Jerat Cinta Cowok Slengean

Jerat Cinta Cowok Slengean
Telor negro dan bobol...


__ADS_3

...🦋🦋🦋🦋...


Mereka tiba di kostan Intan tepat pukul 7 malam.


"Buruan, Tan ... duh udah lemes banget gue," Bintang menyandarkan tubuhnya di pintu kamar Intan yang sedang di buka kuncinya.


"Ck. Suka gini nih, Ishhh... macet," Intan masih mengotak-ngatik kunci yang sudah tertanam di dalam lubangnya itu.


"Haduhh... seandainya di kejar anjing, udah keburu di gigit," Bintang mengomel dengan sisa-sisa tenaganya.


"Ini, juga lagi di kejar setan." Intan melirik ke arah Bintang yang menyandarkan tubuhnya di daun pintu.


"Mana?"


"Bapak lah,"


"Berani ya kamu, tuh di sebelah kamu ada kunti."


Intan yang memang penakut langsung terlonjak kaget, dan langsung merapatkan tubuhnya pada Bintang.


"Bapakk .... Sengaja banget," ucapnya merengek.


"Nah, lo yang tadi ngomong setan."


"Buruan buka, gue lemes." Bintang menunjuk kunci yang terjatuh ke lantai karena Intan yang kaget ketakutan.


Intan menunduk sambil tangannya meremas kemeja depan Bintang, dan satunya lagi mengambil kunci itu.


Intan kembali memasukan kuncinya ke dalam lubang yang selalu macet itu.


Saat Bintang tengah terus menggerutu pintu bisa terbuka. Dan laki-laki yang tengah menyandar di daun pintu itu seketika terjerembab ke dalam dan tangannya reflek memegang Intan yang malah ikut tertarik.


Bruugghh...


Suara tubuh mereka yang jatuh terdengar berdentum.


"Aduh... "


"Aww... "


Mereka mengaduh bersamaan, Bintang yang tertimpa tubuh Intan nyatanya yang merasakan paling sakit, punggung nya yang menghantam lantai dan bagian depannya yang tertindih Intan.


"Ngapain Bapak narik saya?"


"Lu, ngapain buka pintu nggak bilang-bilang. Aduh udah badan gue lemes di tambah ketindihan, Lu." Bintang mengerang tubuhnya semakin terasa remuk dan lemas.


"Bapak yang narik saya, jadi saya ikut jatoh."


"Udah dong bangun, keenakan ya? kalo lu nggak bangun bakalan ada yang ikut bangun," ujar Bintang menepuk punggung Intan yang masih betah berada si atasnya.


Intan dengan cepat bangkit dan wajah nya merona seketika.


Bintang tidak ikut bangun tapi dia merayap menaiki tempat tidur Intan.


"Tan, bikinin rebusan daun jambu kutukan yang kayak waktu itu," pintanya.


Intan yang kembali ke luar karena dus oleh-oleh masih berada di dekat pintu. Langsung menoleh ke arah Bintang.


"Ck, pak. Malah tiduran katanya mau ganti celana langsung pulang kan? saya capek pengen langsung tidur." Gerutunya.


Bintang yang mendapatkan pengusiran langsung membuka matanya lebar-lebar.


"Perut gue sakit, Tan. Seenggaknya lu bikinin dulu godogkan kutukan itu," ujarnya dengan wajah memelas sambil tangannya mengelus pelan perut nya.


Intan yang masih hilir mudik terus saja menggerutu.


"Tan... "


"Pak, di sini nggak ada pohon jambu nya."

__ADS_1


"Masa? itu di halaman banyak banget pepohonan!" Bintang masih memaksa.


"Pohon nangka, sama pohon pisang?"


"Emang nggak bisa di pake ya?"


Intan yang tengah berdiri di depan lemarinya, memilah baju tidur yang akan di kenakan. Seketika menoleh ke lelaki dengan level menyebalkan di atas rata-rata itu.


"Bisa, Pak. Daun pisang buat pepes, daun nangka buat makanan sapi. Bapak tinggal pilih mau yang mana?" ucapnya sinis sambil mengambil piyama tidur.


"Lu kira gue ayam mau di pepes? terus lu samain gue sama sapi gitu?" sungut nya kesal.


Intan menahan tawanya sambil masuk ke kamar mandi.


*


*


Dia keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang sudah segar dan tentu saja wangi.


"Ck, bukannya pulang. Malah tidur," gumamnya saat melihat Bintang yang tertidur di kasurnya.


Intan yang merasa lapar langsung membuat nasi dan saat melihat persediaan makanan hanya menyisakan dua telor saja. Dia langsung berniat membuat telur dadar pedas. Tapi saat mengingat lelaki yang tengah tertidur itu tidak kuat pedas. Akhirnya dia membuat telur dadar kecap.


Setelah selesai memasak dua telur itu, sambil menunggu nasi matang. Dia bergegas memberikan oleh-oleh pesanan Putri, tetangga nya yang tengah mengidam itu.


Berbincang sebentar, intan pun pamit dengan selembar uang di tangannya yang di paksa dia terima karena ancaman dari Putri jika tidak mau menerimanya dia tidak mau berteman lagi.


*


Saat masuk ke dalam kamar, Bintang sudah duduk di pinggiran kasur.


"Tan, gue laper. Wangi apa ini?" tanyanya dengan suara khas bangun tidur.


"Bersih-bersih dulu, Pak." Intan berjalan ke arah lemari mengambil pakaian Bintang yang sudah rapi dan wangi.


Bintang menyambar baju itu lalu berjalan lunglai ke arah kamar mandi.


"Tan... "


"Ya,"


"Handuknya?"


"Oh, iya sebentar." Dia mengambil handuk baru di lemari.


"Bapak," Tangannya mengetuk pintu kamar mandi itu.


Pintu itu sedikit terbuka tangan tegap itu terulur dengan cepat Intan memberikan handuknya, namun dengan tingkahnya yang luar biasa. Bintang malah menggodanya dengan tangannya yang menarik pergelangan tangan Intan.


"Pak... pak, saya teriak ini!" dia mencoba melepaskan tangannya sambil mencubiti tangan Bintang.


Lelaki itu hanya terbahak-bahak sambil menutup pintu kamar mandi kembali.


🦋


🦋


Kini mereka sudah duduk di karpet dengan hidangan telur dan nasi panas yang masih mengepul.


"Cuma ini?" tanyanya songong.


"Nggak ada bahan makanan lagi, Pak. Telor juga tinggal dua. Saya capek mau keluar cari makanan," ujarnya.


Bintang mengangguk lalu mengambil piring dan menyodorkan nya pada Intan.


"Ambilin nasi?" titahnya


Intan yang sudah mulai makan menyimpan kembali piringnya.

__ADS_1


"Kenapa telur lu cantik, telor gue negro?" tanyanya heran.


Intan yang merasa kesal dengan lelaki yang tidak tau berterimakasih itu langsung menatapnya marah.


"Itu kecap, Pak. Jangan banyak ngomong deh, kalo nggak mau nggak usah di makan."


"Ya, udah. Gue bikin telor sendiri,"


"Nggak ada lagi telur nya, itu juga tinggal dua." Intan menjawabnya dengan nada tak ramah.


"Telurnya tinggal dua?" dirinya membeo. Tambahin nih punya gue dua, mana awet lagi. Kekehnya dalam hati.


"Ya, udah gue makan." ucapnya menyendok telur yang dia sebut telor negro tadi.


Dia ragu saat akan menyuapkan nasi dengan potongan telur hitam itu. Namun saat masuk mulut rasa telur itu pecah di dalamnya dengan rasa asin, gurih dan manis yang menjadi satu malah membuat rasa asing namun begitu enak di mulut nya.


Bintang langsung makan dengan lahap, bahkan wajahnya berbinar dan mengangguk-angguk enak.


"Di poyok di lebok," (di hina di makan) gerutu Intan.


Bintang yang mendengar nya langsung tertawa malu, "Asli. Tan... ini nasi telor terenak yang pernah gue makan, nanti lu kasih tau resep nya ya!" ucapnya antusias.


Intan hanya mengangguk kecil, sambil kembali dengan makanan nya.


*


*


"Pak, kapan pulang?" Intan bertanya saat mereka sudah selesai makan dan kini tengah menonton TV sambil meminum kopi instan.


"Lu, ngusir gue?"


"Saya pengen tidur. Pengen istirahat,"


"Tidur aja, emang gue ngelarang?"


"Ya, nggak. Tapi saya nggak nyaman," tolak nya.


"Ah... Kita udah berkali-kali tidur bareng, nggak apa-apa kan?" Bintang malah kembali merebahkan kepala nya di kasur sedangkan tubuhnya di karpet.


"Lu, selalu jutek sama gue. Tapi kalo ke si persia, lu manis banget."


"Ya, karena dia atasan saya!" Intan menimpali.


"Lah, tapi manggil Abang? sedangkan gue orang yang nembak lu, malah di panggil Bapak," Bintang menatap manik mata indah Intan yang begitu cantik dengan bulu mata yang lentik.


"Nembak buat pelarian? saya nggak mau, Bapak harus bener-bener move-on. Jangan sampai suatu hari nanti akan ada sesuatu antara kita dan malah saling menyakiti, saya nggak mau. Karena kalo saya sudah menjalin hubungan. Itu selalu serius bukan untuk main-main." Intan mengungkapkan isi hatinya.


"Iya, tapi lu jangan ngasih harapan buat si persia, gue kan otw bobol, lu!"


"Bobol?" Intan menatapnya dengan mata yang bulat sempurna.


"Eh ... bukan bobol gimana-gimana, lu mah suka ngeres pikirannya. Maksudnya bobol gembok hati lu!" Bintang merevisi ucapannya.


Intan kembali menatap TV yang menyiarkan acara bedah gubuk.


Mereka tengah menonton dengan sesekali berbincang sebuah ketukan pintu terdengar.


Intan bangun untuk membuka pintu dan melihat siapa yang bertamu di malam hari.


Saat pintu terbuka, seseorang masuk dan langsung menghampiri Bintang dan menghajarnya dengan membabi buta.


Bersambung ❤❤❤


Like nya...


Komentar nya...


dan favoritnya ya...

__ADS_1


Makasih, sehat dan bahagia buat kita semua😘😘


semoga menghibur, 😘😘.


__ADS_2