Kita Berbeda

Kita Berbeda
Yang lalu biarlah berlalu!


__ADS_3

“Ko gimana ini? Jonathan udah hampir sebulan gak pulang-pulang. Mommy takut terjadi sesuatu padanya,” ucap khawatir zaina memegang kepalanya sambil berjalan kearah balkon. Ia memberondong pertanyaan kepada andress yang baru saja pulang dari rumah sakit.


“Andress juga bingung mom. Nomor jonathan susah dihubungi. Mommy udah coba tanya ke daddy? Siapa tahu daddy tahu keberadaan jonathan sekarang.” Jawab andress sambil menyimpan tas kerjanya di ruang tamu. Lalu mengikuti langkah zaina menuju balkon.


“Mommy sudah beberapa kali tanya ke daddy kamu, tapi jawabannya tetap sama. Daddy kamu gak tahu keberadaan jonathan sama sekali.” Zaina duduk di kursi panjang outdoor berwarna pastel. Tangannya tak berhenti memijit kepalanya.


Andress mondar mandir di samping zaina. Ia berpikir keras kemana jonathan selama ini pergi. Tiba-tiba ia mengingat sesuatu.


“Mommy udah hubungi wali kelas jonathan?” Tanya andress membalikkan badan kesebalah kanan kearah zaina.


“Belum ko. Mana mungkin jonathan pergi sekolah, baju seragam sama bukunya aja masih tersusun rapi di kamarnya,” ucap zaina memandang andress dengan wajah frustasi.


“Kita coba dulu hubungi wali kelasnya mom. Kita tanyain berapa minggu jonathan gak masuk sekolah.” Saran andress menghampiri zaina lalu duduk disampingnya, dengan mengelus pelan bahu zaina.


“Yaudah kita coba dulu aja ko, biar kita tahu jonathan sudah berapa lama tidak masuk sekolah.” Zaina pasrah mengikuti saran andress untuk mencoba menghubungi wali kelas jonathan.


Andress mengambil ponsel untuk menghubungi Kepala Sekolah Jonathan yang merupakan rekan kerjanya, dengan maksud untuk meminta nomor kontak wali kelas jonathan yang tidak dimilikinya.


“Koko coba telpon dulu yah mom,” ucap andress sambil mengangkat ponsel ke telinganya.


-


Andress sengaja pulang lebih awal dari rumah sakit untuk menemui jonathan di sekolahnya. Wali kelas jonathan memberitahukan bahwa jonathan seminggu ini sudah aktif masuk sekolah. Tapi yang menjadi pertanyaan andress adalah, dimana keberadaan jonathan selama ini? Dimana ia tinggal dan darimana peralatan sekolah yang dia gunakan sekarang?


-


Surabaya Intercultural School. Sekolah elit bertaraf internasional.


Andress mengawasi gerbang sekolah jonathan dari balik kemudinya yang tepat berada di seberang jalan. Ia memperhatikan satu persatu siswa yang keluar dari gerbang sekolah, dengan harapan ia menemukan adiknya. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya andress menemukan jonathan yang baru keluar gerbang sekolah dengan sendirian. Kesempatan itu tidak disia-siakan andress, ia buru-buru menekan panel mobil dan langsung berlari mengejar jonathan.


“Jonathannnn!!!” Teriak andress kearah jonathan yang sedang berjalan kearah halte sekolah. Jonathan menolehkan kepalanya kearah suara yang memanggilnya, ia dibuat kaget dengan kehadiran andress yang sekarang berada disekolah nya.

__ADS_1


“Koko,” sahut pelan jonathan menatap andress dengan wajah panik, sementara andress berjalan setengah berlari kearahnya. Perasaan jonathan dibuat tak karuan, karena andress berhasil menemukannya.


“Jonathan tunggu! Koko mau bicara sama kamu!” Teriak andress kearah jonathan yang berusaha menghindarinya. Ia berlari kearah jonathan dan berhasil memegang tangannya erat. Andress di buat kesal sampai tak sadar menarik kasar tangan jonathan kearah cafe yang berada diseberang sekolah jonathan, yang berdekatan dengan posisi mobil Ferrari nya. Jonathan dibuat kaget dengan sikap spontan andress yang menyeret tangannya.


“Ko! Jangan main seret! Lepasin! Sakit tahu!” Kesal jonathan sambil berusaha melepas cekalan tangan andress dengan kasar.  Mendengar gerutu kesal jonathan, andress langsung melepaskan pegangannya.


“Maaf, koko gak sengaja.” Sahut andress dengan wajah bersalah menatap tak enak kearah jonathan yang dihadiahinya dengan tatapan tajam.


“Ayoo ikut koko! Jangan berdiri kayak gitu!” Jonathan dibuat terpaku dengan perintah andress. Ia bingung antara mengikuti langkah kakaknya atau pergi dari tempat itu.


Jonathan menuruti perintah andress, ia mengikuti langkah andress menuju meja yang berada di pojok. Setelah mereka memesan makanan dan minuman, andress memulai pembicaraannya.


“Kamu kemana aja Jo? kenapa gak pulang?” Tanya andress setelah memastikan pelayanan pergi dari hadapannya. Ia menatap jonathan dengan mata penuh kerinduan. Mendengar pertanyaan dari andress, jonathan hanya mencebikkan bibirnya lalu membuang pandangan kearah luar.


“Mendengar pertanyaan dari koko, jo pengen mual! Sejak kapan kalian memperhatikan keberadaan jo?  Very impossible!” Suara ketus jonathan dengan raut wajah sinis memainkan vas bunga yang berada didepannya. Andress dibuat kaget dengan jawaban jonathan yang sedikit menyindirnya.


“Maafkan sikap koko yang selama ini mengabaikan keberadaan kamu Jo. Koko sungguh minta maaf. Koko sungguh menyesal!” ucap andress dengan suara pelan penuh penyesalan. Ucapan andress membuat jonathan berhenti melakukan kegiatannya memainkan vas bunga, ia menatap andress dengan wajah yang susah diartikan.


“Yang lalu biarlah berlalu!” Sinis jonathan sambil menatap andress dengan tatapan tajam. Sampai andress dibuat salah tingkah melihat nya.


“Koko sadar selama ini koko salah. Beri koko kesempatan untuk memperbaiki sikap koko pada mu jo!” Ujar andress dengan wajah menghiba. Ia tak menyangka sifat jonathan akan sekeras ini.


Yaa Tuhan kenapa jonathan jadi seperti ini. Mana sikap penurutnya dulu. Batin Andress sambil menelan ludah.


“It's ok. No problem! Lagian jo tidak mempermasalahkan sikap kalian sama sekali.” Jonathan mengangkat kedua bahunya, dengan wajah santai.


“Pulanglah jo! Mommy sangat mengkhawatirkan mu.” Ucapan itu terlontar begitu saja dari bibir Andres. Mendengar ucapan andress jonathan hanya tersenyum sambil memetik bunga yang berada dihadapannya.


“Maaf ko, untuk sementara ini jo tidak bisa pulang! Daddy sudah mengusir jo dari rumah, buat apa jonathan pulang kesana? Buat jadi pelampiasan kalian?” Tanya santai jonathan dengan senyum sinis. Membuat wajah andress pias seketika dengan jakun naik turun menelan ludahnya kasar.


“Jangan pedulikan ucapan daddy jo! Daddy tak mungkin berniat seperti itu, apalagi sampai mengusir mu dari rumah.” Bela andress  kepadanya Daddy-nya. Mendengar pembelaan andress, jonathan hanya terkekeh pelan dengan tangan kanan menutup asal mulutnya.

__ADS_1


“Ahh ... koko tahu sendiri kan sikap kalian pada jo seperti apa? Jo seperti anak tak diharapkan, kehadiran jo seperti musibah bagi kalian. Jangankan memberi kasih sayang, sikap kalian aja masa bodo sama jo! Mau jo hidup atau pun mati, apa peduli kalian? Bukankah lebih baik jo menghilang dari kehidupan kalian seperti cici jaslin?” Jawab jonathan dengan wajah terluka menatap dalam kearah andress yang sedang menatap jo dengan menelan ludahnya kasar. Andress tak bisa berkata-kata, ia menghampiri jonathan dengan memegang bahunya pelan.


“Jangan bicara begitu! Karena kenyataannya tidak seperti itu. Maaf kami selama ini mengabaikan kamu jo, tapi kami akan berusaha memperbaiki sikap kami padamu. Koko menyayangi mu, makanya koko mencari mu sampai kesini.” Andress memberi pengertian kepada jonathan sambil mengelus bahunya.


“Entahlah setiap penyesalan pasti datang nya terakhir. Setelah jo pergi baru kalian sadar akan keberadaan dan sikap kalian pada jo. Mungkin jika jo tidak pergi dari rumah, mana mungkin sikap kalian akan berubah pada jo seperti ini.” Jonathan memberhentikan ucapan nya, karena pelayan datang mengantarkan pesanan nya. Ia melepas tangan andress yang berada dibahunya.


“Terima kasih mbak,” ucap jonathan setelah pelayan itu pergi meninggalkan meja mereka.


“Jo mengertilah. Kami bersikap seperti itu karena kami fokus mencari jaslin, kamu harus ngerti! Kami semua menyayangi kamu!” Tegas andress dengan wajah menghiba. Ia ingin adiknya mengerti akan alasan mengabaikannya selama ini.


“Menyayangi setelah kehadirannya pergi?” Tanya jonathan dengan suara penuh penekanan, sambil melipat tangannya.


“Kami janji akan berubah jo. Demi keutuhan keluarga kita!” Janji andress sambil mengangkat tangan kanan persis berada di samping telinganya.


“Jangan mengucap janji jika tak bisa menepati! Jo gak butuh janji dari koko, yang jo butuhkan adalah bukti! Jo mohon, jangan pernah mencari keberadaan jo, karena jo sudah hidup bahagia bersama orang yang menyayangi jo, yang menghargai kehadiran jo.” Ucap tegas jonathan yang membuat hati andress sakit seketika. Jantungnya seperti tertikam panah beracun, dadanya sesak mendengar perkataan jonathan.


“Jo pasti pulang ke rumah, tapi tidak tahu kapan. Jo harap, kalian merenungi sikap kalian setelah kepergian jo,” ucap  jonathan sambil meninggalkan andress yang sedang diam termenung dengan perkataan yang jonathan lontarkan. Sampai andress tak menyadari bahwa jonathan sudah pergi dari hadapan nya.


“Jo tunggu!! Jangan pergi!!” Teriak andress setelah jonathan pergi dan hilang dari pandangan matanya.  Teriakan andress sontak membuat orang langsung melihat kearahnya dengan tatapan aneh.


-


Kuyylah jempolnya jangan pelit-pelit 🤭


Jangan lupa vote sama hadiahnya mumpung hari Senin wkwkwk♥️


Happy Monday ♥️


Otor up 2 part yah hari ini🤗


Hatur nuhun buat reader setia novel receh ini😘

__ADS_1


__ADS_2