Jerat Cinta Cowok Slengean

Jerat Cinta Cowok Slengean
Balas dendam


__ADS_3

...--oOo--...


Bintang bangkit seketika, saat mendengar suara familiar Mas Aziz si pemilik motor.


Intan yang tangannya terpasang borgol, langsung tertarik seketika.


"Aduh ... Ang, buka dulu." Geramnya marah.


Bintang hanya diam dan terburu-buru mengambil jaket dan kunci motor yang tergeletak di karpet.


"Bentar, nanggung. Ngasihin ini aja." Katanya sambil mengeluarkan uang dari dompetnya.


"Buat apa?" Intan lagi-lagi bertanya.


"Sewa motor," Jawabnya singkat. Lalu membuka pintu dan benar saja Mas Aziz gugup ada di depannya.


"Ma-maaf, Ta-tapi saya ha-harus pu-lang. Is-is-istri saya ngi-ngidam pengen di-di bawain sa-sate Padang, sekarang ju-juga." lelaki itu menyeringai sambil menerima jaket dan kunci yang di sodorkan Bintang.


"Oh, ya Udah. Makasih, Ya. Mas Aziz." Bintang kemudian menyodorkan uang 400 ribu.


"Wah. Kok?"


"Sa-sama bu-buat Besok?" tanya Aziz.


"Nggak, misi berhasil. Ini terakhir,"


Aziz mengangguk matanya berbinar melihat lembaran uang di tangannya.


"Mo-mobil nya di-di sana." Katanya lagi, matanya menatap tangan kanan Bintang yang ter borgol dengan tangan istrinya.


"Pak? Bapak, Intel?" tanyanya


Intan yang berdiri di belakang Bintang, otomatis menarik tangannya. Dan bersembunyi di balik tubuh suaminya. Tangannya mencubit punggung sangat suami.


" Aw, Bukan. Kita lagi main penjahat-polisi." Jawabnya asal. Dan semakin jadi Intan pelintir capitan jarinya.


Tak lama Aziz pun pergi, dengan raut wajah bingung.


"Apa sih? sakit!"


"Buka, ini." Intan menggerakan tangannya yang di lingkari borgol mainan itu.


"Bentar, tanggung. Ayo, cepet. Badan aku kayak kebakar. Hareudang banget," Bintang menarik masuk istrinya ke dalam rumah.


"Mobil, kamu?"


"Mobil Kita, biarin. Nanti aja abis ini." Bintang mengunci pintu itu dan tergesa membuka pintu yang dia yakini kamar.


"Bentar, pengen pipis." Intan menahan tangannya di gawang pintu.


Bintang berbaik mendengus kesal.


...***...


Mengikuti Intan yang berjalan menuju kamar mandi.


"Tunggu," Intan menghentikan langkah Bintang yang akan ikut masuk ke dalam kamar mandi.


"Ang ... " Geramnya saat menyadari borgol di tangannya.


"Apa?"Bintang terkikik geli,


" Udah, cepet. Kenapa emang kalo aku ikut masuk?" Bintang mendorong pelan tubuh istrinya agar segera menyelesaikan tujuannya.


Intan merasa malu berjongkok di closet dengan seorang lelaki berdiri di depannya.


Bintang terus tersenyum, sesekali menunduk mengecup kening istrinya.


Saat Intan mengambil gayung hendak ce*bok. tangan Bintang ikut tertarik.


Demi apapun, Intan sungguh geram pada suaminya. Ide-idenya selalu luar biasa.


Bintang tangan kanannya ikut terulur mengikuti gerakan tangan Intan.


Lelaki itu terus saja tertawa, terbalik dengan wajah Intan yang cemberut.


Intan hendak bangun memakai celananya. Namun belum selesai Bintang memojokkan nya di dinding kamar mandi. Nafas suaminya sudah memburu, dan sorot matanya pun terlihat sayu.

__ADS_1


"Ang ... " Intan menahan dada Bintang yang menekannya kuat.


"Nggak kuat," Bintang melu*mat bibir itu, dan tangan kanannya yang ter borgol dengan tangan kiri Intan. Langsung merayap sesuatu yang belum terbungkus itu, menyentuh rumah sangat pyton yang benar-benar dia rindukan.


"Apa ini?" godanya, kening mereka saling menempel, Bintang menatap mata Intan yang memejam saat tangannya bermain nakal di bawah sana.


"Enak?" tanyanya berbisik.


Intan tak menjawab, dia menenggelamkan wajahnya di ceruk leher suaminya, dengan tangan yang terbebas dari borgol dia kalungkan di bahu suaminya.


"Ang?" desa*nya saat Bintang mengecupi leher Intan. Celananya yang tadi menggulung di dekat lutut, belum sempat dia naikkan ke pinggang kini malah sudah jatuh di lantai.


"Hmm ... " jawabnya.


"Di kamar, nggak mau di sini!" Intan mencoba menahan tangan suaminya yang terus bermain di area bawah tubuhnya.


Bintang pun menguar pelukan nya pada sang istri.


Menarik tergesa-gesa tubuh itu menuju kamar. Bintang masih keukeuh dengan tangan yang di satukan oleh belitan borgol mainan namun kuat membelit itu.


"Ang, sakit tau." Intan terus menggerutu memohon di lepaskan nya.


Bintang menulikan pendengaran nya. Dia terus menyerang istrinya dengan alasan sebagai hukuman karena kabur-kaburan.


...~~~~...


Bintang terengah dan terkulai lemas di sebelah istrinya, begitu juga istrinya yang sudah tak bertenaga setelah segala omelan dan amarah yang dia keluarkan.


Jamu itu bereaksi dengan sangat nyata. Terbukti permainan suaminya hampir dua jam, dengan pelepasan Intan yang berkali-kali. Bintang mengeluhkan lelah dan pinggangnya sakit karena terus digunakan menghentak sang istri. Luapan rasa rindu, kelegaan, dan kekesalan menjadi satu. Melebur sempurna, tubuh nya lelah. Namun tak lama ga*rah jamu itu kembali dia rasakan.


"Yank!" panggilnya.


"Tau," Intan terdengar ketus.


"Idih, marah. Barusan aja merem lupa melek. Kangen juga kan?" Bintang menciumi gemas istrinya.


"Buka," Intan merengek dengan sisa tenaganya.


"Kenapa? enak tau sensasinya beda. Kayak film Hollywood."


"Iya, yang maniak dan psikopat. Kamu gitu?"


Intan hanya mengerling. Borgol nya yang membuatnya kesal dia tidak bebas bergerak. Bahkan untuk membalikkan tubuhnya saja. Dia susah. Yang bisa dia lakukan adalah menghadap ke suami omes nya (otak mesum).


Namun Bintang lagi-lagi meragut, menghisap kuat bibirnya. Padahal bibirnya sudah terasa tebal dan kebas.


"Ang, buka. Emang kamu ngga mau polos?" Intan beralibi.


Bintang yang sudah mulai siap untuk ronde berikutnya, sedikit berpikir, mereka hanya melepaskan bagian bawah saja.


Bintang mengecup kilas kening istrinya sebelum bangun.


Mereka bangun seperti seorang anak kecil, sibuk memakai pakaian bawahnya dengan susah payah karena harus bergantian.


"Ehh... keselll. Ngga ada kerjaan, pake borgol segala!" Intan terus saja menggerutu saat tangannya yang tersambung dengan suaminya itu harus ikut menjuntai saat Bintang memakai celananya.


Bintang tertawa renyah. "Apa sih? ngomel ngga abis-abis. Sini aku isep lagi ntar, tunggu ya. Kita buka dulu ini. Biar tangan kita bebas," Bintang membuka pintu kamar dan tentu saja otomatis Intan mengikuti.


...-----...


Mereka membongkar semua dari mulai karpet, celana Bintang, masih juga belum menemukan.


"Ang, gimana?"


"Bentar, ini di mana ya? apa di mobil?" Bintang bertanya pada dirinya sendiri.


"Ya, udah sana liat. Sekalian pindahin mobil ke depan rumah." Suruhnya.


Lelaki itu patuh, dan tentu saja tangan Istrinya tertarik.


Sepanjang jalan menuju mobilnya terparkir, Intan mengerucutkan bibirnya.


Bintang memeluknya gemas sambil terkekeh geli.


Perumahan itu memang perumahan baru. Penghuni nya pun baru beberapa saja. Malahan sebagian lahan masih dalam tahap pembangunan.


"Yank?"

__ADS_1


"Apa?" jawabnya.


"Kamu ngga takut diem di sini?"


"Takut apa?"


"Setan atau orang jahat gitu?" Bintang sesekali menatap ke arahnya.


Intan hanya mengedikkan bahu nya.


"Enggak?" Tanya lagi Bintang memastikan.


"Kenapa takut, orang udah biasa berdampingan sama setan dan orang jahat. Kok!"


"Wah? masa? kamu anak Indighost?"


Intan menghentikan langkahnya beberapa langkah dari mobil yang dia kenali milik suaminya.


"Kamu kan udah paket lengkap, setan nya ada, orang jahatnya ada, lambe nyinyirnya ada." Intan menatap mata yang tengah terbengong itu dengan menahan tawa.


"Ish, kamu. Ampun, suami sholeh dan sholehot gini kamu anggap setan dan orang jahat?" keluhnya tak Terima.


"Udah, buruan. Aku ngantuk, cape. Pengen tidur." Intan mengalihkan pembicaraan.


Bintang melanjutkan langkahnya dan membuka mobil. Masuk dan mencari-cari kunci borgol mainan itu.


"Aduh, ngga ada. Kemana ya?" Bintang masih mencari-cari dengan bantuan senter dari ponsel yang di pegang Intan.


"Terus gimana?" Intan mendadak ingin menangis, karena kelakuan suaminya yang ajaib, dia harus berakhir dengan tangan ter borgol.


"Kita beli gunting besar buat ngebuka ini. Tenang, " kita makan dulu. Biar rileks, tuh perut kamu dari tadi bunyi. Kayaknya sumsum nya udah ke kuras semua tadi." Kekehnya.


Tak ada jawaban dari Intan, yang memang dia merasakan lapar luar biasa. Dia duduk dengan tangan kirinya yang menggantung di dekat stir mobil.


Bintang mulai mengemudikan mobilnya keluar dari perumahan itu.


"Makan apa?" tawarnya.


"Terserah,"


"Suka gitu, aneh sama cewek. Terserah bukan jawaban tau?" Bintang menoleh pada Intan


"Aneh sama cewek, tapi laki-laki butuh kan?" Intan masih terdengar ketus.


"Kayak, cewek nggak butuh cowok aja?"


"Ang, cukup. Aku capek, aku pegel, dan perut aku lapar pengen nasi goreng!"


Bintang tertawa puas, "Nah gitu dong, pengen nasi goreng. Apa susahnya sih tinggal ngomong, harus di pancing emosi dulu. Baru ngomong,"


Intan tak menjawab, dia menyandarkan kepalanya yang pusing, lelah, marah, kesal, dan pastinya lapar. Meladeni suaminya tidak akan pernah asal habisnya.


Bintang menurunkan tangan kanannya yang berat di gelayuti tangan Intan. Sebenarnya borgol itu menyiksa juga untuk nya, tapi dia diamkan saja sebagai pelajaran pada istrinya.


Saat dia menunduk mencari kunci kecil itu, dia melihat benda yang di cari itu ada di saku kemejanya. Dia diam dan mengulum senyum saat melihat wajah frustasi Intan.


Sesekali istrinya itu harus dia buat merasakan apa rasanya gelisah dan tidak nyaman.


"Ini kenapa?" Intan memekik saat tangannya di buat memegang si pyton yang sudah sekeras batang pohon singkong.


"Ang?"


"Nggak tau, aku nurunin tangan. Tangan kamu turun ke situ!" Katanya tak mengakui. Padahal dia yang menyimpan tangan itu saat melihat istrinya tertidur.


"Hayo, tanggung jawab. Udah bangunin dia


Cukup ya, kamu siksa aku sebulan lebih, eh mau dua bulan deh sama sebelum kejadian berdarah itu. Kamu udah nggak ngasih aku lama banget. Sekarang kamu tanggungjawab, harus selesai. Sebentar, aku cari tempat gelap dulu." Bintang menghentikan di sebuah lapang yang memang gelap dan di tumbuhi ilalang tinggi.


Intan memejamkan matanya. Rasanya dia ingin menangis dan menjerit kesal. Suaminya benar-benar balas dendam kepadanya.


Bersambung ❀❀


Aku masih tunggu kalian di rumah sebelah.


"Lelaki terbaik" napennya Siti Sartika 🀭🀭πŸ’ͺ


Yang udah mampir makasih, lope2 pokoknya πŸ₯°πŸ₯°

__ADS_1


Sayang kalian semua😘😘😘


Sehat dan bahagia buat semua 😘😘


__ADS_2