
Hay All. Masih ingat Ay gak? Ini Ay bawa cerita bagus. Ayo buruan cari judulnya. "ARRANGGA"
Napen : Alya Arifin.
Rekomendasi banget buat yang pengen ketawa hihi.
Untuk kisah Abel dan Asisten Ayahnya besok ya baru Ay lanjut, sekarang mampir dulu di Arrangg**a sambil nunggu. Search aja nama napennya. Terimakasih ......**
"Ishh ... masa abis mandi lo ngambek si Black!" Rangga menendang pelan ban motor bebek miliknya. Ya, Blacky Mahendro adalah nama motor kesayangannya. "Ayo dong nyala, nanti gue ganti oli yang mahal deh!"
"Kena gusi itu, Ga!" sahut seseorang yang tak lain adalah tersangka yang membuat motor Rangga mati.
"Jangan-jangan lo gak gosok giginya ya? Tanggungjawab Bang, motor gue mati nih, gue mau sekolah!" Rangga menghunuskan tatapannya ke arah pekerja steam itu.
"Lagian udah tau motor bebek ambekan, dimandiin!" pungkas bang Jarot, pegawai yang selalu bosen mencuci motor ambekan milik Rangga.
"Sialan!"
****
Semua siswa terlihat sudah bubar di tengah lapangan. Hari ini adalah hari Senin, hari yang di mana semua murid melakukan ucapara. Sementara Rangga baru saja menepikan sepeda di depan gerbang. Kemungkinan besar, anak itu akan mendapat cacian dari OSIS.
"Balik!"
Rangga menghela napasnya. Ini hari pertamanya masuk kembali, mana mungkin ia libur lagi. PR dari Pak Seno sudah menumpuk di dalam tasnya. Cowok itu sangat menghindari makhluk killer si botak berkumis lele itu, saat mengamuk.
"Please ... gue ada alesannya Ka. Ah, lo mah gitu, katanya temen ... ayolah!"
Shaka, dia adalah ketua OSIS SMA KBGA, yang selalu mengawas kegiatan seksi bidang sekolah. Kabarnya, cowok dingin itu menyandang sebagai sahabat Rangga. Ya, ini sangat bertentangan ketika si rajin bertemu dengan si paling tidak disiplin. Tapi, mereka tidak memandang hal itu, karena di luar kegiatan kalian tidak tahu bagaimana pertemanan konyol mereka.
"Blacky lagi? Udah gak bisa ditoleran Ga, lo udah telat banget. Inget posisi lo sekarang, kapten basket harus memberi contoh yang baik buat timnya. Gue bakal buat surat pemanggilan orang tua!"
"Anjir cuma masalah telat, orang tua gue dibawa-bawa. Gak ser--!"
Tin!!
Tin!!
"SHAKA, CEPET BUKA GERBANGNYA!!"
Shaka menyeru Pandu untuk tidak membukakan gerbang. "Sesuai peraturan. Ini udah hampir jam 8. Siswa yang datang lewat dari jam 07:30 harus pulang dan dialphakan. Jadi, Arrangga Mahendara dan Kyara Arandita, silahkan kembali ke rumah masing-masing!"
Setelah mengucapkan itu, Shaka melangkah meninggalkan mereka yang mematung di depan gerbang. "WOY KETOS SONGONG, INI SEKOLAH MILIK DADDY GUE, GILAK!"
"Kurang ajar! Apa lo liat-liat?!" Kyra melayangkan tatapan kesalnya ke arah Rangga, sontak membuat laki-laki itu tercengang.
__ADS_1
"Lah, gak jelas." Rangga yang tak merasa salah, tentu aneh menatap gadis jutek itu dengan tatapan jengah.
Rangga dan Kyara bisa didefinisikan sebagai Tom and Jerry the real. Mereka tidak pernah akur setiap kali bertemu, dan untuk kali ini Rangga agaknya males bertengkar. Ia lemas, karena Blacky motor kesayangannya itu harus konsultasi ke bengkel. Ya, ia terpaksa membawa sepeda milik bang Jarot tadi.
Sekelebat ide konyol singgah di otak minimnya. Cowok berpostur tubuh tinggi tegap itu, melebarkan senyumnya. "Lo mau masuk gak?"
Kyara menautkan alisnya, lalu ia bertanya, "Ke mana?"
"Neraka! Ke kelas lah, cantik-cantik bego!" jengah Rangga. Kemudian, cowok itu berjongkok. "Ayo naik ke punggung gue, nanti kalo udah masuk lo bukain gerbangnya!"
Kyara menimbang-nimbang. Matanya mengarah ke punggung kekar milik Rangga. Sepertinya punggung itu cukup kokoh untuk menopang tubuhnya.
Nanti kalo dia liat yang macam-macam gimana?
"Tapi, lo jangan liat macem-macem ya!"
Rangga lagi-lagi jengah dengan praduga Kyara. Dia bukan tipe cowok yang mengambil keuntungan, dan menghindari kerugian. "Kali ini gue mau kerjasama sama lo, karena pak Seno bentar lagi absen kelas. Lo mau hari ini alpha cuma karna telat?"
Tanpa menunggu waktu lagi, Kyara menaiki punggung lebar Rangga. "Jangan lama-lama anjay, lo berat. Lebih berat dari rindunya si Dilan!"
"Berisik monyet!" Ia memanjat sedikit sampai menuju puncak gerbang, dan setelahnya ia melompat.
"Yeayy!"
"Gak mau. Terima ka ... sih! Monyet, kau lah sahabat terbaikku hahaha ...!" Kyara meledek, ia sudah berancang-ancang untuk meninggalkan Rangga yang masih di luar gerbang.
"Kya babi, awas lo ya!"
Kyara melanjutkan langkahnya, menghiraukan teriakan kesal dari Rangga. Sungguh penduduk bumi yang amat menyebalkan, memang hanya wanita.
"SEENGGAKNYA GUE UDAH LIAT PINK-PINK TADI RA. SORRY YA, KE REKAM!"
Rangga sengaja melambai-lambaikan tangannya seraya menggenggam ponsel, yang di mana itu untuk memancing Kyara.
"Rangga monyet!!"
Kyara membalikkan badannya, dan berlari kembali ke gerbang untuk menghampiri Rangga.
"Siniin hp lo!"
"Buka gerbangnya dulu, nanti gue hapus!"
Tanpa merasa ragu Kyara benar membuka gerbang yang memang kuncinya menyangkut di sana. Saat itu juga, Rangga berlari kocar-kacir setelah memasuki sekolah. "Eitsss ... gak viral gak seruuuu!"
"Rangga setan ... mati aja lo, babi!"
__ADS_1
****
Brak!
"Kya kenapa sih? Marah nyampe-nyampe!" tegur Civa—si polos, berkepang dua.
"Kembalik Civa, please deh!" sahut Yuni—dia paling julid.
"Rangga lagi pasti!" ucap Fani—gadis itu paling feminim.
"Gak ada akurnya," sahut Dara—gadis tomboy yang seksi.
"Gue pengen banget hajar antek-anteknya, anjir. Sumpah ya, gue kesel banget gilak, si Zico muka kombinasi luar negeri itu, kemarin ngambil lipstik mahal gue!" Dan ya, itu adalah sahutan dari Nia—si cerewet.
🤍Six_Girls🤍
Ya, genk cewek-cewek absurd ini yang kerap kali membuat onar di sekolah maupun di luar. Mereka beranggotakan enam, yang di mana tidak pernah terpisah.
Jika mereka mempunyai julukan masing-masing, lantas julukan apa untuk Kyara? Gadis sombong, ya julukan itu sering keluar dari mulut orang-orang selalu mendengar cacian dan hinaan darinya.
"Gue benci monyet Rangga. Pokoknya mau minta Daddy buat ngeluarin dia nanti!" Mood baik Kyara telah di rusak hari ini, ia sangat membenci mahkluk bernama Rangga.
"Kya, emang Kak Rangga punya monyet ya?" Ya, itulah pertanyaan Civa.
****
"Pertandingan basket bakal diadain sekolah, dan lawan kita antar kelas. Gimana, siap?" Rangga menatap satu persatu temannya. Terutama Shaka, dia yang menjabat sebagai OSIS tahun ini, berhak memberi pendapat.
"Siapin strategi baru, Ga!"
"Siap Bos!" balas Rangga mengacungkan satu ibu jarinya.
"Gue mau ngalahin Xander, kakel songong itu!" sahut Zico si cowok bule blsteran.
"Cuih, gue lebih eneg sama si Theo." Ya, ucapan kali ini berasal dari Tara. Cowok gondrong membahana.
"Pokonya, basket kali ini lo harus handle lebih bagus." Dia Genta. Cowok yang memiliki netra tajam dan kejam. Pasti tahu, bagaimana karakter lelaki satu ini. Genta dinobatkan sebagai cowok seram yang dingin. Sialnya dia sangat tampan.
"Sebagai kapten, itu tanggung jawab gue!"
🖤The_Tigers🖤
Five genk ini adalah anggota OSIS yang memiliki bidang masing-masing. Shaka sang ketua OSIS, Zico memegang bidang kesiswaan, dan Genta di bidang Infokom, sementara Tara sebagai ketua PMR. Musuh mereka adalah genk Sixgrils, selain meresahkan di sekolah peraturan yang mereka buat seakan leluconan bagi mereka.
Terkecuali Rangga, hanya cowok itu yang menjabat sebagai kapten basket. Keren bukan? Ya, lebih keren lagi saat kalian bisa melihat kekompakan mereka saat kelimanya bertugas.
__ADS_1