
Kulihat diana sedang menatap jauh kearah salah satu karyawan disini, dan aku sudah bisa menebak dengan tatapan temanku ini, mereka baru saja jadian, jadi agak malu malu saat bertemu di kantin siang ini.
" ciee.. Curi curi pandang " godaku saat melihat dania yang sudah menundukkan kepalanya karena malu. Dania memang sangat pemalu, dan dia beragama hindu sedangkan si cowok beragama muslim.. Dan aku yakin hubungan mereka tak akan bertahan lama..
" ya ampun naina... Aku malu " katanya sambil menundukkan kepalanya lagi. Haha aku suka pemandangan ini.
" jadi.. Sejak kapan kalian cinlok..? Hahaha rejeki emang ya.. Kerja dengan seribu cowok dari seluruh indoneseia.. " godaku lagi dan itu semakin membuat diana bersemu merah,
Aku tau.. Sangat mudah mencari jodoh disini, dia antara seribu karyawan disini mungkin hanya 100 lebih perempuan yang bekerja disini.. Itu pun juga dari seluruh indonesia...
Dan aku bisa mengetahui banyak bahasa disini, selain aku juga sangat fasih memakai bahasa bali.. Aku juga bisa belajar bahasa orang papua dan dari kota lainnya.
Setelah makan siang aku berjalan menuju mbok kadek, ya dia ibu kantin.. Dan suaminya pun juga bekerja disini.
__ADS_1
" Kude mekejang ne mbok? ( jadi berapa semua ini mbok? ) " tanyaku pada mbok kadek yang memang menjadi penjaga kantin disini.
" Patoh caré pidan ( sama kayak yang kemaren) " jawabnya dan aku sudah tersenyum, aku memang cuman sekedar beli air sama roti aja.. Karena agak was was juga beli makanan yang masak orang yang beragama hindu, secara aku tau betul mbok kadek ini banyak sekali punya peliharaan **** dan anjing dirumahnya, haha dia kan juga asli orang sini,
" Naina kapan mau nikah? " tanya mbok kadek dengan logat khas nya, dan aku pun langsung tertawa karenanya.
" tenang mbok kadek.. Aku masih santai kalo soal nikah " jawabku santai, mbok kadek cuman geleng geleng kepala.
Lalu aku masuk lagi kedalam kantorku yang full AC... Ya ampun tadi pas keluar dari kantin rasanya badanku udah kayak melepuh... Panase poll.. Tapi meskipun panas aku tetap semangat.. Apalagi pemandangan disini indah bangeettt...
Tiba tiba cowok tinggi tegap dan matanya juga agak sipit, gantengnya pun Masya Allah, ya ampun.. Nikmat mana yang kau dustakan? Dia sudah berjalan menghampiriku.
" Hai.. Naina kenalin aku Michael asisten tehnisi yang baru di pindah " katanya yang langsung duduk tepat di hadapanku, aku sempet bengong karena kaget melihat dia yang begitu ganteng dan asli.. Sok akrab banget denganku.
__ADS_1
" kata bima.. Aku harus ngasih laporan ke kamu, jadi aku langsung kesini " katanya lagi sedangkan aku hanya tersenyum, entah aku juga gak tau mau ngomong apa.
" kamu asli orang sini? " tanyanya dan ku jawab dengan anggukan, sedangkan diana sudah main mata denganku, aah.. Ini bisa jadi sebuah salah paham.
" aku boleh dong main kerumahmu " katanya, dan sekali lagi aku hanya mengangguk.
" kamu gak mau nanyak tentang aku? " tanyanya.. Ya ampun.. Dia ganteng tapi narsis.
" kamu.. Asli orang mana? " tanyaku karena aku juga sedikit penasaran dengannya.
" Aku asli madiun " jawabnya sambil tersenyum ramah padaku, ya ampun.. Madiun itu dimana ya? Jawa timur atau jawa tengah?? Hahaha aku gak terlalu tau dengan daerah jawa.
" kamu bisa naik kereta kalo mau kesana " katanya, dan aku langsung mentapnya heran, maksudnya dia apa? Aku mau main kesana gitu? Mana mungkin...
__ADS_1
Dan si michael tertawa melihat tingkahku yang sangat aneh ini.