Jerat Cinta Cowok Slengean

Jerat Cinta Cowok Slengean
Damar, Wulan. Dan tongkat ali


__ADS_3

...---oOo---...


Sudah seminggu, keluarga itu baru beberapa hari melewati hari yang tenang. Setelah putri mereka melewati masa-masa kritis nya. Baru dua hari ini mereka terlihat lebih bernyawa dan bahagia. Tentu saja karena sekarang sang princess sudah dalam dekapan. Rencananya sore ini mereka sudah boleh pulang. Tepatnya sang princess, karena Intan sudah di perbolehkan pulang sejak beberapa hari lalu dengan si prince. Namun kekeh Bintang ingin semua pulang bersama-sama.


Dia membuat kamar rawat itu seperti rumah kedua. Para anggota keluarga lain pun hilir mudik bergantian menemami Ibu baru itu.


"Amih," Itu panggilan bayi-bayi pada Intan. Dia menolak keras sebutan Mami yang dia rasa tidak cocok untuk nya. Perdebatan soal panggilan membuat Bintang dan Intan hampir berdebat di tengah malam saat sedang menyusui putra mereka.


Flashback


"Pokoknya, pasangan Papi ya Mami!" Bintang yang sedang berganti baju terlihat marah pada Intan.


"Aku, mau panggilan nya Abah sama Ambu!"


"Yank, masa kayak aki2 sama nenek2. Yang bener lah, ini panggilan kita seumur hidup!" nadanya sudah dia tekankan. Berharap sang istri tidak menolak.


Intan tak menanggapi dia memfokuskan diri pada si bayi laki-laki yang sedang menghisap kuat air susunya.


"Makan dulu, tadi Bunda bawa rendang sama sup ayam!"


"Nggak," Bintang berjalan ke arah sofa dan bersiap tidur.


Intan mendelik sebal. "Ck, cuma gara-gara panggilan aja ngambek, anak udah dua tapi sifat masih nyebelin!" gerutunya tapi masih terdengar jelas di telinga suaminya itu.


Lelaki itu kembali duduk. Menyandarkan posisinya di kepala sofa.


"Aku nggak enak makan, semenjak motong tali usus anak-anak. Sama liat gumpalan itu, duh. Masih mual!" keluh nya sambil mengusap wajahnya. Dia baru menyelesaikan tugas nya di market yang di kirim melalui email oleh Langit. Dan juga baru memeriksa laporan kedai nya. Lelah, lapar dan ngantuk membuat badannya seolah tak bertulang, ngilu dan dia ingin di manja. Bahkan kemarin dia meminta salah seorang OB memijat tubuhnya hampir satu jam lamanya. Dan apa? kini tubuh itu kembali ringsek seakan sudah di gebuki preman-preman.


"Ish, segitunya."


"Asli, Yank. Besok aku minta di infus aja, biar gantiin asupan makanan." Bintang bangun saat melihat Intan mengancingkan baju pasien nya tanda anak mereka selesai dengan aktivitas nya.


Mengambilnya menimang sebentar hingga terdengar suara sendawa, sesuai yang di ajarkan dokter anak. Menidurkan nya di box kecil tepat di sebelah sang istri.


Bukan kembali ke sofa, Bintang malah naik ke atas tempat tidur yang di tempati Intan.


Merebahkan tubuhnya di sebelah Intan dan memeluk erat si istri.


"Yank, semoga besok princess lebih baik, biar kota bisa pulang barengan!" katanya sambil menelusupkan wajahnya di dada Intan.


"Giliran gede aja bagian si kembar, lah aku kebagian kapan ya ini?" katanya sambil menekan-nekan jari telunjuknya pada dada yang memang terlihat dua kali lipat dari awal-awal dia memegangnya.


"Yeay, mesum!" Intan menjauhkan wajah si suami dari dadanya.


Bintang hanya tertawa namun tak lama lelaki itu tertidur nyenyak.


Flashback off.


Sore itu.


keadaan kamar Intan ricuh. Kehadiran keluarga besar beserta anak-anak nya. Menambah pekik di telinga semakin padat.


"Perhatian ... woy, ampun. Anak-anak gue ampe tenggelem suaranya kalah sama bayi-bayi senior." Bintang yang sedang menenangkan bayi perempuan nya yang menangis karena menunggu antrian asi dari Amih nya.


"Bentar, woy... Bintang mengacungkan beberapa lembar uang di udara. Yang diem di kasih uang buat jajan!" serunya. Jangankan anak-anak para keponakannya, para orang tuanya pun bahkan Bunda yang sedang tertawa dengan sang suami langsung ikut terdiam.


"Gila, pada mata duitan. Dah nih, pada jajan. Jangan berisik kasian nih bayi-bayi lucu aku yang gemesin ini. Pada berisik amat, untung udah mau pulang. Bisa-bisa satu lantai ini pada demo karena kalian berisik mulu." Omel nya kesal.


Para anak-anak berbaris untuk mengantri meminta uang yang di janjikan Bintang tadi. Dengan tidak tau malunya Mentari dan Bunda ikut mengantri.


"Ape, lu? kagak malu laki lu Sultan minta jatah 20rb dari gue?" dia menjitak kecil kening adiknya.


Mentari mengusap keningnya. "Jarang-jarang kakak bagi-bagi uang." Tanganya terulur.


Bintang menggeleng dengan ujung bibir yang tertarik mencibir. "Ok, utang gue bekas mobil lunas ya?"


"Ih, ngga bisa. Enak aja!" Mentari menjejalkan kembali uang pecahan dua puluh ribu itu.


Tawa mengisi seluruh ruangan itu.


*

__ADS_1


*


Kini mereka sudah di rumah Ayah dan Bunda. Bunda ingin di minggu pertama kepulangan cucu-cucunya ada di rumah mereka.


Semua berkumpul di ruang keluarga setelah santap malam.


"Eh, namanya belum di umumin itu!" Langit mengingatkan.


"Iya, prince ama incess aja. Nggak tau nama aslinya!" Mentari menimpali.


Bintang dan Intan saling pandang dan tertawa.


Mereka lupa memberitahu nama lengkap anak-anak nya.


"Namanya Damar Putra Bintan, sama Wulan Putri Bintan," ucapnya pasti.


"Kok pasaran namanya, yang keren dong kayak yang ada di novel-novel!" Mentari kembali menyuarakan pendapatnya.


Bintang melempar tutup botol susu anaknya.


"Maknanya bagus, mereka bakal jadi cahaya buat orang tuanya, sukur-sukur buat orang di sekelilingnya. Nggak usah berat-berat kalo ngasih nama. Yang penting maknanya bagus, nama itu doa!" katanya lagi.


Ayah bangkit dan bertepuk tangan, merasa bangga putra slengean nya kini berubah menjadi bijak. Ke-bapak-an nya terlihat sekali auranya.


Bintang yang merasa mendapatkan pujian langsung membusungkan dadanya sombong.


Damar itu artinya cahaya, Wulan ya udah pasti cahaya. Ya intinya mereka akan selalu bersinar di hati kami. Dan semoga bisa menyinari orang sekelilingnya juga.


Semua orang mengamini ucapan Bintang. Malam yang hangat itu mereka lalui dengan canda tawa.


Keluarga bahagia, semua keluarga sudah mendapatkan pelengkapnya ya itu buah hati.


End .....


Belum lah🤭🤣🤣🤣


...---oOo---...


Bintang yang selalu gelisah dan mengeluhkan berbagai penyakit yang dia rasa di tubuhnya. Mulai dari sering sakit kepala, sering pegel-pegel, sering masuk angin, ataupun kurang tidur.


Pernah sekali Intan yang memang lelah karena sibuk mengurus si kembar. Bertengkar hebat hanya karena suaminya meminta bantuan untuk menuntaskan sesuatu yang sudah sangat mendesak. Tapi suaminya belum berani untuk melakukan hubungan sesungguhnya. Dia takut itu akan menyakiti si istri. Namun permintaannya yang sering tidak kenal sikon malah sering membuat Intan marah. Jadi uring-uringan bukan terjadi pada bayi-bayi mereka, malah para orang tuanya yang sering bertengkar.


Seperti pagi ini, saat Intan baru selesai memasak menu sarapan suaminya yang akan ke market. Lalu di sibukkan dengan kegiatan menyusui Damar dan Wulan yang tiba-tiba pup. Bintang melambai-lambai kan tangannya dari balik pintu kamar mandi.


Intan sudah tau apa maksud dari panggilan suaminya itu.


"Pi? punya tangan nggak sih? sabun cair juga banyak kan di situ? nggak liat apa aku lagi sibuk? ya ampun!" Intan mengerang frustasi saat Wulan terus merengek karena ingin ganti pampers nya. Sedangkan Damar yang tak melepaskan hisapan air susunya.


"Yank, kok kamu gitu sih? aku juga butuh kamu!"


"Dasar egois!" Intan berteriak dengan mata melotot pada pintu kamar mandi di mana suaminya sedang melongok kan kepalanya.


"Udah aku bilang berkali-kali, pake bantuan pengasuh. Jadi waktu kamu nggak ketika semua ke anak-anak. Ini nggak akan lama paling lima menit," Bintang membanting pintu kamar mandi.


Intan memejam, bahkan ke dua anak mereka mengerjap kaget.


"Maaf, ya? Papi lagi kumat, yuk kita pindah ke kamar belakang!" Intan meraup kedua bayinya menuju kamar belakang.


Dari dalam kamar itu yang sudah di sulap menjadi kamar anak-anak jika siang hari, karena jauh dari jalan depan yang sering terdengar berbagai macam tukang jualan yang berteriak menawarkan jualnya.


Mulai dari pagi hari, tukang bubur ayam, bubur kacang, roti sarinem, tukang lontong kari, nasi kuning dan nasi uduk, juga tukang kupat tahu. Agak siang sedikit tukang tahu dan tukang sayur yang membawa speaker dengan menyetel lagu dangdut yang membuat para penghuni komplek hapal jika ada suara orkestra dangdut berarti itu tukang sayur.


Siangnya tukang bakso, mie ayam, batagor, cuanki dan tukang es doger, es woles dan tukang cing cau lalu lalang. Sore hingga malam mie ayam, bakso, batagor, siomay dan tukang sekoteng jahe dan tahu bulat bergantian lewat juga.


Bahkan Intan berpikir jika membeli semua tukang yang lewat harus mengeluarkan uang berapa?


Suara mobil terdengar di telinganya. Si suami benar-benar marah ternyata sampai tidak pamit saat pergi. Tapi dia tidak merasa bersalah, suaminya saja tidak mengerti keadaan.


Intan kembali bermain dengan para buah hati nya yang sudah selesai dia mandikan.


*

__ADS_1


*


Saat sedang mengecek kedai setelah selesai meeting di market. Bintang di hampiri seorang sales sebuah minuman berenergi yang menawarkan produk nya.


"Ah, saya nggak percaya!" kekehnya saat menolak sebuah minuman bergambarkan gingseng dan sebuah kayu yang kayanya berkhasiat untuk stamina laki-laki.


"Makanya Bapak coba, nanti kalo nggak ada efek hubungi saya." Si sales itu menyodorkan kartu namanya.


"Ini, free untuk Bapak. Karena Bapak sudah memberikan saya dan teman saya diskon di teater makan Bapak ini. Nanti kalo berniat membeli lagi atau syukur-syukur jika boleh menyimpan produk kami di sini atau di market milik Bapak sesuai yang Bapak tadi bilang, kita kasih free satu dus." Rayu si sales bermulut manis penuh pujian dan sanjungan itu.


Bintang mengangguk sambil melihat botol minuman energi itu yang sedang dia pegang.


Dua sales itu pun pamit setelah memberikan dua sample dan sebuah kartu nama.


Bintang tertawa sambil masuk ke ruang nya.


Di mejanya dia terus penasaran dengan isi kandungan minuman itu. "Gingseng dan tongkat ali?" dia tertawa sambil memutar penutup yang masih tersegel itu. Menghirup aroma minuman itu tidak menyengat malah tercium soft manis. Dia icip pun rasanya memang manis sedikit pahit.


Dia minum satu botol itu hingga habis. Sesuai anjuran sales tadi.


Bintang membuan botol kosong itu. Lalu membuka laptop untuk memulai memeriksa laporan kedainya.


Suhu ruangan terasa panas. Dan dia mengatur suhu AC agar lebih dingin.


Keringat bercucuran, degup jantung terasa berpacu kencang sekali. Membuat Bintang terasa gelisah, satuan yang ada di kepalanya. Istrinya ... dia ingin istrinya.


Bintang merasakan si pyton sudah mengeras sempurna. Dia mencoba menahan namun semakin tersiksa dan semakin membuat pahanya pegal.


"Sial!" Bintang bangun dan menyambar kunci mobilnya.


Melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, untung sudah lewat jam makan siang jadi kondisi jalanan kota Bandung agak lenggang.


"Wah ... kayaknya nggak bisa cuma main-main ini! harus masuk beneran masuk!" dia menggumam. Pahanya semakin pegal dan si pyton semakin mengeras sempurna.


"Aduh," pekiknya saat sudah semakin tidak kuat.


Menghentikan mobilnya di depan rumah. Lalu masuk ke dalam rumah yang beruntung pagar tidak di kunci. "Si teledor, pagar nggak di kunci!" gerutunya sambil masuk ke dalam rumah.


Mengetuk pintu tergesa-gesa.


"Yank?" panggilannya


"Yank, buka cepet!"


Intan yang baru selesai mandi sedang berdiri di depan lemari baju berlari ke arah suaminya itu.


Mengintip di jendela terlihat si suami seperti kebelet.


Dia memutar anak kunci. "Makan pedes ya?" tuduhnya.


Bintang menatap setengah meganga saat mendapati Intan hanya memakai handuk yang membelit tubuhnya. Menyembulkan dua bulatan yang terlihat ranum dan menggiurkan itu.


Bintang tak menjawab dia angkat si istri seolah karung beras menuju kamar mereka, dia tau jika siang anak-anak pasti ada di kamar belakang.


"Ang, apa sih?"


"Kamu kesurupan? kemasukan apa?" Intan memukuli punggung si suami.


"Kemasukan gingseng sama tongkat ali!"


"Tongkat siapa?" Intan kembali bertanya.


"Tongkat si ali, bikin tongkat aku keras. Aku butuh kamu, buruan sebelum anak-anak bangun!" Katanya memasuki kamar.


Bersambung ❤❤❤


Makasih yang masih setia ama si tang 🙏🙏😘😘


Aku terharu deh😘😘😘


Yang mampir di rumah sebelah pun, aku lope2 sekali.

__ADS_1


Aku do'ain semoga Allah kasih kesehatan dba kebahagiaan buat kalian manteman ku😘😘🤲🤲


__ADS_2