Jerat Cinta Cowok Slengean

Jerat Cinta Cowok Slengean
Memulai dari awal


__ADS_3

...--oOo--...


Intan berdiri di depan sebuah rumah tanpa pagar. Ini perumahan baru, masih beberapa yang di huni. Sepi dan hening. Dia tiba tepat pukul lima dini hari, tak membutuhkan waktu lama dia sampai di rumah peninggalan kakangnya itu.


Setelah dini hari tadi dia keluar dari rumah yang dia huni bersama sang suami. Merasa tak pantas masih berada di sana, setelah semua yang mereka lalui.


Intan diam di depan teras rumah itu. Setelah menghubungi nomor telepon yang berada di secarik kertas yang berisikan alamat dan sebuah no yang bisa di hubungi sebagai si penyimpan kunci.


Duduk diam di teras, tiba-tiba dadanya sesak dan air matanya mengalir begitu saja. Intan mengusap perutnya pelan. "Aku, wanita gagal. Maaf, maafin aku. Ang... " Tangisnya pecah saat kembali mengingat suaminya yang tadi masih tertidur lelap. Wajah manisnya terasa begitu kusut. Dia mengakui itu semua memang kesalahannya. Merasa malu dan tak pantas untuk sang suami.


Sebuah motor bebek berhenti tepat di depan halaman kecil rumah itu.


Seorang lelaki paruh baya membuka helm nya dan berjalan ke arah Intan.


Intan bangun dan menyambut lelaki paruh baya yang tersenyum menghampiri nya.


"Maaf, Neng. Rumah Bapak agak jauh dari sini, jadi bikin Neng nunggu," katanya sambil merogoh saku nya.


"Ini, kuncinya. Den Adit nya nggak ikut?" tanyanya sambil mengedarkan pandangan pada tas yang teronggok di dekat pintu.


Intan langsung diam, bingung menjawabnya. Kini dia baru tersadar jika dirinya sendiri. Sendiri di dunia ini. "Kang Adit ... Udah meninggal, Pak. Bener bulan lalu!"


Si bapak membola kan matanya, seakan tak percaya. "Innalillahi, sakit Neng?" tanyanya setengah menjerit.


Intan hanya mengangguk kecil, mencoba menahan air mata yang sudah berembun di matanya. "Iya, Pak. Lambung," ucapnya lirih.


Tak lama berada di sana si Bapak yang dia kat Hui bernama Herman pun pamit pulang.


Hanya ada satu kamar tidur, rumah itu benar-benar mungil, namun terasa nyaman. Hanya ada karpet tebal di ruangan tamu yang memanjang sepertinya menyatu dengan ruang keluarga. Di buka nya pintu kamar, ada sebuah kasur busa kecil dengan sebuah sprei dan selimut yang terlipat rapi di ujung kasur.


Intan terduduk di atas tempat tidur yang langsung berlapis kan lantai.


Dia merebahkan tubuhnya yang terasa lemas.


Kembali menangis sepertinya. sudah menjadi kebiasaannya kini.


"Ang ... " gumamnya pelan sebelum mata itu terpejam.


...****...


Bintang menggeliat kan tubuhnya. Meraba sisi yang terasa kosong dan dingin. Lalu dia mendudukkan tubuhnya, melihat ponselnya sudah hampir pukul 9 pagi.


Berjalan ke arah kamar mandi ternyata kosong, dia sedikit geram. Saat membayangkan istrinya sedang melakukan aktivitas.


"Belum sembuh juga, suka macem-macem. Tuhan ... " Gerutunya gemas sambil berjalan keluar kamar.


Di luar dugaan nya, ternyata keadaan rumah memang sepi. Sangat sepi, dia mendatangi setiap ruangan di rumahnya yang tak terlalu besar itu.

__ADS_1


Kembali ke dalam kamar mengambil ponselnya. Dan mencoba menghubungi nomor sangat istri.


Setelah beberapa menit dia terus mencoba namun tetap ponsel Intan memang tidak aktif. Matanya mengarah pada lemari. Berjalan sedikit tergesa ke arah lemari, saat membukanya kepalanya menunduk lemas. Tas pakaian milik Intan dan beberapa baju pun hanya menyisakan hanger yang menggantung. Hanya tersisa pakaian da*lam beberapa pasang saja.


"Si tukang kabur,"


"Awas aja kalo ketemu, aku cekik kamu ampe remuk!" katanya menggeram.


Kesal? tentu saja. Dia manusia biasa bahkan luar biasa dengan sikap sumbu pendeknya. Mana mungkin seorang Bintang bisa menahan emosi. Tapi untuk sang istri yang tengah di landa kesedihan. Dia rela memendam emosinya, bahkan kedai baru mereka. Baru saja terbakar, tepat di hari Intan di rawat di rumah sakit.


Sebegitu cintanya dia pada Intan. Hingga tak mau berbagi kesusahan dan kegalauan yang sedang berjingkrak diatas pundaknya. Demi penyembuhan mental sang istri yang pasti sedang hancur karena harus kembali merasakan kehilangan calon buah hati mereka.


"Aku kasih waktu tiga hari, kalo kamu belum juga pulang aku cari ampe ke lubang semut sekalipun. Aku siksa kamu sekalian ampe ... " Bintang membanting pintu lemarinya.


Lebih baik dia membiarkan istrinya itu untuk mempergunakan otaknya, yang hanya mengutamakan pemikiran sendiri dari pada meluapkan kepadanya.


Bintang bergegas ke kamar mandi, lebih baik dia memandori renovasi kedainya yang terbakar. Dari pada di rumah dia selalu emosi membayangkan sikap istrinya yang selalu lari dari masalah.


*


*


Hampir seminggu


Bintang sudah gelisah, masih belum menemukan sang istri. Ponsel Intan masih tidak aktif, dan dia semakin gila di buat istrinya itu.


"Sabar, dong. Lu kan nyari bini lu, bukan nyari panci yang di tiap toko bakal ada." Dafa yang baru pulang dari kantor sedikit kesal karena brondongan pertanyaan dari kakak iparnya


"Anjir, lu nyamain bini gue ama panci?" Bintang sedikit mengeratkan rahang nya pada Dafa.


Dafa yang tengah menggendong Shera sedikit antisipasi dengan gerakan tangan Bintang yang mengambil tutup toples berisikan kue semarang atau lebih di kenal egg roll.


"Kita lagi usaha cari, entah di mana bini lu," ucap Dafa yang tengah memberikan ponselnya yang berisikan film kartun pada Shera.


Bintang menghempas kan punggung nya ke sandaran kursi.


Mentari datang dengan sepiring mie Instan goreng di tangannya.


"Sedih keliatannya, tapi mie udah minta nambah. Padahal aku bikinin yang ukuran jumbo!" Katanya sambil duduk di sebelah Dafa. Sedikit meringis melihat berapa rakusnya sang kakak.


Dafa tertawa sambil melirik sang istri.


Mereka berada di rumah Ayah karena rumah mereka sedang di renovasi.


"Diem, lu. Nggak ridho bikinin makan buat kakaknya?" tanyanya ketus.


Mentari pun menggerakkan tangannya tanda dia tidak akan berbicara lagi.

__ADS_1


"Patah hati butuh tenaga, gue lagi masa-masa tertekan. Mana musibah kedai ternyata ada unsur kesengajaan, gue telen nanti yg udah ngebakar kedai gue."


"Nyari, Bini yang melebihi atlet itu capek!" katanya.


"Atlet?" Dafa dan Mentari bersamaan bertanya.


"Iya, dia kek atlit. Atlet lari yang sering lari-lari nggak jelas, atlet lari maraton yang nunggu gue kejar," tawanya miris.


"Ok, gue pulang. Daf, lu cari gue sambil nyari juga." Lalu Bintang pun pulang ke rumahnya yang sepi, dia akan selalu pulang. Masih berharap istrinya itu pulang sendiri.


*


*


Sebulan berlalu


Intan sedang sibuk melayani beberapa pembeli yang rata-rata adalah driver ojol. Halaman rumahnya dia sulap menjadi tempat berjualan seblak. Dan membuat sebuah bangku panjang untuk tempat duduk para driver.


Hampir sore dan dagangan nya pun sudah habis.


Intan bersyukur dagangannya yang baru dua minggu ternyata laku keras.


Dia belum berani membalas pesan dari Suaminya dan juga dari Mentari. Ratusan pesan dan ratusan panggilan pun dia abaikan.


Hatinya malu dan merasa bersalah pada sang suami. Namun keberaniannya untuk bertemu Bintang belum terkumpul sempurna.


Malahan dia sudah mendaftarkan pengajuan cerainya pada pengadilan agama, kemarin lusa. Sepulangnya dari pengadilan Intan meraung menangisi apa yang dia lakukan. Merasa menyesal namun juga merasa tak pantas berada di sisi Bintang.


"Mba. Seblak nya satu," ucapan seorang pria yang memakai jaket ojol.


"Maaf, udah tutup Mas." Jawab Intan ramah sambil membereskan alat-alat dagangan nya.


"Apa ajalah, yang ada." Keukeuh lelaki itu.


Intan yang merasa kesal langsung menatap nya.


"Udah abis, saya mau tutup. Mas," ucapnya kesal.


Bersambung❤❤


Haiiii.... man teman.


Makasih banyak yang udah mampir di kontrakan aku yang di sebelah, ternyata udah ada beberapa yang komen dan aku nggak tau🤭🤣🤣.


Di sana sistem gajinya sesuai pembaca setia, kalo. sekiranya nggak akan di lanjut jangan di tinggalin begitu aja ya, bakal pengaruhi perfom aku🤧. malah nggak akan gajian.


Padahal udah cita-cita. Kalo gajian bakal aku kasih kenangan. Adalah sedikit. Dengan cara kalian baca ampe akhir. Komen di tiap bab. Mau jelasnya PC atau WA kalo yang pengen tau lebih jauh.

__ADS_1


Pokoknya PC atau WA aku🤭🤭 Maksa banget ya🤣🤣. Karena mengharapkan traktir kalian dari apk ini serasa sesek gitu 🤣🤣


__ADS_2