
...----OOO----...
"Pak... Pak... Bapak bisa dengar kami?" Seorang petugas tol membangunkan Bintang.
Lelaki itu mengerjap saat kaca mobilnya terasa di ketuk-ketuk.
"I-iya, saya nggak apa-apa," ucapnya sambil berusaha bergerak keluar dari mobilnya, di bantu dua petugas tol yang menolong nya.
"Kening Bapak luka, sebentar lagi Ambulance datang Pak." ujar salah seorang petugas yang membawa sebuah walkie talkie di tangannya.
Bintang masih terduduk di pinggir jalan tol itu.
Melihat kekacauan di belakang mobilnya.
"Itu yang nabrak mobil saya?" tanya Bintang sambil menunjuk sebuah teronton hijau di belakang mobilnya.
"Iya," jawab si petugas.
"Mobil bapak di asuransi?" tanya si petugas tol itu.
Bintang mengangguk, "iya."
Petugas itu mengangguk.
Seorang lelaki paruh baya mendekat.
"Pak, aduh... maaf. Saya kaget, bapak tiba-tiba berhenti,"
Bintang mengangguk, mau bilang mobil habis bensin rasanya malu. Tapi dia si gengsi dan banyak akal.
"Iya, nggak apa-apa. Saya tadi ngantuk jadi ke bahu jalan dulu melipir," alasannya pada supir mobil tronton itu.
"Mau ke rest area udah kelewat jauh," tambahnya lagi.
"Mobil bapak?" tanyanya balik.
"Itu kan tinggi, Pak. Jadi aman, mobil bapak yang ringsek," ucapnya takut.
Bintang bangun dan melihat keadaan mobilnya.
"Njir, Ayah ngamuk pasti." Gumamnya takut, tapi melihat wajah lelaki tua berperawakan kurus itu merasa tak tega dan berpikir pria tua itu akan kesusahan jika dia meminta ganti rugi.
"Bagaimana Pak? apa saya harus ganti rugi?"
"Oh, nggak usah Pak. Saya yang salah berhenti sembarangan," dia memotong ucapan si bapak supir.
Lalu semua clear dengan kekeluargaan.
"Tapi, saya kendala buat menghubungi adik saya. Ponsel saya mati, dan ATM jauh ya dari sini?" Bintang sedikit berkelit.
"Bisa kami antar hingga keluar pintu tol Pak!" tawar si petugas.
"Boleh kalo begitu!"
Lalu si bapak supir menghampiri Bintang.
__ADS_1
"Makasih ya, Pak. Ini ada sekedar buat ke wartel ngehubungin adiknya. Sekali lagi makasih banyak," ucapnya.
Bintang mengerutkan keningnya, sambil memasukan gulungan kertas yang di selipkan supir itu pada sakunya.
Bintang pun berjalan masuk ke dalam mobil petugas patroli itu.
Sesampainya di pintu tol dia turun dan berterima kasih.
Lalu dia berjalan menyusuri jalan itu. Bintang teringat akan buntalan kertas yang tadi di berikan supir tronton itu.
Dia mengira paling puluhan ribu, saat dia buka gulungan uang itu, ada 350 rb . Bintang membola kan matanya. "Salah nilai gue, anjir buat ke wartel tadi katanya, buset bisa nelepon ke luar negeri nih kalo duit segini," Bintang terkikik geli telah salah mengasihani orang. Malah dia kini yang miris.
Bintang masih terus menyeka keningnya yang terus mengeluarkan darah walaupun tidak banyak.
*
*
Bintang berjalan di sepanjang trotoar sambil mencari makanan.
"Mang cilok nya oceng," ucapnya pada pedagang cilok yang sedang mendorong gerobak.
Si mang penjual cilok pun berhenti.
"Cilok, A?"
"Iya, goceng!" Bintang mengulang lagi ucapannya.
"Hah, goceng?"
"Lima rebu," Bintang berkata agak kesal
"Emang berapaan?" tanya Bintang
"Seribu an, ada isinya lagi."
"Isi apa?" tanya Bintang sambil membuka tutup panci berisikan cilok itu.
"Isinya lemak baik, hahaha. " Tawa si Abang penjual pecah.
Bintang hanya meringis ingin sekali melempar tutup panci itu pada si mang cilok.
"Ya, udah saya beli 10 ribu," ujarnya.
Lalu si mang langsung melayani. "Eh , cuma ada delapan, campur punya saya mau?" dia terbahak lagi.
Bintang yang memang tengah sakit kepala dan hatinya yang kacau malas meladeni si abang cilok itu.
"Itu mah saya punya, lebih bagus lagi," bintang merogoh saku celananya.
"Alah udah terbukti belum? saya anak 9!" katanya lagi. Sambil memberikan bumbu kacang pada plastik cilok itu.
Njir nih kang cilok, aslii kelebihan cilok ini, atau otaknya keselek cilok. Batin Bintang emosi.
*
__ADS_1
*
Bintang mencegat taksi sambil memakan cilok, lalu menyebutkan alamat rumah orang tuanya.
Di perjalanan dia berpikir usaha apa yang akan diam lakukan untuk mendekati Intan, mungkin untuk beberapa hari ini dia akan sedikit memberikan waktu untuk Intan menenangkan hati. Tapi ke depannya dia akan berusaha kembali mendekati Intan.
Sesampainya di rumah, terlihat Ayahnya membuka pintu rumah.
"Dari mana kamu? itu kepala kenapa? mobil kamu kemana?" Ayah memberondong pertanyaan padanya.
Bunda datang berlari ke arah anak dan suaminya yang masih berdiri di depan pintu ruang tamu
"Masuk dulu, kita obatin dulu. Ayah ngapin sih? anaknya baru dateng mana luka lagi," Bunda menarik tangan Bintang agar masuk rumah.
Setelah selesai di obati Bunda meminta Bintang menceritakan semua masalah yang Intan hadapi.
Lalu sebuah pukulan Bintang dapatkan, "Iya lah, Bunda juga pasti akan ngamuk. Bawa Bunda nengok Intan besok!" ujarnya lalu masuk ke dalam kamar.
Ayah ikut bangkit sambil mengacungkan kepalan tangannya pada sang putra.
*
*
Bintang, pergi ke garasi rumahnya setelah membersihkan tubuh dan ganti baju. Tak lupa memakan obat sakit kepala karena kepalanya terus berdenyut. Mungkin karena luka di pelipis kanannya yang mengeluarkan darah terus-menerus walaupun hanya sedikit.
Dia menatap motornya lalu dia usap halus dan mengeluarkan ponselnya, mulai memfoto nya dari berbagai sisi.
Lalu dia mengetikkan rangkaian kata sebelum meng upload nya.
"Semoga ini bisa jadi masa depan aku, buat menjadi seorang lelaki mapan seperti kata Bunda."
"Kamu berusaha di sana, aku juga berusaha dari sini, kita berjuang sama-sama," ucapnya dengan bangga.
Dan dia membayangkan kecelakaan yang tadi menimpa nya.
Ternyata hanya ada satu mobil yang menabrak nya, tapi kenapa dia merasakan dua kali benturan.
"Kenapa cuma satu mobil? jelas-jelas tadi dua kali dentuman hebat yang gue rasain. Duh, mana tadi bilang ke Intan kalo gue kemasukan setan lagi, kayaknya setan marah gue nyalahin mereka. Anjir ngeri, merinding gue!" lalu berbalik dan alangkah kagetnya dia... "Juriggggg .... " (Setannnn).
❤❤❤ Bersambung
Like
komen
favoritnya
Wkwkw, banyak yang ngira bakal amnesia atau koma. Jangan, itu hanya di novel keren dan ftv ikan terbang. Aku mah apa atuh 🤣🤣🤣.
Pada seneng si Bintang kesiksa🤧🤧. Udah aku kasih yang ngenes juga masih aja pada ngakak.
Nggak masuk ya feel sedih dari sifat Bintang 🤣🤣
Sehat2 semuanya, aku lagi agak flu, dari kemarin sakit kepala 🤧 sekarang sakit tenggorokan dan pusing yang masih kerasa🤧.
__ADS_1
Salam cium dari Bandung buat kalian semua😘😘Makasih ya udah selalu ngedukung 😘😘🙏🙏
Eh kaget tadi dapet notif masuk rangking hadiah walaupun ke 192 dari 200 besar. Tapi alhamdulillah Seneng banget, apalagi kalo ntar dapet gaji dari nt 🥰🥰💪💪🙏🙏