
Agha tidak mengerti maksud ucapan Xander. “Pudar?” tanyanya.
“Ah sudah lupakan saja. Nikmatilah pestanya aku akan menyambut tamu yang lain,” ujar Xander langsung menggandeng tangan Azel untuk beralih ke meja lain.
Agha pun tampak berpikir, ia penasaran apa maksud ucapan Xander tadi. Seperti ada makna yang terselubung. Di antara perangnya otak, sementara saat itu Abel dan Elena sedang sibuk mencampur-campurkan minuman.
“Ele—astaga ....” Baru saja pria itu ingin bertanya, tiba-tiba ia menatap jengah calon istrinya yang terlihat seperti anak kecil. “Mereka samanya,” gumam pria itu.
Elena terlihat melayani Abel yang seperti orang gabut, tengah mengoplos minuman-minuman segar seperti seolah-olah mereka sedang di ruang laboratorium.
“Tante, kita tes uji coba yang kedua,” ucap Abel di tengah-tengah kegabutannya.
“Baiklah, berwaspada jika sampai meledak pesta mamimu akan hancur,” gurau Elena terdengar konyol. Lalu mereka pun sama-sama tertawa seolah acara mereka yang punya.
Agha membiarkan dua bocah itu. Elena memang masih pantas dibilang anak kecil, pasalnya tingkah laku perempuan itu tak jauh berbeda dari anaknya.
Di tengah-tengah itu, datang seorang pria paruh baya beserta perempuan yang menggandengnya.
“Sepertinya aku tidak asing dengan wajahmu Nak,” ujar Samuel.
Agha tersentak dengan sapaan pria itu, ia langsung mengulurkan tangannya. “Ingat pada saat di rumah sakit itu?” ucap Agha berbalik tanya.
“Ah ya, kau pria baik yang dengan sukarela mendonorkan darah untuk cucuku,” balas Samuel tersenyum.
‘Oh, jadi fakta aku adalah ayahnya Abel belum sampai terdengar di telinga mereka. Azriel begitu takut pernikahan kakaknya akan hancur, mungkin dengan tertutup dari mereka membuat dia berpikir jika menyembunyikan lebih baik, daripada mereka mengetahui bahwa ayah dari cucu mereka ada seorang pria brengsek. Sepertiku,' batin Agha.
“Aku Agha Paman. Ya, aku yang mendonorkan darah untuk cucumu,” balas Agha.
“Terima kasih, kau begitu baik,” sahut Shireen.
“Sangat kebetulan, mumpung kau berada di sini. Sebelumnya aku berterimakasih banyak karena menyumbang darah sampai berlianku selamat. Tapi, itu sebuah jasa yang besar. Katakanlah bagaimana aku agar aku bisa membalasnya?” ujar Samuel.
__ADS_1
Agha terkekeh kecil, kemudian ia respek membalas, “Tidak perlu sama sekali Paman. Abel anakku, sudah seharusnya aku melakukan itu.”
Tiba-tiba tatapan Shireen mengisyaratkan jika ia ingin bertanya, apa maksud dari balasan pria ini.
“Ah, maksudku Abel sudah seperti anakku sendiri. Jadi hal itu aku lakukan tanpa ada niat lain,” jelas Agha.
“Terima kasih sekali lagi. Jasamu tidak pernah aku lupakan,” balas Samuel.
Dari kejauhan ada tatapan seseorang memandang. Melihat tanpa berkata, mendengar tanpa mengintrogasi. Ya, tatapan sinis terlihat dari arah sana. Itu Azriel.
“Kau dengan siapa hadir?”
“Oh itu, dengan calon istriku. Nah dia ada di sana bersama Abel,” unjuk Agha.
Shireen dan Samuel terkekeh saat melihat cucu mereka tampak begitu akrab dengan seorang perempuan di sana. Dikabarkan, bahwa saat ini mereka masih tertawa dengan aksi permainan konyol mereka.
“Baiklah nikmatilah pestanya!” ucap Shireen.
***
Musik klasik dengan tema lagu Wonderful Tonight mulai terdengar dengan ritme yang slow, seolah menggema satu gedung.
Sudah ada sepuluh pasang penari yang berbeda jenis sedang meliuk-liuk mengikuti irama musik.
Ya, bagian dari acara ini adalah hal yang paling di tunggu-tunggu, yang di mana siapapun yang hadir dipersilahkan untuk memadu keromantisan dengan berdansa.
Sementara dua pasang kekasih yang menjadi tuan rumah dari acara ini, sudah tampak menari mesra. Menampakkan keromantisan mereka, seakan dunia mereka yang punya.
Senyum bahagia tampak terlihat dari keduanya. Sedangkan, tangan dan kaki mereka terus bergerak seiring irama lagu yang terdengar.
“Mereka sangat romantis bukan?” ujar Elena. Tangan wanita itu terus tergenggam, dengan tangan pria yang sedang menatap nanar dua pasang kekasih yang sedang menari di sana.
__ADS_1
“Hmm, apa kau tidak ingin menunjukkan keromantisan kita juga?” tanya Elena.
Agha menatap ragu, enggan rasanya untuk ditonton dari banyak pasang mata yang akan menyaksikan nanti. Namun, ia tidak ingin mengecewakan wanitanya ini. Agha juga ingin menunjukkan bahwa dirinya benar sedang belajar mencintainya.
“Menarilah denganku ....” Agha mengulurkan tangannya, lalu Elena yang merasa senang langsung menyambut tangan pria itu seraya tersenyum manis.
‘Aku akan buat Azel salah fokus. Hatinya perempuan itu pasti panas,' batinnya.
Agha mulai merapatkan posisinya, meletakkan tangannya di pinggang ramping Elena. Begitu sebaliknya, Elena mulai menaruh kedua tangannya di atas punggung lebar pria itu. Kemudian mereka saling mengatup kepala, dan terjadilah aksi dansa yang terbaik.
Bahkan para penyaksi yang melihatnya, mulai terpancing untuk ikut bersama mereka. Sedangkan, Abel yang sedang bertengkar sepupunya tiba-tiba dihampiri oleh Gafin sang asisten ayahnya.
“Hey Nona manis, bisakah kita ikut partisipasi seperti mereka?” tawar Gafin berbasa-basi.
Abel gadis yang bukan tipe basa-basi atau sok polos, langsung mengerti maksud ajakan itu. “Tapi aku tidak bisa berdansa,” balasnya.
“Biar kuajari nanti.” Gafin mengulurkan tangannya juga, walaupun ia belum tahu akan diterima atau tidak. Namun ternyata sesuai harapan, Abel menerimanya hingga membentuk senyuman manis Gafin, dan ya mereka pun mulai menari seperti mereka di sana.
Dalam kesibukan berdansa dalam alunan musik yang merdu itu, siapa sangka ada seseorang yang tidak menikmati tariannya. Gelisah, dan seolah tidak bisa mengimbangi gerakannya. Perasaannya yang resah membuat dia seperti tak terkendali.
Mata Azel tak fokus, tatkala dirinya teralihkan oleh dua orang yang ternyata lebih romantis darinya. Keahlian menari Elena terlihat dari gerakannya yang begitu lihai, sementara dirinya yang mulai oleng karena tak fokus sebab memandangi mereka, tiba-tiba Xander mendadak memutar tubuhnya dengan gerakan satu tangan.
“Azel berputar lah!” titah Xander. Namun karena ia tak fokus, Azel lengah dan justru bertabrakan dengan dua pasang penari yang membuat tak fokus itu.
Grep!
Sangat kebetulan, ini tampak seperti atraksi. Azel jatuh dalam ke pelukan Agha, sementara Elena yang memang sedang melakukan gerakan berputar justru berpindah tangan. Ya, tangan Xander yang ia tangkap.
Aksi bernari cepat tadi, kini mulai kembali slow. Ya, berdansa mereka tak berhenti hanya saja pasangan mereka yang tertukar.
Kini Azel yang sedang dalam pelukan Agha, kembali pria itu gerakan seperti semula. Dansa mereka tak terputus, Agha tetap melanjutkan karena ia tak ingin terlihat malu di hadapan semua para penyaksi. Justru, kini mereka lebih terlihat erotis.
__ADS_1
“Kenapa lengah? Tidak fokuskah? Jangan mengecewakan pasanganmu Azel,” ucap Agha di sela-sela gerakan dansanya.