Ibu ASI Untuk Bayi Om Duda

Ibu ASI Untuk Bayi Om Duda
S3. Akhirnya Semua Telah Disatukan


__ADS_3

Semua tamu datang bergilir, kali ini lebih banyak dibanding dengan acara pertunangan sebelumnya.


Pesta pernikahan yang digelar dari kedua belah pihak keluarga konglomerat ini, begitu memeriahkan acara. Sebagai perkataan Samuel dulu, saat dirinya berkata jika sang putri sulungnya telah mendapat jodoh untuk kejelasan statusnya ia akan buat resepsi semewah mungkin.


Kini telah terjadi. Samuel sangat senang melihat sang putri telah dipinang oleh lelaki yang menurutnya sangat tepat. Ya, mengapa ia katakan yang terbaik dan tepat, baginya siapapun yang menerima anaknya beserta statusnya adalah yang terbaik dan tepat.


Xander seolah terpaku, matanya tak lepas dari memandangi wajah calon istrinya. Tampak anggun, begitu ayu dan juga memesona dengan balutan gaun yang menjuntai, menampakkan kemewahannya. Sebaliknya, tanpa sadar Xander telah menghipnotis semua tamu yang hadir dengan kegagahannya saat mengenakan jas hitamnya. Namun sayang, Xander jarang sekali menemukan senyum di birai manis calon istrinya. Terkadang ia tunjukkan saat saling bertatap saja, ataupun menyambut tamu.


Kini mereka sudah berniat mengikat janji sucinya, ingin mengucapkan kata sakral yang di mana diucapkan sekali dalam seumur hidup di hadapan para saksi yang siap memberi tepuk tangan.


Kedua tangan mereka sudah saling menggenggam. Sementara kefokusan Azel belum ada di sana, ia masih celingak-celinguk melihat semua keadaan. “Mas, Abel belum datang ....”


“Apa dia sudah katakan akan menyusul?” tanya Xander.


“Dia katakan hanya sebentar. Maaf Mas, tapi aku belum bisa memulai jika anakku tidak hadir menyaksikan,” balas Azel dilanda resah.


‘Entah mengapa aku merasa ada keraguan di dirimu Azel,' batin Xander.


“Azel aku siap menjemput Abel ke rumah sakit, biar kita susul bersama. Aku juga tidak bisa mengikat hubungan kita tanpa adanya anak itu, sama saja tidak ada restu untukku darinya.” Seketika mata Azel menatap lurus ke arah dua bola mata Xander. Sepertinya ada arti di balik itu.


“Ayo Azel ....” ajak Xander berniat untuk menjemput sang putri di rumah sakit.


Namun niat mereka terurungkan, karena ....


“MAMI!”


Semua orang terpusatkan oleh tiga orang yang baru saja datang, yang di mana mereka tengah berjalan di atas karpet merah menuju panggung.


Semua tamu undangan terkejut, pasalnya salah satu di antara mereka ada seorang pria mengenakan pakaian rumah sakit dengan lilitan perban di kepalanya, dan beberapa bagian tubuhnya. Satu orang pria berjas hitam tapi tengah menyangga lengannya pria itu seolah mendampingi.


Sementara, satu gadis kecil tengah di sebelahnya terus bergandengan. Mereka tahu sedang menjadi pusat perhatian, tapi mereka hiraukan sebab tujuan mereka hanya ada dua orang di atas panggung sana.


“Mereka sudah Mas, ayo mulai aku siap ....” ucap Azel lirih. Kemudian ia tundukkan kepalanya, dan menggapai kembali tangan calon suaminya itu.


Aksi mereka tak lepas dari dua mata yang sudah berkaca dari seseorang pria, tatapannya begitu nanar. Sedangkan, hatinya terus menolak untuk melihat mereka di sana. Namun tangannya terus digenggam kuat oleh gadis disampingnya, hingga merilekskan kesedihannya.


“Mas ayolah, aku sudah siap,” ucap Azel mengulangi.


“Tapi aku yang tidak siap Azel!”


“HAH!” Spontan semua orang kecewa dengan jawaban dari sang mempelai pria itu. Termasuk Azel yang kaget dengan balasannya.


“Aku tidak siap menikahi wanita yang tidak mencintaiku, sementara hatimu hanya ada pada orang yang di sana!” ucap Xander menunjuk ke arah seseorang yang mengenakan pakaian rumah sakit di sana. Kenapa ucapannya dapat didengar semua orang? Ya, apapun kata-katanya akan terdengar sebab sudah ada mikrofon yang menyangkut di bajunya.


Xander turun, melewati beberapa tangga yang menjadikan jalan menuju tempat mengikatnya hubungan.


Sepanjang ia berjalan menginjak karpet itu, pria melangkah dengan membuka jasnya. Xander menghampiri tiga orang itu, ia menatap seorang pria yang dijaga oleh dua orang di sisi kanan kirinya.


“Terima kasih telah hadir walaupun kondisimu sedang tidak baik-baik saja. Agha, ini hari spesialmu, aku ucapkan selamat,” ujar Xander tiba-tiba menyelamatkan jas hitamnya itu di punggung Agha.


“Gantikanlah aku di sana ... kau yang lebih pantas. Dia tidak mencintaiku, dia hanya mencintaimu ...” ujar Xander berusaha untuk tersenyum.


Azel sudah menangis di atas sana, perempuan itu segera turun dan berlari menubruk tubuh Agha.


“Agha ....”


Azel memeluk kuat tubuh pria itu, dia menangis kencang meluapkan rasa yang berkecamuk di hatinya.


“Maafkanku Agha. Aku tidak bisa bohongi perasaanku, aku benar-benar mencintaimu, hikksss ....” Sudah hampir melorot tubuh Azel, namun segera ditopang oleh tangan Agha.


“Perasaanku sampai saat ini belum pernah hilang Azel ....” ucap Agha. Membantu Azel untuk berdiri kembali. Perempuan itu seketika memeluknya, tapi tatapannya tertuju oleh pria bule itu.


“Ikatlah hubungan kalian di atas sana, ucapkanlah janji suci untuk meresmikannya!” titah Xander.


“Tidak bisa begitu!” Tiba-tiba seseorang menyahut.

__ADS_1


Azriel menghampiri, dengan kedua orang tua mereka dan kedua orang tua Xander. “Kau mempelai pria dari kakakku, kau harus tanggungjawab untuk pernikahan ini. Jangan kau alihkan untuk orang lain, apa kau anggap ini permainan?” cecar Azriel.


“Saya paham dengan pemikiran Anda, bukan suatu permainan pernikahan ini. Namun, jika Anda di posisi ayah dari keponakanmu yang harus dipisahkan oleh pernikahan ini bagaimana menurut Anda? Saya bukan orang jahat, yang mengambil wanita yang sudah ditakdirkan untuknya!”


“Pasalnya dia sudah memiliki perempuan lain!” balas Azriel tak kalah kuat.


“AKU RELAKAN MEREKA BERSAMA!” Datang Elena menghampiri, ternyata perempuan itu sudah hadir dari tadi di acara ini.


“Sama halnya dengan Xander, kita tidak bisa menikahi seseorang yang tidak memiliki rasa pada kita. Untuk apa? Bukankah sama saja menjalani hubungan dengan kepalsuan? Jangan menurut dendam Tuan, jika kakakmu rela menikah dengan seorang tak dicintai demi kau, sama saja Anda membuat penyiksaan batinnya!” tegas Elena sudah merembes dengan air matanya.


“Apa yang sebenarnya terjadi?” Samuel dan Shireen yang belum mengetahui apapun hanya bisa menatap mereka dengan kebingungan. Seolah-olah bertanya, hal apa yang telah terjadi.


Agha maju menghadap, dia menatap dengan sendu dan penuh permohonan. “Paman maafkan aku, aku adalah seorang pria yang telah merenggut kehormatanku anakku masa itu. Ya, akulah ayah kandung Abel, cucumu,” jelas Agha.


Tangan Samuel langsung terkepal kuat, matanya menatap nyalang pria yang baru saja mengakui semua kebenarannya. Siap untuk memberi pelajaran, untuk meluapkan rasa emosinya. Namun, tiba-tiba terhenti tatkala sang cucu meraih tangannya itu dengan melindungi ayahnya.


“Eyang jangan marahi Ayah ....” Abel seolah melindungi ayahnya itu yang akan diamuk oleh eyangnya.


“Ayah orang baik Eyang, hikkss ... Eyang belum tahu kejadian yang sebenarnya, jadi tolong jangan menghakimi dulu. Eyang mohon satukan mereka,” mohon Abel.


Agha yang sudah berjongkok di hadapan sang kakek anaknya itu, hanya bisa terus menunduk.


Abel beralih menatap pamannya. “Paman juga, seharusnya Paman lebih dewasa dari Abel. Abel gak mau keluarga kecil ini terpisah lagi, Abel ingin kita bersama. Tunjukkan kasih sayang kalian jika memang ingin membahagiakan Abel. Sudah banyak Abel tersiksa dengan tidak hadirnya seorang ayah, kini Abel sudah menemukan lelaki yang sedarah dengan Abel, apa kalian tega ingin memisahkan kami?” Seketika Abel berubah menjadi gadis dewasa.


Gadis itu langsung memeluk kencang ayahnya, seolah melindungi dari dua orang itu. Agha begitu erat merengkuh putrinya.


“Pukul dan siksalah aku, buatlah aku menderita setara dengan rasa sakit Azel. Tapi, tolong jangan pisahkan aku dengan putriku, dia segalanya untukku!” ujar Agha menunduk.


Samuel dan Azriel berjalan mendekati Agha, sebelum itu mereka sempat saling tatap. Sedangkan semua orang hanya takut terjadi kekerasan di sini, namun di luar dugaan. Kedua pria itu justru membantu Agha untuk bangkit. Mereka sama-sama memeluk Agha.


“Tidak ada yang ingin menyiksamu Nak. Jika memang semua kebenarannya seperti ini, aku tidak berhak menentang takdir yang sudah terjadi pada kalian. Aku memang sempat marah mengetahui ini, karena hanya aku yang tidak tahu sementara kalian semua seolah sudah mengetahui sejak lama. Seharusnya kalian memberitahuku dulu, dengan begitu atas dasar senang hati aku akan merestui kalian,” ujar Samuel menepuk punggung Agha.


“Aku pun minta maaf, tidak seharusnya aku seperti ini. Aku egois berusaha untuk memisahkan kalian. Ternyata banyak orang baik yang menyadarkan aku. Ucapan mereka membuatku tersentak akan perbuatan ini. Sebenarnya aku sudahi dendam itu, hanya saja aku belum menerimamu sebagai sahabat lagi. Namun, kini sudah kuterima kau menjadi kakak iparku,” ujar Azriel.


“Terima kasih. Semudah itu kalian memaafkanku, aku merasa kesalahanku begitu fatal akan tetapi kebaikan kalian telah menyadariku bahwa aku harus memperbaiki semua ini,” ujar Agha.


Elena menuntun Azel untuk mendekati mereka, sementara Xander sudah memegangi tangan Agha untuk disatukan dengan tangan Azel. “Bersatulah. Kebahagiaan Abel adalah prioritas kita, dan kebahagiaannya hanya pada kalian,” ujar Xander.


Seketika tepuk tangan bergemuruh, diiringi dengan tetesan air mata. Drama pernikahan ini telah usai, mereka sudah naik ke atas untuk meresmikan status mereka, dengan membawa anak dua calon pasutri itu di tengah-tengahnya.


‘Astaga haru sekali ....’


‘Ternyata dramatis pernikahan tak hanya ada di sebuah film, kini aku telah menyaksikan mereka di real kehidupan.’


‘Aku salut dengan anaknya, sekecil dia mampu menyatukan orangtuanya.’


‘Aku juga sangat salut dengan mereka yang berkorban. Aku berharap semoga mereka berjodoh juga, karena mereka sama-sama orang baik.’


‘Anggap saja tukar pasangan jodoh.’


‘Ah memang ya, takdir siapa sih yang bisa menentang bahkan scenario yang mereka buat, kalah dengan rencana Tuhan. Jodoh memang.’


‘Kekuatan cinta.’


Semua para tamu terharu, bahkan banyak yang menangis. Menyaksikan drama di real kehidupan memang begitu terasa seolah kisah mereka telah dirasakan juga.


“Senang tidak bisa menyatukan dua manusia yang memang sudah di takdirkan bersama?” tanya Xander pada Elena. Tatapannya terus menjurus pada dua mempelai di atas yang sedang mengikat janji suci.


“Tentu, ini yang selalu kunantikan,” balas Elena dengan berkaca-kaca menatap mereka.


“Walaupun dengan mengorbankan perasaan, aku rasa ini sangat menyenangkan,” gumam Xander.


“Bukan memprioritaskan kebahagiaan mereka, tapi kau tidak bisa menjalani kehidupan palsu. Ada apanya itu sederhana, dibanding mewah tapi tak membawa apa-apa. Mereka sudah bahagia aku pun harus bahagia karena mereka sudah kurelakan,” ujar Elena.


“Kita bernasib sama. Bagaimana kita menyusul mereka?”

__ADS_1


“Ah aku belum siap,” ujar Elena terkekeh.


“Tapi aku sudah siap, anggap saja kita bertukar jodoh.”


“Hah?”


“Mau tidak?”


“Jadi aku denganmu seperti itu?”


Xander menganggukkan kepalanya dengan tersenyum. Elena pun membalas dengan senyum malu-malu.


Kembali lagi terdengar suara gemuruh tepuk tangan dari para penyaksi yang hadir atas pernikahan mereka, sebab dua sepasang manusia di sana telah resmi menjadi sepasang suami istri.


“Ah, akhirnya ... Kebahagiaan anda sudah kumpul tuan. Tugas kami telah usai menyatukan kalian, kini hanya tinggal kalian bagaimana menjalani hidup ke depannya. Setelah ini saya berharap tidak ada lagi permasalahan di rumah tangga kalian,” gumam Gafin ikut merasa terharu atas semua kisah yang telah dilewati dan yang telah terjadi dalam hidup mereka.


Xander tersenyum atas peresmian mereka. Kini sang ayah tengah menatap bangga akan ketegasan dan kedewasaan putranya.


“Aku merasa tidak pernah gagal mendidik putriku. Kau sangat hebat Nak, berkorban demi kebahagiaan orang yang kau cintai,” ungkap Christensen.


“Ini hal biasa Pah. Banyak perempuan yang masih mengantri menungguku,” balas Xander bangga. Sedikit menutupi rasa pilu hatinya.


“Ya, sama halnya denganku Pak. Ternyata anak satu-satuku ini telah banyak mempunyai sisi kedewasaannya, padahal sampai saat ini saya mengira bahwa dia tetap gadis kecilku yang manja,” ujar Elbrio.


“Daddy ... jangan buka kartu dehh ....” tegur Elena merasa malu. Pasalnya ia sedang berhadapan dengannya orang tua pria yang baru saja mengajaknya menyusul mereka di sana.


“Wah apakah putri Anda anak tunggal?”


“Ya, apakah Xander juga?”


“Ya, aku hanya memiliki satu orang putra. Apakah ini takdir? Bagaimana kita rencanakan perjodohan saja. Prihal cinta, ah itu akan muncul seiring waktu yang menyatukan ....” ujar Christensen begitu excited.


“Wah boleh juga ....”


Sudah cukup dengan orang-orang sekitar, kini berfokus pada dua pasang suami istri yang baru saja jadi itu.


“Terima kasih masih mencintaiku, walaupun aku menyakiti banyak orang. Aku bodoh dalam hal cinta, bahkan rasa cinta yang selama ini aku rasakan baru aku sadari,” ujar Azel.


“Tidak, Azel ini semua sebab kebodohanku. Tapi, aku sudah sangat bersyukur kita telah memberi kebahagiaan untuk anak kita. Jangan pudarkan rasa cintamu, demi Abel,” ujar Agha masih terdengar lemah.


Ya, sebab pria itu belum sembuh total bahkan baru saja dia sadar dari komanya.


“Tentu saja tidak. Janjilah untuk selalu bersamaku.”


Agha meraih janggut perempuan itu, lalu ia dekatkan dengannya. Sementara tangannya berguna untuk menutup mata Abel. Ya, di hadapan semua orang keduanya pun menyatukan ciuman mereka.


Saat itulah berbagai siulan dan tepuk tangan diberikan. Ya, setelahnya semua orang dipersilahkan untuk menikmati pesta.


“Kenapa Abel gak boleh lihat?” Sedang Abel polos tak tahu apa yang mereka lakukan, bertanya.


“Hmm ini hanya untuk orang-orang dewasa Sayang ....”


“Selalu deh menyepelekan Abel. Abel ini bisa dewasa bisa tidak tahu ... Memang apa sih tadi? Sampai mereka tepuk tangan?” Lagi-lagi kepolosan Abel membuat mereka tersenyum. Azel pun hanya senyum malu-malu.


Saat itulah berbagai siulan dan tepuk tangan diberikan. Ya, setelahnya semua orang dipersilahkan untuk menikmati pesta.


SPESIAL PART YA GUYSS


BELUM TAMAT, AY MASIH LANJUT


BAHKAN NANTI ADA KISAH PERCINTAAN


ABEL DAN .....


nantikan saja ....

__ADS_1


__ADS_2