Kita Berbeda

Kita Berbeda
CHAPTERS 28


__ADS_3

Sebulan telah berlalu, Keysha bersyukur Nanta tidak pernah datang lagi setelah kejadian itu.


Malamnya seperti biasa, setelah selesai sholat isya dan makan bersama mereka menyempatkan diri untuk berbincang-bincang sambil menemani anak-anak bermain.


" Unda, Yasmin ngantuk " kata Yasmin dengan sesekali menguap.


" Bu, Aisyah juga ngantuk " ujar Aisyah pada Aira.


" Baiklah, Ayok Bunda temenin Yasmin bobo " ujar Keysha lembut.


" Reya belun ngantuk ?, ini sudah malam Nak " sambungnya.


" Belum Bunda, sebentar lagi " jawab Reya sambil menggambar sesuatu di buku gambar.


" Sudah kamu temenin Yasmin tidur aja dulu sana, biar Reya sama Mas disini " ujar Eza


" Ibu juga sebaiknya istirahat, Kamu juga dek kasian Aisyah " sambungnya lagi


" Iya Mas " jawab Aira sopan


" Baiklah Ibu tidur dulu, ya " pamit Ibu Ida dan dibalas anggukan oleh Eza.


Kini tinggal Eza dan Reya yang di ruang tengah dengan kegiatan mereka masing-masing. Eza yang sedang menonton berita di salah satu chanel news dan Reya yang sibuk menggambar. Mereka berdua sama berdiam diri dan larut dalam kegiatannya.


" Reya, ayok tidur Nak ini sudah larut malam " tegur Keysha pada anaknya.


" Baik Bunda " jawab Reya patuh.

__ADS_1


" Paman, Reya tidur dulu ya " pamitnya pada Eza.


" Iya, jangan lupa baca doa dulu sebelum tidur " kata Eza yang dibalas anggukan Reya.


" Sini buku gambarnya Nak, Bunda simpan. Reya sikat gigi dan whudu dulu ya. " kata Keysha lembut


" Baik Bunda " jawab Reya patuh.


Keysha membuka lembar per lembar buku gambar Reya dan ia tersenyum melihat hasil karya anaknya yang menurutnya sangat indah. Sampai pada gambar terakhir, Keysha terkejut dengan apa yang digambar anaknya. Sebuah gambar keluarga yang ditulis Bunda, Ayah, Yasmin dan Reya di masing-masing gambar manusia yang Reya gambar.


Selama ini Reya tidak pernah singgung masalah Ayahnya berbeda dengan Yasmin yang hampir setiap hari menanyakan keberadaan Ayahnya. Tapi kali ini Keysha salah menilai anaknya sendiri yang tidak menginginkan sosok Ayah di sampingnya.


" Bunda kenapa menangis ?". tanya Reya yang baru selesai dari kamar mandi.


" Eh Bunda nggak papa Nak " jawab Keysha glagapan dan buru-buru mengusap air matanya.


" Reya.. dengerin Bunda Nak. Reya tidak salah jika Reya gambar seperti ini, gambaran anak Bunda bagus semua. Ayah pasti diatas sana senang lihat hasil karya anaknya ". jelas Keysha lembut.


" Maafin Reya, Bunda. Karena Reya Bunda ingat dengan Ayah lagi ". tutur Reya dalam pelukan Keysha.


" Reya tidak salah kok "


" Reya selalu berdoa kepada Allah supaya Ayah tidak datang lagi kesini seperti waktu itu ". Sambung Reya yang masih dalam pelukan Bundanya.


" Maksud Reya ?". Tanya Keysha yang terkejut dengan pernyataan anaknya.


" Apa Reya tau yang sebenarnya ?". tanya Keysha lagi yang dibalas anggukan oleh Reya.

__ADS_1


Keysha akui, anaknya yang satu ini sangat peka terhadap sekitar dan sangat sulit untuk dibohongi berbeda dengan Yasmin yang mudah dialihkan.


Keysha sadar, sedalam apa pun dia membohongi Reya, anaknya ini pasti akan tau yang sebenarnya dengan sendirinya. Meski Reya baru berumur tiga tahun dan dua bulan lagi akan empat tahun tapi cara pikirnya sangat dewasa. Jujur saja, Keysha ingin anaknya bisa menikmati masa-masanya sendiri seperti anak seusianya. Apalagi dengan Reya yang jarang bicara dengan orang lain dan jarang bermain, dia lebih suka menyendiri sangat berbeda dengan Yasmin yang super cerewet dan sangat aktif.


" Nak, jawab Bunda jujur!. Reya ingin bertemu Ayah ? ". tanya Keysha yang dibalas gelengan kepala oleh Reya.


Keysha sangat kecewa, bukan karena gelengan kepala Reya namun dilihat dari mata anaknya, Keysha tau Reya berbohong dan Keysha maksud dan tujuan Reya berbohong untuk tidak melukainya lagi.


" Bunda tau Reya bohong sama Bunda. Bunda sakit disaat anak-anak Bunda tidak jujur sama Bunda. Dengerin Bunda Nak, Reya sama Yasmin suatu saat pasti akan bertemu Ayah. Bunda janji ! ". jelas Keysha membuat mata Reya berbinar.


" Tapi Reya harus ingat, ada perbedaan yang tidak bisa Bunda jelaskan saat ini sama Reya. Kita dengan Ayah berbeda, dan itu mustahil untuk menyatukan perbedaan yang ada tapi Bunda harap anak-anak Bunda bisa mencintai perbedaan itu. " jelas Keysha penuh perhatian.


" Ada saatnya Reya mengerti apa yang Bunda jelaskan tadi " sambungnya lagi karena melihat anaknya bingung.


" Terima kasih Bunda ". ucap Reya tulus


" Sama - sama sayang. Sekarang Reya tidur ya ". kata Keysha lembut yang dibalas anggukan.


*****


Tidak ada yang tau takdir kita kedepannya seperti apa, bahkan peramal yang katanya tau pun bisa jadi salah. Karena yang benar-benar tau hanyalah Yang Maha Kuasa.


Banyak yang tidak percaya bahwa Tuhan itu ada, tapi mereka percaya jodoh dan maut sudah ada yang atur. Konyol nggak sih pernyataan seperti itu ?.


*****


foll juga ig aku : knririn_

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2