
...β€β€β€...
Warning 21+, kalo kalian buka pas siang lagi puasa. Mending simpen buat buka ntar. Pokoknya mau di baca siang, sore, atau malem. Dosa tanggung masing-masing yaπ€π€£π€£.
...----oOo----...
"Aduh ... " Bintang menekan kuat miliknya.
"Bocor ini, yank ... ehmm ... "
Intan menahan senyum, saat melihat Bintang suaminya blingsatan membuka pakaiannya dan juga miliknya dengan tergesa-gesa.
"Apa sih? bukannya lagi marah sama aku?" Intan mencoba memancingnya.
Bintang tak menanggapi, dia menarik tangan istrinya untuk memegang si pyton yang sudah mengeras sempurna, bahkan di puncaknya terlihat sedikit basah.
"Ughh ... " Bintang mengerang hebat.
"Nggak kuat ini, Yank. Aku nggak marah kok, suer! Aku sayang banget sama kamu, kamu pikiran nya jelek mulu sama suami. Aku nggak suka," ucapnya suaranya sudah parau dan nafasnya tersengal menahan sesuatu yang semakin mendesak.
Intan yang sedang menatap ke arah suaminya dengan tangannya yang di paksa menggenggam sang pyton.
"Tuh, kan kamu nggak suka sama aku!"
"Yank, udah ntar deh berantemnya. Ini dulu bantuin aku, tiba-tiba pengen banget. Aduh nggak tahan sakit, pegel banget ini." Bintang semakin gelisah rasa-rasanya dirinya akan pecah saat itu juga.
"Yank ... " Bintang menggeram.
Intan mendekatkan wajahnya, mensejajarkan bibir itu dan dalam hitungan detik. Bintang langsung melahap nya rakus, dia juga menarik tubuh istrinya hingga semakin menempel pada tubuhnya.
Intan membalas pautan itu, saling menyesap dan bermain di dalam sana.
Bintang beranjak bangun, kini tubuhnya mengungkung sang istri. Dia kembali melu*mat dan mengecupi semua bagian wajah dan tubuh Intan.
Saat bagian keras itu akan menekan masuk, Intan menggeser posisi nya. Hingga sang kobra melenceng dari gawangnya.
"Yank .... " Geram Bintang, sambil kembali membenarkan letak si pyton.
Intan melipat bibirnya menahan tawa, suaminya terlihat sangat lucu saat tergesa-gesa seperti itu. Tawanya berganti pekikan saat Bintang menerobos begitu saja miliknya.
"Aduh ... Pake perasaan nggak bisa?" sungut nya.
Bintang yang sedang memejam saat merasakan miliknya tenggelam sempurna, tak menjawab dirinya fokus akan setiap gerakan dan rasa yang kian membuatnya tak karuan.
Intan hanya mampu memekik tertahan dengan berpegangan pada lengan suaminya yang menjuntai di kedua sisi, mengungkung tubuhnya.
"Ang .... "
"Shhhtt .... " Bintang yang tengah memejam fokus itu, hanya menyuruhnya diam.
Ck, padahal kalo dia ehemm biasanya suka baceo( berisik). Licik ... Gerutunya pelan.
Bintang yang memang menulikan pendengaran nya tak menjawab. Dia sedang memusatkan segala pikiran dan rasa yang semakin menggulung. Mendekati ledakan yang dia rasa tak akan lama lagi, Bintang membuka mata.
"Yank .... " panggilnya saat melihat Intan terpejam di bawahnya.
__ADS_1
"Heemm," Intan membuka matanya.
"Aku kira kamu tidur,"
"Emang bisa? lagi ada yg gerak di badan kita. Terus kita nyenyak gitu?" Intan menjawab dengan suara terengah-engah karena gerakan suaminya. Tapi tak menimpali tuduhan Bintang sepertinya bukan ide baik.
Bintang terkikik.
"Ang ... " Intan mengerang saat dirinya sudah mendekati puncak. Detik kemudian dirinya sudah bergetar merasakan pele*pasan nya.
Tanpa menghentikan gerakan Bintang merasakan miliknya semakin terasa di cengkram kuat di dalam sana. Sensasi denyutan itu semakin membuatnya menggila dengan rasa nikmat.
"Aghh. Gila ... kenapa ini, ini enak banget Yank. Aduh ... " Bintang mende*sah, tubuhnya menunduk menghisap puncak bakpao daging milik istrinya itu. Intan yang masih menetralkan rasa lemas setelah pele*pasan. Malah mele*nguh dengan kepala yang mendongak, membuat dadanya semakin membusungkan dan semakin menantang Bintang untuk tenggelam lebih dalam lagi.
Suara decakan Bintang terdengar nyaring bagaikan seorang bayi yang benar-benar kehausan.
Intan mengacak kasar rambut kepala Bintang yang sedang bermain di dadanya.
"Ang ... cepet," Intan semakin mengerang saat dirinya merasa akan kembali mencapai puncak yang ke dua.
Bintang bangun dia menatap wajah istrinya.
"Tumben aku lama, woow udah hampir setengah jam. Si pyton makin per*kasa!" Ujarnya bangga, setelah melihat jam yang menempel di dinding.
Tawa jumawa itu malah membuat Intan kesal.
Mengapa sekarang Intan merasakan penyesalan, menyesal telah memberikan jamu itu.
"Cepet," Intan kembali mencengkram lengan suaminya saat miliknya kembali bergetar, memberikan sensasi jepitan kuat pada si pyton.
"Woow, dua kosong yank! aku hebat banget ya?" senyum bangga nya terlihat tersungging jelas di bibir itu.
Intan tak mampu menimpali ucapan suaminya. Yang dia inginkan sekarang adalah secepatnya selesai, dia lelah. Paha dan pinggangnya pegal luar biasa.
Bintang bergerak semakin kencang dan kuat, dan di hentakan terakhir akhirnya dia mengerang. Tentu saja suara itu membuat Intan lega, akhirnya dia bisa beristirahat.
*
*
Mungkin baru setengah jam Intan tertidur meringkuk setelah membersihkan tubuhnya.
Bintang yang tertidur di belakangnya, kembali merasakan sesuatu yang aneh.
Intan yang tertidur pulas karena kelelahan, tak mengetahui bahwa efek jamu itu masih kuat di rasakan suaminya.
"Yank ... " Bintang menciumi pundak istrinya.
Dia kembali menginginkan, padahal dia juga sama sedang tertidur pulas. Namun ketegangan itu membuatnya gelisah dan akhirnya terbangun.
"Yank, aku mau lagi!" bisiknya.
Dia tidak mendapat jawaban dari istrinya itu, Intan masih terlelap.
Bintang sedikit berpikir ada apa dengan tubuhnya. Kenapa dia merasa begitu tangguh sore itu.
__ADS_1
Sedikit mendongak melihat istrinya, tidak ada pergerakan begitu nyenyak. Jelas istrinya kelelahan setelah mencapai puncak hingga dua kali.
Berpikir sejenak, antara dia memaksakan kehendaknya atau menunggu istrinya itu istirahat.
Dia bangun keluar kamar dengan keadaan boxer yang mengembung. Menyibukkan diri dengan olahraga kecil di taman belakang. Lalu mencoba membuka email pekerjaan, berharap akan mengalihkan fokusnya.
Hampir satu jam dan segala kegiatan tidak membuat pyton nya tertidur kembali.
Dia semakin tersiksa, bahkan tubuhnya sudah basah kuyup karena keringat dari tubuhnya yang terasa memanas tak karuan.
Membuka pintu kamar, dia lihat Intan masih bergelung di bawah selimut.
Bintang mencoba cara terakhir, yakni mendinginkan tubuhnya dengan mandi.
Hampir 10 menit dia diam di dalam bathub, merendam si pyton. Namun dia masih tetap tegak seperti petugas upacara.
Merasa miris tapi juga merasa bangga. Apa mungkin semakin terasah akan semakin kuat si pyton. Itu yang sedang dia pikirkan.
Saat sedang melamun. Intan masuk dengan wajah bantalnya. Dia yang hanya memakai kaos oversize putih, menampakan bayangan hitam kecil di dalamnya.
"Kamu ngapain?" Intan yang sedang pipis menyipitkan matanya melihat sang suami. Yang sedang melamun di dalam bathub.
Bintang membuat ekspresi wajah sedih.
"Ang?" Intan mendekat setelah selesai buang air kecilnya.
Tak ada jawaban dari suaminya itu.
"Aku mau minta tolong!"
Intan mengerutkan keningnya.
"Tolong apa?"
"Bantuin, tidurin si pyton ini udah sejam lebih masih tegak gini."
Intan yang tadi mencondongkan tubuhnya langsung sedikit menjauh. Kaget dan takut , tak di sangka efek jamu itu sebegitu dasyatnya.
Saat tubuhnya akan berbalik, dengan cekatan Bintang bangun dan menarik tangan nya hingga perempuan itu terhuyung jatuh ke pelukan suaminya dan langsung tercebur ke dalam bathub cukup besar itu.
"Ang ... Nggak mau, aku masih capek!"
Tubuh Intan yang berada dalam pangkuan suaminya itu, telah di peluk dan di ciumi dengan liarnya. Kaos putih itu semakin memperlihatkan isi dalamnya yang tanpa penghalang. Bintang justru semakin tertantang oleh sesuatu yang mencuat kecil itu.
Dia menenggelamkan bulatan kecil itu pada bibirnya sedikit menyesap dan menggigit kecil dari balik kaos putih itu.
Intan mengerang, menolak pun rasanya tak mungkin.
"Sekali lagi, ya! " Bintang memohon dengan wajah memelas, bukan permintaan sejujurnya tapi sebuah pemberitahuan. Bahwa dia akan kembali melakukan nya.
Intan tak menjawab, tentu saja dia tidak bisa menjawab karena si pyton sudah kembali di arahkan oleh suaminya.
Bersambung β€β€β€
Like, komen
__ADS_1
Kaboor πββπββπββπββπββπββ