Jerat Cinta Cowok Slengean

Jerat Cinta Cowok Slengean
memantaskan diri


__ADS_3

...---oOo---...


Takkk


Satu buah jitak kan Bintang dapatkan


"Budak semprul, Ayah sendiri di bilang se*an, " Ayah terlihat geram.


"Abisnya, tiba-tiba ada."


"Mau ngapain fotoin motor?"


Bintang hanya menggaruk kepala nya yang tidak gatal itu.


"Mau buat modal, boleh kan Yah?" tanyanya takut.


Ayah hanya tertawa, "Boleh lah kalo buat modal, tapi kalo buat yang macem-macem. Liat aja bogeman dari Ayah." Ancamnya.


Bintang langsung memeluk Ayah nya, "makasih, Ayah. Emang luar biasa," pujinya.


"Mobil kamu kemana?" tanya Ayah.


"Ehm... itu, itu... "


"Apa? celaka?"


Bintang menoleh melihat reaksi apa yang akan dia lihat dari sang Ayah.


"I-iya, Yah... jangan marah, "


Ayah sudah mengangkat tangannya.


"Ampun, Yah... kakak janji abis ini mobil beres, kakak bakal jual buat gantiin uang Bunda terus mau buat modal bisnis," ucapnya sambil menghindar dari pukulan yang siap Ayah nya berikan.


Ayah menurunkan tangannya, "Ayah pegang janji kamu, awas aja kalo masih semprul. Ayah kirim kamu ke pesantren manula,"


"Gusti, Ayah... masa manula?"


"Umur kamu itu, bukannya hidup serius. Kerja yang bener, cari istri."


"Do'a in, Ayah mah terus aja ngomel tapi nggak tau apa yang aku lewatin!"


"Apa emang?"


"Banyak , lah. Ayah pasti nggak akan ngudeng. Aku jaga pusing,"


"Ya, emang kamu kan budak semprul!"


"Udah, Ayah mau ngelonin Bunda."


Bintang hanya memutar matanya sebal.


*


*


"Kak... bangun, kan mau nganterin Bunda buat jenguk Intan!" pintu kamar bujangan itu di ketuk berkali-kali olehnya.


Bintang membuka pintu kamarnya.


"Ayo, Bun."


Bunda hanya mematung di ambang pintu, "bunda kira kakak belum bangun, ternyata udah rapi,"


"Ishh ... iya dong, "


"Ya, udah kita sarapan dulu." Ajak Bunda sambil menuruni tangga.

__ADS_1


Ayah yang sudah duduk rapi di meja makan, seketika menoleh ke arah istri dan anak nya.


"Ck, mandi pake minyak wangi kamu?"


"Mau ketemu calon istri, Yah.... harus mentereng ini!"


"Yang ada Bunda kamu pingsan di jalan, gara-gara bau minyak nyong2 kamu,"


"Gegabah, minyak nyong2. Ini bibit super yah,_


" Makan di ruang TV sana, wangi nasi goreng Bunda kamu ilang ke tilep bau kamu," Usir Ayah.


Bintang melengos malas, namun sesaat kemudian dia bangun mengambil nasi goreng hingga memenuhi piringnya lalu dua telur mata sapi, sosis goreng melenggang keluar dari ruang makan.


Ayah yang baru tiba setelah menerima telpon langsung berteriak, "Tanggg ... astaga, tuh kuli bangunan udah kalah sama porsi makan kamu," teriaknya kesal


Bintang yang melenggang menuju teras hanya terkikik geli, "Ke anak bisanya nge bully terus, bully kan butuh tenaga." keluhnya sambil duduk di kursi taman dengan piring penuh nasi goreng dan teman-temannya.


"Hai... burung," sapa nya pada burung peliharaan Ayah nya.


Burung itu malah membuang wajahnya, "Dih, sombong. Cari aman lu ya? takut gue goreng?" ucapnya sambil meneruskan acara makannya.


*


*


"Kak, belum?" Bunda sudah terlihat rapi di depan teras.


"Ya jelas belum lah, porsi makan kuli kan gitu!" Ayah juga sudah terlihat rapi di belakang sang istri.


Bintang berjalan ke arah orang tuanya sambil mengelus perutnya.


"Ayah ikut Bun?"


"Kenapa?" tanya sang Ayah.


"Nggak, ayah mau rapat sama Abang!" jawab Bunda.


"Yah, Bunda pergi ya. Awas jangan lupa obat sama vitamin nya."


"Iya, jangan lama-lama. Bun, Ayah sore pulang Bunda harus udah di rumah,"


Bunda pun mengangguk mengerti, lalu masuk ke dalam mobil yang sudah siap di kemudikan Bintang.


Mobil Bintang keluar dari rumah besar itu di ikuti mobil Ayah yang di kemudikan mang Asep supirnya.


...*****...


Di lain tempat


"Kamu yakin?"


"Iya, aku mau pulang sekarang. Please... aku nggak betah di sini, mau istirahat di kostan aja."


Faisal terlihat tidak bisa berbuat apa-apa, lalu mengangguk tanda menyetujui permintaan Intan.


Lalu mulai membantu Intan untuk membereskan peralatannya.


"Mau aku bantu?"


"Nggak usah, aku bisa cuma tinggal sedikit lemes aja," Intan menolak bantuan Faisal.


Lalu mereka pun keluar dari kamar rawat itu, namun sebelum mereka keluar dari rumah sakit. Tanpa Intan ketahui Faisal pergi ke resepsionis untuk memberikan secarik kertas berisikan no tlp miliknya, jika seseorang datang mencari Intan.


"Maaf ya, ngerepotin kamu terus. Nanti aku pasti bayar belas biaya rumah sakit ini,"


"Nggak usah, ini sebagai tanda perpisahan aja. Minggu besok aku pulang kampung. Nggak akan kembali ke Jakarta, aku mau nikah dan buka usaha di kampung."

__ADS_1


Ucapan Faisal sedikit mengagetkan Intan pasalnya dia tidak tau jika Lelaki yang menjadi sahabatnya dalam dua hari ini. Akan menikah dan malah mereka tidak akan bertemu lagi.


"Eh, aku mau nyicip dulu seblak special kamu ya. Nanti kalo udah nyoba aku rekomendasikan sama temen-temen kerja aku," ucapnya sambil menaiki motor trail nya.


Intan diam di tempat nya mengenal lelaki baik , membuat hatinya sangat bersyukur.


"Makasih banyak ya, aku nggak tau gimana caranya ngebales semua kebaikan kamu," Intan tersenyum penuh haru.


"Ayo naik, istirahat cukup. Biar besok bisa bikinin aku seblak, sekalian promo buat tetangga. Pasti pada suka tuh, aku liat penghuni kostan kita itu bibirnya pada nggak bisa berhenti antara gibah sama ngunyah. Hahahaha," Faisal tertawa sambil melajukan motornya menuju kostan mereka yang tidak terlalu jauh.


"Siap ... " Intan mengacungkan jempol nya dari belakang tubuh Faisal.


Mereka tertawa di sepanjang jalan menuju kostan.


*


*


"Apa? "


"Benar Pak, pasien ngotot ingin pulang. Dan memang keadaannya sudah membaik. Jadi dokter memperbolehkan pulang, tapi sebentar. Ini ada titipan dari pendamping pasien." Si pegawai resepsionis itu memberikan sebuah kertas yang terlipat.


Bintang membuka Lipatan kertas itu,


"Bintang, duit lu buat deposit rumah sakit sisa 3 jt. sorry nih gue nggak balikin lagi gue pikir mending buat beli etalase biar bisa di pake dagang calon bini lu, walaupun sebenarnya gue ngenes liat isi saldo lu yang nggak nyampe 100 rb. Bukannya lancang ya, tapi kertas struk ATM lu ke bawa di uang yang buat bayar hutang Intan. Lu mah nyari lagi aja ya, biar dagangan calon bini lu lancar, dan berkah."


No HP gue: 089891234567


Bintang hanya tersenyum melihat isi surat dari lelaki yang dia percayai menjaga Intan.


"Gimanaa? " Bunda menepuk pundak putranya.


"Kita telat, Bun. Intan udah pulang, dan kakak nggak tau di mana kostan nya. Kita balik ke Bandung aja," ucapnya menggandeng Bunda nya keluar dari rumah sakit.


Ibu dan anak itu keluar dari rumah sakit tanpa medapatkan tujuannya.


Namun ada kelegaan tersendiri dari Bintang, dia lega setidaknya dia meninggalkan Intan sudah dengan sedikit bekal untuk usaha wanita yang dia cintai itu. Kini bagaimana dia akan memulai usahanya juga di Bandung, agar menjadi lelaki mapan sesuai mimpinya.


*


*


Motor dan mobil sudah dia jual. Bintang mulai membuka usaha mie kekinian, mie instan dengan stan lucu dan berbagai toping juga tak ketinggian, Nasi telor Negro yang menjadi menu hits di gerai makanannya.


Gerai makanannya adalah Gerai kecil berbentuk persegi seperti box kontainer yang di rancang sedemikian unik, hanya menyajikan nasi telor Negro dan mie instan kekinian. Baru 3 gerai tapi dia sudah sangat di sibukkan karena tak melepas pekerjaan nya di market ayah.


Sang ayah yang biasanya mem bully nya pun, kini terlihat sering memuji akan semangat dan hasil yang sudah mulai terlihat.


Dari pagi hingga sore Bintang bekerja di market Ayah sebagai bawahan Abang nya, sedangkan dari sore sampai malam dia sibuk di gerai makanan kekinian nya yang sedang ramai-ramai nya karena dia juga mempromosikan di jejaring media sosial dan mengundang beberapa vlogger makanan untuk mereview makanannya.


Alhasil baru tiga bulan gerai nya sudah bercabang dari 3 cabang saat buka kini sudah beranak pinak hingga 8 cabang.


Namun Bunda nya sering cerewet karena dia sering lupa diri akan kesehatan nya, beberapa kali drop karena kelelahan dan makan yang tidak teratur.


Hingga seminggu ini Bintang mengeluh dadanya sering terasa panas seperti terbakar.


Dan malam itu setelah pulang dari Jakarta, bintang jatuh pingsan di teras rumah orang tuanya.


Semua orang di hebohkan dengan keadaan Bintang di tengah malam itu.


Bersambung ❀❀❀


Like


komen


favoritnya

__ADS_1


Makasih yang mau like komen dan favoritnya, semoga suka ya😘😘😘


Semoga sehat dan bahagia selalu 😘😘


__ADS_2