
Assalamu'alaikum wr wb
Hai teman-teman di sini cerita saya yang ke dua jadi saya memohon maaf jika cerita nya kurang nyambung atau banyak typo hehe...
Jangan lupa komen dan vote ya terimakasih🤗
"Gue sadar, tidak seharusnya gue menjatuhkan hati ini kepada seseorang yang bahkan tidak bisa gue miliki sama sekali. Akan tetapi hati ini malah jatuh-sejatuh nya kepada dirinya."
~ Muhammad Iqbal Adli.
Happy Reading guys
Degg...
Terjadilah keheningan beberapa saat. Namun tiba-tiba saja Iqbal..
"Kenapa?" tanya Iqbal memecahkan keheningan yang tadi terjadi beberapa saat yang lalu.
"Aku sadar kalo engga seharusnya aku mengejar kamu yang dengan sangat jelas tidak bisa ku miliki." jawab Rissa.
"Baguslah kalau begitu. Gue juga gamau lo terus-terusan ngejar-ngejar gue kayak perempuan murahan yang ga punya harga diri sama sekali di hadapan laki-laki." dingin Iqbal.
Degg...
Apa maksud Iqbal mengatakan seperti itu? Apakah selama ini dirinya seperti perempuan murahan? Dan tidak punya harga diri sama sekali di hadapan laki-laki? Mengapa begitu menyakitkan perkataan nya tersebut. Ingin marah pun dia tidak bisa. Karena saking sangat mencintai nya dia tidak bisa memarahi nya. Apa yang harus aku lakukan ya tuhan??
Kira-kira seperti itulah yang ada di benak nya Rissa.
"Hehe iya yaa aku kayak perempuan murahan banget yang ngemis-ngemis cinta ke laki-laki." miris Rissa.
"Riss, bukan gitu maksud gue." ucap Iqbal tak enak hati.
"Gapapa kok Bal. Kamu ga salah, malah aku yang ngerasa bersalah banget sama kamu karena aku udah ngeganggu kamu banget yaa waktu itu. Aku minta maaf yaa." balas Rissa.
__ADS_1
"Riss maaf, gue bukan bermaksud seperti itu." sesal Iqbal.
"It's okeyy no problem. I'm fine Iqbal. Kamu gausah merasa bersalah gitu ke aku." ucap Rissa.
"Aku juga sadar diri kok. Mungkin walaupun cinta aku terbalaskan kita tidak bisa bersatu karena tasbih dan kalung salib ku tidak akan bisa menyatu. Sama seperti kita, yang engga akan bisa bersama karena perbedaan yang sangat berat ini. Bagi aku LDR terberat adalah bukanlah yang berbeda kota atau bahkan negara, melainkan berbeda keyakinan. Walaupun mungkin Tuhan kita sama, akan tetapi cara menyembah nya lah yang berbeda." lanjut Rissa.
"Lo salah kalo menganggap LDR terberat itu adalah karena berbeda keyakinan. Akan tetapi menurut gue LDR terberat itu yaitu berbeda alam dengan orang yang kita cintai." balas Iqbal.
"Ya, kamu benar Bal. LDR yang paling terberat itu adalah berbeda alam dengan orang yang kita sayangi dan cintai." balas Rissa.
"Menurut kamu apakah dua orang yang saling mencintai harus berpisah begitu saja hanya karena perbedaan keyakinan?" tanya Iqbal
"Itu lebih baik, seperti yang pernah kamu bilang ke aku dulu, lebih baik berpisah daripada salah satu di antara mereka harus rela meninggalkan Tuhan nya begitu saja hanya karena cinta. Tuhan nya saja bisa di tinggalkan, apalagi kita yang hanya manusia biasa." jawab Rissa yang menjawab pertanyaan Iqbal.
"Tidak semua orang yang berbeda keyakinan saling mencintai harus berpisah. Buktinya banyak yang berbeda keyakinan tapi bisa bersatu walaupun salah satu di antara mereka harus rela meninggalkan Tuhan nya. Karena bagi gue jika Allah sudah berkehendak pasti itu akan terjadi." tutur Iqbal.
Degg....
"M-m-m aksud Iqbal orang yang berbeda keyakinan bisa bersatu gitu?" tanya Rissa.
"Kalo boleh aku tau Iqbal lagi membicarakan hubungan siapa? Kita? Atau orang lain?" bingung Rissa.
"Kita?? Hahaha ngarep banget lo kalo gue juga suka sama lo dan ingin berjuang! Gue ini lagi ngomongin hubungan sahabat gue. Bukan hubungan gue sama lo!!" kekeh Iqbal.
"Hehe iya juga yaa mana mungkin Iqbal cinta sama aku." miris Rissa.
"Yaudah deh aku pergi dulu. Ini terakhir kali nya kita bicara ya Ball. Kalo kita nanti engga sengaja berpapasan di jalan kamu anggap aja engga kenal aku dan begitu pun sebalik nya. Karena aku juga menghargai aturan yang ada di dalam agama mu. Aku pamit, permisi." lanjut Rissa berpamitan kepada Iqbal.
Degg...
"Kenapa gue gasuka yaa sama apa yang Rissa bilang barusan." batin Iqbal.
🌻🌻🌻
__ADS_1
"Iqbal." panggil seseorang.
"Lo?" kaget Iqbal melihat seseorang yang tadi memanggil nya.
"Iya ini gue, lo suka kan sama dia?" tanya orang tersebut.
"Engga!" balas Iqbal dingin.
"Yakin?" tanya nya.
"Gue... Gue bingung sama perasaan gue sendiri arghhhh." bingung Iqbal merasa frustasi dengan perasaan nya sendiri.
"Gue tanya deh, gimana perasaan lo ketika tau kalo dia tiba-tiba ilang begitu aja dari sekolah kayak waktu itu?" tanya orang tersebut.
"Entahlah. Gue pusing sama perasaan gue ini, di satu sisi gue gamau punya perasaan lebih ke dia karena kita berbeda. Sedangkan di satu sisi ketika gue tau dia tiba-tiba aja ilang dari sekolah kayak waktu itu, hati gue ngerasa engga tenang dan khawatir sama dia. Karena gue gamau dia kenapa-napa dan ada rasa takut kehilangan di dalam hati gue." balas Iqbal.
"Begoo!! Itu tanda nya lo udah punya perasaan sama dia aelahhh.." ketus orang tersebut.
"Serius?" tanya Iqbal tak yakin.
"Yaiyalah astagfirullah lo ini gimana sih!!" balas orang itu.
"Terus gue harus gimana?" bingung Iqbal.
*Ya perjuanginlah masa mau di tinggalin gitu ajaa!!! Walaupun lo sama dia berbeda tapi ingat! Jika Allah sudah mentakdirkan kalian berjodoh maka Allah akan mempermudah jalan nya." nasehat orang tersebut.
"Kun fayakun, yakinlah kepada Allah. Karena sebaik-baik nya rencana manusia itu tidak akan lebih baik dari rencana sang pencipta." lanjut orang tersebut.
Apakah Iqbal akan memperjuangkan cinta nya? Ataukah memilih untuk mundur? Hanya karena berbeda keyakinan.
Ikuti terus kisah ini!!!!
Bersambung...
__ADS_1
Salam hangat,
Anaa29❤️