
...--oOo--...
Hari berganti.
Ada pepatah ucapan adalah do'a itu nyata. Dan itu benar Bintang rasakan. Dia merasakan apa yang selama ini ibu hamil rasakan. Mual, muntah, tidak enak makan. Dia hanya bersahabat dengan buah-buahan juga minuman berperasa.
Intan? tentu saja dia menjadi ibu hamil yang happy. Menjalani hari-hari seperti biasa. Tidak ada aktivitas yang dia lewatkan Bahkan dia mewakilkan Bintang untuk mengecek kedai. Kini dia menjadi wanita yang sibuk.
Saat Pulang ke rumah dia menjadi suster untuk suami hamil nya. Bintang akan merengek di kamar mandi ataupun di kamar mereka. Keluhannya ya jika capek muntah, dia ingin makan sesuatu.
"Yank, nggak ada ngidam apa gitu?" Bintang bertanya saat malam dia selesai dengan asinan buahnya.
Intan yang baru selesai mandi. Naik ke atas tempat tidur dia menatap si suami. "Nggak ada, yang sekarang sholeh nya kebangetan." katanya memuji sang cabang bayi.
Bintang menghela nafasnya. "Iya, dia sayang banget sama kamu, tapi jail nya sama aku!"
Intan mendaratkan sebuah pukulan. "Kok, gitu? itu kan kamu yang pengen, Ang!"
Bintang mengusap lengannya yang terkena pukulan. "Iya, ish. Nggak nyangka bukan muntahan si pyton aja yang tokcer, ucapan aku juga ternyata tokcer!"
Intan terkikik merasa kasian sekaligus lucu melihat semua hal yang suaminya sedang alami.
Saat Bintang hampir terlelap. Intan membangunkan nya. "Ang,"
Bintang langsung menoleh. "Ya?"
"Pengen mainin kelereng!"
"Kelereng?" tanyanya memastikan pendengaran nya tak salah.
Intan mengangguk dengan raut wajah mengiba.
Bintang sedikit melamun, berpikir yang hanya otaknya saja yang tau.
Di lihatnya jam menunjukan jam 9 malam.
"Nyari kemana ya? besok aja pagi!"
"Mau sekarang. Pokoknya aku pengen mainin sekarang!" mohon nya sambil merengek seperti anak kecil.
Menggaruk rambutnya kasar Bintang bangkit.
"Mau kemana?" Intan bertanya.
Bintang yang sudah sampai pintu menoleh. "Nyari kelereng, siapa tau Altaf punya!" seingat nya anak itu membawa satu tas besar mainan dari rumah kontrakannya di Jakarta.
Setelah hampir dua jam mencari Bintang keluar kamar anak angkatnya dengan wajah yang lesu. Ya, tentu saja karena tidak menemukan yang dia cari.
Melihat si istri sedang menungging di depan kulkas. Bintang menghampiri. "Nyari apa?"
Intan mendengus sebaliknya, saat Bintang menggesekkan miliknya ke bo*ong nya. "Ishhh," Intan menutup kulkas dengan kasar.
Bintang tertawa, lalu pandangan nya mengarah ke tangan si istri ada anggur dan bakso beku.
"Apa itu?"
__ADS_1
"Nyari yang bulet mirip kelereng tapi nggak sama. Tuh , nggak enak di pilinnya." Dua jari Intan dengan lihainya memelintir dua bulatan itu. Tapi nyatanya tidak sesuai yang dia inginkan.
"Cariin, Ang." rengeknya lagi.
"Kemana?"
"Nggak tau, biasanya kan kamu ahlinya mikirin ide2. Pokoknya mau kelereng," katanya. Berlalu masuk ke kamar karena suara si kembar yang merengek.
*
*
Sudah tengah malam Bintang masih keliling di jalanan. Matanya mengawasi toko mainan yang masih buka. Atau warung2 kelontong yang sering menjajakan mainan anak-anak.
Saat dia melihat satu warung masih buka, dan terlihat cukup kumplit. Bintang turun dari mobil dengan harapan yang membumbung. Yakin di sana pasti ada kelereng yang di bungkus plastik dua ribuan.
"Permisi, Pak. Jual kelereng nggak?" tanyanya pada lelaki gendut bersarung yang sedang duduk di balik meja etalase.
Lelaki yang dia duga pemilik warung itu mengerutkan keningnya. "Kelereng?"
Bintang mengangguk pasti.
"Nggak ada, tengah malem nyari kelereng. Buat penangkal tuyul?" tanyanya serius. Sambil mengipas-ngipasi wajahnya dengan kipas anyaman bambu.
'Enak aja, anak gue di kira tuyul!' gerutunya dalam hati.
"Bukan Pak, lagi butuh kelereng. Istri saya ngidam," katanya jujur.
Si bapak itu menahan senyum. Lalu menggeleng. "Nggak punya, A. Coba cari besok ke pasar. Kalo sekarang mah waktu nya tidur,"
Bintang pun membenarkan sudah hampir pukul 1 dini hari.
Seketika dia tersenyum jahil, dengan kepala mengangguk-angguk kecil saat mendapatkan sebuah ide.
*
*
Masuk ke dalam rumah.
Mengendap mendorong pagar dan memasukan mobil. Saat turun dia kaget mendapati si istri di depan pintu.
"Yank, ngagetin."
"Dapet?" Intan bertanya dengan antusias. Apalagi melihat Bintang menenteng sebuah kantung kresek.
Bintang menggeleng. "Tapi aku dapet buah Dukuh. Cobain, dia kan buled juga!" katanya mengambil sebiji buah dukuh. Dan memberikan nya.
Intan mencoba memijat-mijat buah bulat tersebut.
"Eh," Intan memekik saat si buah pecah.
"Ish, pengen kelereng. Malah di kasih yang gini," Gerutunya kesal sambil membuang dukuh yang di pecahkan nya tadi.
Bintang menggaruk kepalanya frustasi. Gitu amat ya, yang ngidam. 'Udah gue wakilin mual sama pusingnya. Sekarang manyun aja minta yang susah.'
__ADS_1
Masuk ke dalam kamar dia melihat Intan sedang duduk bersandar di punggung tempat tidur. Memainkan ponselnya, tentunya dengan wajah tak ramah.
Bintang berjalan menuju lemari mengambil satu buah kaos tanpa lengan dan boxer rumahnya.
Masuk ke kamar mandi dengan menatap si istri yang mengacuhkan nya.
"Tidur, nanti si kembar bangun kamu ngantuk," Bintang merangkak naik ke atas tempat tidur.
"Eh, aku punya kelereng yang lain. Mau? siapa tau cocok!" Bintang menatap sang istri namun dengan tubuh terlentang. Dan kedua tangan yang dia jadikan bantal.
Seperti dugaannya si istri menoleh penasaran
"Apa?" katanya.
Bintang mengambil tangan Intan. Dan menyelipkan nya ke balik karet boxer itu.
"Gimana? mirip nggak kelereng aku sama kelereng yang kamu pengen?" Bintang terkikik geli dengan ide konyolnya.
Intan membulatkan matanya, menatap tak percaya akan perangkap si suami. "Ang, i-ini?"
"Iya, itu juga kelereng kan? special cuma kamu yang bisa pegang."
Kesal? pasti, jengkel? jelas. Intan menarik cepat tangannya.
"Nggak jelas, aku pengen liat!" Katanya menantang.
Bintang langsung semangat. "Dengan senang hati, tuan putri." Dia melepas tergesa-gesa si boxer itu.
"Silahkan," Dia memposisikan tubuhnya dengan terlentang.
Intan mengulurkan tangannya kembali memegang kelereng special milik si suami.
Bintang memejam menikmati.
"Ang, jangan bangun ininya. Jadi kelereng nya ketarik, ngga lucu lagi!" Intan merengek saat si pyton yang malah menggeliat bangun.
"Aku normal, Yank. Itunya kamu mainin, ya yang tidur pasti bangun."
Intan berdecak lalu melepas pegangan nya pada si kelereng kembar itu.
"Eh, nggak boleh di lepas gitu aja." Bintang menarik kembali tangan Intan.
Intan menoleh dan berusaha melepaskan tangannya. "Nggak mau, dukuh aja tadi pecah. Nanti si pyton juga nyembur!"
"Lah, emang itu rencananya." Bintang terkikik.
Intan memukul perut suaminya. Sebal niat hati ingin mengerjai si suami. Malah dia yang terjebak ulah sendiri.
"Ayo, kita main kelereng." Bintang bangun dan mengungkung si istri. Intan tertawa kecil saat Bintang mengelitiki badannya.
Dan malam panas gegara kelereng pun mereka lalui. Hingga tertidur sejam setelah permainan dan sedikit cerita. Dengan janji Bintang yang akan mencari kelereng itu esok hari.
Bersambung ❤❤ masih bersambung.
Pengumuman yang udah ngikutin Iqbal di sebelah, boleh mampir juga ke cerita Wulan di sana. Dengan judul Jebakan Cinta cewek Judes. napen nya Siti Sartika. Baru 4 bab ya, seloww di sana. Semoga yang mampir ke sana suka. Ada Ang Bin juga di sana. Sesekali aja tapi🤭🤭
__ADS_1
Lope2 buat kalian semua😘😘 makasih ya udah mau dukung aku remahan kerupuk ini🥰🥰🙏🙏
Sehat dan bahagia selalu buat kita semuanya 🥰🥰