
WARNING... yang jomblo, gadis, LDR, nggak usah baca. Atau dosa dan pingin tanggung sendiri 🤣🤣🤣
...❤❤❤...
"Sini," Bintang memeluk tubuh istrinya dari belakang.
Tubuh mereka yang polos saling bersentuhan. Bintang sedikit menggeser tubuh Intan agar mendekat ke arah nya.
"Awww... pelan-pelan. Aduh sakit, paha ku pegel, itunya perih!" Intan meringis saat tubuhnya di tarik dalam dekapan suaminya.
Bintang mengecupi kepala belakang Intan.
"Iya, maaf. Mau gimana lagi, prosesnya kayak gitu. Tapi kalo lebih sering malah makin enak loh!" ucapnya merayu.
Intan sedikit menoleh, "Bohong, pasti modus!" matanya mendelik sebal.
Bintang tertawa sambil memeluk gemas istrinya.
"Kan, bener. Yakin itu cuma modus kamu!" Intan memukul lengan Bintang yang melingkari perutnya.
"Sayang ... "
"Hemmm ... "
"Gimana?"
"Apanya?"
"Enak nggak?"
Tiba-tiba wajah Intan merona dan terasa panas, karena sebuah pertanyaan yang terlontar begitu saja dari suaminya.
Bintang sedikit menegakkan kepala nya untuk melihat ekspresi wajah istrinya itu.
"Enak ya?" tanyanya lagi.
Intan langsung berbalik menghadapnya dan menenggelamkan wajahnya di dada suaminya yang tengah menggodanya.
Bintang tertawa puas melihat kelakuan istrinya yang terlihat begitu malu.
"Jawab?" Bintang masih terus menggoda Intan.
"Sakit," Intan menjawab sambil menatap wajah suaminya.
"Tapi enak kan?" godanya lagi.
Intan membekap mulut suaminya itu yang tak henti menggodanya.
Dengan jailnya Bintang men*jilat telapak tangan yang tengah membekap mulut nya.
"Ih, jorok!" Intan melepas dan memukul pundak Suaminya.
Bintang terbahak-bahak, dia tak menyangka rumah tangga akan sebegitu indahnya.
me: baru seminggu woyy🙄🙄 apa kabar yang udah otw 13 thn😌. Di kala bayar rumah, gas, listrik, beras, susu, pampers, dan pajak kendaraan bersama. Jang head pasti lu😖😖.
Intan beranjak namun seketika dia meringis.
"Kenapa?" Bintang ikut bangun.
Intan menoleh dengan mata judesnya.
"Pake nanya, itu gara-gara paku kamu, Mas."
Bintang kembali tertawa saat Intan membuka selimut yang menutupi tubuhnya dia meraba miliknya yang terasa basah.
"Mas, kok nggak berdarah ya?" tanyanya takut.
"Nggak apa-apa, kan emang ada yang berdarah ada uang nggak. Tapi aku tadi ngerasa nembus sesuatu," ucap Bintang meyakinkan.
Intan mengangguk, "aku juga ngerasa ada yang robek, perih banget!"
"Aduh, mana aku liat?" Bintang berkata dengan mimik wajah panik sambil memegang kaki istrinya untuk dia rentangkan.
Intan langsung menepuk lengan suaminya, "Ck, modus!"
Bintang tertawa lalu memeluk gemas istrinya itu.
"Awas, pengen pipis." ucapnya.
Lelaki yang sedang di mabuk cinta pun melepaskan pelukan nya. Melihat istrinya yang berjalan pelan. Membuat dia merasa bersalah Bintang pun bangun dan berjalan mendekat meraup tubuh itu ke dalam gendong nya.
"Mas," Intan kaget saat tiba-tiba tubuhnya di angkat oleh suaminya.
"Diem, biar uwuu kayak di novel-novel." Bisiknya.
Intan menahan senyum dengan tangan yang dia lingkarkan ke leher suaminya.
Tubuh mereka yang sama-sama polos membuat kulit satu sama lain itu bergesekan.
Tentu saja mengirimkan signal merinding untuk Intan dan signal siaga tegak upacara untuk Bintang.
Mereka saling pandang dengan senyum penuh arti dari keduanya.
"Lagi?" Intan bertanya.
"Of course, hahahaha!" Bintang tertawa sambil mengangguk pasti.
Intan menyandarkan kepalanya malu, "nanti, Aku pengen pipis dulu," ucapnya saat tiba di kamar mandi.
__ADS_1
Bintang mengangguk sambil mengisi air di bathub.
"Jangan liatin," Intan menutupi tubuhnya yang hendak duduk di atas closet.
"Aku udah tau semua, kamu apaan sih!" keluhnya kesal.
Intan meringis saat pipis, dan mencengkram pahanya sendiri.
Bintang menghampiri, "sakit?" tanyanya.
Intan menoleh dan mengangguk, Buru-buru dia memindahkan cengkraman nya ke tangan suaminya.
"Adaaww ... Yang, sakit."
"Aku lebih sakit, " ucapnya sambil membersihkan tubuh bawahnya.
🌺
🌺
Bintang menuntun istrinya hingga mendekati bathub .
Mendudukkan nya di pinggiran bathub yang masih mengucurkan air hangat yang belum terisi penuh.
"Sakit lagi, nggak ya?" Intan berkata.
Bintang berjongkok di depannya.
"Nggak tau, kan belum nyoba. Tapi yang pasti bakal lebih enak, tadi aku cuma sebentar ya? takut kamu nggak puas, maklum pertama pasti nggak kuat lama," katanya.
Intan mengusap rambut Bintang yang berjongkok di depannya. Mereka saling pandang dan berbalas senyum.
Bintang bangun dengan lutut yang menekuk, bertumpu pada lututnya. Mema*gut bibir itu dengan lembut tangannya menahan tengkuk Intan, dan sebelah lagi mere*mas bakpao yang luar biasa lembutnya.
Kecupan itu turun menyusuri leher dan semakin turun hingga dia menemukan puncak yang sudah mengetat itu.
Di lahapnya sampai terdengar suara berdecak yang cukup menggema di kamar mandi itu.
"Ehhmmm ... " Intan hanya sanggup mele*guh dengan semua hal yang sedang suaminya lakukan.
Bintang masih sibuk mengecap bulatan coklat itu bergantian, sesekali Intan menjambak rambut nya saat sesuatu di dalamnya membuatnya salah tingkah.
Bintang turun mengecup perut Intan, "Aku pengen secepatnya di kasih anak," kepalanya mendongak menatap sang istri yang tengah mengangguk meng'amin'kan ucapannya.
Lalu Bintang yang berada di sela paha Intan menunduk memperhatikan lokasi yang tadi dia lalui, "Sayang, duh. Kenapa dia seenak gini?" tanyanya sambil mengelus cekungan hangat milik istrinya.
Intan mengejan saat Bintang mengecup lembut intinya. Tangannya langsung berpegangan pada bahu suaminya yang sedang menunduk menekuni tubuh bawahnya.
"Mas ... Mas ... Udah," dia mengerang tak tahan.
Bintang bangkit sambil tersenyum puas, dia berjalan mematikan keran air yang sudah memenuhi bathub itu.
Intan masih terengah, wajahnya memerah menahan reaksi tubuhnya terhadap apa yang Bintang lakukan.
"Jangan gaya gitu, aku malu." Intan terlihat membenarkan duduknya. Juga menyilangkan tangannya di dada.
"Itu, kegiatan yang paling bikin aku penasaran. Lagian kata orang aroma nya khas banget, dan ternyata emang bener!" Bintang menarik istrinya bangun.
"Emangnya gimana aromanya?" Intan bertanya dengan wajah penasaran.
"Bikin candu, khas kayak gurih2 gimana!" Bintang menarik pinggang istrinya agar mendekat.
"Gurih?" Intan membeo.
Bintang mengangguk, sambil tangannya tak diam mengusap semua bagian tubuh istrinya yang dia temukan.
Kecupan itu membuat suara lengu*an dan desa*han terdengar saling berbalas. Intan mengalungkan tangannya di leher sang suami. Sedangkan lelaki itu menggerakan pinggang istrinya,sehingga membuat gerakan yang otomatis menggesek pyton nya yang sudah kembali siap tegak.
Bintang mengangkat sebelah kaki istrinya sambil memberi kecupan-kecupan memabukkan. Satu kali gerakan si pyton sudah melesak masuk dan terbenam.
Intan mengerang namun sedetik kemudian Bintang melu*mat puncak bakpao nya. Intan menjambak rambut suaminya merasakan sesapan yang membuatnya lemas dan pasrah.
Setelah merasakan istrinya sudah ikut larut dalam has*rat yang sama-sama memuncak. Bintang menggerakan pinggulnya bertempo lembut namun begitu memabukkan untuknya, dan tentu saja Intan istrinya yang terlihat memejamkan matanya dengan satu tangan memeluk lehernya dan sebelahnya lagi menahan di tiang handuk.
"Aghh ... " Bintang mende*sah sambil tangannya menahan sebelah kaki istrinya yang dia angkat.
Intan terlihat begitu menikmati otaknya seolah kosong di gantikan rasa yang begitu nikmat.
"Eghhmm ... " Intan sedikit mele*nguh saat hentakkan suaminya semakin cepat.
"Enak?"
Lagi-lagi pertanyaan yang sulit sekali dia jawab kembali di lontarkan Bintang.
Intan mengacuhkan pertanyaan suaminya.
Dengan sifat luar biasanya, Bintang mencabut si cobra itu.
Intan yang kaget sekaligus kecewa kegiatan itu terhenti langsung mengerutkan keningnya.
"Ke-kenapa?" tanyanya heran.
Bintang tersenyum, "jawab dulu, enak nggak?"
"Ya ampun," gerutunya kesal.
Intan berjalan masuk ke dalam bathub dari pada menjawab pertanyaan memalukan suaminya.
Bintang melongo saat Intan malah menjauh bukannya menjawab pertanyaan nya.
__ADS_1
"Sayang?"
"Apa?" Intan sudah berada di dalam air.
"Aku cuma mau pengakuan dari kamu, aku bisa muasin kamu nggak? itu harga diri seorang suami!' dia ikut masuk ke dalam air mendekati istrinya yang cemberut.
" Ayo, lanjut lagi! biarin lah kamu nggak mau jawab juga aku tau kok kamu enak di liat dari mata kamu yang merem tadi.
Intan menoleh ke arah suaminya yang duduk di depannya.
"Jangan beralasan itu kelilipan ya, apalagi kalo alasan kamu ngantuk. Nggak mungkin dan aku nggak nerima apapun alasan," Bintang berkata sembari tangan nya yang di bawah air mengusap paha istrinya.
"Apa sih?" Intan masih berusaha membantah segala ucapan suaminya itu.
Hingga gerakan mendadak suaminya yang langsung menarik tubuhnya hingga terduduk di atas pangkuan suaminya.
"Kebiasaan," Intan mencebik.
Bintang yang merasa gemas malah meraup wajah istrinya agar mendekat dan langsung melu"mat keras bibir yang mengerucut itu.
Intan membetulkan posisi tubuhnya yang tidak nyaman karena menduduki sesuatu yang keras.
"Aghhh ... " suaminya malah mende*sah.
Lalu si cobra Intan arahkan hingga sedikit dari sedikit terbenam di dalam sana.
"Aduh ... Sayang, nggak sia-sia aku kasih video, kamu belajar dengan sangat cepat dan bikin aku, Arrgghhh .... " dia kembali mengerang saat istrinya itu menggerakan tubuhnya.
"Aduh, sayang ... kamu kayak tukang bor, iya uhhhh.... terus, sayang ... "
Intan yang sedang mencoba menetralkan rasa sakit dan enak yang menjadi satu, merasa risih dengan ocehan suaminya.
Dia pun menunduk dan mema*gut bibir suaminya agar tidak terus mengeluarkan kata-kata aneh sekaligus menggelikan.
Air bathub yang mulai di surutkan itu semakin mengering dan membuat gerakan Intan semakin lincah.
Bintang hanya sanggup memejam, mengejan, dan mengerang. Sungguh dia takjub akan istrinya yang belajar dengan cepat segala macam gerakan.
"Ughhh ... " Intan berpacu dengan cepat, Bintang menyadari istrinya akan segera sampai pada puncaknya.
Dengan sekali gerakan dia merubah posisi hingga istrinya berada di bawah kungkungan nya.
Untung bathub itu cukup luas, dan tubuh kurus istrinya tidak memakan tempat.
me: aku pasti nggak akan bisa terlalu semox🤧🤧
"Mas ... ughh,"
"Iya, ini aku. Terus panggil aku, sayang." katanya sambil tak henti menghentakkan paku alamnya.
"Ughhh, Mas... Mas... aduh paku kamu," Intan mencengkram lengan Bintang dan sebelah nya pinggiran bathub.
"Panggilan aku ganti, kamu kayak yang manggil tukang bakso, kalo manggilnya berulang-ulang." Bintang berkata dengan nafasnya yang memburu.
Sungguh perkataan luar biasa.
Dan sesaat Intan mengejan dengan kepala yang mendongak. Leher putih dan basah itu semakin terlihat luar biasa di mata Bintang.
Dia menunduk menyesap dan menggigit kecil leher istrinya, dan sedetik kemudian Intan merasakan denyutan dan buncahan hangat di bagian dalam perutnya. Menandakan suaminya itu telah mencapai kepu*asan nya.
"Enak?"
"Iya, perihnya sedikit."
"Kan, kata aku harus sering kita ngelakuinnya. Biar makin ilang sakitnya,"
"Untung, penutup saluran nya kamu buka kalo nggak kayaknya kita kelelep," ucapnya.
Intan mengangguk, "awas, berat." Intan menepuk lengan suaminya yang masih setia diam di atas tubuhnya.
Mereka pun mandi bersama, di jam yang menunjukkan hampir jam 10.
"Bathrobe aku di kasur!" Intan berkata, saat sang suami sedang menggunakan bathrobe miliknya.
"Bentar aku ambilin," Bintang keluar dari kamar mandi menuju tempat tidur saksi pergulatan nya tadi.
Menyingkirkan selimut untuk mencari bathrobe istrinya, dia terpaku saat melihat noda merah muda terdapat di bathrobe yang di pakai istrinya tadi.
"Yang ... , sayang!" Bintang berjalan ke arah istrinya.
"Ya? " jawab Intan yang sedang menggulung handuk di kepala nya.
"Liat, noda yang kamu cari tadi. Ada di sini!" Bintang menunjukan noda merah muda yang tadi istrinya keluhkan.
Intan tersenyum mengangguk, "aku perawan kan?" ucapnya bangga.
"Iya lah, aku yang ngerasain tadi," Bintang memeluk tubuh wangi itu.
"Yuk, kita makan dulu. Mau pesen apa?" Bintang merangkul bahu istrinya keluar dari kamar mandi.
Bersambung ❤❤❤
like
komen
favoritnya
Harus komen 🤧🤧
__ADS_1
Ide ini di sponsori lotek mentah 🤣🤣🤣