Jerat Cinta Cowok Slengean

Jerat Cinta Cowok Slengean
Main air


__ADS_3

...🐒🐒🐒...


Flashback on...


Bintang bangun saat merasa perutnya lapar, dia menggeliat kan tubuhnya. Saat matanya yang masih menyipit melihat ke sekelilingnya.


"Kring ... kring ... " Tak ada jawaban. "Eh, kek bunyi klakson sepedah," tawanya saat menyadari panggilan nya pada Intan.


"Tan ... Intan?" panggilnya lagi kini dengan benar.


Bintang bangun terduduk melihat jam di ponselnya sudah jam 8 dan wangi parfum beraroma manis masih menguar di kamar itu, sepertinya gadis itu baru saja berangkat kerja.


Pandangan nya tertuju pada piring kosong, panci kecil, dan sepiring bakwan jagung.


Perutnya yang sejak tadi memainkan drum. Kini berubah menjadi lagu rock saking semangatnya para cacing.


Saat dirinya merangkak menuju hamparan menu sarapannya dia melihat tumpukan baju yang di atasnya terdapat sebuah surat.


Bintang berbinar mendapatkan perhatian dari gadis manis yang selalu dia bully itu. Membuat hati nya terasa hangat dan nyaman.


"Kayaknya mandi dulu deh, ganti baju baru makan." Dia bangkit ke kamar mandi dengan langkah semangatnya.


Saat akan mandi, dia bermaksud untuk menggantungkan pakaian nya, namun karena penuh oleh pakaian Intan dia berniat mencuci nya saja, setelah mandi dia merendam pakaian milik nya di ember, dia celingukan di mana Intan menyimpan deterjen. Saat mendongak ternyata ada di atas pintu, deterjen sachet dan pewangi sachet.


"Segimana ini takarannya?" dia bertanya pada dirinya sendiri.


Dia pernah mencuci baju tapi dulu sekali, saat dia mengikuti camping acara sekolah. Dan sekarang dia berhadapan dengan ember yang berisikan satu pasang bajunya, dia berdiri mematung dengan hanya memakai kain segitiga yang melindungi pyton nya. Tangannya memegang bungkus deterjen yang dia masih bingung dengan takarannya.


Dia berjalan keluar dari kamar mandi dan mencari sendok sebagai alat takar deterjen itu.


"Dua sendok cukup kayaknya," lalu dia menuangkan dua sendok deterjen ke dalam ember.


Lalu dia melepas kain pembungkus pyton nya, dia simpan di luar kamar mandi karena tadi dia tak mendapati cd ganti di atas tumpukan jersey itu.


Saat sedang mandi dengan semangat karena dia merasa gerah, tangannya menyenggol kacamata dada milik Intan.


"Duh, untung nggak ada isinya. Kalo ada isinya bisa abis gue di tabok si cungkring." dia terkekeh, pandangan nya terus menjurus pada kacamata berbahan renda warna hitam itu.


"Si anjir, bangun lu?" Dia yang tengah menggosok kepalanya yang penuh sabun merasakan pyton nya menggeliat, "diem napa, gue laper buru-buru nih." Gerutunya pada sang pyton.


Dan seolah mengerti si pyton itu kembali tertidur.


*


*


Bintang menyelesaikan acara mandinya dan langsung memakai jersey baru yang Intan beli.


"Weh, ngepas banget ini." Ucapnya memandang dirinya di pantulan cermin.


"Atletis banget badan gue!" ucapnya bangga.


Lalu dia langsung duduk untuk memulai acara sarapannya.

__ADS_1


"Asli, enak banget ... selain bolu cau, ishh masakan yang lain juga enak. Keren lu, Tan." Puji nya dengan mulut penuh makanan.


Dia menghela nafas setelah menghabiskan dua kali tambah nasi dengan sayur sop ayam dan 5 atau 6 bakwan jagung, (maaf othor nggak ngitung dia makan bakwan jagungnya berapa🤣🤣 terpana sama celana jersey ketat🤭🏃‍♀🏃‍♀).


Bintang merasa perut nya merasa kenyang luar biasa. Sambil menonton TV dia kembali tertidur tepat pukul 11 siang. Rencana awal untuk mencuci baju terlupakan.


*


*


Bintang bangun saat jam menunjukkan pukul dua siang.


Berdiri meregangkan tubuhnya dia melihat pantulan tubuhnya di cermin. "Lah, perasaan perut gue tadi nggak segede ini?" dia mengelus perut nya yang membuncit dengan kaos yang mengetat.


"Karma dari si Ateng, gue kayak jadi jelmaan si Ateng. Anjir perut gue?" Bintang terus mengelus perut nya yang seperti perempuan yang akan melaksanakan acara 4 bulanan.


Bintang berlarian di dalam kamar kost itu, lalu pushup, dan kegiatan lainnya yang dia harap akan membakar lemak di perutnya.


Dia teringat dengan cucian nya, mungkin bisa membakar lemak dadakannya.


Untuk menyelamatkan jersey baru nya, dia membuka bajunya saat akan memulai kegiatan mencuci bajunya.


Lagi-lagi pandangan nya tertumbuk pada kain hitam berenda yang seolah melambai ingin dia sapa.


Bintang yang telah menyelesaikan acara mencuci nya dengan jiwa isengnya memegang renda hitam itu, anjir telapak tangan gue pas gini! otak sial, mikir apa sih lu?" gerutunya. Dan sial nya si kayu gantungan itu malah jatuh dan menimpa ember yang berisikan pakaiannya yang tengah di rendam pewangi sachet.


"Aghhh sial... " Dia mengangkat baju dan kacamata berenda hitam itu yang basah.


Dia kembali menggantung nya, air menetes deras dari baju dan si kacamata renda itu.


"Duh, bisa-bisanya lu bangun di keadaan yang lagi kejepit gitu?" katanya menunduk seolah berbicara dengan si pyton.


*


*


Selesai dengan acara mencuci baju gadis yang sedang bekerja itu, Bintang masih bingung saat si pyton belum tidur lagi. Berusaha mengabaikan tapi paha nya sudah pegal menahan liarnya si pyton.


"Ck, masa gue harus solo karir si sini sih?" Geramnya namun tak ayal dia mengelus pytonnya.


Dia memejamkan matanya membayangkan hal-hal erotis namun semua berhubungan dengan Intan, mencoba menepis dan mengulang memorinya untuk memutar khayalan erotis yang lain. Lagi-lagi bayangan Intan yang tengah tersenyum, yang tengah mencebikan bibir nya yang dia rasa terasa pas ukurannya. Juga bayangan Intan sewaktu di hotel saat menjaga para keponakan nya, yang dia lihat hanya memakai pakaian dalam saja.


"Ughh ... " Bintang mengigit bibir nya kepalanya mendongak saat pelepasannya hampir sampai.


Dan saat cairan itu membuncah, dia mengerang memanggil nama Intan.


"Tan ... ehmm... "


Nafasnya terengah-engah setelah selesai dengan perfom nya, telapak tangan yang basah langsung dia basuh.


"Mandi lagi gue kan, ngerjain lu mah Ton." Geramnya sambil kembali mengguyur badannya dengan air dingin.


Acara mencuci pun selesai dan baju-baju itu sudah di gantung rapi di gantungan besi siap dia keluarkan.

__ADS_1


Bintang keluar kamar mandi dan langsung memakai kembali bajunya dan langsung menyisir rambutnya agar terlihat rapi saat Intan datang.


Dia mengintip di balik jendela saat terdengar suara hak sepatu yang terdengar semakin mendekat.


Flashback off...


...🐒🐒🐒🐒...


Bintang masuk ke dalam mobilnya dengan wajah memerah karena kesal dan malu dengan penolakan Intan.


Mobilnya melaju keluar dari halaman kostan itu, dia menjalankan mobilnya dengan kencang membelah jalanan Ibu kota yang selalu macet apalagi ini jam nya orang-orang pulang kantor.


Dia masuk ke SPBU untuk mengisi bahan bakar mobilnya. Tentunya dengan kartu debit nya yang isinya sudah tak seberapa karena habis untuk biaya si sundel.


Mobil pun dia kemudikan tanpa berhenti di rest area.


Bintang sampai di rumah orang tuanya, tepat di saat jam makan malam.


Ayah dan Bunda nya menoleh ke arah Bintang yang masuk ke dalam rumah dengan jersey yang kekecilan.


"Hei ... siapa kamu?" Ayah terbahak melihat rupa anak ke duanya itu.


Bintang menghampiri dan menyalami punggung tangan kedua orang tuanya. "Apa sih, Yah?"


"Baju siapa yang kamu colong?"


"Kamu, waras kan? bukan karena putus cinta?" ledekan Ayah tepat sasaran.


Bintang hanya mengedik sebal, dia berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.


Di tangga dia masih mendengar suara tawa sang Ayah yang menggelegar.


"Duhh ... dunia gue dah balik kek dulu, tapi seenggaknya gue nggak harus ngempanin si sundel, Gue bakal buktiin sama lu, Tan. Gue bener-bener ada rasa," gumanya sambil menarik kaos dan boxer dari lemari miliknya.


Lalu selesai mengganti bajunya, dia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur dan membuka ponselnya di mana ada foto Intan yang tengah tertidur dengan wajah manisnya.


Dia mengambilnya saat malam dia terbangun karena haus. Dan wajah Intan yang hangat dan lembut membuat jiwa fotografer nya meronta.


Tak lama dia larut dalam mimpi.


❤❤❤Bersambung


Demi apa jempol ku lelahhhhh....


Semoga lelah ku jadi hiburan untuk kalian😘😘


Like, komen, dan favoritnya pleaseeee


Promoin ke temen juga boleh banget 🤭


Ide ini di request dari Bu Gendis 🤣🤣🤣


Yang kerokan tadi di request dari ka khumah.

__ADS_1


Otak ku cetek jadi kalo ada ide dari reader aku seneng, dan aku coba masukin ke cerita🤣🤣


makasih ya antusias kalian bikin aku ngakak juga ngetiknya, happy dan sehat ya kalian 😘😘


__ADS_2