Kita Berbeda

Kita Berbeda
Kita Berbeda 14


__ADS_3

Assalamu'alaikum wr wb


Hai teman-teman di sini cerita saya yang ke dua jadi saya memohon maaf jika cerita nya kurang nyambung atau banyak typo hehe...


Jangan lupa komen dan vote ya terimakasih🤗


"Persahabatan yang kita bangun dari lama hancur begitu saja hanya karena seorang lelaki."


~ Kanaya Nursyifa.


Happy Reading guys


Kringg Kringg Kringg...


Bel pulang berbunyi


"Riss yukk balik." ajak Naya.


"Iya bentar." jawab Rissa.


"Cepetan Riss soalnya gue ga sabar mau nonton episode selanjutnya drakor yang judul nya squad game yang lagi trending ini." suruh Naya.


"Iya-iya yaudah yuk balik." lalu mereka pun bangkit dari duduk nya dan ketika mereka ingin berjalan menuju pintu mereka di tahan oleh seseorang.


"Rissa, Naya." panggil Nara.


"Apa?" dingin Naya.


"Eh Nara ada apa ya Nar?" tanya Rissa.


"Eumm gue boleh bareng engga sama kalian?" ragu Nara.


"Engga!!"


"Bolehh."


Jawab serempak Naya dan Rissa.


"Riss lo apa-apaan sih ngizinin dia buat bareng kita lagi?" kesal Naya.


"Loh? Gapapa dong kan Nara juga sahabat kita Nay." jelas Rissa.


"Yaudah deh kalo emang gaboleh bareng. Gue duluan ya." pasrah Nara lalu berjalan pergi.


"Ehh Naraa tunggu." cegat Rissa.


"Riss lo apa-apaan sihh manggil dia." ketus Naya.


"Nayy." desis Rissa pelan.


"Kenapa Riss?" tanya Nara yang sudah memberhentikan langkahnya lalu menolehkan badannya ke belakang.


"Kita bareng aja." ajak Rissa.


"Rissa!!" marah Naya.


"Udah ayo!!" lalu Rissa pun menarik tangan Naya dan berjalan menuju ke arah Nara dan menarik nya.


Sesampainya di parkiran...


"Naraaa." panggil seseorang.

__ADS_1


"Iqbal?" kaget Nara.


"Ayok kita pulang! Soalnya umi tadi nelpon gue suruh cepet-cepet pulang." ajak orang itu yang tak lain adalah Iqbal.


"Nara sama Iqbal pulang bareng? Memangnya mereka ada hubungan apa sih?" batin Rissa bertanya.


"WAHH WAHH GUE GA NYANGKA BANGETT SIHH TERNYATA ADA ORANG YANG DIAM-DIAM DEKAT SAMA ORANG YANG DI CINTAI SAHABATNYA SENDIRI HAHAHHA." teriak Naya.


Mendengar teriakan Naya tersebut membuat para murid yang masih berada di lingkungan sekolah langsung memusatkan perhatian mereka kepada Naya untuk melihat apa yang terjadi.


"DAN TERNYATA DI SINI ADA PENGHIANAT GUYSS. GUE BENER-BENER GA NYANGKA AJA SIH KALO PERSAHABATAN GUE ADA PENGHIANAT YANG NUSUK TEMEN NYA SENDIRI DARI BELAKANG." lanjut Naya.


"Nayaaa udah!!!" lerai Rissa.


Wahh serius tuh ada penghianat diantara persahabatan mereka bertiga?


Kira-kira siapa yaa penghianat nya.


Apa Nara ya penghianat nya? Tapi kan kalo di lihat-lihat dia kayak anak baik-baik gitu.


Atau mungkin Rissa? Soalnya kan dia baru masuk ke sini.


Kalo kata gue sih si Nara yaa yang penghianat nya.


Mendengar bisikan-bisikan para murid yang memojokkan Nara membuat dia ingin menangis.


"Nayy ini ga seperti yang lo pikirkan kok." jelas Nara yang menahan isakkan nya.


"UDAHLAH NARR MENDINGAN LO GAUSAH NYARI PEMBELAAN DEHH!!! KALO EMANG LO GA NGEHIANATIN KITA DAN TERUTAMA RISSA TAPI KENAPA LO DENGAN SECARA TIBA-TIBA DEKAT SAMA IQBAL??? JAWABBB!!!" bentak Naya.


"NAYA BERHENTI!!!" bentak Iqbal.


"LO BELAIN DIA IQBAL? LO BELAIN DIA DI DEPAN ORANG YANG SAYANG DAN CINTA SAMA LO? BENER-BENER BRENGSEKK LOO!!!!" marah Naya.


"NAYAAAA UDAHHH!!" teriak Rissa yang sudah tak tahan melihat pertengkaran ini.


"KITA BELUM NGEDENGERIN PENJELASAN NARAA!! SEHARUSNYA KITA GABOLEH KAYAK GINI KE DIA!!! KITA ITU SAHABATAN NAYYY, GA SEHARUSNYA KITA MALAH LANGSUNG PERCAYA SAMA APA YANG KITA LIHAT SENDIRI SEBELUM MENDENGAR PENJELASAN LANGSUNG DARI NARA!" lanjut Rissa.


"RISS?? LO MASIH NGANGGEP DIA SAHABAT? ORANG KAYAK DIA ITU GA PANTES DI SEBUT SAHABAT RISS!!! KARENA DIA UDAH NIKUNG LO GITU AJA!" tanya Naya tak percaya.


"NAYY MAU GIMANAPUN NARA ITU TETEP SAHABAT KITA!! BAHKAN SEBELUM GUE DATENG KE SINI KALIAN UDAH SAHABATAN KAN? KENAPA DENGAN BEGITU MUDAH NYA LO MALAH GA PERCAYA SAMA NARA? MALAH PERCAYA SAMA APA YANG LO LIAT SEBELUM MENDENGARKAN PENJELASAN DIA." jelas Rissa.


"INGATT!! LO PERNAH BILANG KAN?? JANGAN SAMPAI HANYA KARENA SEORANG LELAKI MEMBUAT PERSAHABATAN KITA MENJADI HANCUR!! LO INGATT GA NAY?" lanjut Rissa bertanya.


"IYA GUE PERNAH BILANG KAYAK GITU KARENA GUE GAMAU PERSAHABATAN KITA HANCUR BEGITU AJA!!! TAPI SETELAH GUE TAHU KALO NARA UDAH NGEHIANATIN KITA HANYA KARENA SEORANG LELAKI, MEMBUAT GUE GA PEDULI LAGI SAMA APA YANG GUE UCAPKAN WAKTU ITU!!! KARENA UCAPAN GUE WAKTU ITU SEKARANG BENAR-BENAR TERJADI!! PERSAHABATAN KITA UDAH HANCURR RISSAAA!!!" jawab Naya.


"Nayy, lo salah paham." jelas Nara.


"DIMANA LETAK SALAH PAHAM NYA HAH? DIMANA???" tanya Naya marah.


"NAYAAAA!!! KALO EMANG LO SAHABAT SEJATI PASTI LO AKAN LEBIH DULU MEMINTA PENJELASAN SAMA NARA!! TAPI LO?? ENGGA BERTANYA TERLEBIH DAHULU KE NARA!! APA ITU YANG DINAMAKAN PERSAHABATAN??" bela Iqbal terhadap Nara.


"ENGGA SEHARUSNYA LO LANGSUNG MENYIMPULKAN ITU SENDIRI TANPA BERTANYA KEPADA PIHAK YANG BERSANGKUTAN!!" lanjut Iqbal.


"Iqbal sampe segitunya belain Nara?" batin Rissa sedih.


"LO BELAIN DIA SAMPE SEGITUNYA BAL? CKKK, BENER-BENER GA NYANGKA SIH GUEE." ucap Naya berdecak kesal.


"Udah Nayy tenang, jangan emosi gini." ucap Rissa menenangkan Naya.


"RISS!! SEHARUSNYA LO MARAH KE DIA KARENA DIA UDAH NIKUNG LO GITU AJA!" ucap Naya tak percaya karena Rissa malah menyuruh dirinya untuk tenang.

__ADS_1


"Tapi kan kita belum mendengar penjelasan nya Nara, Nay!" jawab Rissa tenang.


"Rissa dia engga percaya gitu aja sama apa yang Naya kasih tahu? Bahkan dia sampe belain Nara segitunya di hadapan Naya." batin Iqbal tak percaya.


"RISS GUE BENER-BENER GA PERCAYA YA SAMA LO! SEHARUSNYA LO MARAH BUKAN MALAH BELAIN DIA!!!" ucap Naya menunjuk Nara.


"Gue di sini ga belain siapa-siapa Nay. Karena kalian berdua itu sahabat gue! Gue gamau kehilangan salah satu diantara kalian makanya gue mau lo tenang dulu buat bisa dengerin penjelasan apa yang mau Nara jelasin." jawab Rissa.


"SAAT INI!! PERSAHABATAN YANG KITA BANGUN DARI LAMA UDAH HANCUR BEGITU AJA KARENA SEORANG LELAKI!!! DAN ITU ARTINYA PERSAHABATAN KITA UDAH ENGGA ADA LAGIII RISSA!!" putus Naya.


"Nayy." lirih Nara.


Melihat kondisi Nara yang sangat menyedihkan membuat Iqbal memutuskan untuk membawa Nara pulang.


"WOYY GUE BELOM SELESAI YA SAMA KALIAN!!" teriak Naya kesal karena melihat Iqbal dan Nara sudah pergi.


"Nayaa udah ihh!! Ayo kita pulang aja." balas Rissa.


Wahhh gue ga nyangka sihh ternyata Nara yang penghianat nya.


Iya bener, kira gue dia anak baik-baik karena muka nya keliatan polos gitu.


Temen makan temen ihh.


Dasarr penghianat!


Emang pantes sihh si Nara di jauhin sama Naya dan Rissa orang dia udah nikung Rissa gee hahaha.


Kayak gada cowo lain aja yaa sampe-sampe cowo inceran sahabatnya di incer.


Mendengar para murid memaki dirinya membuat Nara menangis dan itupun di ketahui oleh Iqbal.


"Udahh yaa jangan nangis pasti kebenaran akan terungkap kok." ucap Iqbal menenangkan Nara.


"Tapi mereka...


"Iya gue tahu. Pasti lo mikirin Naya sama Rissa kan? Kalo emang mereka sahabat lo pasti mereka akan dengerin dulu penjelasan yang akan lo berikan." potong Iqbal.


"Tapi gue ga nyangka aja sih ternyata Rissa bisa sedewasa itu pemikiran nya." batin Iqbal masih tak menyangka akan sosok Rissa.


"Tapi kan Rissa dia tadi...


" Iya udah diem yaa jangan di pikirin kejadian yang tadi!!!" ucap Iqbal yang lagi-lagi memotong apa yang ingin Nara bicarakan.


"Ishh selalu aja gitu!" kesal Nara sambil mengerucutkan bibir nya ke bawah.


"Udah ya tenang jangan sedih lagi dong." hibur Iqbal lalu dia pun mengelus kepala Nara yang dilapisi oleh kerudung.


Ada hubungan apa ya? Diantara Iqbal dan Nara?


Ingin tahu kelanjutannya? Ikuti terus cerita ini!!!


Bersambung...


Di sini kita sudah mulai masuk konflik yaa hehe,, tenang aja konflik nya ga begitu berat kok🙏


Tetap ikuti terus cerita ini yaa teman-teman😉


Salam hangat,


Anaa29❤️

__ADS_1


__ADS_2