
Assalamu'alaikum wr wb
Hai teman-teman di sini cerita saya yang ke dua jadi saya memohon maaf jika cerita nya kurang nyambung atau banyak typo hehe...
Jangan lupa komen dan vote ya terimakasih🤗
"Cinta tidak harus saling memiliki akan tetapi titik tertinggi mencintai adalah mengikhlaskan orang yang kita cintai bahagia meskipun kebahagiaan nya bukan bersama kita."
~ Aisyah Nur Revalina Sagara.
Happy Reading guys
Kringg Kringg....
Bunyi bel pulang sudah berbunyi namun di kelas Rissa dkk guru yang mengajar sampai sekarang belum keluar juga hingga membuat para murid kesal karena jam waktu pulang mereka menjadi telat.
Hingga akhirnya ada seorang murid yang berkata...
"Maaf bu saya ganggu di saat ibu sedang menerangkan materi, saya hanya ingin memberitahu kalo sekarang sudah waktunya jam pulang bu. Malah ini udah telat hampir setengah jam dari waktu kita pulang bu." ucap siswa tersebut yang bernama Rio.
"Oh iyakah? Kalau begitu ibu minta maaf ya sama kalian karena sudah mengambil jam pulang kalian. Ya sudah kalau begitu kalian silahkan bereskan perlengkapan kalian dan boleh pulang. Ibu permisi, Assalamu'alaikum.." pamit buk Isti-guru sejarah.
Setelah buk Isti keluar dari kelas, akhirnya para murid kelas XII IPS 1 tersebut pun langsung berjalan keluar untuk pulang ke rumah masing-masing.
"Riss lo balik naik apa?" tanya Naya sambil berjalan menuju arah parkiran.
"Biasaa" jawab Rissa seadanya.
"Riss lo beneran ga berat apa bawa motor segede itu?" tanya Nara penasaran.
"Ya sebenarnya sih berat cuma ya gue lagi kepengen bawa motor aja jadi ya gue bawa motor itu dehh soalnya di rumah gue gada motor yang lain selain itu hehe." jawab Rissa.
"Ohh gitu" anggukan kepala dari Naya dan Nara.
Sesampainya di parkiran...
"Ehh ehh itu kok si Iqbal pulang bareng sama si Aisyah ya?" tanya Naya dengan penuh penasaran.
Melihat Iqbal membonceng Aisyah dengan motor membuat Rissa merasa kesal karena selama dirinya mendekati Iqbal dia sama sekali belum pernah yang nama nya di bonceng oleh Iqbal dan sekarang? Aisyah, dia lah orang yang Rissa lihat pertama kali di bonceng boleh Iqbal.
Apakah Rissa boleh cemburu dan merasa iri terhadap Aisyah?
"Gatau Nay" ketus Rissa.
"Nay lo kok malah nanyain itu sih. Tuh liat si Rissa jadi badmood kan gara-gara ngeliat kejadian itu." bisik pelan Nara ke Naya.
"Eh iya ya Allah gue lupa kan si Rissa suka sama Iqbal yaa hehe" balas Naya juga dengan berbisik pelan.
"Kalian lagi bisik-bisik apaan sih?" tanya Rissa.
"Ehh engga Riss hehe" balas Nara.
__ADS_1
"Kalian ga ngomongin gue kan?" tanya Rissa memastikan.
"Eumm.. Tadi kita cuma bilang kalo lo jadi badmood karena ngeliat Iqbal boncengan sama Aisyah, Riss.. Hehehe." jawab Nara sambil menggaruk-garukkan belakang kepala nya yang tak gatal.
"Oh itu udahlah biarin aja." lirih Rissa.
"Yaudah kalo gitu gue balik dulu yaa." lanjutnya.
Lalu Rissa pun mulai melangkahkan kaki nya menuju tempat dimana terparkir motornya.
Tinn Tinnn Tinn...
Bunyi klakson motor memberhentikan perdebatan antara Naya dan Nara. Lalu mereka pun melihat kearah dimana orang yang mengklakson tersebut.
"Gue duluan yaa byee." pamit Rissa lalu mulai menjalankan motornya keluar dari sekolah untuk pulang ke rumah.
"Hati-hati Riss." Serempak Naya dan Nara.
🌻🌻🌻
"Assalamu'alaikum umi" salam Iqbal dan Aisyah.
"Wa'alaikumussalam nak." jawab seorang wanita paruh baya sambil membukakan pintu untuk mereka berdua.
"Umii." panggil Aisyah lalu menyalimi tangan umi Iqbal yang bernama Rainatun Nilla Adli yang biasa dipanggil umi Rai. Setelah menyalimi tangan umi Rai, Aisyah pun langsung memeluk umi Rai untuk melepas rindu.
"Ma syaa Allah Aisyah makin cantik aja deh." puji umi Rai sambil melepaskan pelukannya.
"Hehe umi bisa aja deh."
"Eh iya ada Iqbal hehe maaf ya nak umi lupa kalo ada kamu di sini." lalu Iqbal pun turut mengikuti apa yang Aisyah lakukan tadi yaitu menyalimi tangan umi nya.
"Iya gapapa mi. Yaudah kalo gitu Iqbal masuk dulu ya mi, Ais." pamit Iqbal.
"Eh iya astagfirullah umi sampe lupa buat ngajak kamu masuk. Ayo Ais masuk." ajak umi Rai.
"Iya mi makasih hehe."
Sesampainya di ruang tamu...
"Ais mau umi ambilin minum apa sayang?" tanya umi Rai setelah mempersilahkan Aisyah duduk.
"Gausah repot-repot mi. Aisyah ke sini ada keperluan sama Iqbal buat nanti ngebahas acara kegiatan osis selain mau main ke sini mi." tolak halus Aisyah.
"Udah gausah malu umi buatkan minum dulu ya." ucap umi Rai lalu bangkit dari duduk nya untuk menuju dapur.
Beberapa menit Aisyah berdiam sambil melihat-lihat rumah Iqbal yang sangat bersih dan terawat. Hingga akhirnya ada salah satu yang menjadi fokus Aisyah sekarang yaitu paper bag yang tersimpan di meja depan nya berada dan seinget dirinya bahwa itu adalah paper bag yang di berikan oleh Rissa untuk Iqbal.
Dengan perlahan Aisyah mengambil paper bag tersebut dan melihat isi nya yang ternyata isi nya adalah makanan yang menurut dia itu berasal dari Jepang. Tiba-tiba saja ada suara seseorang yang membuat dirinya terkejut.
"Ngapain kamu buka-buka barang orang? Ga sopan!" dingin Iqbal.
__ADS_1
"Eumn maaf Ball tadi Ais cuma penasaran aja sama isi dari paper bag yang di kasih sama Rissa ini." jelas Aisyah gugup.
"Siniin... Lain kali jangan suka buka-buka atau sentuh barang orang tanpa seijin nya itu nama nya ga sopan!" ketus Iqbal lalu merampas paper bag pemberian Rissa itu dari Aisyah dan menyimpan nya di dapur.
Setelah kembali dari dapur Iqbal berkata "Udah ayo apa yang mau kita bahas sekarang?"
"Eum ini Ball kan kita udah kelas 12 nih nah setiap tahun nya kan di sekolah kita selalu ngadain acara camping sekolah gitu gimana kalo kita ganti acara nya yaitu jadi study tour ke Yogya?" usul Aisyah.
"Yogya ya? Menarik sih sekalian refreshing sebelum ujian. Yaudah nanti saya tanyakan dulu ke pembina osis sama kepala sekolah apakah mereka setuju atau tidak. Nanti saya kabarin lagi kalo udah dapat info dari mereka." jelas Iqbal.
"Yaudah kalo gitu."
Lalu mereka pun lanjut berdiskusi tentang masalah osis dan lain sebagainya yang berkaitan dengan sekolah. Tiba-tiba...
"Ehh ini minuman dan cemilannya yaa nak Ais. Maaf hanya segini." ucap umi Rai yang baru saja datang dengan tangan yang terdapat nampan di tangannya.
"Ihh umi gausah repot-repot lah Ais jadi ga enak nih hehe." ucap Aisyah.
"Udah gapapa. Yaudah sok di lanjutin ngobrol nya umi mau ke kamar dulu ya." pamit umi Rai lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
"Eumm Ball." panggil Aisyah.
"Kenapa?" tanya Iqbal yang langsung menghentikan kegiatan bermain hp nya dan fokus mendengarkan apa yang akan Aisyah katakan.
"Kalo boleh tau kamu udah sering ya dapet makanan gitu dari Rissa?" tanya Aisyah ragu.
"Iyaa" jawab Iqbal sambil menganggukkan kepala nya pelan.
"Kamu punya rasa sama dia?" tanya Aisyah lagi.
Degg...
Mendengar pertanyaan Aisyah tadi membuat Iqbal terdiam kaku karena dirinya pun tidak mengetahui apakah dia mencintai Rissa atau tidak nya namun ada satu perasaan yang mengganjal di hati nya yaitu ketika Rissa tiba-tiba saja menghilang dari sekolah seperti waktu itu membuat Iqbal sangat gelisah dan khawatir dengan keadaan nya bahkan pada saat belajar pun yang Iqbal pikirkan hanyalah Rissa saja.
"Ball?" panggil Aisyah karena melihat Iqbal hanya diam saja.
"Hah?"
"Kamu ngelamun?" tanya Aisyah.
"Eh engga kok. Tadi kamu nanya apa?" tanya Iqbal balik.
"Eumm kamu suka sama Rissa, Bal?" tanya ulang Aisyah.
"Engga!" dingin Iqbal.
Aisyah merasa walaupun Iqbal mengatakan tidak menyukai Rissa tapi arti dari tatapan yang Iqbal berikan ke Rissa bukanlah tatapan yang seperti ini yaitu tajam akan tetapi lembut. Apakah Aisyah harus mundur sebelum berjuang? Dan mengikhlaskan Iqbal untuk Rissa? Tapi kan Iqbal dan Rissa tidak bisa bersatu karena mereka berbeda.
Di situlah yang membuat Aisyah bingung akan pilihan nya yaitu di sisi lain Aisyah ingin mendapatkan cinta Iqbal sahabat nya dari kecil ataukah Aisyah harus menyerah dan mengikhlaskan Iqbal dan Rissa bersama? Namun Iqbal dan Rissa tidak bisa bersatu karena perbedaan. Jadi apa yang harus Aisyah pilih? Menetap atau kah pergi?
Bersambung...
__ADS_1
Salam hangat,
Anaa29❤️