
“Dion, meida lama sekali. Apa yang dia lakukan dengan lelaki itu? Janjinya sebentar, tapi ini sudah jam berapa? Lelaki itu tidak bisa di percaya omonganya!” Ucap melvin dengan wajah kesal, dari tadi ia menunggu kedatangan meida, tapi sampai sekarang meida belum datang.
“Saya kurang tahu Tuan,” sahut dion dengan mengangkat kedua bahunya.
“Dia pergi lebih dari 1 jam, nunggu dia kaki saya sampai jamuran. Sebenarnya dia pergi kemana sih?” Gerutu melvin sambil mencengkram ponselnya.
“Tuan mengkhawatikan nya?” Tanya dion dengan senyum, melirik wajah tuan nya yang sedang cemberut.
“Saya tidak mengkhawatirkan nya. Tapi perasaan saya gak enak, takut lelaki itu berbuat macam-macam kepada meida.” ucap melvin sambil memandang ponsel yang berada dalam genggamannya.
Bilang aja khawatir! Jangan banyak alasan! Kalau dekat seperti kucing dan anjing gak pernah akur. Kalau jauh baru terasa arti kehadirannya. Dasar manusia, gede gengsi nya!
“Apa perlu sana mencari keberadaan meida tuan?”
“Ayoo kita cari keberadaannya. Taman kantor perpajakan ini letaknya di sebelah mana?" Tanya melvin serius memandang dion.
“Di samping gedung ini tuan. Kita tinggal belok dari lobby menuju arah ke sebelah kiri.”
“Ayo cepat kita cari keberadaan meida! Saya akan memarahinya! Berani-beraninya ia mengabaikan peringatan dari saya!” Melvin berjalan lebih dulu kearah lobby, dion mengekor langkah melvin. Setelah sampai di lobby, melvin termenung melihat ke arah kaca yang memperlihatkan kondisi di luar sedang di guyur hujan. Melvin perlahan mengarah ke gate otomatis.
“Shitt! ternyata di luar hujan!”
“Kita terobos hujannya atau nunggu reda tuan?”
“Kau pinjam payung cleaning service itu! Cepetan!” Perintah melvin sambil mengarahkan telunjuknya ke arah wanita yang sedang memakai payung dengan terburu-buru menuju ke arah temannya.
“Baik Tuan.” Dion berjalan kearah wanita itu dengan setengah berlari. Ketika sampai di dekat wanita itu,
“Mbak boleh pinjam payung nya?” Tanya dion kearah wanita yang bermimik panik itu.
“Bu-buat apa mas? A-ada wa-wa ni-ta ya-ng ter-gele-tak di-disa-na.” Ucap wanita itu dengan terbata, tangannya bergetar sambil menunjuk kearah taman.
Apa wanita yang tergeletak itu adalah meida? Batin dion dengan mimik wajah kaget.
“Disebelah mana?” Tanya dion panik memegang bahu wanita itu yang tengah bergetar.
“Di ta-taman pak.” Jawab wanita itu dengan takut, karena mendapat tatapan tajam dari dion.
“Baiklah. Saya akan kesana!” ucap dion mengambil payung wanita itu, lalu berlari kearah melvin.
“Tuan ayoo kita ke taman sekarang!” Perintah dion dengan buru-buru, ia menarik melvin agar 1 payung bersamanya
“Kau kenapa dion? Kenapa wajah mu terlihat panik seperti itu?”
“Saya hanya ingin cepat-cepat memastikan. Kata wanita itu dia menemukan wanita tergeletak di taman. Saya berharap itu bukan meida. Tuan tahu sendiri, meida dari tadi belum balik-balik dari taman.” Terang dion kepada melvin dengan langkah lebar menuju taman.
“Apa?? Semoga itu bukan meida.” Teriak melvin kaget, dengan mata menelisik ke seluruh sudut taman. Dan sudut mata nya melihat kearah wanita yang tergeletak di atas tanah dengan tersungkur.
“Dion sebelah sana!” Panik melvin, menunjuk kearah wanita yang tergeletak. Outfit yang digunakan wanita tergeletak itu sama dengan yang meida gunakan hari ini. Tanpa sadar melvin berlari kearah wanita itu tanpa mengenakan payung yang dion kenakan.
“Tuan payung nya!” Teriak dion mengejar langkah melvin.
__ADS_1
Melvin jongkok di samping wanita itu, dia mengangkat wajahnya untuk memastikan bahwa itu adalah meida.
“Meida, apa yang sebenarnya terjadi padamu?” ucap melvin sambil menepuk-nepuk pelan pipi meida. Ia membalikan tubuh meida, dan melihat dua lembar kertas yang meida peluk erat. Melvin mengambil kertas itu lalu memasukkan ke balik jas kerja nya, guna mengamankan kertas tersebut. Agar kertas tersebut tidak basah terkena air hujan.
“Meida kenapa Tuan?” Tanya panik dion sambil memayungi kepala melvin. Melvin menyandarkan kepala meida dipangkuannya.
“Dion cepat ambil mobil!!” Teriak melvin dengan menepuk-nepuk pelan pipi meida yang sudah dingin dan pucat, bibirnya sudah membiru, pertanda meida telah lama tak sadarkan diri.
“Meida sadarlah, saya mohon... saya tidak akan memarahi mu, saya tidak akan memotong gaji mu. Saya mohon sadarlah.” Ucap melvin dengan mimik khawatir, ia takut terjadi sesuatu kepada meida.
Meida, apa yang terjadi sebenarnya pada mu? Tak seperti biasanya kamu begini. Apa yang lelaki tadi perbuat padamu hingga seperti ini? Apa dia menyakitimu? Jika dia menyakiti mu, seharusnya kau mematahkan leher nya, merontokkan giginya! Atau nanti ku bunuh saja dia! Karena berani-beraninya mengganggu pengawal batu ku ini. Gumam melvin dengan mata berkaca-kaca. Dalam hati ia tak tega melihat kondisi meida seperti itu.
Sadarlah wanita batu, jangan buat saya khawatir seperti ini. Saya mohon sadarlah, atau saya cium kamu. Saya tak tega melihat kondisi begini, lebih baik saya mendengar omelan mu, daripada kamu diam seperti ini. Gimana kamu bisa menjaga saya, menjaga diri sendiri pun kamu gak bisa.
“Bos, mobil nya sudah di depan.” Ujar dion mengagetkan melvin yang sedari tadi memandang wajah meida.
Baru kali ini aku lihat tuan melvin menangis, waktu ia putus dengan nyonya sandra ia malah marah-marah. Tapi, hanya melihat meida seperti ini, hatinya jadi melow kayak gini. batin dion
Melvin mengangkat tubuh meida, dan membopongnya kearah mobil. Ia tak perduli dengan bajunya yang basah kuyup.
“Dion buka pintunya!” perintah melvin agar diob membuka pintu belakang mobil.
Melvin menyandarkan tubuh meida ke kursi, kepala meida disandarkan ke bahunya. Melvin mengusap-usap kepala meida yang tertutup hijab dengan tangan sebelah kirinya.
“Sekarang kita kemana tuan?” Tanya Dion menyetir mobil, sambil menatap melvin dari arah kaca spion.
“Ke apartemen saya! Cepat Dion bawa mobilnya!”
“Baik Tuan.” Dion langsung melaksanakan perintah yang melvin sampaikan. Sedangkan melvin fokus mengusap hijab meida.
Sejujurnya hati saya sakit melihat kamu seperti ini, saya merindukan sikap bar bar dan ceroboh mu. Saya tak tahu apa yang saya rasakan sekarang. Entahlah, saya takut melihat mu terpejam seperti ini. Saya takut kehilanganmu meida. Kamu wanita unik yang pertama kali saya temui. Kamu memiliki kesan tersendiri buat saya.
“Tuan kita sudah sampai” ucap dion kepada melvin, karena sedari tadi melvin melamun sambil mengusap kepala meida.
Melvin turun di basemen apartemen milik keluarganya, lalu ia menggendong meida kearah lift menuju lantai 27 ke phenthouse miliknya.
-
-
“Ko apa yang terjadi? Kenapa kalian basah kuyup kayak gini? Apa yang terjadi dengan meida, sampai ia tak sadarkan diri?" Tanya melisa berdiri di samping sofa, setelah melihat kedatangan melvin.
“Koko gak papa. Tolong gantikan baju meida, ia kedinginan.” Ucap melvin menggendong meida ke dalam kamar milik nya.
“Tapi kalian kenapa?? Aneh sekali! Datang-datang langsung basah kuyup!"
“Nanti koko jelaskan! Sekarang, meida prioritas utama kita. Dia pingsan, butuh penanganan. Lihat wajahnya pucat, bibir nya sudah membiru. Tolong kerja samanya yah dek.” Tunjuk melvin kearah meida yang terbaring di ranjang nya.
“Dokter Chris 5 menit lagi sampai sini. Nanti langsung suruh periksa meida aja yah, koko stay di kamar sebelah.” Ujar melvin sambil mengambil baju santai di lemari pakaiannya, lalu ia keluar dari kamarnya.
“Ok ko.”
__ADS_1
Melvin berjalan ke kamar tamu, kamar yang bersebelahan dengan kamar yang meida tempati. Melvin mengambil kertas yang terlipat di balik jasnya, lalu ia letakan di atas nakas bersebelahan dengan ponselnya.
-
Melvin duduk dengan berselonjoran kaki di atas spring bed, ia mengambil surat yang ditemukannya ketika meida pingsan. Batin nya bergejolak antara membuka atau menyimpannya. Tapi rasa penasaran mendominasi diri melvin, walaupun terkesan lancang melvin membuka lipatan kertas itu dan membacanya.
Surat ini bikin gue nangis, sebegitu dalamnya perasaan lelaki ini untuk meida. Tapi yang bikin gue salut, lelaki ini mampu mencintai meida sampai akhir hayat na. Luar biasa sekali cinta lelaki ini, lelaki tulus berjiwa satria.
Ya Tuhan, semoga saja gue bisa seperti lelaki ini, yang mampu mencintai satu wanita sampai akhir baringnya.
Beruntung sekali meida, bisa di cintai lelaki dengan cinta yang begitu hebatnya.
Mungkin karena ini, meida menangis sampai pingsan? Setiap orang pasti tak akan baik-baik saja, jika ditinggalkan oleh orang yang paling dicintainya. Apalagi meida, ia tak bisa menyaksikan kepergian nya. Pasti rasanya sakit banget.
Meida bagaimana perasaan mu sekarang? Kamu pasti terluka. Apa yang harus gue lakukan?
-
“Kak adibbbb!!! Kak adibbb!!!” Teriak meida dengan keringat yang bercucuran di dahinya.
“Syukurlah akhirnya kamu sadar juga dek, mbak khawatir sama kamu. Kamu pingsan sampai satu hari.” Ucap melisa berjalan kearah meida dan memegang dahinya.
“Aku dimana mbak?” Tanya meida dengan wajah sendu
“Kamu di apartemen ko melvin. Kamu kenapa dek? Kenapa bisa seperti ini?” Tanya melisa sambil mengusap wajah meida.
“Aku pingsan mbak?” Tanya meida sambil memegang kepalanya yang masih terasa pusing.
“Iya dek. Kamu di temukan pingsan di taman kantor perpajakan, pakaian mu basah kuyup, badan mu demam seharian. Ko melvin sengaja membawa mu kesini, biar mbak bisa merawat mu.” Terang melisa sambil memegang tangan meida.
“Berarti ini bukan mimpi. Kak adib udah pergi.” Gumam meida dengan mata yang berkaca-kaca.
“Jelasin ke mbak kamu kenapa dek? Sejak kemarin kamu mengigau menyebut nama adib. Ada apa dengan mu dek.” Mendengar pertanyaan melisa, meida malah tertunduk dan menangis.
“Mbak ... harapanku, aku tak ingin bangun lagi. Aku tak ingin hidup lagi. Aku ingin Tuhan mengambil nyawa ku. Aku lelah mbak ... kenapa takdir hidup ku seperti ini ... kenapa orang yang ku cintai selalu meninggalkan ku... aku capek mbak ... kenapa hidup ku selalu dipenuhi penderitaan ... aku putus asa mbak, beberapa kali aku mencoba bangkit, tapi akhirnya selalu begini ... bolehkah aku menyerah mbak.” Ujar meida dengan tergugu, bahunya terguncang ia menangis dihadapan melisa.
Melisa memeluk meida ke dalam pelukannya, ia tak tega melihat gadis ceria dan baik hati itu kini terlihat putus asa.
"Jangan seperti ini dek, di setiap masalah pasti ada jalan keluar nya, di setiap kesulitan pasti ada kemudahan, di setiap penderitaan pasti ada kebahagiaan. Tuhan sudah mempersiapkan waktu nya dek. Tuhan yakin kamu wanita kuat, kamu pasti diberikan kekuatan oleh tuhan untuk bisa menghadapinya, kamu jangan berputus asa. Terima apa yang tuhan berikan, tuhan pasti memberikan yang terbaik untuk hambanya." Nasehat meida sambil mengusap-ngusap bahu meida.
Sementara itu seseorang mendengar pembicaraan mereka dari balik pintu dengan mata yang berkabut.
-
Bersimbing.
Maaf otor telat up, Jaringannya jelek guys. Hujan petir mulu. Jaringannya ke bawa angin.
Jangan lupa tinggalkan jejak
__ADS_1
Hatur nuhun🤗