
Assalamu'alaikum wr wb
Hai teman-teman di sini cerita saya yang ke dua jadi saya memohon maaf jika cerita nya kurang nyambung atau banyak typo hehe...
Jangan lupa komen dan vote ya terimakasih🤗
"Sebagai sahabat, sudah seharusnya kita haru saling mendukung dan memberikan nasehat serta saran kepada sahabat kita yang sedang tertimpa masalah.
~ Kanaya Nursyifa.
Happy Reading guys
"Riss itu lebih baik sih kalo kata gue maa." ucap Naya.
"Tapi gue belum bisa lupain dia Nay." sedih Rissa.
"Gue yakin lo pasti bisa lupain dia. Yang penting sekarang lo apus semua kenangan lo sama dia hari ini. Lo engga inget apa, kalo lo pengen belajar sedikit demi sedikit agama islam?" ucap Naya.
"Dan langkah pertama nya yaitu, lo harus berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Lo juga gaboleh terlalu deket sama cowo manapun karena itu bisa timbul zina. Entah zina mata atau pun zina yang lainnya." lanjut Naya menjelaskan.
"Iya Nayy. Makasih yaa lo selalu support gue dalam keputusan apapun yang gua ambil." haru Rissa.
"Iya Riss sama-sama, karena itulah guna nya sahabat." ucap Naya.
"Eh iya kalo boleh tau lo kok setiap di datengin sama Devan selalu menghindar sih? Emang dulu kalian ada masalah apa?" tanya Rissa penasaran karena dia belum tau betul bagaimana kisah nya.
Degg..
"Gue harus jawab apaa ini." batin Naya cemas.
"Nay." panggil Rissa daritadi yang tidak di dengar oleh Naya karena sedang melamun.
"Hah? Kenapa Ris?" linglung Naya.
"Gue kan tadi nanya, kenapa lo kalo setiap di datengin sama Devan selalu menghindar?" ulang Rissa.
__ADS_1
"G-g-g ue..."
"Kenapa Nay?" penasaran Naya.
"G-g ue mau ngelindungin dia dari seseorang Riss." jawab Naya lirih.
"Lindungi? Maksud nya gimana?" bingung Rissa.
"Iya lindungi, karena gue takut kalo Devan di apa-apain sama orang itu. Makanya gue milih untuk putus dari dia dan memilih melindungi nya dari jauh." jelas Naya pelan.
"Seseorang? Siapa Nay?" tanya Rissa.
"Maaf Riss, gue gabisa ngasih tau lo siapa orang itu. Karena gue gamau lo ikut terlibat dalam masalah ini." jawab Naya merasa tak enak.
"Iya gapapa Nay, gue juga paham kok kalo lagi di posisi lo. Yang jelas gue akan selalu dukung lo dalam keputusan apapun itu. Tapi kalo gue kasih saran mendingan lo jangan terlalu dingin deh sama Devan, soalnya kasian tauu." jelas Rissa.
"Hahaha gimana yaa? Soalnya gue kalo engga dingin sama dia nanti nya gabisa move on dong." ucap Naya sambil tertawa pelan.
"Iya juga sih hahaha."
"Lo perempuan tangguh dan terhebat yang pernah gue temui Nay, setelah bunda gue." batin orang tersebut lalu meninggalkan tempat persembunyian nya.
🌻🌻🌻
Di depan kelas...
Setelah menghabiskan waktu untuk belajar dari pagi sampai sore akhirnya mereka pun bisa pulang juga untuk beristirahat.
"Nara ayo bareng." ajak Rissa yang melihat Nara berdiri kaku di depan pintu kelas. Dan hal tersebut pun membuat Naya berdecak kesal karena melihat Rissa terlalu baik kepada Nara, yang sudah jelas-jelas menghianati diri nya. Itulah yang ada di pikiran seorang Kanaya Nursyifa.
"Eumm iya ayo." gugup Nara.
Namun sebelum mereka berjalan ke arah parkiran tiba-tiba saja ada yang menghalangi jalan mereka. Dan ternyata yang menghalangi jalan mereka adalah sang most wanted boy. Yaitu, Iqbal, Devan, dan Rafa.
Rissa yang melihat Iqbal pun langsung menundukkan kepala nya agar dirinya tidak bertatap muka dengan Iqbal, yang merupakan orang yang Rissa cintai. Melihat Rissa menundukkan kepala nya membuat Iqbal merasa tidak suka, karena itu berarti apa yang Rissa katakan benar. Ya, sejak Rissa mengatakan hal tersebut kepada Iqbal di atas rooftop pada pagi hari ternyata dia benar-benar melakukan apa yang dia katakan, yaitu menjauhi Iqbal dan ketika sedang bertemu pun tidak saling menyapa lagi. Karena hal itulah yang membuat seorang Muhammad Iqbal Adli merasa tidak suka dengan sikap yang Rissa berikan kepadanya. Entah perasaan apaa yang dia punya untuk Rissa, karena dia pun masih bingung dengan perasaannya sendiri.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum semuanya." salam Rafa yang mewakili kedua sahabat nya.
"Wa'alaikumussalam." jawab Naya dan Nara serempak.
"Ada apa?" tanya Naya dingin.
"Sorry guys gue pinjem sahabat kalian dulu ya. Soalnya ada yang mau gue omongin sama dia." ucap Devan tiba-tiba dan langsung saja menarik tangan Naya tanpa seizin nya agar mengikuti nya dan mulai menjauh dari jangkauan para sahabat nya.
"Ehh ehh ada apa nii.." protes Naya yang tiba-tiba saja di tarik oleh Devan.
"Woyy bantuin gue napaa!!!" lanjut Naya berteriak kepada para sahabat nya agar menolong nya, namun para sahabat nya hanya diam saja sambil melihat ke arah dirinya dengan bingung karena hal itu lah yang membuat Naya mendengus sebal dan pasrah ketika dirinya di bawa oleh Devan yang entah kemana.
"Lah? Itu si Devan mau ngapain?" bingung Rafa.
"Jangan-jangan Devan udah tau lagi apa yang selama ini Naya sembunyi kan." batin Rissa yang melihat Devan dan Naya pergi begitu saja dari pandangan mereka.
"Ehemm." dehem Rafa.
"Eh? Kenapa Raf?" tanya Rissa.
"Kok tumben ini pada diem-diem aja. Biasanya gee selalu ribut." bingung Rafa, karena sedaritadi dia memperhatikan interaksi Rissa dan Iqbal yang tidak seperti biasanya.
"Gapapa kok Raf. Yaudah kita duluan ya." pamit Rissa lalu menarik sebelah tangan Nara untuk segera mengikuti dirinya.
"Ehh Riss gue belum pamitan lah."
"Woyy gue pamit duluan yaa, bye." teriak Nara karena jarak diantara mereka sudah cukup jauh.
"Mereka udah baikan?" batin bertanya-tanya kedua most wanted boy tersebut.
Bersambung...
Salam hangat,
Anaa29❤️
__ADS_1