Ibu ASI Untuk Bayi Om Duda

Ibu ASI Untuk Bayi Om Duda
Tamat S2. Akhir dari Kisah Azriel dan Ina


__ADS_3

Tanpa terasa, kini sudah bulannya Ina mengandung. Selama 9 bulan ia mengandut-andut malaikat kecil hasil pembuahannya dengan sang suami. Kini, mereka satu rumah sedang menunggu kedatangan sosok pendatang baru di keluarga.


Sedangkan Azriel sudah tidak mengunjungi kantor lagi, ia hanya bersiap siaga jika istrinya itu akan melahirkan.


Saat ini Azriel sedang menata kamar untuk menyambut anaknya. Ina yang mengetahui sikap excited sang suami atas penyambutan calon bayinya, merasa jengah dan bisa dikatakan sangat lebay.


"Mas, memang sudah tahu anaknya yang keluar perempuan?" tanya Ina. Pasalnya, ia melihat Azriel membuatkan kamar bernuansa yang mendominasi untuk perempuan.


"Aku dengar perempuan setelah USG kemarin ... jika lelaki pun aku sudah menyiapkan kamar di sebelahnya juga."


Ina tercengang. "Mas ... ini terlalu lebay tidak sih?"


"Kau diam saja, anakku akan menjadi penerus seorang Azriel, jadi harus spesial!"


"Ya, terserah kamu saja!"


Memang benar, Azriel itu sangat menyukai anak kecil. Pria itu mempunyai jiwa sosial tinggi terhadap anak kecil, baginya anak kecil itu sangat suci dan bersih.


Malam hari.


"Ina, kalau merasakan sesuatu bilang ya Sayang ... jangan sungkan mengadu dengan suamimu!"


"Baik Buk."


Saat ini mereka tengah makan malam. Bukan hal yang baru, bagi Ina yang selalu mendapat nasihat dari sang mertua.


"Yeay nanti kakak Abel ada teman baru," ucap Azel. Semua pun tersenyum, sampai Ina mengusap perutnya.


'Kamu beruntung Nak, karena banyak yang menunggu kedatanganmu. Terlebih, calon keluargamu adalah orang-orang baik,' batin Ina.


Tengah malam.


Lampu sudah peteng, meredupkan cahaya malam. Kini hanya terdengar suara dengkuran halus.


'Kenapa perutku sangat mulas?' ucap hati Ina dalam balutan selimut. Ia bergerak bangun dengan hati-hati agar tak membuat sang suami ikut terbangun.


Merasakan mulas yang sangat, Ina beranjak jalan ke kamar mandi berniat untuk membuang hajat yang tertahan dari dalam perutnya.


Perempuan hamil itu berjalan dengan rintihan yang terus keluar dari mulutnya. Hingga beberapa saat ....


Azriel terbangun karena tak mendapati seseorang yang ingin ia peluk. Tangannya meraba-raba kasur di sampingnya. Saat ia membuka mata, ia terlonjak dan refleks bangun.


Pria itu menyalakan lampu kamar, lalu ia melihat tidak ada keberadaan sang istri. Tiba-tiba hatinya diserang dengan rasa cemas. Saat mata menilisik kasur, ia merasakan tangannya basah saat meraba, terlihat ada sedikit bercak darah juga di sana.


Ia langsung beranjak bangun dari ranjang, segera mencari sang istri.


"Sayang ..."


Tak ada sahutan.


"Sayang ... kau di mana?"


"Mas ... tolong ...."


"ASTAGA!"


Azriel berlari menubruk pintu kamar mandi dengan tergesa-gesa. Setelah masuk kamar, ia melihat sang istri sedang kesakitan di atas closet dengan banyak darah yang menetes dari perselangk*ngannya.

__ADS_1


"Mas, sakit!"


Azriel langsung menggendong istrinya, ia merebahkan sang istri di atas ranjang. "Sepertinya tidak akan tercandak jika aku membawanya ke rumah sakit, lebih baik aku telepon Dokter pribadi saja!"


"Bertahan Sayang, dan coba untuk tarik napas dalam-dalam!"


"Mas, aku tidak kuat ini sangat sakit hikkss!"


Azriel segera menelpon dokter pribadinya. Nasib baik, dia sedang aktif jadi telepon itu langsung direspon.


"CEPAT DATANG KE RUMAHKU. ISTRIKU AKAN MELAHIRKAN!"


Azriel menjadi ketar-ketir. Sementara waktu masih menunjukkan dini hari. Semua orang pasti sudah tertidur. Namun, dengan terpaksa ia pun membangun sang Mommy.


Dengan tergesa-gesa pria itu mengetuk pintu kamar Mommynya. Shireen pun segera keluar, dan ia disuguhi dengan wajah panik anaknya.


"Mommy istriku ingin melahirkan, air ketubannya sudah pecah. Aku rasa lebih baik Ina melahirkan di rumah, karena kita tidak nyandak untuk ke rumah sakit," ucap Azriel terdengar dengan napasnya yang tersengal-sengal.


"Astaga. Tenangkan dirimu dulu!"


"Segera telepon Dokter son!"


"Sudah Dad!"


Dan, benar saja dokter yang Azriel telepon tadi, saat ini sudah memasuki rumah. Ia adalah Eza. Sebenarnya Azriel enggan untuk memanggil dokter muda itu. Namun ia tidak mempunyai pilihan lain, karena kondisi saat ini sangat genting untuk istrinya. Sementara, hanya Eza yang selalu aktif setiap di jam dini hari seperti ini.


Di dalam kamar.


"Cepat tangani istriku, dan ingat jaga matamu!"


"Saya tahu apa itu profesional Tuan," balas Eza.


"Sayang Ibu mohon kuat ya, dan berusaha untuk anakmu!" Samuel menarik istrinya itu agar membiarkan sang dokter menjalankan tugasnya. Sisalah Azriel yang masih mendekap setia sang istri.


Ina hanya bisa menangis menjerit, dengan menyebut sakit dan panggilan kepada suaminya. Saat ini Eza pun sedang memakai sarung tangan dengan santai, wajah pria itupun terlihat tenang.


Ia melebarkan kedua paha Ina, ternyata hal yang mengejutkan ia dapat. Ia melihat kepala bayi sudah terlihat dari bagian intim Ina.


"Bagus!" gumamnya. "Sekarang, tarik napas lebih dalam Buk Ina, lalu buang dan memejanlah sekuatnya!"


"Huuuhh, aaaaaaaa!"


Kembali Ina menarik napas, dan membuang berkali-kali. Keringat sudah membanjir, begitu dengan Azriel yang tengah di cengkram kuat olehnya.


"Sayang ada aku di sini, berusahalah untuk anak kita!" Pria itu tak hentinya mengecup pelipis sang istri yang begitu basah karena keringat.


"Mas, sakit ...."


"Sedikit lagi, ayo Buk Ina!"


"Aaaaaa ... huh huh huh ...."


"Oeekk oekkk oekkk ...."


Azriel menyaksikan sendiri begitu merahnya sosok malaikat kecilnya. Ia menatap haru, kala Eza menggendong bayinya setelah ia tarik dari dalam perut istrinya.


"Sayang, anak kita!"

__ADS_1


Ina tersenyum dengan mengusap peluhnya. "Mas, anak kita!"


"Kau wanitaku yang hebat. Terima kasih Sayang ... aku mencintaimu!" Azriel terus mengecupi istrinya, dengan penuh haru mereka menangis bersama.


Sementara orang-orang di luar yang begitu tegang, kini merasa sangat lega kala mendengar suara tangisan bayi.


"Dad, cucu kita!"


"Mari kita hampiri!"


"Yeay akhirnya ada kak Azriel junior!"


Semua orang rumah berbondong memasuki kamar, karena merasa sangat penasaran. Sementara Eza sedang membersihkan bayi itu. Para pembantu pun sigap merapikan kamar pasca persalinan Ina selesai.


"Beruntung karena Tuan menelpon tepat waktu. Persalinannya begitu mudah, dengan begitu Ibu Ina tidak dioperasi sesar. Sungguh baru pertama kali saya menangani seseorang melahirkan normal semudah ini," ujar Eza.


"Terima kasih Dok!"


Lalu mereka sama-sama mengerubungi dokter itu. "Anaknya lelaki, persis sekali seperti Tuan Azriel. Sangat tampan. Tolong segera disusui ya!"


Dokter muda itu menyerahkan sosok bayi mungil yang begitu merah kepada ibunya. Lagi-lagi Ina menangis haru, begitupun dengan Azriel yang sangat senang melihat anaknya telah lahir ke dunia.


"Hebat sekali menantuku, lahirnya tidak merepotkan!" sahut Shireen.


"Selamat son, kau telah menjadi ayah. Segera beri kabar kepada mertuamu, ini adalah kebahagiaan yang mereka tunggu-tunggu!" sahut Samuel.


"Wah hasil di Bali ternyata tidak gagal!" sahut Aryan.


"Abel ada temen berantem yeay!"


"Selamat adikku dan Ina, kalian telah menjadi orang tua," ucap Azel.


"Terima kasih, semua. Kalianlah yang telah berperan penting dalam hidup kita!" balas Azriel.


Pria itupun kembali mengecupi sang istri yang tengah menyusui bayinya.


Perjalanan cinta mereka telah usai, dari kehidupan yang pahit kini sudah dirasa dengan kebahagiaan yang manis.


Memang tidak sangka, seorang yang berperan sebagai pembantu saat ini justru menjadi seorang wanita yang telah melahirkan anak yang akan menjadi seorang penerusnya.


"Aku mencintaimu, anak kita akan menjadi kenangan bagaimana perjalanan hidup kita."


"Ya, Sayang aku tidak pernah menyesal kau hadir dalam hidupku!"


TAMAT.


Cerita Azriel dan Ina selesai sampai di sini ya. Ay, mau istirahat sejenak. Mungkin nanti Ay bakal up lagi tentang saquel Azel.


Ay berterima kasih sebanyak-banyaknya. Atas readers tercinta, yang selalu setia membaca cerita Ay.


Byeee sampai jumpa di lain waktu ....


Yang mau kepoin akun sosmed Ay boleh kunjungi ya ...


Instagram : @ayalosiapa?


Facebook : Allya.

__ADS_1


Jangan lupa follow akun ini juga, agar kalian gak ketinggalan update karya aku selanjutnya ...


Papayyyy ....


__ADS_2