.


Skakmat, Leona sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Niatnya mempermalukan Shireen pupus sebagai rumor sang pelakor. Namun, sepertinya gadis itu yang lebih berkuasa di sini.


***


Malam hari.


Acara pesta sudah diakhiri beberapa jam yang lalu. Kini hanya tersisa rasa letih mereka.

__ADS_1


"Mama ayo pulang!" ajak Azel dan Azriel.


"Mommy dong Baby, sekarang 'kan Mama sudah menikah dengan Daddy!" ucap Lisa.


"Oh, oke Mommy ayo kita pulang!" ulang mereka.


"Kalian ikut dengan kita, Mommy dan Daddymu mau buat adik baru!" ujar Daniel. Pipi Shireen seakan panas mendengarnya.


"Ayo, pulang dengan Eyang, Nak!"


"Tidak mau!"


"Daddy dan Mommy, besok pulang. Kalian duluan yah!" bujuk Samuel.


"Iya Sayang ...." timpal Shireen.


"Janji?"


"Janji!"


Lia dan Lisa pun memaksa mereka untuk masuk ke dalam mobil, walaupun mereka tidak rela berpisah dengan orang tuanya.


"Om, apa mereka kita ajak saja? Kasihan ...." ucap Shireen tak tega.


"Tidak! Malam ini aku ingin hanya ada kita berdua!" bisik Sam.


***


Shireen dibawa ke tempat yang jauh dari kota. Ini adalah sebuah vila mewah, yang pemandangannya di isi dengan pegunungan tinggi dengan udara yang amat sejuk.


Samuel merengkuh pinggang istrinya. Memandang dengan penuh cinta dan damba.


"Thanks my love, sudah hadir di kehidupan ini. Apa kau sudah siap, merajut masa depan denganku?"


Shireen tersenyum haru, ia mengangguk dan langsung memeluknya. "Shireen gak pernah nyangka, akhirnya kita sudah mengikat cinta ini. Mungkin kehidupan bahagia yang selalu Shireen idam-idamkan, akan terbentuk dan terkabulkan." Shireen pun sudah menangis haru dalam pelukan suaminya.


"Yuk, kita masuk! Akan ada hari lebih indah, esok."


"Ya, terima kasih suamiku!" Saat Shireen mengucapkan kata terakhir itu, mampu membuat Samuel tersenyum dan merasa gemas. Hingga akhirnya ia menggendong istri mungilnya itu.


Kehidupan mereka berakhir dengan sebuah ikatan cinta. Mungkin, kebahagiaan akan menghampiri. Ya, semua lika-liku kehidupan akan lurus pada masanya. Kebahagiaan pun terbentuk.


TAMAT


Cerita Ibu ASI untuk bayi Om Duda. Tamat sampai sini, silahkan komentar keluh kesah kalian selama membacanya.

__ADS_1


TERIMA KASIH.


__ADS_2