Jerat Cinta Cowok Slengean

Jerat Cinta Cowok Slengean
Akibat sate kambing


__ADS_3

...----oOo----...


Pasangan itu tak henti menyunggingkan senyuman kebahagiaan. Setelah mereka keluar dari sebuah rumah sakit ibu dan anak, sesuai recomend Mentari yang lebih berpengalaman.


Intan masih terus memandangi foto USG kandungan nya, di mana kantung rahimnya sudah membesar dengan sebuah titik kecil di dalamnya. Di perkiraan usia kandungan nya sekitar 5 minggu.


"Kenapa?" Bintang bertanya saat melihat Istrinya itu, mengusap air matanya.


Intan tersenyum sambil menoleh ke arahnya.


"Aku, nggak nyangka. Dia hadir secepet ini," Intan baru saja memasukan foto USG itu ke dalam tas slempang nya.


Lalu mengusap lembut perutnya. Bintang tersenyum dan ikut mengulurkan tangannya dan mengusap kan nya juga pada perut yang masih datar itu.


"Nggak usah heran, nggak inget apa kegiatan heboh kita yang nggak kenal waktu!" ucapnya mengingatkan.


Intan mencebik, "heboh kan kamu!"


"Iyalah, masa di tanem gitu aja. Di kira nanem batang singkong. Di tanem bakal jadi," ucapnya sambil terkikik geli.


"Kalo ngomong, nggak pernah di saring. Asal jeplak," Intan memukul paha suaminya.


Bintang meraih tangan yang memukulnya itu, dia genggam dan kecup.


"Makasih ya, semoga kalian sehat-sehat. Nanti aku tengokin ... "


"Eh, inget barusan dokter bilangnya kalo trimester pertama jangan terlalu sering!"


Bintang mendengus kesal, "terus kalo mau?"


"Tahan,"


"Mana bisa, yank. Kamu tau aku gimana!" ucapnya dengan raut menyedihkan.


"Nanti, kamu bantu aku ya?" katanya lagi.


Intan menoleh, "enak di kamu aja," jawabnya ketus.


"Tuh, kan. Kamu mau juga, makannya kita harus jadi partner. Biar sama-sama ..


" Stop, aku pengen sate padang! " Intan memotong ucapan suaminya lalu menunjuk jajaran tenda di pinggir jalan.


Bintang memarkirkan mobilnya di pinggir jalan.


Dia turun dan menggandeng istrinya dengan perlahan. "Aku sate madura aja ya, kamu pesen dulu aja." Bintang melenggang menuju tenda penjual sate madura yang terhalang beberapa tenda makanan lainnya.


Saat dia datang dengan sepiring sate kambing nya, dan masuk ke tenda sate padang dia melihat istrinya itu di kelilingi lelaki, dua di depannya dan seorang di sebelah kiri nya.


Lelaki itu seketika kesal sendiri, dari pandangan para lelaki itu mereka terlihat mengagumi istrinya yang tengah menunduk menatap layar ponselnya.


Bahkan salah satu pria tersenyum ke arah temannya yang berada di sebelah istrinya itu.


"Yank ... Makan di mobil aja," ajaknya.


Lalu Intan yang kaget saat piring sate nya di bawa Bintang langsung bangkit dan mengikuti suaminya.


*


*


Di mobil Bintang terus mengerucutkan bibirnya, sambil terus mengunyah sate kambing nya.


Intan pun makan dengan tak menghiraukan suaminya yang tiba-tiba diam, dia malah terkikik geli menonton chanel utube yang menampilkan mak beta. Aktor yang memerankan berbagai karakter itu.


Bintang mendengus kesal lalu keluar dari mobil nya untuk mengembalikan piring sate nya.


Dia kembali dengan dua botol air mineral.


Intan masih asik dengan makanannya.


Bintang pun ikut sibuk dengan ponselnya. Tubuhnya terasa aneh dan panas. Membuatnya merasa gelisah.


"Makannya lama, buruan udah jam 9," Bintang menyimpan kembali ponselnya.


Intan menoleh, "Iya, ini juga abis. Nggak sabaran," Ucapnya lalu membuka pintu mobilnya.


"Sini, aku yang ngasihin piringnya."Bintang langsung menyambar piring yang Intan pegang.


Intan terdiam dengan semua dugaannya, kenapa suaminya itu tiba-tiba cemberut.


Bintang masuk dan hendak menyalakan mobil.


" Ang, kamu kenapa sih?" Intan mengerutkan keningnya.


Bintang menjeda tangannya untuk menyalakan mesin mobil. Lalu memutar tubuhnya menghadap sang istri.

__ADS_1


"Tadi, kamu di liatin para cowok nggak sadar?" tanyanya.


Intan hanya mengerutkan keningnya sambil menggelengkan kepala.


"Masa?"


"Asli, Ang. Aku nggak tau, dan nggak penting juga kan?" Intan beringsut namun sambil mengerucutkan bibirnya.


"Aku cemburu, liat laki-laki pada caper sama kamu!"


"Kalo aku ladenin, baru kamu boleh cemburu! aneh udah mau jadi Bapak, sifatnya masih kayak gitu!"


Bintang menarik tubuh Intan hingga masuk ke pelukan nya.


"Nggak usah bawa-bawa status aku yang mau jadi ayah, sampai aku jadi kakek juga. Sifat aku yang cemburuan nggak akan berubah. Ingat itu," katanya sambil memeluk istrinya tapi dengan rentetan omelan.


Intan menahan senyum, dengan segala sifat suaminya yang selalu di luar ekspetasi.


"Lepas, ishhh. Aku sesek!" Intan berontak di dalam pelukan Bintang.


Sebelum melepaskan Bintang mengecup puncak kepala istrinya. Intan mendongak dan malah mengecup bibir suaminya singkat.


Tiba-tiba darahnya berdesir, jantungnya berdebar saat kecupan istrinya yang hanya selewat namun selalu membuatnya penasaran.


"Ayo, jalan."


Bintang masih di dengan seribu akal yang tengah berputar di otaknya.


"Yank,"


"Ya?" jawab Intan.


Rambut sebahu itu bergerak seiring kepala istrinya yang bergerak menoleh ke arahnya.


"Ehmm, tadi sate Padang kamu ngidam mungkin ya?" tanyanya.


Intan menyandarkan kepalanya di jok mobil sambil memperhatikan suaminya yang sedang berbicara.


"Nggak tau," jawabnya.


"Iya, kayaknya itu yang di namain ngidam. Tiba-tiba mau kan?" tanyanya.


Intan mengangguk mengiyakan.


"Kayaknya sekarang aku deh, yang ngidam?"


"Ngidam apa kamu, Ang?" tanyanya sambil tertawa.


Bintang kembali menarik Intan lalu menahan tengkuknya dan melu*matnya sedikit terburu-buru.


"Kayaknya aku ngidam ... di mobil, Yank!" ucapnya setelah pautan itu terlepas.


Intan yang masih mencoba menetralkan rasa kaget akan serangan dadakan suaminya. Hanya mampu melongo tak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Apa? aku kan lagu nggak bisa. Baru malem kan kita itu, kata dokter nggak boleh ke seringan." Tolak Intan.


Bintang mendengus membuat wajahnya terlihat begitu menderita.


"Tapi, ini. Yank... Udah bangun, gara-gara sate kambing kayaknya!" ucapnya beralasan.


Intan tertawa terbahak-bahak.


"Kan, modus kamu itu Ang ... Katanya ngidam, sekarang di ralat jadi nyalahin sate kambing." Intan berkata sambil terus tertawa.


Bintang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Gimana nasib dia?"


"Dia siapa?" Intan balik bertanya seolah tidak mengerti.


Bintang menarik tangan istrinya.


"Nih, dia mainan yang sering buat kamu merem lupa melek," katanya membanggakan.


Intan sengaja mencengkram nya.


"Aduh ... Makin jadi ini, Yank."


"Jadi, cobra!" Bintang menyandarkan kepalanya di sandaran jok mobil. Menikmati tangan Intan yang sedang menggodanya.


Intan melepaskan nya.


"Yank ... "


"Sate kambing bener-bener nyebelin. Udah bikin tensi kamu naik ampe marah-marah nggak jelas, sekarang si ini pake bangun segala!" ucapnya ketus sambil memukul pelan paha suaminya.

__ADS_1


Namun Intan malah menngatur sandaran kursi yang di duduki nya, hingga membuat tubuhnya merebah.


"Aku ngantuk, abis makan sate Padang." Intan lalu sedikit memunggungi suaminya yang masih terperangah di tinggal setelah pikirannya yakin akan di manjakan sang istri.


Bintang melajukan mobilnya menuju rumah mereka yang masih cukup jauh.


*


*


Intan tersadar saat sesuatu yang basah dan lembut sedang bergerak liar di atas bibirnya.


"Ehmmm ... " Dia mele*nguh saat sadar Suaminya tengah menciumi nya dengan rakus.


Bintang tersenyum dengan deru nafas yang terdengar berat dan tersengal.


"Nggak tahan, ini pake jari kamu juga bakal cepet." mohon nya.


Intan memandang sekeliling gelap dan sepi.


"Ini di mana?" tanyanya


"Aku juga nggak tau, nemu tempat gelap ya udah aja aku berhenti, di tambah liat bibir kamu yang seolah ngajakin aku!"


Intan sedikit bangkit dari posisinya, melihat ke sekeliling yang terasa mengerikan untuknya.


"Ngeri, ih. Pulang yuk, Ang... " pintanya.


"Boleh di mana aja tau, kamu nggak boleh nolak suami." Kalimat andalan pun dia ucapkan sebagai ancaman.


Intan mendengus kesal namun tangannya megalung di leher sang suami saat Bintang kembali memagutnya.


*


*


Bintang mengerang saat kehangatan itu menyelimuti si cobra, Istrinya itu sedang memanjakannya di bawah sana.


Intan memainkan lidah melingkari cobra itu dengan kelembutan dan juga basah.


"Yank ... "


Intan masih memaju mundurkan kepalanya.


Bintang kembali mengerang, kini tangannya sambil mengusap dan sedikit menekannya agar cobra tertanam lebih dalam.


Hingga suara Intan yang tercekat terdengar begitu merdu di telinga nya.


Saat puncaknya semakin dekat, Bintang mengeluarkan cobra dengan sekali gerakan. Dan mencengkram nya kuat, Intan dia cium kembali dengan lebih rakus dan kuat.


Dan leng*uhan itu keluar dari mulutnya, Bintang menyesap kulit leher Intan yang tengah memeluknya.


"Makasih sayang ... " ucapnya sembari mengecupi pipi Intan dengan gemas.


Istrinya itu hanya mengangguk, "cepet, udah malem ini. Kita ada di antah berantah lagi!" gerutunya.


Bintang mencuci tangannya dengan air mineral sisa minum mereka.


Lalu melajukan mobilnya kembali menuju rumah mereka.


Di perjalanan


"Aduh, Yank ... kok, si pyton agak panas ya? kayak pake balsem!"


Intan yang hampir tertidur tak begitu menyahut.


Bintang mengusap benda kebanggaan nya, "Lu kenapa Ton?" gumamnya dalam hati.


Lalu Bintang teringat jika sate Padang memang agak pedas. Dan sudah di pasti kan itu karena mulut istrinya.


"Anjir, karma pemaksaan." gerutunya sambil sesekali melihat Intan yang sudah larut dalam mimpi.


"Sabar, Ton. Ini akibat lu juga kagak tau diri dan tempat. Kita nikmati aja lah rasa anget2 membara ini. " keluhnya sambil meringis.


Dia sudah ingin sampai rumah dan membasuh si pyton dengan sabun dan air dingin.


me: sokoorrr tau rasa lu 😝


Bersambung


like


komen


favoritnya

__ADS_1


Makasih semua lope2, bahagia dan sehat selalu 🥰🥰


__ADS_2