Ibu ASI Untuk Bayi Om Duda

Ibu ASI Untuk Bayi Om Duda
Perselisihan Dalam Club


__ADS_3

"Aduh Reen, kurang baik apalagi kita? Demi anak lo, kita rela nganterin sampe club!" gerutu Lia.


"Awas ya, kalo nanti anak lo keluar gak mirip gue!" ketus Lisa.


"Demi ponakan, gak ikhlas banget sih!"


"Yaudah, lo tunggu di sini aja ya, biar kita yang masuk!"


"Gak mau!"


"Reen, di dalam pasti banyak orang mabuk. Gue cuma takut nanti ada yang colek-colek, ditambah lo lagi hamil. Kalo kesenggol orang yang lagi goyang gimana?" ucap Lisa.


"Iya betul juga. Kalo lo takut sendirian, biarin Kak Lisa aja deh, gue yang temenin lo di sini!" sahut Lia.


Shireen tampak menghela napas jengah. "Lia, Lisa gue juga pernah nakal. Udah sering gue bolak-balik ke tempat ini, jadi tenang aja gue bisa jaga diri kok. Walaupun lagi hamil, aman! Kan ada lo berdua juga!"


Tarikan napas berhasil lolos dari mulut dua gadis kembar itu. Ternyata Shireen memiliki sifat yang sama dengan sang kakak, yaitu keras kepala.


Akhirnya, mereka mengalah untuk menuruti. Shireen hanya berpirasat buruk saja tentang keberadaan suaminya di dalam tempat ini. 'Semoga dia gak macem-macem seperti yang ada di pikiran gue,' batin Shireen.


Kini mereka berjalan, Shireen seperti ratu yang dihampit dua dayang-dayang. Lia dan Lisa segap siaga saat ada seseorang yang tak sengaja menyenggol.


"Itu Kak Rico asistennya kakak, pasti dia tau di mana Kak Sam!"


Mereka menghampiri sosok pria tampan yang diyakini Lia dan Lisa bahwa pria itu adalah asisten baru kakaknya. Dan, ternyata memang benar.


"Kak, di mana kakak aku!" tanya Lia.


"Oh Nona Lia. Tuan Samuel berada di bangku pojok sana. Lihat wanita berbaju merah, dia sedang bersama dengannya!"


"Wanita?" tanya Lia dan Lisa bersamaan.


'Ini yang gue khawatirin,' batin Shireen sudah berpikir lebih.


Dengan terburu-buru mereka menuju tempat yang ditunjukkan. Setelah mereka menemukan titik keberadaan Samuel. Seketika mereka terkejut dengan pemandangan yang dilihatnya.


"Kak Sam!"


Benar yang telah diduga-duga hati. Shireen merasa ini hal yang paling menyakitkan. Berusaha untuk menahan air mata, tapi nyatanya itu adalah hal tersulit. Isakan tangisnya seketika menggema, beruntung tak terdengar suaranya karena ruangan club ini begitu berisik dengan musik DJ.

__ADS_1


'Pemandangan apa ini?' batinnya.


"Kita pulang sekarang!" pintanya.


"Lia, bawa Shireen masuk mobil!" titah Lisa. Lia segera menuntun kakak iparnya itu. Sedangkan, Shireen sendiri seakan tak kuat lagi berjalan.


Setelah Lia membawa Shireen keluar dari tempat neraka itu, kini Lisa yang maju untuk melabrak dua orang yang sedang saling mencumbu di sana.


Bagaimana perasaan kalian jika di posisi Shireen? Bahkan yang tak merasakan pun, bisa tahu bagaimana rasanya.


Melihat kakak kandung kedua dengan istri kakak pertamanya tengah bercumbu sedangkan ada seorang istri lagi yang menunggu.


"Jal*ng!"


Plak!


Plak!


Lisa yang tersulut api amarah langsung menjambak rambut kakak iparnya itu, lalu ia melayangkan berbagai tamparan.


"Akhhh, Lisa! Dasar bocah sialan!"


Kembali lagi Lisa menjambak rambut Liyu, sampai perempuan itu mengeluarkan air karena kesaktian.


Mendengar ada keributan, tiba-tiba semua orang memusatkan perhatiannya dengan mengarah pada Lisa yang sedang menyiksa Liyu.


Samuel yang masih setengah sadar, ia tahu bahwa ada adiknya di sini. Sedikit terkejut apa yang dilihat dihadapannya itu. Namun, rasa pusingnya membuat pria itu tak bertenaga.


"Lo bisa bayangin gimana perasaan Kak Daniel pas ngeliat istri blatu*gnya kayak gini? Lo tuh gembel yang diangkat jadi Nyonya, masih aja mau ngejar jadi ratu. Istri kakak gue lagi hamil, lo tau 'kan? Buat apa lo ingin Kak Sam juga hah!" teriak Lisa. Saat itu juga, ia menghempaskan tubuh lemas Liyu hingga ia jatuh terpentuk meja.


Liyu mengepalkan tangannya, ia tidak terima diperlakukan seperti ini. Terlebih dirinya yang menjadi pusat perhatian semua orang.


Samuel berusaha untuk melerai emosi adiknya, tapi lagi-lagi kepalanya berdenyut. Dengan pandangan yang buram-buram, tiba-tiba ia melihat Liyu sedang memegang sebuah botol minuman. Dan, apa yang terjadi ....


"Lisa-akhh!"


Pranggg


Cahhh!

__ADS_1


"Kakak!" Lisa menutup mulutnya saat darah segar mengalir deras di dahi kakaknya.


"Sam, maafkan aku ... maafkan aku. Aku tidak sengaja!" Liyu mulai cemas, dia adalah pelakunya.


Ya, salah sasaran. Bukan, no! Itu bukan salah sasaran, tapi suatu kecelakaan. Niat Liyu ingin memukul Lisa dengan botol minuman itu, tapi naas justru Samuel yang menjadi korban karena ia menyelamatkan adiknya.


'Astaga, aku ingin memukul adiknya tapi kenapa yang kena dia. Maafkan aku Sam!' batin Liyu.


Samuel terduduk lemas, saat ini isi kepala benar-benar hanya ada kegelapan. Masih sadar, tapi ia tak mempunyai tenaga lagi.


"Nona, mari saya bantu!" ucap Rico. Dia adalah asisten baru Samuel.


"Gak usah, lebih baik lo tahan jal*ng itu, bawa dia ke rumah!" titah Lisa menunjuk ke arah Liyu yang masih tercengang. Saat Lisa mengucapkan itu, refleks Liyu ingin kabur. Namun, nasib baik Rico begitu cekatan menangkapnya.


Lisa pun segera membawa kakaknya pergi dari club. Semua para penyaksi pun seketika membubarkan diri. Tetapi, cukup salut semua penghuni club malam itu akan kejadian barusan, sampai-sampai music DJ yang awalnya menggema, tiba-tiba berhenti karena kegaduhan tadi.


Lisa menuntun kakaknya dengan susah payah, hingga ia sampai di parkiran mobil. Di dalam mobil sana, masih terlihat ada Shireen dan Lia.


Percayalah, di dalam mobil itu masih terdengar suara tangisan Shireen. Akan tetapi suaranya tangisanya hilang, saat melihat Samuel masuk dengan berlumuran darah. Shireen begitu terkejut.


"Kakak!"


"Mass!"


Resfeck mereka terkejut bersama. "Lisa, kakak lo kenapa?" tanyanya dengan tegas.


"Kak Sam kenapa?"


"Nanyanya nanti aja, kita bawa Kak Sam ke rumah sakit dulu, sekarang!" Lisa langsung menancap gas mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Beruntung ada rumah sakit terdekat yang masih buka, Samuel pun segera ditangani di sana. Namun sampai tepat di depan rumah sakit, Samuel sudah tidak sadarkan diri. Pengaruh alkohol begitu kuat, ditimpa dengan kecelakaan itu. Saat ini Samuel sudah benar-benar tumbang.


Sementara Shireen sudah tidak bisa meredakan air matanya lagi. Melihat luka di kepala suaminya seketika menghilangkan rasa sakit hati yang tergantikan dengan rasa iba. Terlebih, masih terlihat beling yang menancap di kepalanya. Walaupun Shireen belum tahu apa motif kejadian sampai suaminya seperti itu.


"Cepat tangani Kakak saya!" pinta Lisa. Akhirnya tim medis pun yang sigap menangani Samuel.


Mereka bertiga hanya menunggu setelah pemeriksaan.


"Sebenarnya apa yang terjadi Kak?"

__ADS_1


"Liyu, dia perempuan jal*ng. Semua gara-gara dia!" jewab Lisa dengan tatapan amarah. Dan, akhirnya ia pun menceritakan semua kejadian tadi kepada adik dan kakak iparnya.


Bersambung ....


__ADS_2