
...---oOo--- ...
Pagi hari di rumah Ayah.
Mereka sedang duduk di meja makan, menunggu Bunda selesai menata hidangan sarapan.
"Yah... " Panggil Bintang pada sang Ayah yang sedang membaca koran.
"Apa? bantuin abang kamu, istri nya masih butuh bantuan dia tapi dia masih sibuk di market nggak ada yang bantuin. Kamu keluyuran mulu tuh umur udah berapa? tabungan kamu udah berapa? mau rumah tangga nggak sih?" Ayah mengeluarkan semua pidatonya di pagi hari.
"Busettt... kakak sekata, Ayah satu paragraf. Kakak mau ngajuin pengajuan pinjaman buat bisnis Yah,"
Ayah menghentikan kegiatan membaca korannya, kini tangannya bertumpu di atas meja makan.
"Bisnis apa? tuh market aja urusin. Toh nanti akhirnya untuk kalian juga," gerutu Ayah.
Bintang diam tak bisa berkutik, bagaimana caranya dia berbicara pada sang Ayah.
"Yah, kalo aku nikah?"
"Ya bagus, berarti kamu laku. Ada yang mau nerima 9 kekurangan kamu dengan 1 kelebihan kamu," ucapnya datar tanpa beban.
Bintang hanya terpaku dengan ucapan sang Ayah yang begitu tajam bak setajam clurit.
"Yah, gitu amat. Masa iya kelebihan aku cuma 1?" rengeknya memasang wajah miris.
Ayah hanya tertawa melihat reaksi anak ke duanya.
"Terus mau apa kamu?"
Bintang berbinar, "mau pinjam uang buat modal , mau Ayah potong dari uang pernikahan aku nanti atau dari hadiah rumah nggak apa-apa, aku butuh sekarang Yah,"
"Ge-er kamu, siapa yang bilang Ayah bakalan ngasih uang buat pesta nikah atau rumah bakal kamu?"
Bintang yang sudah percaya diri langsung melipat tangan di atas meja makan dan langsung menenggelamkan wajahnya.
"Lah, chaca di kasih butik, Abang di kasih rumah, Masa iya aku nggak di kasih apa-apa sama Ayah?" rengeknya sambil mengentakan kakinya seperti seorang anak meminta uang jajan.
"Heh... adek kamu nggak pernah minta apa-apa dari Ayah, terus abang kamu dedikasinya sama market itu tujuh tahun dari dia selesai kuliah dia udah kerja dan kerjanya bagus. Lah kamu? selama jadi anak Ayah kamu udah 3 kali ganti mobil gara-gara nabrak terus nggak bisa di klaim asuransi gegara itu memang kecerobohan kamu. Dari SMA berkali-kali di beliin motor sport berkali-kali juga kamu buat ancur, sok-sokan di modifikasi dari motor itu badannya gede ampe cungkring nggak ada bodynya. Kamu kira itu nggak pake uang? abis berapa uang Ayah buat kamu?"
Bintang diam mencari pembelaan, walaupun terlihat mustahil karena memang semua yang Ayah nya katakan benar semua.
"Abang juga berkali-kali ganti mobil!"
"Iya tapi Ayah cuma nambahin, kalo kamu Ayah modal baru semua, soalnya yang sebelumnya pasti di jual murah, di itung kiloan aja kayak rongsokan."
Bintang bingung meringis sambil menggaruk kepalanya yang gatal.
*
*
Bunda datang membawa wadah berisi nasi goreng.
"Ngomongin apa?" tanya Bunda yang tadi sayup-sayup mendengar pembicaraan suami dan anaknya itu.
"Ini, ada yang minta acc pinjaman." Ayah menerima piring yang telah istri nya isi dengan nasi goreng.
Wanita paruh baya itu menatap Putra nya.
__ADS_1
"Buat apa kak?"
"Rencananya aku mau lamar Naya, Bun."
"Wah, akhirnya Naya mau juga. Kapan kak?" Bunda terlihat lebih antusias.
Bintang tersenyum puas ke arah Ayah, merasa dia punya pendukung.
"Secepatnya, Bun. Minggu besok gimana?" ajaknya.
"Nggak bisa, Ayah mau checkup jantung, kalo minggu besoknya lagi, bisa kayaknya. Iya kan Yah?" tanyanya pada sang suami.
Ayah hanya mengangguk sambil menyuapkan nasi goreng pada mulutnya.
"Nah, pas kalo gitu. Kakak mau minjem uang sama Ayah buat modal usaha Bun sama Naya. Mau bikin butik kecil-kecilan." Bintang masih berusaha mendapatkan apa yang dia tuju.
"Berapa?" Bunda bertanya.
"Dua ratus kali, Bun."
"Nggak, kamu kayak yang udah yakin bakal sukses sama bisnis itu. Kenapa nggak kerja yang bener? nanti Ayah acc yang di kantor tapi potong gaji," kembali lelaki tua itu mengomeli nya.
"Ck, sama anak terus aja itungan. Aku pinjem Bunda ajalah," keluhnya.
"Buat apa sih Kak?"
"Buat sewa tempat Bun, jakarta lumayan tempatnya."
Bunda menatap ke arah suaminya, lalu Ayah menggelengkan pelan kepalanya tanda tak setuju.
"Kalo segitu Bunda nggak bisa ngasih, tapi kalo setengahnya bisa. Nanti Bunda transfer, kalo butik kenapa nggak minta adik kamu atau kalo mau Bunda bisa kirim beberapa baju dari butik Bunda di Australia untuk ngisi butik itu." tawarnya.
Bintang langsung bangun dan berlari ke arah wanita yang telah melahirkannya.
Bunda hanya tersenyum sambil mengusap punggung putranya.
Ayah hanya mendengus kesal, dia sebenarnya setuju saja hanya ingin putranya sedikit lebih berusaha untuk mendapatkan uang itu.
*
*
Bintang melajukan mobilnya menuju kediaman Naya, setelah sebelumnya menelpon kekasihnya itu dan mendapatkan kabar bahwa dirinya sedang libur dan berada di rumah.
Dia ingin segera memberi kabar baik ini, dia akan melamar Naya, dan mereka akan mulai membangun usaha bersama untuk masa depan yang baik.
Mobil itu terparkir di depan sebuah rumah yang sewanya telah dia bayar satu tahun ke depan.
Dia menatap kaca sebentar menyisir rambutnya dengan jari lalu menciumi aroma tubuh dan mulutnya.
"Ok semua," ucapnya sambil membuka pintu mobil dan berjalan ke arah pagar.
Naya sudah menyambutnya dengan sumringah, dengan hanya memakai pakaian rumah, kacamata nya sambil menggendong Altaf.
"Yuk, masuk." Naya membuka pintu rumahnya lebar-lebar.
Bintang masuk dan dia melihat calon ibu mertuanya itu sedang duduk di kursi roda menghadap TV.
"Bu, sehat?" di raihnya tangan kurus itu lalu mencium punggung tangan calon ibu mertuanya itu.
__ADS_1
Wanita yang terlihat jauh lebih tua dari Bunda nya itu hanya mengangguk kecil. Bibirnya yang terlihat miring karena serangan stroke seakan memberikan segaris senyum untuk Bintang.
"Mas, jadi ke kebun binatang nya?" Naya mengalihkan pandangan Bintang yang tengah menyelidik ibunya.
Bintang menoleh lalu mengangguk, " jadi dong. Yuk mumpung belum terlalu siang," tangannya terulur meraih Altaf tapi bocah laki-laki itu menepis nya.
"Aku ganti baju dulu," Naya pamit masuk ke dalam kamar dengan Altaf masih dalam gendongannya.
Bintang duduk di sofa ruang tamu, Nia datang dengan se cangkir teh.
"Di minum, Mas."
"Iya, makasih Nia," jawabnya mengangguk.
Tak lama Naya keluar dengan keadaan rapi, dan Altaf yang berjalan di belakang nya.
Mereka pamit dan segera masuk ke dalam mobil.
*
*
Perjalanan hampir satu jam menuju kebun binatang, nyatanya membuat Naya dan anaknya terlelap.
Saat Bintang memarkirkan mobilnya, dia menoleh ke arah Naya yang tertidur sambil menyusui Altaf.
Pandangan nya jatuh pada payu**ra Naya yang tergolek begitu saja bekas Altaf yang ketiduran.
"Ck, nih bocah. Malah di anggurin, boleh om terusin nggak mimi nya?" ucapnya terkekeh.
Bintang menelan saliva nya yang tiba-tiba banyak hampir menetes. Tapi ada yang aneh, si pyton tidak bereaksi.
"Weh, aneh. Lu nggak bangun?" gumamnya pada benda kesayangannya.
"Oh, lu ngambek ya? kemarin sering gue marahin karena suka egois bangun nggak liat sikon gue?" Bintang masih merasa aneh, dia takut kini dia tidak normal.
Kembali dia memandang Naya, memandangi bulatan indah itu dan berhayal yang erotis namun tetap si pyton tidak bereaksi.
"Duh, gue harus berobat ke Mak urat. Aneh banget dia nggak bangun. Duh... takut nggak bisa bangun lagi," gumamnya pelan.
"Nay ... Naya ... Ayo bangun, udah sampe." dia sedikit mengguncang tubuh kekasih nya itu.
Pandangan nya masih tertuju pada bulatan yang luber itu, namun sama sekali tidak membuat nya terbakar dan bergejolak.
Naya menggeliat dan sedikit kemudian dia menjerit dan langsung menutupi area dimana buahnya luber keluar.
"Kamu liat Mas?"
Bintang mengangguk, tapi sumpah dia tidak merasakan apapun, entah itu pertanda buruk ataupun pertanda baik bahwa si pyton menuruti perintah nya.
"Pasti mes*m?"
"Dih, nggak biasa aja. Masih bisa aku tahan sampai kota sah," katanya penuh keyakinan. Padahal dia juga tidak mengerti kenapa pyton nya tidak bereaksi.
Bersambung ❤❤❤
Nggak banyak ngomong ya aku, cuma minta like, komen, dan favoritnya. Terus kalo suka bisik2in ke temen kalian ya, bilang ada cerita itti yg bikin tensi naik🤣🤣🤣
Maaf kalo nggak bisa ngasih sajian cerita yang bagus, ataupun yang halu nya luar biasa, aku mah apa atuh otaknya cetek 🤭 dan nggak bisa aja ngehalu apa yang nggak pernah kita rasain, nanti malah nggak dapet feelnya. 🤭 maaf ya kalo nyari yang suguhan luar biasa highclass bukan di sini, asli cuma pengen menghibur bukan bikin pembodohan buat pembaca🤭🤭
__ADS_1
****jangan lupa like... komen... dan masukin ke favorit**** ya🤗🤗🤗🙏🙏🙏😘😘😘
Sehat buat kalian semua😘😘