Kita Berbeda

Kita Berbeda
Berusaha Membuka Hati


__ADS_3

Jonathan? Apa dia tinggal disini? Kenapa dia bisa bersama dengan meida? Batin jack tak mengalihkan pandangan dari keduanya.


“Ci, jo mau ayam suwir pedas untuk dinner kita malam ini, yang cici pernah masakin buat jo waktu masih di kontrakan dulu.” Jack mendengarkan ucapan jonathan dengan seksama. Ia mengerutkan dahinya.


Jonathan memanggil meida dengan sebutan cici? Apa mereka sudah tahu kalau mereka adalah kakak beradik? Jika mereka tahu, dari mana mereka mengetahui nya! Rasanya tidak mungkin! Meida baru beberapa bulan tinggal disini dan bisa sedekat itu dengan jonathan yang notabenenya pendiam dan  tertutup. Kenapa jonathan bisa satu apartemen dengan meida? Apa ini kebetulan? Apa waktu sudah mempertemukan mereka? Jika Jonathan memang sudah tahu meida itu adalah kakaknya, kenapa dia gak speak up kekeluarga besarnya? Dan jika keluarganya tahu, gak mungkin andress sampai pergi jauh ke Bandung segala.


“Siap komandan. Nanti cici tak buatin yah. Pokoknya masakan spesial untuk orang tercinta.” Kekehan itu menghilang di balik pintu lift. Jack sampai tidak menyadari kepergian mereka ke sebelah mana, karena ia terlalu lama melamun memikirkan meida dan jonathan.


Berarti benar meida tinggal disini! Tapi di lantai berapa? Siapa bosnya yang berani menyewa apartemen ini? Saya yakin dia bukan orang biasa! Dan tak mungkin bosnya menyewakan apartemen ini secara percuma untuk meida. Apa meida memiliki affar dengan bosnya?


Apa Andress, om Gilbert dan tante Zaina tahu Jonathan tinggal disini?


“Mereka sudah pergi entah kemana! Besok saya akan kembali lagi kesini!” Putus jack meninggalkan lobby apartemen itu menuju mobil yang ia tinggalkan di parkiran. Ia memutuskan untuk pulang, karena kehilangan jejak meida.


-


“Ko, dress anggun ini siapa yang buat? Motifnya bagus banget! Mamih suka!” Helena mengusap-ngusap dress untuknya yang akan digunakan nanti malam. Melvin duduk di sampingnya sambil tersenyum


“Oranglah mom! Koko cuman ngasih desainnya aja. Ini koko pesen dari butik temen koko, ” ucap melvin. Ia tak memberitahu mamihnya jika dress itu berasal dari butiknya, karena kedua orangtuanya tidak tahu kalau melvin memiliki beberapa butik, restoran, dan kafe. Bisnis yang ia sembunyikan dari keluarganya kecuali Melisa.


“Recommended banget ko. Warnanya senada dengan kemeja papih! Melisa kamu udah kasih kan?” Tanya helena sambil menggantung dress itu di sampingnya.


“Udah mih. Koko sengaja bikinnya seragaman, biar kelihatan kompak gitu.” Terang melvin sambil meminum jus yang ada di depannya. Setelah meminum jus ia menyampingkan posisi duduknya.


“Mih. Koko mau tanya, apa papih mengudang keluarga Atmadja?” Helena tersenyum menompang kepala dengan sebelah tangannya. Sengaja tangannya ia tumpukkan di sofa cream itu.


“Jelaslah! Itu kan relasi papih. Semua pengusaha yang ada di Indonesia ini, udah papih undang. Apalagi keluarga Atmadja, dia rekan baik bisnis papih mu! Kamu nanya gitu, kenapa emang?” Melvin terdiam mendengar jawaban helena mengenai keluarga Atmadja, ia mengerutkan dahinya dengan menggigit bibirnya. Melvin tak menyadari jika mamihnya sedang memperhatikan wajahnya.


Berarti nanti malam, keluarga meida pasti ada. Ya Tuhan, bagaimana respon mereka jika bertemu? Walaupun meida tak mengetahui orang tuanya, tapi ada Jonathan. Jonathan pasti tahu dan mengenali orang tuannya. Tak mungkin saya cegah meida untuk menghadiri acara nanti, itu sangat mustahil. Dia merupakan karyawan saya, dia wajib datang. Apa yang harus saya lakukan? Tuhan, berilah jalan terbaik untuk mereka. Jangan pertemukan meida dengan daddy-nya, saya takut meida terluka akibat perkataannya. Batin melvin. Helena memandang wajah anaknya dengan menaikan sebelah alisnya, ia menepuk lengan melvin pelan.


“Ko, kamu kenapa?” Melvin terkejut dengan pukulan pelan mamihnya. Ia menggaruk tengkuknya karena tidak mendengar ucapan mamihnya.


“A..apa mih? Koko gak apa-apa. Pengen tahu aja.” Kekeh melvin dengan menutupi kegugupannya. Ia langsung meminum jus yang ada di depannya hingga tandas.

__ADS_1


“Berarti nanti malam mamih ketemu saya calon mantu mamih dong!” Melvin memutar bola matanya pelan. Ia merespon ucapan helena dengan malas.


“Ketemulah mih. Orang kan dia pasti sama koko terus. Koko akan pantau dia jangan sampe hilang sedetikpun dari pandangan koko.” Helena tersenyum mendengar ucapan bucin anaknya, yang tidak seperti biasanya. Dulu dia hanya menyukai wanita selewatan saja, setelah kencan pasti putus.


“Kamu segitunya sih sama meida. Biasanya gak over kayak gini.” Ucap helena sambil mengacak-ngacak rambut anaknya. Wajah melvin pun berkerut menatap kesal kearah mamihnya.


“Kan ini ceweknya beda mih. Bukan over, tapi memastikan dia yang kita cintai always fine.” Sungut melvin sambil memundurkan kepalanya agar tidak terkena ulah jail helena.


“Mamih rasa, cewek ini sangat istimewa di hatimu ko, melebihi sandra. Itu sih cuman insting mamih.” Helena melipat kakinya dengan tangan bersingkap dada menunggu jawaban dari anak sulungnya.


“Iya mih. Menurut koko dia wanita yang sangat istimewa di hati koko, kehadiran nya mampu mengisi seluruh hati koko tanpa tersisa sedikitpun untuk wanita lain, melebihi arti kehadiran sandra dulu. Mamih tau sendiri kan? Di saat koko mulai menaruh rasa dan memulai hubungan serius dengan sandra, ehh dianya malah memilih karier daripada koko. Padahal koko kurang baik apa? Malahan koko sudah berusaha membuka hati untuk perjodohan itu, tapi kan zonk. Walaupun dia tetep kekeh mempertahankan hubungan itu.” Terang melvin sambil menggulung-gulung dasinya. Helena menepuk bahu melvin, setelah melvin mengungkapkan isi hatinya. Melvin bicara terus terang, di balik kandasnya hubungan dia dengan orang yang mulai dia cintai dulu.


“Maafkan mamih.dan papih! Karena perjodohan itu kamu terluka.” Melvin mengusap tangan mamihnya dan menciumnya. Ia tersenyum dengan wajah bahagia.


“Tak perlu minta maaf mih. Karena kejadian itu,  kini koko menemukan wanita yang lebih baik, lebih cantik, lebih sederhana dan penyayang. Pokoknya paket komplit! Wanita yang koko impi-impikan dari dulu. Wanita sederhana dan penyayang, yang bisa menyayangi dan mendidik anak-anak koko nanti. Dan koko dapatkan sosok itu dalam diri meida.” Curhat Melvin panjang lebar. Ia tidak menutup-nutupi isi hatinya dari helena. Karena mamihnya wajib tahu isi hati dan kriteria wanita pilihanannya seperti apa. Bukan selebritis atau model, tapi pilihannya adalah wanita sederhana yang mampu menyejukkan pandangan nya.


“Mamih senang akhirnya kamu menemukan tambatan hati mu ko. Dia benar-benar wanita hebat, mampu meluluhkan hati mu yang keras ini! Mamih harap kamu segera menikah ko! Mamih sudah gak sabar pengen gendong cucu. Biar rumah ini rame ko.” Melvin terkekeh melihat mamihnya yang sedang menimang-nimangnya bantal. Ia mengambil bantal itu dan tertawa


“Mamih ada-ada aja! Ngomongnya udah jauh ke cucu segala, orang di bikinnya juga belum. Ini baru pendekatan mih, do’ain aja semoga dia mau sama koko. Do'ain semoga dia jodoh koko.” Helena malah tertawa mendengar ucapannya.


“Entahlah mih ... kepercayaan diri koko di depan meida menciut. Koko luluh akan pesonanya, dia memiliki kharisma, yang tak dimiliki  wanita lain. Kadang koko sendiri yang suka grogi bila berdekatan dengannya.” Jujur Melvin sambil menyandarkan kepalanya di bahu helena. Helena mengusap lembut rambutnya anaknya.


“Bujang mamih lagi fall in love hahaha. Tapi mamih bahagia, berarti ini tanda kamu sudah dewasa. Pepet terus jangan sampai kendor!  Mamih always support kamu.” Melvin menutup matanya tersenyum. Ia memeluk mamihnya erat.


-


“Cici cantik pakai gaun ini! Ko melvin pinter milih bajunya!” Ujar jonathan ketika melihat pantulan diri meida di cermin. Meida memutar-mutar tubuhnya memakai gaun panjang dan tertutup yang diberikan melvin.


“Iya jo. Gaunnya indah, pas banget di badan cici.” Jawab meida tersenyum menolehkan kepalanya kearah jonathan.


“Pastilah! Orang gaun ini ko melvin desain sendiri khusus untuk cici.” Terang jonathan sambil merebahkan tubuhnya di ranjang meida. Meida membelalakan matanya.


“Kamu serius jo?” Tanya meida berjalan kearah adiknya. Ia duduk di samping jonathan.

__ADS_1


“Seriuslah! Apa yang enggak buat cici sih! Ko melvin rela berbuat apapun demi cici.” Jonathan bangun dari posisi tidurnya. Ia duduk di samping cicinya.


“Cici merasa gak? Ko melvin perhatian banget sama cici. Dia care banget! Jo merasa ko melvin memiliki perasaan pada cici.” Meida terdiam mendengar ucapan adiknya. Jonathan memegang tangan meida.


“Pandangan jo sebagai lelaki terhadap ko melvin. Jo melihat ko melvin itu baik, tulus, dan penyayang. Dia mau menyayangi jo, yang notabenenya bukan saudaranya. Kami bertemu karena ketidak sengajaan. Tapi dia dengan suka rela menolong jo. Dan jo melihat, di mata ko melvin banyak binar cinta ketika sedang memandang cici.” Terang jonathan dengan pandangan menerawang kearah mata cicinya.


“Gak mungkin Tuan Melvin mencintai cici jo. Hidup dia di kelilingi wanita cantik, mana mungkin dia mau sama cici yang burik ini. Lagian cici belum bisa buka hati untuk lelaki, cici masih trauma akan kehilangan.” Jujur meida dengan memegang kedua tangan adiknya. Dari ucapannya tersirat banyak kesedihan.


“Jo tidak memaksa cici untuk membuka hati secepat ini. Jo tahu, hati cici masih terluka karena kepergian cinta pertama cici. Jo hanya menyimpulkan pandangan ko melvin terhadap cici, tak lebih dari itu. Cici harus peka terhadap sikap ko melvin, itu aja.” Lirih Jonath mengusap wajah meida dengan lembut. Ia merasa melvin memang mencintai cicinya.


“Iya jo. Cici akan berusaha! Tapi untuk masalah cinta dan perasaan, cici masih menatanya. Tak mudah menghilangkan rasa itu begitu saja. Walaupun kehadirannya sudah tiada, tapi hati cici masih merasakan keberadaannya.” Jawab meida dengan siluet kaca di ujung matanya. Ia belum bisa menghilangkan rasa cinta untuk adib di hatinya. Jonathan menghapus air mata di wajah cicinya.


“Iya ci, jo tahu hati cici belum bisa menghilangkan bayangan dia sepenuhnya. Tapi cici harus bisa menghilangkan rasa itu perlahan-lahan, karena hidup cici masih panjang. Jangan terlalu berpatokan pada masa lalu. Memang tidak mudah melupakan nya, simpan rapat perasaan itu di hati cici, kunci rapat dalam kotak. Jangan pernah membukanya, jika mengenang hanya seperlunya! Jo yakin dengan perlahan cici bisa mengilangkan rasa itu.” Nasihat jonathan kembali mengelus-ngelus tangan meida.


“Jo tahu, kak adib lelaki baik yang mampu mencintai cici dengan seganap jiwanya. Tapi jo yakin, kak adib ingin melihat cici bahagia. Kak Adib pasti sedih, melihat keadaan cici yang masih terpuruk atas kepergian nya. Karena yang kak adib perjuangkan selama ini adalah kebahagiaan cici. Jangan buat kak adib bersedih ci! Biarkan dia tenang di alam sana!” Meida tergugu mendengar perkataan adiknya yang mampu menampar isi hatinya. Ia memeluk tubuh Jonathan dan menangis di bahunya.


“Jangan menangis! Jo tak berniat membuat cici menangis! Jo hanya sedikit membuka pikiran cici, agar cici tidak terlalu lama terjebak dalam masa lalu. Jo ingin cici bahagia, di kelilingi oleh orang-orang yang mencintai cici dengan tulus.” Jonathan mengelus lembut pundak meida yang sedang menangis di bahunya.


“Cici akan berusaha menghapus rasa ini? Tapi entah kapan cici bisa melupakan dia dengan sepenuh nya. Ini tidak mudah bagi cici jo, cici butuh waktu untuk menghilangkan rasa ini. Ini bukan perkara mudah! Ini masalah hati.” Lirih meida dengan sesenggukan.


“Iya iya. Jo paham ci! Udah jangan nangis lagi, nanti bintitan loh. Jangan memperjelek wajah cici, beberapa jam lagi kita harus siap-siap menghadiri acara perusahaan cici kerja. Keluarga ko melvin pasti menunggu kita.” Jonathan melerai pelukannya. Ia menghapus air mata yang masih tersisa di wajah meida.


“Cici gak nangis jo, air matanya keluar sendiri.” Kilah meida dengan hidung yang memerah. Jonathan memutar bolanya malas.


“Mana ada! Ngaku aja kali! Gak bakalan jo ledekin ini.” Kekeh jonathan sambil merapikan kerudung cicinya. Meida mendelikan matanya kesal kearah jonathan.


Setelah shalat magrib, mereka bersiap-siap untuk menghadiri acara Anniversary perusahaan melvin.


-


Bila suka dengan novel ini, jangan lupa like, komen, vote sama hadiahnya 🤗


Hatur nuhun buat yang masih setia di novel ini♥️

__ADS_1


Disini musim hujan guys, kalau musim hujan pilihannya cuman 2, mati lampu atau gak ada sinyal. makanya telat up😢


Happy weekend buat semuanya 🥳🥳🤗


__ADS_2