
“Siapa nama mu dek?” Tanya melvin menatap jonathan dengan hangat.
“Saya Jonathan Gilbert Atmaja mas.” Jawab jonathan spontan sambil berusaha tersenyum, walaupun senyumnya terlihat kaku.
“Gilbert Atmaja ...” ucap melvin pelan sambil mengingat sesuatu.
Gilbert Atmaja ... Nama itu serasa tidak asing di telinga ku. Apa jangan-jangan ... lelaki ini keturunan konglomerat farmasi itu.
“Saya bingung harus memanggil anda dengan sebutan apa? Panggil Tuan, saya bukan bawahan anda. Panggil mas itu terdengar aneh. Panggil bapak terkesan ketuaan. Panggil om anda bukan tampang om om mata keranjang. Panggil nama umur anda lebih tua dari saya. Saya bingung sebutan apa yang cocok dengan anda?” Tanya jonathan sambil menyimpan koper nya di bagasi mobil melvin. Ucapan jonathan terdengar bersahabat menjawab pertanyaan yang melvin ajukan.
“Hahaha panggil saya koko aja! Senang berkenalan dengan salah satu keluarga Atmaja, salah satu crazy rich di kota ini. Saya Melvin Nagara, semoga kita bisa berteman baik.” Ucap melvin sambil menyondorkan tangannya kearah jonathan, jonathan dengan senang hati menjabat tangan melvin yang mengambang.
Anak ini ternyata nice juga, walaupun berasal dari keluarga kaya, ia tak pandang bulu dalam memilih teman. Apa hubungan ia dengan meida? Mereka terlihat dekat sekali. Tidak mungkin mereka mempunyai hubungan spesial. Usia lelaki ini sangat muda, tidak mungkin meida suka dengan berondong. Batin melvin menatap wajah jonathan, lalu ia mengajak jonathan masuk kedalam mobil sport nya.
“Baiklah! Saya panggil anda dengan sebutan koko, walaupun terdengar aneh. Koko mengenal keluarga saya?” Tanya jonathan dengan menaikkan kedua alisnya.
Ternyata ini bos nya cici meida, tampan juga. Walaupun dia baik, tapi terkesan sok akrab. Tapi gak papa aku menyukai sifatnya yang easy going dan humble.
“Siapa yang tidak kenal dengan keluarga Atmaja jo, setiap pengusaha pasti mengenal nya.” Jawab melvin sambil duduk dibelakang bersama jonathan. Sedangkan meida duduk di depan disamping sang Driver.
“Wahh ... seterkenal itu keluarga ku. Bukan kah keluarga Nagara juga tidak bisa di sepelekan ko? Setiap perusahaan di Surabaya ini pemiliknya hampir semua dari keluarga Nagara. Outfit yang aku kenakan sekarang berasal dari brand Nagara, malahan restoran favorit aku juga pemiliknya masih nagara. Pokoknya style aku Nagara yang punya.” Kelakar jonathan tersenyum hangat sambil menepuk pelan lengan melvin.
Sudah ku duga, mereka berasal dari keluarga kaya dan ternama di kota ini. Jo ternyata kau sekaya itu, tapi sayang, kamu kekurangan kasih sayang jo.
“Kamu mengenal meida jo? Darimana kalian kenal?” Bisik melvin pelan ke telinga jonathan.
“Kenal lah, dia itu cici jo. Kami bertemu karena Takdir Tuhan hehe.” Jawab jonathan sambil berbisik kembali ke telinga melvin.
“Saya tertarik dengan perkataanmu jo. Bisa kamu ceritakan awal pertemuan kalian?”
“Nanti jo jelaskan! Sekarang jo ngantuk, lihat noh... cici di depan juga udah tidur.” Jonathan menunjuk dagunya kearah meida yang sudah terlelap. Ia tak menyadari bahwa meida hanya pura-pura terlelap.
Meida sedang memikirkan kemungkinan terburuk ketika mereka sampai di Bandung nanti.
-
Siang hari, mereka sudah landing di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Mereka keluar dari gate 4 Terminal 3 berjalan kearah parkiran. Melisa sudah menginformasikan, bahwa Driver yang sudah disiapkan Dion sudah standby diparkiran yang terletak di ujung terminal 3 tersebut.
“Dengan Tuan melvin? Mari tuan!” Seorang lelaki paruh baya berjalan terpogoh-pogoh ke arah melvin, sambil menunjuk sebuah mobil Alphard berwarna putih.
Melvin memandang lelaki paruh baya itu dengan wajah bingung,
“Saya Adam, driver yang di tugas kan pak Dion untuk menjemput Tuan.” Terang driver tersebut menjelaskan dirinya, menjawab kebingungan yang terlihat kentara di wajah melvin.
“Oh, Pak Adam. Berarti bapak yang mengantar perjalanan kami ke Bandung?” Tanya melvin menatap sopan lelaki yang bernama adam itu.
“Betul sekali Tuan. Sekarang tuan mau makan dulu atau langsung berangkat?” Tanya adam driver paruh baya itu, melihat kearah mereka bertiga secara bergantian.
“Langsung berangkat aja pak, tadi kami sudah makan di Solaria. Dan kami sudah take away makanan kok.” Jelas jonathan memperlihatkan bungkusan Pizza di tangannya. Ia sengaja membeli pizza untuk cemilan mereka nanti di rest area.
“Baiklah Tuan. Bisa tunjukkan KTP nona? Biar saya lebih mudah menemukan alamat yang kita tuju.” Ucap ramah driver itu, bicara secara dua arah kepada jonathan dan meida.
“Ini pak KTP saya.” Meida mengeluarkan KTP di balik casing ponselnya.
“Terima kasih nona. Mari kita berangkat!” Ajak driver itu sambil membawa koper jonathan dan ransel milik meida. Karena melvin bersikeras membawa barang nya sendiri.
Mereka berempat masuk ke dalam mobil Alphard tersebut. Jonathan dan melvin duduk di kursi tengah, meida sengaja duduk di kursi belakang.
Mobil Alphard tersebut melaju meninggalkan Airport menuju kota Bandung, yang estimasi perjalanannya mencapai 4 jam, jika tidak terjebak macet.
Kak Adib aku pulang! Seharusnya kau menunggu kepulangan ku kak. Kenapa kau pergi terlalu cepat? Jika kau masih ada, pasti kau sangat bahagia menunggu kedatangan ku.
__ADS_1
Maaf aku mengingkari janjiku kak, aku pulang bukan karena bahagia ... aku pulang bukan karena telah menemukan keluarga ku ... aku pulang, karena ... aku ingin memastikan bahwa kau telah benar-benar pergi meninggalkanku kak.
Doa kan aku, semoga Allah memberi ku kelancaran untuk mewujudkan Amanah dari mu kak.
Kuat kan hati ku Yaa Allah, untuk menerima apapun yang terjadi nanti.
Kak adib ... aku pulang kak. Lirih meida dengan suara bergetar
🎵Senja kini berganti malam ...
🎵Menutup hari yang lelah ...
🎵Di manakah engkau berada? ...
🎵Aku tak tahu di mana ...
Mendengar lagu yang di putar driver itu, tiba-tiba hati meida mencelos ... isi lagu itu sesuai dengan apa yang meida rasakan sekarang.
Kak adib sekarang kamu dimana?? Kemana aku harus mencari mu? Aku harus apa jika merindukan mu? Batin meida dengan isak tangis pelan. Agar suara tangisnya tidak terdengar oleh melvin dan jonathan yang duduk di depannya. Sementara itu jonathan dan melvin terlelap karena semalaman mereka tidak tidur.
🎵Pernah kita lalui semua ...
🎵Jerit tangis, canda tawa ...
🎵Kini hanya untaian kata ...
🎵Hanya itulah yang aku punya ...
Saat aku merasa kehadiran ku diinginkan, ketika kau menangis malam-malam di gudang. Kau mencari ku, menguatkan ku. Saat itu, aku merasa kehadiran ku berarti, masih ada orang yang peduli dengan kehadiran ku yang tak diinginkan ini.
🎵Tidurlah, selamat malam ...
🎵Lupakan sajalah aku ...
🎵Mimpilah dalam tidurmu ...
🎵Bersama bintang ...
🎵Sesungguhnya aku tak bisa ...
🎵Jalani waktu tanpamu ...
🎵Perpisahan bukanlah duka ...
🎵Meski harus menyisakan luka ...
Luka duka kenapa kau selalu setia berada di sisi ku ... tak pernah sekalipun kau izinkan kebahagiaan menghampiri ku. Apa salah ku?? Perpisahan selalu menghadirkan luka. Luka batin yang tak ada obatnya, kecuali dengan sebuah keikhlasan.
🎵Tidurlah, selamat malam ...
🎵Lupakan sajalah aku ...
🎵Mimpilah dalam tidurmu ...
🎵Bersama bintang ...
Ha-a-a-a-a ...
Yaa Tuhan ... Anthony ku telah pergi, meninggal aku ... si candy yang malang itu. Teriak meida sambil meletakkan lengan untuk menutupi mata nya yang sedang menangis dalam diam.
🎵Tidurlah, selamat malam ...
__ADS_1
🎵Lupakan sajalah aku ...
🎵Mimpilah dalam tidurmu ...
🎵Bersama bintang ...
🎵Lupakan diriku ...
🎵Lupakan aku ...
🎵Mimpilah dalam tidurmu ...
🎵Bersama bintang ...
Wo-o-ho-o-wo-o ...
Tangis meida pecah, seiring reff lagu itu. Ia sengaja menolehkan kepalanya kearah kiri, agar tidur jonathan dan melvin tidak terganggu karena mendengar tangisan nya.
Kak, beritahu aku bagaimana cara melupakan mu?? Ajarkan aku!! Jika semudah itu melupakan mu, aku tidak akan segila ini memikirkan mu.
Kak bantu aku ... bagaimana cara mengobati luka hati ku atas kepergian mu...
🎵Ajarkan aku tuk bisa dapat ungkapkan rasa
🎵Agar kamu 'kan percaya begitu ku butuh cinta
🎵Ajarkan aku tuk bisa dapat merangkai kata
🎵Agar kamu 'kan dengarkan bibirku katakan cinta
🎵Sekarang
Lirih meida dalam hati sambil menggigit bibir bawahnya .
Cinta dan luka ternyata hanya beda tipis.
-
Meida tertidur setelah kelelahan memikirkan adib, walaupun dalam keadaan tidur, air mata tidak pernah surut dari mata nya.
Apalagi sekarang, ia akan mengunjungi kekasih hatinya yang sudah terbaring kaku di bawah tanah.
-
“Ci Bangun sudah sampai. Apa ini rumah nya?” Tanya jonathan menepuk pelan pipi meida.
“Ohhh sudah sampai yahh.” Ucap meida sambil perlahan membuka matanya yang lengket karena air mata.
Meida mengumpulkan nyawa nya, setelah terkumpul. Ia segera melihat ke arah samping ke sebuah rumah yang lumayan besar, dan terlihat banyak orang.
Ada apa ini? Kenapa rumah ini ramai sekali?
-
-
Bersimbing
Mumpung jaringan nya normal, otor up jam segini. Inn Syaa Allah up lagi nanti malam.🤭
Kuyylah vote, like, sama hadiahnya 🤗
__ADS_1
Gomawoo ♥️♥️♥️