
“Ci ... Cici gak papa kan? Heyy cii! Lihatlah wajah jo! Jawab pertanyaan jo! Jangan seperti ini!” Panik jonathan sambil mengguncang tubuh meida yang terdiam kaku. Meida sama sekali tak merespon ucapan jonathan.
Apa aku bayi yang berada dalam foto itu? Jika memang aku adalah bayi itu, siapa mereka? Apa mereka sudah mengetahui tentang ku? Apa mereka selama ini membohongiku? Menutupi semua kebenaran ini? Seburuk itu kah hidup ku, sampai mereka tak menginginkan ku untuk mengetahuinya.
Yaa Rabbana, siapa aku sebenarnya? Siapa orang tua ku? Dimana mereka? Apa mereka hidup menderita seperti ku? Apa perasaan mereka setelah membuang ku?
Yaa Rabbana, aku harus apa? Terlalu banyak hal yang berkecamuk dalam pikiran ku! Terlalu banyak kemungkinan negatif yang membayangiku! Aku harus berbuat apa?
Yaa Rabbana, aku takut menghadapi kenyataan ini ...
Aku takut pencarian ku selama ini malah menghancurkan ku...
Aku takut jiwa ku terluka ...
Yaa Rabbana, apa sekarang waktu yang telah kau siapkan untuk ku, untuk mengetahui kebenaran semua ini? Apakah ini bentuk kau mewujudkan keinginan dan doaku? Apa kau mengabulkan nya?
Batin meida menatap foto bayi itu dengan tatapan kosong. Meida menangis tanpa suara dan air mata. Matanya memerah menahan gemuruh dadanya. Terlalu banyak rasa sakit yang ia simpan sendirian, sampai air matanya pun tak berani keluar.
Apa kalian pernah merasa? Hati terluka tapi tak bisa berkata-kata? Ingin menangis tapi tak ada air mata? Itulah yang meida rasakan sekarang.
Pikirannya dihantui dengan banyak prasangka dan berbagai kemungkinan.
“Jonathan kenapa dengan meida?” Panik johan mendekat kearah jonathan yang sedang memegang kedua bahu meida. Jonathan menggelengkan kepalanya mengarahkan matanya menunjuk foto bayi yang sedang di pandangi meida dengan tatapan kosong.
Yaa Tuhan ... Berarti benar meida adalah Jaslin. Jika dia bukan jaslin, tak mungkin dia shock seperti ini melihat foto itu. Apa sekarang waktu yang tepat untuk mengatakan semuanya? Mengatakan kebenaran, bahwa aku yang membuangnya!
Yaa Tuhan .. Ternyata meida adalah keponakan ku. Keponakan yang kucari bertahun-tahun kini berada dihadapan ku, berada di rumahku. Tuhan, aku harus berbuat apa? Batin johan memandang meida dengan gurat wajah penuh kesedihan dan kerinduan.
“Yah, kak meida kenapa?” Tanya jingga menghampiri ayahnya yang berada di samping Jonathan. Johan menjawab pertanyaan anaknya hanya dengan gelengan kepala tanpa bersuara.
“Ci ... Jangan bikin jo takut!” Lirih jonathan memeluk bahu meida dari arah belakang. Meida meneteskan air matanya, lalu merebahkan kepalanya di dada bidang jonathan dengan sorot mata penuh luka, sebelah tangannya memegang dadanya. Perlahan-lahan ketidaksadaran menghampiri meida. Ia menutup matanya di sandaran jonathan. Jonathan terkejut mendapati cicinya terkulai lemas di dadanya, ia membalikan tubuh meida dan menyandarkan kepalanya di pelukannya.
“Ci bangunlah! Apa karena melihat ini cici jadi seperti ini? Apa cici merasa itu adalah cici?” Tangis pilu jonathan sambil mengambil foto yang ada didepannya.
Ci, apa sekarang waktunya? Lambat laun cici akan mengetahui kebenaran nya! Bukan maksud jo menutupi semua ini dari cici, tapi jo takut cici terluka. Jo takut cici pergi jauh dari hidup jo. Maafkan jo! Jo ingin mempertemukan cici dengan Daddy dan Mommy, jika cici sudah benar-benar siap bertemu dengan mereka, memaafkan mereka, dan menerima mereka sebagai orang tua cici. Lirih jonathan dalam hati. Tangannya tak berhenti mengelus kepala meida, air matanya menetes di wajah meida.
“Mas meida kenapa?” Tanya bingung Dian sambil membawa nampan berisi jus yang ia buat barusan. Ia berjalan kearah meida lalu memeriksa kondisi nya.
“Jo, meida tak sadarkan diri! Tidurkan meida di kamar tamu! Tante akan menghubungi dokter pribadi untuk segera kesini!" Perintah dian dengan wajah Panik, setelah memeriksa kondisi meida yang terkulai lemas tak sadarkan diri dipelukan Jonathan. Jonathan langsung membopong tubuh meida ke kamar tamu sesuai dengan yang diarahkan dian. Setelah menatap johan dengan wajah menuntut penjelasan, dian langsung mengekor langkah jonathan menuju kamar tamu.
Ketika tangan meida terkulai lemah di udara, dian tak sengaja melihat tanda lahir yang berada di telapak tangannya. Dian membelalakan matanya dan menutup mulutnya.
Yaa Tuhan, gadis ini memiliki tanda lahir seperti apa yang louis katakan. Yaa Tuhan, berarti benar dia adalah jaslin. Bayi kecil yang kurawat dulu. Lirih pelan dian dengan wajah berkaca-kaca melihat tanda itu.
Yaa Tuhan Jaslin ku, akhirnya kita bertemu lagi. Akhirnya kau kembali ... Aku merindukan mu.. sungguh-sungguh merindukan mu. Batin dian sambil mengusap air matanya.
“Jo tidurkan jaslin disini!” ucap dian keceplosan memanggil nama meida dengan sebutan jaslin. Jonathan membulatkan matanya mendengar ucapannya dian. Karena seingat dia, yang mengetahui kebenaran jaslin adalah meida hanyalah dirinya, melvin, dan bi ina.
“Darimana Tante yakin dan tahu ini adalah cici jaslin?” Tanya menyelidik jonathan menatap tajam kearah dian, setelah ia menidurkan meida di kamar tersebut. Dian duduk di samping kepala meida menyentuh tangan sebelah kanannya, lalu mengusap lembut tangan itu.
“Insting tante aja jo. Meida mengingatkan tante akan jaslin.” Kilah Dian dengan mata berkaca-kaca. Jonathan tak begitu saja mempercayai ucapan dian. Ia memegang kedua bahu dian dan menatapnya.
__ADS_1
“Jangan bohong Tante! Jo tahu, Tante pasti mengetahui sesuatu!” Dian menundukkan wajahnya mendengar ucapan jonathan. Ia membalikkan lembut tangan meida, yang memperlihatkan tanda bulan sabit di telapak tangan nya. Pergerakan tubuh dian, tak lepas dari pantauan mata Jonathan.
“Apa kau merasa meida adalah cici jaslin mu jo? Jika kau merasa, itulah yang tante rasakan sekarang!” ucap pelan dian mengusap tanda lahir itu diiringi dengan air matanya. Jonathan diam terpaku melihat dian mengusap-ngusap tanda lahir itu.
“Tante yakin meida ini adalah jaslin. Lihatlah tanda lahir di telapak tangannya! Lihatlah liontin biru itu!” Tunjuk dian dengan tangan bergetar kearah kalung berlian berliontin biru yang dipakai meida. Walaupun hanya terlihat ujung nya saja, dian yakin liontin itu yang ia pasang di leher jaslin dulu.
“Itulah ciri-ciri jaslin jo. Tante hanya tinggal memastikan satu tanda lahir lagi yang berada di bawah telinganya. Jika semua itu ada pada diri meida, berarti benar meida adalah jaslin kita yang hilang dulu.” Lirih pelan dian memandang sendu kearah jonathan lalu memandang penuh kerinduan kearah meida. Dian mencium kening meida lama.
“Apa om johan sudah tahu tentang ini?” Tanya jonathan menyusut ujung mata dengan tangannya. Jonathan tak menyadari bahwa johan sudah berada di kamar itu dari beberapa menit lalu. Ketika mereka terlibat perdebatan tentang meida.
“Om tahu tentang apa jo?” Tanya johan berjalan kearah mereka menggunakan tongkat kruknya.
“Sebentar lagi dokter datang kesini! Lebih baik kita tunggu di luar! Ada sesuatu yang ingin om bicarakan dengan mu jo!” Perintah johan dengan memandang wajah jonathan. Dian dan Jonathan menganggukkan kepalanya, lalu mereka berjalan kearah johan.
Johan keluar ruangan itu menggunakan tongkat kruk Pyramid nya. Jonathan dan dian mengikuti langkah dibelakang johan.
Mereka berkumpul diruang santai sambil menunggu dokter yang akan memeriksa meida datang. Jonathan duduk di karpet yang menjadi alas lantai tersebut, ia memeluk lututnya pertanda kekhawatiran melanda dirinya.
“Maaf om lancang. Apa kamu sudah tahu bahwa meida itu adalah jaslin?” Jonathan menganggukkan kepala diantara lututnya. Awalnya johan tercengang, tapi dia bisa mengendalikan ketercengangan itu. Johan menghampiri jonathan dan duduk disampingnya. Kebetulan sekali di ruang itu hanya ada mereka bertiga. Jingga sedang tidur siang, sementara biru sedang mengerjakan tugas sekolah dikamarnya.
“Jo, sejak kapan kamu tahu tentang ini? Kenapa kamu menutupi semua ini dari om dan tante? Apa orang tua mu sudah tahu tentang meida?” Tanya beruntun dian. Ia mengikuti johan duduk di samping jonathan. Jonathan menegakkan wajahnya, melihat wajah mereka bergantian.
“Sebenarnya Jonathan mengetahui kebenaran ini setelah pertemuan kita malam itu om. Kenapa waktu itu jo menanyakan ciri-ciri cici jaslin pada om, inilah alasannya. Jo ingin memastikan semuanya, bahwa cici meida orang yang jo temui secara tidak sengaja, adalah cici jaslin kakak perempuan yang jo cari selama ini.” Jawab pelan jonathan. Johan dan dian mendengarkan ucapan jonathan dengan seksama. Dengan penuh kelembutan johan mengelus pelan lengan keponakannya yang sedang menangis itu. Jonathan menatap wajah Johan
“Mommy dan daddy tidak mengetahui semua ini. Karena jo sudah 2 bulan tidak tinggal di rumah. Daddy mengusir jo karena jo pergi mengantar cici meida pulang ke kampungnya.” Lirih Jonathan dengan suara bergetar. Johan tercengang mendengar ucapan jonathan, tangannya mengepal pertanda ia marah.
Gilbert kau benar-benar kurang ajar! Berani-beraninya kau mengusir anak mu sendiri. Semoga Tuhan segera memberikan karma untuk mu! Geram johan dalam hati. Johan saling pandang dengan dian yang sedang mengelus pelan pundak Jonathan yang sedang tertunduk.
Jonathan menarik napasnya, ia menjawab pertanyaan johan dengan posisi yang masih berada dalam pelukan dian.
“Jo tinggal dengan ko Melvin di apartemennya. Ko Melvin yang menjaga dan menanggung hidup jo dan cici meida selama ini.” Johan dibuat heran dengan ucapan jonathan yang menyebutkan nama melvin. Johan memberanikan diri bertanya kepada Jonathan tentang melvin, agar terjawab semua rasa penasarannya.
“Siapa melvin jo?” Tanya johan mengerutkan keningnya.
“Ko Melvin adalah anak sulung dari keluarga Nagara. Dia pemilik Perusahaan Shinwa Nagara yang gedungnya berada di depan kantor DPRD.” Terang jonathan. Johan memijit pangkal hidung nya pelan untuk mengingat sesuatu.
“Owalah melvin itu! Anak dari Pak Nagara? Om kenal dengan Ayahnya, 2 hari lalu Ayahnya mengundang om untuk datang ke acara ulang tahun perusahaannya. Kalau Melvin Nagara om sudah tahu, om pernah melihatnya. Dimana kamu mengenalnya jo?”
Jonathan menolehkan kepalanya kearah johan. Ia mengusap air matanya.
“Jo mengenal ko melvin dari cici meida. Karena ko melvin atasan cici meida di tempat kerja. Kami berdua yang mengantar cici meida ketika pulang ke Bandung.” Terang jonathan yang masih menangis.
“Siapa saja yang sudah mengetahui jati diri meida jo?”
“Jo, ko melvin, dan bi Ina. Hanya kami bertiga yang mengetahui kebenaran ini. Cici meida sampai detik ini belum mengetahuinya.”
“Bi Ina?” Tanya bingung dian. Ini pertama kalinya dia mendengar nama itu.
“Bi ina adalah bibi angkat cici meida. Ia datang dari kampung untuk membantu cici meida mencari keluarganya. Bi ina ingin sekali bertemu dengan om untuk membicarakan sesuatu, tapi dari kemarin nomor kontak om tak bisa dihubungi," ucap jonathan sambil menghapus air mata di wajahnya. Sementara johan mencerna ucapan jonathan dengan mengangguk samar.
“Jo hubungi bi ina untuk segera kesini! Biar driver pribadi om yang menjemputnya kesana. Ada sesuatu hal yang ingin om tanyakan padanya.”
__ADS_1
“Baik om. Jonathan telpon bi ina sekarang.” Jonathan langsung mengambil ponsel di tote bag nya yang berada di ruang tamu.
-
Melvin mengunjungi meida di apartemen nya. Tapi ia tak melihat meida dan jonathan. Ia hanya melihat bi Ina yang sedang membaca buku di ruang santai.
“Jonathan dan Meida kemana bu? Tumben sepi.” Bi Ina melepaskan kacamatanya. Lalu melihat kearah melvin yang duduk disampingnya.
“Tadi mereka bilang sama ibu mau belanja untuk persediaan dapur. Stok di dapur sudah banyak yang habis vin.” Jawab bi ina sambil menyondorkan cemilan kearah melvin.
“Padahal ibu bilang aja sama melvin, kalau persediaan dapur sudah habis. Biar karyawan melvin di swalayan mengantarnya kesini.” Melvin mengambil cemilan yang disondorkan bi ina, lalu memakannya.
“Kami tidak ingin terus merepotkan mu vin. Kamu sudah banyak menolong kami disini,” ucap pelan bi ina memandang tak enak wajah melvin. Melvin hanya tersenyum mendengar ucapan bi ina. Ia menggeser posisi duduknya agar lebih dekat dengan bi ina.
“Jangan sungkan bu. Kita adalah keluarga.” Jawab melvin sambil menepuk pelan tangan bi ina.
“Oh yah ada yang ingin melvin tanyakan pada ibu. Ini tentang meida.” Bi ina langsung menolehkan wajahnya kearah melvin. Ia merubah posisi duduknya, agar berhadapan dengan melvin.
“Apa yang ingin kau tahu tentang meida vin?” Tanya serius bi ina menatap wajah melvin.
“Apa benar meida ditemukan di pelantara masjid di kota ini bu?” Bi ina mengangguk cepat. Ia menjawab pertanyaan melvin dengan wajah sedih.
“Benar sekali vin. Apa kamu membantu meida untuk mencari keluarganya?” Tanya bi ina kemudian
“Iya bi. Setelah pulang dari Bandung, melvin mencari tahu tentang asal-usul meida yang dibuang di kota ini. Melvin sudah mengumpulkan beberapa data valid tentang meida. Semua data itu mengarah, jika meida adalah jaslin. Putri dari keluarga Atmaja yang hilang 20 tahun lalu. Karena hanya data meida yang berkaitan dan cocok dengan data kehilangan jaslin.” Terang melvin dengan garis wajah serius. Mata bi ina memandang haru kearah melvin, karena lelaki yang berada didepannya ini benar-benar lelaki baik dan tulus.
“Ibu sudah menduga itu, jonathan sudah memberitahu ibu. Tapi ibu bingung harus mengatakan apa pada meida. Ibu takut, meida mengetahui jati dirinya dari orang lain, bukan dari kita. Ibu takut dia kecewa.” Mata bi ina berkaca-kaca sambil menundukkan wajah nya.
“Jalan terbaik menurut melvin, pertemukan meida setelah dia benar-benar siap bertemu dengan orang tuanya. Karena ini bukan masalah sepele bu. Kita harus benar-benar memastikan bahwa mereka sudah menerima satu sama lain. Karena dari background kehilangan jaslin dulu, itu pasti melukai hati meida.” Terang melvin memegang tangan bi ina.
“Itu yang ibu takutkan. Ibu ingin bertemu sekali dengan om nya jonathan yang membuang meida. Ibu ingin memastikan bahwa jaslin memang benar-benar meida.” Harap bi ina dengan deraian air mata.
"Semoga saja kita segera bertemu dengan om nya jonathan bu." Doa melvin. Ia mengelus lembut pundak bi ina.
Tiba-tiba ponsel yang berada di saku bi Ina bergetar. Bi ina langsung mengambil ponsel di sakunya.
"Siapa yang nelpon bu?" Bi ina menyipitkan mata nya membaca nama yang berada di layar ponselnya.
"Jonathan vin. Tumben-tumbenan dia nelpon ibu."
-
-
Bersimbing
Kuyylah like, komen, vote sama hadiahnya..♥️
Mumpung hari senin wkwkwk
Otor up visual nya setelah part ini yah♥️
__ADS_1
Hatur thank you😘