Ibu ASI Untuk Bayi Om Duda

Ibu ASI Untuk Bayi Om Duda
Rasa Sabar Shireen


__ADS_3

Mood Samuel yang awalnya bagus tiba-tiba dirusak dengan drama pagi tadi. Ia memutuskan untuk langsung pergi ke kantor tanpa mau sarapan terlebih dahulu.


Alhasil, kini Shireen yang menangani. Ia menghantar makanan untuk suaminya ke kantor demi Samuel sarapan.


"Untuk apa Nona menyiapkan makanan itu?" tanya Inah.


"Ini untuk suamiku, Bik."


Tatapan tak suka langsung tertuju kepada Shireen. Ada tiga kuman yang sedang duduk santai di meja dapur. Ya, Leona, Yuri dan Liyu si antagonis yang tak menyukai Shireen.


"Mih, setahu aku Sam tidak suka ada orang yang datang ke kantornya, terlebih di saat jam kerja," ucap Liyu. Shireen sudah tahu apa maksud itu.


"Ya, tapi mau bagaimana lagi, istrinya overprotektif. Yang ada hanya menganggu!" cetus Yuri. Ya Yuri memang agak gamblang jika soal sindir menyindir.


'Sabar Shireen sabar, banyakin stok sabar oke!' batin Shireen. Ia tetap fokus menyusun makanannya.


"Mana ada istri yang dilarang suami masuk kantornya. Positif thinking saja, sudah keharusannya Mami. Dulu aku juga gitu," sahut Leona.


"Ya, Nak cuma kau yang selalu baik. Mami heran kenapa takdir terbentuk salah seperti ini. Kenapa tidak kau saja yang tetap menjadi menantuku," ucap Yuri.


'Andai aku juga tak memilih Daniel waktu itu,' batin Liyu.


Setelah Shireen menyiapkan makanan untuk suaminya, ia segera bergegas pergi. Rasanya seperti di neraka berada di dapur ini. Namun sebelum itu ia berpesan, "Bik tolong tengok Azel Azriel di kamar ya. Mereka sedang minum susu."


"Baik Nona, hati hati yah!" Setelah Shireen memberikan senyuman kepadanya, ia segera pergi.


Di dalam mobil, Shireen sedikit meneteskan air matanya. "Reen, ini baru awal jangan lemah. Lo harus bisa lewati semuanya," gumamnya. Perlahan berlian di matanya kian menghilang seiring sapuan dari tangannya.


"Nona itu perempuan yang baik, pasti bisa!" Tiba-tiba sang supir menyahut. Ya, dia bisa melihat Shireen dari kaca.


Sementara Shireen cukup terkejut, pasalnya sang supir itu seolah mengetahui apa yang dirasakannya. "Terima kasih Pak!" Shireen berusaha untuk tetap tersenyum.


Sesampainya di kantor.


Para staf dan pegawai di kantor tak kaget melihat kedatangan Shireen yang sangat santai memasuki ruang pemimpin. Semenjak pernikahannya dengan Samuel yang dipublish, semua orang tahu siapa sosok Shireen.


Setelah masuk ke kantor. Shireen melihat sang suami yang begitu paripurna sedang sibuk dengan berkas-berkas di tangannya. Perempuan itu tersenyum tatkala melihat ada kacamata yang bertengger di hidung lancipnya.


"Selamat pagi menjelang siang, Pak. Suami saya belum sarapan, jadi saya ingin menghantar makanan ini," ucap Shireen bergurau.


Samuel menatap hanya menggerakkan matanya, senyum miringnya terlihat. Ia membuka kacamatanya lalu merenggangkan kedua tangannya. Shireen menghampiri dan langsung memeluk.


"Kenapa harus dihantar, aku bisa sarapan di sini," ucap Samuel.


"Pasti lupa nanti!" ketus Shireen.

__ADS_1


Samuel bangkit dari kursinya, ia memindahkan istrinya untuk duduk di atas mejanya.


"Aku bisa melihat matamu. Kenapa hmm? Apa Mamiku berbuat sesuatu?"


'Astaga padahal udah kehapus dari tadi, kok masih bisa diliat sih? Suami gue cenayang kayaknya deh,' batin Shireen.


"Astaga Mas, mataku seger lho. Gak ada yang berbuat sesuatu, di rumah juga baik-baik aja."


"Kau tak pandai berbohong jika denganku!"


"Aku suapi ya!" Mengalihkan pembahasan.


Akhirnya Samuel yakin sepenuhnya. Istrinya itu memang tak pandai berbohong. Namun agar tak menguak kesedihan istrinya, Samuel melupakan pembahasannya itu.


"Ya, aku mau pakai tanganmu sendiri."


"Oke aku cuci tangan dulu!"


Dan ya, kejadian sebelumnya terjadi kembali. Di mana adegan suap menyuap antara dua pasang insan ini dilakukan di dalam ruang kerja lagi.


***


di rumah.


"Aku tahu apa rencana licikmu Liyu," ucap Leona.


"Perempuan penghasut yang egois," lanjut Leona.


Liyu tersenyum remeh, kemudian ia terkekeh. "Astaga berkaca itu sangat penting Nona Leona. Egois? Bukankah itu sifatmu? Seorang istri yang meninggalkan anak dan suaminya demi sebuah karir, lalu dengan seenaknya datang ingin kembali. Rasa malumu itu sangat minim Nona, haha!" ledek Liyu.


"Wanita kotor. Sudah berbekas ingin memiliki kembali, dan tidak sadar diri sudah bersuami. Untuk apa kau berjuang merebut Sam?" lawan Leona tak mau kalah.


"Kita sama Nona. Aku tidak munafik jika menginginkan Samuel kembali kepadaku, dan kau hanya masa lalu untuk apa datang lagi? Kita ini sama-sama kotor, hanya cara kita saja yang berbeda melakukannya!"


Leona terpancing, ia mengepalkan tangannya. Rasa ingin menjambak rambut perempuan sialan itu, tetapi ia masih menahan demi imagenya.


"Lihat saja, siapa yang akan bisa merebut Samuel. Aku sudah yakin itu aku, karena awalnya dia milikku!"


"Menyingkirkan gadis ingusan saja, kau tidak mampu!" balas Liyu.


Plak!


***


Di kamar.

__ADS_1


Malam hari.


Shireen masih menidurkan kedua anak tirinya. Entahlah, semakin tumbuh besar kedua bocah kembar itu semakin aktif. Shireen pun terkadang kelelahan mengurus mereka. Sementara tugas yang seharusnya dilakukan oleh Leona, ia justru tak perduli. Mungkin, hanya di saat ada mertua dan Samuel saja. 


Di luar, terdengar Samuel menepikan mobilnya.


Seorang perempuan terlihat berlari tergopoh-gopoh untuk menyambutnya. Ya, karena waktu yang sudah cukup malam, jadi semua penghuni rumah saat ini sudah menepi di atas ranjang masing-masing.


"Sam, kau baru pulang. Mau kusediakan makanan?"


"Di mana istriku?"


Leona menunduk. Ia benci pertanyaan itu. "Mungkin sudah tidur daritadi! Biar aku saja melayanimu. Shireen sepertinya sudah pulas."


'Tidak mungkin istriku tidur sebelum aku pulang,' batin Samuel.


"Mas, baru pulang?" Tiba-tiba seseorang menyahut. Wajah Leona berubah pias.


Shireen menghampiri, lalu mengambil jas dan tas suaminya. "Kukira kau sudah tidur," ucap Samuel.


"Kan aku udah bilang, aku gak akan tidur sebelum Mas pulang. Terkecuali kalau aku benar-benar ngantuk, hehe."


Panas, sungguh panas menyaksikan adegan dua pasang suami istri yang baru mekar itu. Menyesal sangat menyesal telah nekat untuk menyambut kepulangan suami orang.


Cup.


Di depan mata Leona, Samuel berciuman cukup lama hingga akhirnya Samuel menuntun istrinya masuk kamar. Sementara Shireen begitu senang melihat ekspresi wajah Leona.


'Nyesel 'kan lo mbak. Siapa suruh ninggalin laki gue. Sekarang makin tampan aja, lo kejar-kejar. Berusaha merusak, tapi berujung cemburu haha,' ledek Shireen dalam hati. Ia merasa tergelitik dengan cara Leona.


'Lihat saja nanti, sekarang kau berani menunjukkan itu. Jika rumah tangga kalian sudah rusak, aku akan tertawa. Setidaknya jika Samuel tidak bisa kumiliki, orang lain pun tidak akan boleh!' batinnya.


Di kamar.


"Kenapa?" Samuel langsung bertanya tatkala ia melihat wajah cemberut istrinya.


"Mantan istri Mas itu lho, berusaha banget jatuhin aku!" cetus Shireen.


"Tadi kau begitu manis."


"Akting!"


Samuel menyambar bibir istrinya, Shireen berusaha melepas. Suaminya itu memang sangat hobi menghabiskan napasnya.


"Akhir-akhir ini kau sangat sensitif. Apa kau sedang hamil?"

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2