Jerat Cinta Cowok Slengean

Jerat Cinta Cowok Slengean
Iseng nya


__ADS_3

...❤❤❤❤❤...


Intan selesai dengan acara membagikan seblak ke semua tetangganya di kostan itu.


Bintang tentu special dengan toping lengkap, dan tidak pedas.


Selesai menghabiskan bahan-bahan seblak itu, Intan membereskan semua peralatan dagangnya dia keukeuh harus bisa membawa itu semua.


"Ribet , bagiin napa sih ke tetangga!"


"Jangan, ini kan kenang-kenangan dari kamu. Ishhh laki bener-bener nggak bisa sedikit sentimentil sama barang kenangan!" Intan menggerutu kesal.


Bintang mengalah dengan menenteng tabung gas dan kompor yang di masukan kembali ke dalam dusnya.


Mereka berjalan menelusuri gang menuju mobil Bintang yang terparkir di jalan besar.


"Udah, yuk." Intan berkata sambil menepukkan tangannya saat selesai memasukan barang pada bagasi mobilnya.


Bintang meringis memegangi perut.


"Kenapa?" Intan menatapnya.


"Mules, aduh kebanyakan makan seblak!" Bintang memegangi perutnya.


"Kebiasaan, nggak pedes juga!"


"Iya, tapi aku kekenyangan. Dari kemarin belum setor udah numpuk kayaknya, boleh numpang di kostan nggak?" tanya Bintang semakin meringis.


Intan mengangguk lalu Bintang lari terbirit-birit kembali ke area kostan itu.


Gadis itu mengikuti calon suaminya sambil tertawa melihat tingkahnya yang luar biasa.


Intan duduk tak jauh dari gerbang yang terdapat warung dia membeli beberapa minuman dan cemilan untuk teman mereka dalam perjalanan.


Dirinya sambil mengobrol bersama si pemilik warung.


*


*


Bintang masuk ke dalam kamar mandi yang pintu nya terbuka.


Tak lama pintu sebelahnya terdengar di tutup, lalu terdengar suara orang yang berbisik.


Setelah hening sesaat suara ero*tis seperti kulit yang beradu terdengar. Lalu deca*kan pun terdengar.


Bintang merasa meremang bukan karena merasa mulas tapi mendengar suara-suara uang yang dia tau kegiatan apa itu.


"Cepet..." ucap si wanita berbisik.


"Bentar, kamu tau kan aku lama!" kata si lelaki.


"Anak-anak, ntar keburu sadar kita nggak ada! makanya kalo mau malem bukan siang. Malem aja ngorok siang pengen ngorek!" gerutu perempuan yang dapat di simpulkan itu adalah istri nya.


Bintang berusaha fokus dengan kegiatannya membuang limbah usus itu, tapi dia tetap mendengar suara kulit yang beradu itu.


Bintang menunduk berharap si pyton tidak celamitan. " Diem lu ton, malem lu udah muntah. Gue siram juga lu ntar!" ucapnya dalam hati seolah memohon agar si pyton tidak bereaksi.


Bintang masih takut akan ada reaksi dari pyton kebanggaan nya. Namun sejauh ini belum ada pergerakan, dia tidak bisa membayangkan celana chinos coklat muda yang dia pakai akan jelas terlihat jika mengembung.


Saat Bintang merasa semakin tidak fokus dia pun membersihkan dirinya.


Terdengar suara panik perempuan di ruang sebelah setelah sadar bahwa ada orang lain di sana.


"Ahhh... pak, ada orang." katanya sambil terengah.


"Sampun, mendel mawon ojo kakean omong.


Fokus wae kale gerakan aku lan kowe,

__ADS_1


Bene enggal rampung!" Ucap si suami. (Udah, diem aja jangan banyak ngomong, fokus aja ke gerakan kita, biar cepet kelar!)


Bintang mencibir karena sedikit mengerti dengan apa yang dia dengar.


Saat selesai dia membuka pintu kamar mandi, suara di sebelah semakin meresahkan.


Dengan otaknya yang brilliant dia mengambil air setengah gayung lalu dia melemparkan nya melalui celah di atas tembok.


Byurrr...


Suara meresahkan dan membuat mupeng itu bukannya hening, malah terdengar keduanya menge*rang dan mele*nguh dengan kencang nya sebelum terdengar teriakan si Laki-laki yang merutuki orang yang menyiram air.


Bintang terkikik geli membayangkan pasangan di dalam basah karena siraman air yang dia lakukan.


Dia berlari ke arah depan, melihat Intan di depan pagar. Tangannya langsung menarik nya dan menjauh menuju mobil nya terparkir.


Saat hampir sampai dekat mobil Bintang terbahak-bahak.


" Kenapa sih? aku capek!" Intan terengah berhenti di dekat mobil.


Bintang sesekali melihat ke arah gang.


Lalu dia mengusap keningnya yang berkeringat. Sambil tertawa.


"Aku, abis nyiram kucing ka*win," ucapnya meyakinkan.


Intan menggeleng pelan, takjub dengan sikap jahil calon suaminya itu.


"Bohong," timpalnya.


Bintang kembali tertawa, "ada yg lagi wi* wi* di kamar mandi, bikin aku mau aja!" jawabnya jujur.


Intan membulatkan matanya, " Jail banget sih, Mas. Minta maaf sana," ketus Intan.


"Ogah, pas aku siram. Mereka malah makin kenceng suaranya kayaknya udah sama-sama ke puncak. Jadi aku ikut mendingan kan suasana."


Intan berdecak kesal, lalu saat mereka melangkah menuju mobil. Suara berdebum membuat Intan menoleh kaget.


"Aduh, ... pan*at ku yang semok, sakit... " dia mengaduh.


Intan yang kaget tapi malah tertawa melihat Bintang terjatuh. "Ya ampun karma di bales kontan, Mas." Dia terkikik puas namun tak ayal mendekat dan membantunya bangun.


Bintang sedikit tertatih berjalan menuju pintu mobil.


"Puas banget kamu, liat aku jatuh!" gumamnya sambil cemberut.


Intan mengusap badan bagian belakang Bintang.


"Ughhh ... kasian, sini aku elus halus!" katanya menggoda.


Bintang membalikan tubuh nya agar di usap Intan.


"Makanya jangan usil, orang lagi enak. Ngapain kamu ganggu? ngiler pasti!" Intan berkata sambil mengusap pinggang Bintang.


Lelaki itu langsung menoleh, "Iya, itu kamu tau aku ngiler. Makanya aku kesel,"


"Dih, gitu." Intan terkekeh.


Setelah cukup lama mendapatkan sedikit perawatan dari Intan. Mobil pun melaju menuju kantor tempat Intan dulu bekerja.


*


*


Bintang terus memberengut sepanjang jalan menuju Bandung.


Dia kesal saat tau isi kado kenang-kenangan dari Edo adalah sepasang giwang mutiara yang cantik.


"Laki-laki, ngasih perhiasan. Itu benda sakral, keabadian cinta tau arti perhiasan." Terus saja Bintang menggerutu.

__ADS_1


Intan yang memang pendiam hanya diam tak menimpali emosi Bintang.


Bintang tak berhenti mengomel hingga mobilnya berhenti di basement apartemen.


Seorang security datang menghampiri setelah dia panggil untuk meminta tolong membawa barang-barang alat dapur milik Intan.


"Kamu duluan ke atas, aku mau ketemuan dulu sama orang yang mau beli mobil!" ucapnya saat keluar dari mobil.


Intan merasa terenyuh melihat Bintang mengusap mobil yang masih sangat terlihat baru itu. Mobil hasil jerih payahnya.


Intan langsung memeluk tubuh Bintang, menghirup aroma lelaki yang rela berkorban demi dirinya. Walaupun terlihat menyebalkan dan sangat mudah meledak, rasa tanggungjawab nya begitu besar untuk nya.


Bintang membalas pelukan itu, ikut mengusap punggung Intan. Lalu mengecup puncak kepalanya.


"Udah, sana. Orang nya udah di depan apartemen katanya. Aku mau ke sana. Siap-siap ya! kita makan malam sekalian ketemu kakang kamu di restoran sebrang, hubungi kakang kamu supaya dateng."


"Pd banget langsung laku?"


"Aku jual di bawah harga pasar, pasti langsung deal." ucapnya menunduk menatap wajah Intan yang mendongak menatapnya.


Cupp...


"Akhirnya, dapet kiss walaupun curi-curi." kekehnya saat melihat wajah kaget Intan.


"Makasih banyak, semoga cepet keganti. Maaf ngerepotin ," suara Intan tenggelam dalam dada nya.


Bintang kembali mengeratkan pelukan nya.


"Iya, biar pernikahan kita tanpa hambatan." bisiknya di telinga Intan.


Intan mengangguk pelan.


Lalu dia berjalan ke arah lift, yang akan membawanya menuju kamar Mentari di mana si security sudah menunggunya.


Bintang masuk kembali ke dalam mobil lalu membawanya keluar dari basement ke arah jalan.


Menemui calon pembeli mobilnya, dia tidak merasa sayang ataupun menyesal karena harus menjual mobilnya. Malah dia merasa bangga karena bisa berjuang dengan hasil jerih payahnya.


*


*


Intan di dalam kamar membereskan barang-barang milik nya. Tidak banyak hanya berupa tabung gas hijau, kompor gas kecil yang di masukan kembali ke dalam dus nya, dan satu dus sedang berisi berbagai macam alat memasak.


Lalu dia berniat membersihkan diri, mengambil sebuah dress full kancing karena dia akan pergi ke rumah Mentari setelah bertemu dengan kakangnya petang nanti.


Saat sedang membubuhkan bedak tipis, pas code pintu terdengar di tekan, Intan langsung berjalan ke luar kamar.


Terlihat Bintang berlari ke arahnya dengan wajah sumringah. Dengan satu amplop coklat cukup besar di tangannya.


"Ayoook kita nikah sekarang," katanya histeris.


Intan yang di gendong langsung melingkarkan tangannya ke leher Bintang.


Mereka tertawa bersama, "Kamu cantik banget!" Bintang yang masih menggendong Intan seketika mendongak menatap gadis yang selangkah lagi akan menjadi istrinya.


Intan menunduk, kening mereka menyatu dan Bintang tanpa meminta ijin terlebih dahulu langsung mema*gutnya kuat namun begitu lembut.


Membawanya masuk ke dalam kamar.


Bersambung ❤❤


like


komennya makin dikit🤧🤧


Favoritnya


Up hari ini 3 semoga tidak menghianati hasil🤧, ada bahasa Jawa dikit, terimakasih mba FIA kuuhh translate nya😘😘😘

__ADS_1


Mau tanya ini ada 50 part lagi kira2, mau di percepat sehari dua kali, atau sehari sekali aja??😁😁


__ADS_2