
“Meida, maaf saya tinggal dulu sebentar. Kamu bisa istirahat sambil liat-liat ruangan ini. Saya ada keperluan dulu di luar. Nanti kalau ada apa-apa kamu bisa tanya langsung kepada Tuan Melvin.” Ucap dion sambil melihat jam rolex yang melingkar ditangannya.
Siang ini ia harus mempersiapkan perlengkapan kerja meida dibantu team pelaksana, karena mulai besok meida sudah resmi bekerja diruangan nya. Entahlah, pekerjaan nya seperti apa? Gimana besok saja ... yang terpenting sekarang ia mempersiapkan tempat nya.
“Baik pak,” jawab meida sambil menganggukkan kepala.
“Kamu bisa bekerja mulai besok, untuk hari ini kamu belajar profil company didampingi tuan melvin! Dan satu lagi, kamu harus patuh terhadap apa yang diperintahkan oleh tuan melvin, paham??" Tanya dion dengan suara keras, karena melvin memperhatin gerak-geriknya, yang sedang memberikan arahan kepada meida.
"Kamu harus mempersiapkan mental! Tuan melvin orangnya sangar, nyebelin, dan suka marah-marah. Kalau ada apa-apa kamu bisa tekan tombol emergency ini. Fungsinya sebagai tombol darurat untuk memanggil cleaning service." Bisik dion menjahili meida, sebelum meninggalkan ruangan itu. Padahal tombol itu berfungsi sebagai pemberitahuan adanya rapat dadakan, atas perintah langsung dari melvin.
“Baik pak.” Jawab meida lesu.
Ahh ... habislah riwayat ku. Ujar meida dalam hati sambil menangkup kepala dengan kedua tangannya.
Dion meninggalkan meida di sofa, sementara melvin masih duduk santai di kursi kebesarannya.
Suasana ruangan itu kembali hening, hanya terdengar suara dentingan jarum jam yang berada di pojok ruangan. Dua anak manusia itu masih terdiam, tenggelam dengan pikiran mereka masing-masing.
Aduhh ... Pak Dion malah pergi dari ruangan ini lagi, mana jantungku dag dig dug ditatap tajam seperti itu. Sepertinya dia sedang berancang-ancang untuk menerkamku. Gumam meida pelan sambil melirik melvin dengan ekor matanya.
Aku harus pura-pura patuh. Ucap meida dalam hati.
Hahaha wajah wanita perkasa itu pucat, dia sepertinya ketakutan! Ternyata nyali nya ciut juga. Mulai sekarang gue bisa ngerjain dia dengan jabatan yang gue punya hahaha. Dihhh dia curi-curi pandang kearah gue, baru sadar kalau gue ini tampan tiada duanya. Hahaha dia tak bisa diam, seperti nya dia gelisah. Ujar melvin dalam hati dengan menutup mulut menggunakan tangannya. Ia menahan tawa melihat wajah pucat meida yang tidak bisa duduk diam.
“Hemmmm!!” Dehem melvin keras seraya bangkit dari kursinya menuju sofa.
Suara keras melvin sontak mengagetkan meida yang sedang meliriknya.
Aduh ... ketauan dari tadi aku melirik kearahnya. Panik meida dengan wajah merah, menahan malu.
Ngapain sih lelaki ini pake acara kesini! Bagusan anteng disana! Gerutu meida memonyongkan bibirnya.
“Ngapain bapak kesini?” Tanya meida dengan bibir terpaksa senyum. Padahal dalam hatinya ia mengumpat melvin.
“Suka-suka saya dong! Kaki-kaki saya! Ruangan-ruangan saya! Masalah buat kamu?” Jawab melvin sambil duduk di sofa di samping meida yang terhalang hiasan pohon cendana.
Aku kira sikap dia akan berubah setelah aku bersikap baik padanya, tapi sama aja. Dia sangat menyebalkan! Sungut meida yang tetap tersenyum walaupun hatinya dongkol.
“Enggak bapak, bapak suka gitu deh.” Meida berusaha mengakrabkan diri dengan menepuk lengan melvin pelan.
Sejujurnya aku ingin mematahkan lengannya, tapi aku takut di pecat huahhhh. Tangis meida dalam hati.
“Bapak bapak, emang saya bapak mu!” Ucap tajam melvin mendelik tajam kearah meida.
Yaa Allah ... aku ingin menyumpal bibir jeleknya dengan lap dapur, agar dia tak asal nguap!
“Terus apa? Saya panggil om?” Tanya meida mulai terpancing dengan ucapan melvin.
“Om- om emang saya om mu! Sorry saya gak punya keponakan macam kamu!” Kesal melvin melipat tangan lalu menyilangkan kaki nya.
Susah kalau ngomong sama si bodoh ini! Kurang baik apa aku coba?? Walaupun cuman pura-pura, seharusnya dia menghargai sandiwara ku. Omel meida dalam hati.
“Terus mau mas saya panggil apa hah? Mas tinggal pilih, mau saya panggil maling, copet, atau banci?” Tanya meida kesal dengan mencebikkan bibirnya.
__ADS_1
“Maling hati mu aja, bisa kan?” Jawab melvin dengan senyum mengejek.
“Ish, gak nyambung!” Kesal meida menatap malas kearah melvin.
Yesss dia mulai kesal, tinggal nunggu dia nangis haha. Tawa jahat melvin dalam hati.
“Jangan liatin saya seperti itu? Nanti kamu jatuh cinta sama saya. Sorry saya gak mau tanggung jawab!” Ucap asal melvin, membuat meida membulatkan matanya menatap kesal kearah melvin.
“Cihhhh kepedean! Sepertinya mas butuh cermin, buat bercermin. Mau saya belikan?” Ejek meida mengikuti gaya melvin, melipat tangannya lalu menyilangkan kakinya.
Jiwa menyebalkan nya mulai keluar! Dia lebih mengesalkan dari yang gue bayangkan! Mana niru gaya gue lagi! Ini baru permulaan, ini baru satu jam, gimana jam selanjutnya? Melvin setelah ini kamu harus rajin kontrol ke psikolog, biar mentalmu stabil. Jangan stress muda-muda, Jangan bermental tempe! Kamu pasti kuat menghadapi cobaan ini, serahkan sama Tuhan. Batin melvin dengan menekan-nekan dahinya.
“Saya bos kamu! Jangan pernah mengejek saya! Atau kamu saya ...” ucap melvin yang terpotong ucapan meida
“Jangan pecat saya dong pak, gak lucu kan? Kerja aja belum, masa langsung di pecat. Kan sayang, saya gak bakalan dapat kompensasi?” Jawab meida dengan wajah tanpa dosa.
Niatnya gue ingin buat dia kesal dan nangis, tapi kenapa malah berbalik ke gue! Runtut melvin dalam hati.
“Bapak bapak bapak! Jangan panggil saya bapak! Saya masih muda! Denger gak sih saya ngomong! Makanya Telinganya fungsiin, jangan dijadikan pajangan doang!” Ucap melvin dengan nada penuh penekanan.
“Terus saya harus panggil kamu apa hah!” Teriak meida sambil memegang kepalanya.
Sepertinya aku butuh paramex! Kepala ku pusing, menghadapi umpatan dan omelannya! Ini baru permulaan, setiap hari aku pasti bertemu dengannya. Kalau lama-lama gini, bisa botak kepala ku! Omel meida sambil menatap tajam melvin.
“My love bisa, sayang bisa, pangeran juga bisa. Tinggal pilih aja, mau yang mana?” Jawab melvin sambil tebar-tebar pesona. Sontak meida ingin muntah melihatnya.
“Ogahh ... pangeran dari mana nya? Di kasih sapu aja udah mau pingsan, mana ada pangeran kayak gitu!" Ucap spontan meida yang mendapat delikan tajam dari melvin.
Dia berani-beraninya mengejek harga diriku! Tunggu pembalas ku!
“Biasanya juga kamu ngumpat saya! Lelaki kere lah, lelaki rese lah, lelaki bodoh lah, lelaki oon lah. Tumben sekarang bibir mu banyak mingkem, sekalinya nguap ngomong nyelekit sampai nyess ke hati.” ujar melvin secara blak-blakan menyindir meida.
“Saya harus adaptasi dulu pak. Setelah itu, baru saya akan mengumpat bapak lagi.” Jawab meida dengan wajah mengejek, sontak melvin membulatkan matanya, lalu mengusap dada.
Sabar ... sabar... tahan melvin, dia perempuan! Kalau bukan perempuan sudah ku potong bibir ranumnya.
Ternyata dia masih berniat mengumpat gue. Wanita jenis apa yang duduk dihadapan gue ini? Sepertinya dia bukan manusia. Mungkin dia sejenis lelembutan yang kabur dari dunia nya, karena menjadi buronan di negerinya sendiri.
“Stop jangan panggil saya bapak! Atau saya cium kamu!” Teriak melvin dengan napas satu tarikan, ia melanjutkan ucapannya,
“Panggil saya Tuan! Kalau enggak Sayang!” Ultimatum melvin dengan penuh penekanan.
“Terserah Tuan caplin saja!” Teriak meida membalas teriakan melvin, meida mengepalkan tangannya.
“Nama saya MELVIN bukan CAPLIN!” Teriak melvin sambil memukul meja, tatapannya ingin menguliti daging meida.
Untung ruangan melvin kedap suara, sehingga teriakan mereka tak terdengar karyawan yang berada di seberang ruangan nya.
“Sama saja!” Teriak meida sambil memukul meja menuruti melvin.
“Kamuu!!!” Teriak melvin sambil mengacungkan tangan kearah meida.
“Saya meida pak,” jawab meida santai tanpa dosa, memperkenalkan dirinya sendiri.
__ADS_1
Yaa Tuhann .... Apa salah gue? bisa-bisanya dapat bawahannya kayak gini! dia benar-benar bisa buat gue gila!!! Teriak frustasi melvin.
“Saya tahu nama mu gadis batu!” Ucap melvin dengan nada suara yang kembali turun. Menghadapi meida buang-buang energinya saja. Dia harus menghadapi gadis ini dengan cara yang elegan.
“Jujur saya bosan bersikap pura-pura baik sama kamu! Kamu ngeselin tingkat dewa! Hobi banget bikin saya marah!” Omel meida sambil duduk kembali di sofa nya.
“Suka-suka saya dong mau bersikap apa aja! Kamu harus sadar, kamu bawahan saya disini!"Jawab tengil melvin yang masih berdiri bersedekap dada.
“Mau saya sentil bibir jelek mu itu mas? Saya pusing, kenapa harus punya bos macam mas. Udah cerewet, bawel, bodoh lagi.” Sungut meida kembali mengumpat.
“Ckckck baru beberapa menit kamu sudah berani mengumpat saya!” Senyum sinis melvin menatap tajam mata meida.
“Itu faktanya mas! Saya orangnya jujur, suka blak-blakan. Saya gak bisa bohong.” Jawab meida membalas tatapan melvin sambil mencebikkan bibir nya.
“Saya kasih kamu SP 1.” Ucap melvin santai menggertak meida. Sontak membuat meida membelakakan matanya.
Padahal dalam hati, melvin tak mungkin melakukan itu. Semua ada prosedur nya, tanpa sembarang mengeluarkan surat. Ia hanya menggertak meida, agar gadis batu itu patuh padanya.
“Apa?? SP 1?? Janganlah tuan. Tuan itu tampan, baik, berwibawa, jangan yah.. please.” Ucap meida merayu melvin, sambil mencubit pelan lengannya beberapa kali.
“Isshhh ... cerita nya ngerayu! Sorry gak mempan! Saya gak bisa di rayu! Saya bukan orang yang haus akan rayuan!" Ucap melvin mencebikan bibirnya dengan senyum sinis penuh kemenangan.
“Ayolah Tuan melvin tampan, jangan kekanak-kanakan, kita harus bersikap dewasa kita sudah tua.” Rayu meida kembali, dengan wajah yang dibuat seimut mungkin.
“Tua?? Kamu kali, saya masih muda! Sikap kamu yang kekanak-kanakan bukan saya! Gak usah sok imut, saya gak tertarik!"
“Terserah apa kata mu Tuan Caplin! Dasar pengecut, beraninya main ancam-ancaman, mentang-mentang berkuasa! Dasar CEO bodoh! Umur udah tua kelakuan kayak bocah! Kalau berani kita duel sekarang!” Ancam meida sambil mengepalkan tangan, yang sengaja diletakkan di depan wajah melvin.
Melvin langsung menelan ludah nya kasar.
Kenapa dia yang marah? Seharusnya gue! Dia yang ngumpat, dia yang marah! Dasar betina!
Kalau bisa, gue mau resign aja! Dari pada menghadapi amukan harimau betina ini.
-
-
Bersambung
Meida sama melvin kapan akurnya? Kasih tipsnya dong😅 Masa harus di kasih kotoran kerbau biar akur😂
Melvin bisa hipertensi menghadapi umpatan meida, aduhhh jangan sampai ruangan CEO jadi tempat gulat 😅😂
Thanks buat para reader yang masih stay dicerita ini♥️
Untuk besok cerita meida gak up yah, reader mau hilidiyss dulu🤭
Kembali up hari senin yah😜
Jangan kangen sama Meida & Melvin😁
Happy weekend, have fun guyss🤗🤗
__ADS_1
Hatur nuhun.